Anda di halaman 1dari 9

PETROGRAFI BATUBARA

Untuk mempelajari batubara tentang penyusun organiknya maka dilakukan analisa petrografi batubara. Batubara secara fisual mempunyai warna hitam namun ada yang terang maupun ada yang kusan. Perbedaan warna ini didasarkan atas organisme penyusun batubara. Untuk penyelidikan organisme penyusun batubara dilakukan dengan : Mikroskop : hal ini dilakukan pada awal mula penelitian petrografi batubara Dengan perkembangan teknologi maka dilakukan dengan cara menentukan besarnya angka reflektance vitrinite. Pembagian batubara berdasarkan komposisi maceralnya dilakukan secara : - Megaskopis (rock type atau lithotype) - Mikroskopis

. Pembagian batubara berdasarkan komposisi maceralnya : a. Humic Coal : umumnya berlapis hitam , kaya akan sporinite b. Boghead coal : agak coklat kaya akan alginite c. Oil shale, coklat kaya akan alginite dan bahan an organik

Klasifikasi lithotype untuk bituminous coal : Vitrain : kaya akan vitrinit dengan ciri fisik : pita-pita atau lensa dengan kilap cerah, sangat bersih kalau diraba. Vitrain dapat merekah dengan rekahan halus yg tegak lurus stratifikasinya, hingga dapat terpecah dengan bentuk concoidal, permukaan seperti gelas dan tekstur vitreous. Clarain : mempunyai permukaan licin, mengkilap, mudah pecah, pecahan tegak lurus terhadap bedding plane. Durain :berwarna abu-abu sampai hitam. Bersifat keras, agak sedikit bulat. Apabila pecah permukaannya tidak rata, tapi selalu menghasilkan pecahan bongkah. Fusain : berbutir halus, bisa dikenali dengan karakter berserat.

Berdasarkan mikrolithotype nya (disebut group maceral) dibedakan menjadi : 1. Vitrinite : maceral yang terdiri atas jaringan kayu dan kulitnya. Pada dasarnya vitrinite merupakan penyusun utama dalam bright coal. 1. Dibawah sinar tembus vitrinite tembus cahaya dengan warna light orange sampai dark orange. 2. Dalam sinar pantul berwarna abu-abu sampai kuning ke putih-putihan. 3. Bila terlihat jaringan kayu maka disebut Telinite 4. Bila tidak ada strukturnya disebut Collinite : merupakan media colloid yang sangat dominan dalam setiap bright coal

2. Exinite atau Liptinite Merupakan maceral yang terdiri atas tumbuh-tumbuhan selain jaringan kayu, terdiri atas sporinite : bisa terlihat fosil spora

Lanjutan exinite Cutinite : terdiri atas kulit luar tumbuh-tumbhan Resinite berasal dari getah/resin/wax dari tumbuhtumbuhan, berbentuk bulat/oval sebagai inklusi dari colinite Alginite : berasal dari algae, merupakan unsur utama dalam boghead coal. Inertinite : maceral yg asalnya belum diketahui, tapi kemungkinan dari jaringan tumbuh-tumbuhan. Micrinite : lumpur humus yang kemungkinan berasal dari tumbuh-tumbhan yang telah membusuk. Fusinite : strukturnya celluler dan secara fisis bisa dilihat warna hitam, kusam agak keras, mudah pecah. Semi fusinite : merupakan transisi fusinite ke vitrinite, sehingga struktur celluler tidak selalu terlihat.

Batubara berdasarkan mikroskopisnya dikenal adanya : type, rank dan grade batubara.

Coal type atau jenis batubara ditentukan oleh :


komposisi/kandungan maceral nya. Sehingga dikenal 3 type batubara yaitu Fusic, Vitric dan Liptic

Coal rank atau derajat batubara ditentukan oleh :


tingkat kematangan batubara (degree of organik metamorphism) yang ditentukan oleh parameter : reflektance vitrinit, nilai kalor dan volatile matter. Sehingga didapat klasifikasi batubara berdasarkan derajat pembatubaraannya adalah :

- lignit
- sub bituminous - bituminous

- Semi antrasit - Antrasit dan meta antrasit Coal grade : ditentukan oleh kandungan bahan an organik didalam batubara : - Presentase bahan an organik didalam batubara - Jenis bahan an organik di dalam batubara