Anda di halaman 1dari 16

By Kelompok 4

Present by: M. Riswan Hasan Rizky Novianto Aulia Safitri Puspita Asri Indi Argadestya Ikhsan Setyawan Setyo Wahyu Nurdian Urif Adiansyah

(115.080.005) (115.120.015) (115.120.020) (115.120.029) (115.120.043) (115.120.047) (115.120.050)

Pendahuluan

Latar Belakang Perpetaan merupakan suatu hal yang penting bagi seorang Geofisikawan, karena seluruh penyajian data geofisika menggunakan media peta. Peta itu sendiri merupakan gambaran dari permukaan bumi yang dilihat dari atas yang digambar pada bidang datar (2D) dan diperkecil dengan skala tertentu serta memiliki simbol sebagai penjelas. Peta topografi ialah suatu peta yang menggambarkan suatu daerah berdasarkan ketinggian yang didalamnya terdapat garis kontur sebagai penjelas ketinggian. Garis kontur adalah garis khayal tertutup di lapangan yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian yang sama, biasanya diukur dari suatu permukaan air laut rata-rata. Pemetaan Topografi dilakukan di Dusun Kabregan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, D.I.Yogyakarta dikarenakan daerah tersebut memiliki beda tinggi yang signifikan dan beragam.

Maksud dan Tujuan Maksud dari Praktikum ini adalah untuk memerkenalkan suatu keadaan relief dilapangan secara nyata dan dapat mengambil data dengan alat pemetaan. Daspat memahami pengolahan data untuk membuat suatu peta topografi. Selain itu untuk mengetahui topografi pada daerah ini. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk membuat peta poligon sistem azimuth, peta poligon sistem koordinat, dan peta topografi berdasarkan data dan kondisi nyata dilapangan. Dan juga mampu membuat peta topografi daerah Dusun Kabregan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY berdasarkan data di lapangan dari beberapa kelompok data pemetaan. Batasan Masalah Batasan masalah dari penelitian ini adalah membuat peta topografi daerah Dusun Kabregan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY berdasarkan data di lapangan dari beberapa kelompok data pemetaan.

Dasar Teori

Konsep Dasar Alat

SD VA D Ta Y Tr

= 90-VA

D (jarak datar) = SD cos

Y = SD Sin (90-VA)

H = Tn + Talat + Y Trambu

Unsur-unsur Peta Relief Drainage Skala Skala Fraksi Skala Verbal Skala Grafis Judul Peta dan Lembar peta Orientasi Peta

Garis kontur Merupakan garis khayal tertutup, yang menghubungkan titik-titik ketinggian yang sama di permukaan bumi atau kedalaman yang sama di dasar laut, yang diukur dari suatu titik ketinggian acuan biasanya diambil dari permukaan air laut rata-rata. Sifat-sifat garis kontur: Satu garis kontur mewakili satu ketinggian tertentu. Garis kontur berharga lebih rendah mengelilingi garis kontur yang lebih tinggi. Garis kontur tidak berpotongan dan tidak bercabang. Interval kontur biasanya 1/2000 kali skala peta. ( syarat skala > dari 1:25.000) Rangkaian garis kontur yang rapat menandakan permukaan bumi yang curam/terjal, sebaliknya yang renggang menandakan permukaan bumi yang landai. Rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf U menandakan punggungan gunung. Rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf V terbalik menandakan suatu lembah/jurang.

Metoda Interpolasi Merupakan suatu metode untuk menentukan nilai ketinggian suatu titik dengan menganggap bahwa suatu titik tersebut berada pada suatu bidang yang beratuan. Cara metode Interpolasi Bila titik ketinggian disesuaikan dengan interval kontur, maka rumus yang digunakan adalah:

(2 1)

Bila titik ketinggian tidak sesuai dengan batas atas maka rumus yang digunakan yaitu:
= (2 ) (2 1) = ( ) ( 1)

Bila titik yang tidak bersesuian dengan batas bawah, maka rumusnya : 1 = = 2 2 1
Bila titik ketinggianya tidak bersesuian sama sekali maka dapat dicari dengan rumus :
= 2 2 1 = + ( ) = 1 2 1

Metode Gridding Metode Gridding adalah metode dalam menentukan parameter prosedur dalam interpolasi. Metode yang digunakan dalam pembuatan peta topografi kavling IV Triangulation with Linear Interpolation Metode ini mengoptimalkan penggunaan triangulasi Delaunay.

Metode yang digunakan dalam pembuatan Peta opografi daerah Dusun Kabregan, Desa Srimulyo, Kec. Piyungan, Kab. Bantul, D.I. Yogyakarta
Metode Krigging Kriging adalah metode gridding yang menggunakan data geostatistik. Metode ini terbukti sangat membantu dan sangat populer dalam banyak bidang, karena mampu memproduksi peta dengan tampilan yang baik akibat efek smoothing yang tercipta secara langsung dalam penggambaran garis konturnya.

Metodologi Penelitian

Waktu dan Tempat Waktu dan tempat ekskursi perpetaan 2013 dilaksanakan pada: Hari/Tanggal : Minggu, 24 November 2013 Pukul : 06:00 12:00 WIB Lokasi Penelitian : Dusun Kabregan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogyakarta

Desain Survey

Alat dan Perlengkapan

Diagram Alir Pengambilan Data


MULAI

Persiapan Alat Mendirikan Statif

Centering Alat Set-Up Instrument

Setting Job Pengukuran Data Titik Poligon

Pengukuran Data Titik Detil

Packing Alat

SELESAI

Diagram Alir Pengolahan Data


MULAI

Memperoleh Data

Menghitung D, Y, dan H

Mengitung sudut dalam sampai mendapatkan X,Y, Z.

Pengolahan peta Membuat master

Pembuatan secara manual

Pembuatan secara Surfer 10

Peta Poligon Sistem Azimuth, Peta poligon Sistem Koordinat, dan Peta Topografi

Kesimpulan

SELESAI

Kesimpulan
Peta Poligon sistem azimuth dan koordinat kavling IV dibuat dengan menggunakan skala 1:100 dan memiliki koordinat X, Y, dan Z pada BM 10 sebesar (440717,3; 9133422,0; 97,6), BM11 sebesar (440645,3; 9133445,9; 101,7) dan pada BM 12 sebesar (440693,8; 9133487,6; 86,5). Peta poligon daerah Kabregan, Srimulyo, Piyungan, bantul dibuat dengan skala 1 : 500. Terdiri dari 10 poligon dengan 29 BM yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Poligon terluas adalah poligon 1, dan poligon terkecil adalah poligon 10. Peta Topografi dibuat dengan cara manual dan software Surfer 10. Peta Topografi kavling IV dibuat dengan menggunakan skala 1:250 dan indeks kontur 0,5, dan peta topografi daerah Kabregan, Srimulyo, Piyungan, Bantul dibuat dengan menggunakan 1:000. Peta topografi kavling IV memiliki titik ketinggian tertinggi 114 m Yang terdapat pada koordinat (X, Y) (440578,5; 9133460). Sedang kan ketinggian terendah yaitu 82,4 m yeng terletak pada koordinat (X,Y) (440789,2; 9133455). Pembuatan peta topografi kavling dengan software dan manual memiliki perbedaan yaitu dengan penggunaan software dapat meminimalisir human error, lebih cepat dalam pengerjaannya, dan lebih rapi.

Terimakasih...