Anda di halaman 1dari 13

Pemeriksaan Kadar Ureum

Kelompok I : Anggih Ria Fersantari Dwi putri Lestari Eka Fitriani Lince Maryanti Maryati

Pendahuluan
Ureum adalah suatu senyawa organik yang terdiri dari unsur C,H,O dan N dengan rumus (NH4)2CO. Ureum adalah hasil akhir metabolisme protein. Berasal dari asam amino yang telah dipindah amonianya di dalam hati dan mencapai ginjal, dan diekskresikan rata-rata 30 gram sehari.

Hampir seluruh ureum dibentuk di dalam hati, dari metabolisme protein (asam amino). Urea berdifusi bebas masuk ke dalam cairan intra sel dan ekstrasel. Zat ini dipekatkan dalam urin untuk diekskresikan. Pada keseimbangan nitrogen yang stabil, sekitar 25 gram urea diekskresikan setiap hari. Kadar dalam darah mencerminkan keseimbangan antara produksi dan ekskresi urea.

Ureum berasal dari penguraian protein, terutama yang berasal dari makanan. Pada orang sehat yang makanannya banyak mengandung protein, ureum biasanya berada di atas rentang normal. Kadar rendah biasanya tidak dianggap abnormal karena mencerminkan rendahnya protein dalam makanan atau ekspansi volume plasma. Namun, bila kadarnya sangat rendah bisa mengindikasikan penyakit hati berat. Kadar urea bertambah dengan bertambahnya usia, juga walaupun tanpa penyakit ginjal.

Biosintesis Ureum
1. 2. 3. 4. Transaminasi Deaminasi Oksidatif Glutamat Transport Amonia Reaksi pada siklus urea

Masalah Klinis
1. Peningkatan Kadar Peningkatan kadar urea disebut uremia. Azotemia mengacu pada peningkatan semua senyawa nitrogen berberat molekul rendah (urea, kreatinin, asam urat) pada gagal ginjal. Penyebab uremia dibagi menjadi tiga: prarenal, renal, dan pascarenal

Praneral
Uremia prarenal terjadi karena gagalnya mekanisme yang bekerja sebelum filtrasi oleh glomerulus. Mekanisme tersebut meliputi : 1) penurunan aliran darah ke ginjal seperti pada syok, kehilangan darah, dan dehidrasi. 2) peningkatan katabolisme protein seperti pada perdarahan gastrointestinal disertai pencernaan hemoglobin dan penyerapannya sebagai protein dalam makanan, perdarahan ke dalam jaringan lunak atau rongga tubuh, hemolisis, leukemia (pelepasan protein leukosit), cedera fisik berat, luka bakar, demam.

Uremia Renal

Uremia renal terjadi akibat gagal ginjal (penyebab tersering) yang menyebabkan gangguan ekskresi urea. Uremia Pascarenal Uremia pascarenal terjadi akibat obstruksi saluran kemih di bagian bawah ureter, kandung kemih, atau urethra yang menghambat ekskresi urin. Obstruksi ureter bisa oleh batu, tumor, peradangan, atau kesalahan pembedahan.

2. Penurunan Kadar Penurunan kadar urea sering dijumpai pada penyakit hati yang berat. Pada nekrosis hepatik akut, urea rendah asam-asam amino tidak dapat dimetabolisme lebih lanjut. Pada sirosis hepatis, terjadipengurangan sintesis dan sebagian karena retensi air oleh sekresi hormone antidiuretik yang tidak semestinya

Faktor yang Mempengaruhi ureum


Status dehidrasi dari penderita harus diketahui. Pemberian cairan yang berlebihan dapat menyebabkan kadar BUN rendah palsu, dan sebaliknya, dehidrasi dapat memberikan temuan kadar tinggi palsu. Diet rendah protein dan tinggi karbohidrat dapat menurunkan kadar ureum. Sebaliknya, diet tinggi protein dapat meningkatkan kadar ureum, kecuali bila penderita banyak minum. Pengaruh obat (misal antibiotik, diuretik, antihipertensif) dapat meningkatkan kadar BUN

Prinsip Pemeriksaan
urease

Urea + H2O
GLDH

2 NH3 + CO2 L- Glutamat + NAD+ + H2O

NH3 + -KG + NADH + H+

Ureum oleh urease dihidroloisis menjadi Ammonia dan karbondioksida. Dengan bantuan GLDH(Glutamat Dehydrogenase) dan NADH, ammonia bergabung dengan -KG ( Ketoglurate) membentuk glutamat dan NAD+ . Reaksi diukur dengan berkurangnya absorban pada panjang gelombang 340 nm akibat NADH diubah menjadi NAD+

Prosedur Kerja
Panjang gelombang Temperatur
Dimasukkan ke dalam tabung reaksi Larutan Kerja Blanko

: 340 nm : 18-30C (suhu kamar)


Standart Test

1 ml

1 ml

1 ml

Standart
Serum

10 ul
-

10 ul

Larutan dihomogenkan, dan segera dibaca pada waktu 30 detik dan 60 detik ( 90 detik )