Anda di halaman 1dari 47

TANAH

Tanah merupakn media untuk kehidupan semua mahluk hidup terutama tumbuhan sebagai produsen yang mengambil unsur hara dari tanah untuk proses fotosintesis Unsur hara yang tersimpan dalam batuan dilepaskan melalui proses pelapukan Faktor-faktor proses pelapukan : suhu, curah hujan, kelembaban

SISTEM TANAH
Sistem Tanah tersusun atas 3 fase : Padat
Campuran mineral & bahan organik (membentuk jaringan kerangka tanah)

Cairan
Fase ini merupakan larutan tanah

Gas
Campuran dari berbagai gas

KANDUNGAN UNSUR HARA


Kuarsa Kalsit Dolomit Felspar :
Ortoklas Plagioklas

tidak mengandung unsur hara Ca Ca, Mg


K Na, Ca K K, Mg, Fe

Mika :
Muskovit Biotit

Amfibol Pioksin Leusit Apatit Olivin

Ca, Mg, Fe, Na Ca, Mg, Fe K P K, Ca, Mg, Na, Fe

Proses Yang Dapat Berlangsung Dalam Tanah :


Pelapukan Larutan tanah Elektokimia Jerapan dalam tanah Pertukaran kation Pertukaran anion Asam-basa

AIR TANAH
Bentuk air dapat berupa :
Uap Cair Padat

Media Reaksi dalam tanah Bersifat dipole Energi air

KOMPONEN TANAH
SISTEM KOLOID KOMPONEN ORGANIK KOMPONEN ANORGANIK

SISTEM KOLOID
Koloid adalah bahan yang terdiri dari partikelpartikel sangat halus dan homogen Ukurannya tidak pernah mencapai ukuran molekul Ukuran koloid :
Batas bawah 5 nm Batas atas 0,2 m

Pengelompokan Sistem Koloid


Liofobik/Hidrofobik
Fase terdispersi tidak berinteraksi dengan medium dispersi

Liofilik/Hidrofilik
Fase terdispersi berinteraksi dengan medium dispersi

KOMPONEN ORGANIK
Komponen Organik Tanah berasal dari biomassa yang mencirikan suatu tanah yang aktif Yang tercakup dalam bahan organik tanah :
Organisme hidup Organisme yang telah mati

Senyawa Organik
Karbohidrat Asam amino & protein Lipid Asam nukleat Lignin Humus

Humus
Bahan organik tanah sering dipisahkan :
Terhumifikasi
Dikenal sebagai Humus atau Senyawa Humat Hasil akhir dekomposisi bahan tanaman di dalam tanah

Tidak Terhumifikasi
Senyawa-senyawa dalam tanaman dan organisme lain Mengalami reaksi degradasi dan dekomposisi Terjerap oleh komponen anorganik tanah

Fraksi Humat Tanah


Asam Humat (Asam Ulmat)
Fraksi yang larut dalam basa

Asam Krenik dan Apokrenik (Asam Fulfat)


Fraksi yang larut dalam air

Humin (Ulmin)
Fraksi yang tidak larut (inert)

KOMPONEN ANORGANIK
Fragmen-fragmen batuan dan mineral dalam berbagai ukuran dan komposisi Umumnya berupa silikat dan oksigen Pengelompokan berdasrkan mineral :
Primer Sekunder

Pengelompokan berdasarkan ukuran :


Fraksi Kasar / Pasir Fraksi Halus / Debu Fraksi Sangat Halus / Lempung

Silikat
Tetrahedra SiO4 Tipe :
Siklosilikat Inosilikat Nesosilikat Filosilikat Sorosilikat Tektosilikat

Silkosilikat
Lingkar tertutup tetrahedra SiO3 Si2O5 Mineralnya :
Turmalin

lingkar

ganda

dari

Inosilikat
Rantai tunggal / ganda dari tetrahedra SiO3 Si4O11 Mineralnya :
Amfibol Piroksen Horenblenda

Nesosilikat
Tetrahedra SiO4 terpisah Mineralnya :
Yakut (garnet) Olivin Zirkon topas

Filosilikat
Lembar tetrahedra Si2O5 Mineralnya :
Klorit Ilit Kaolinit Montmorillonit Vermikulit

Sorosilikat
Dua / lebih tetrahedra berangkai Si2O7 Si5O16 Mineralnya :
Epidot

Tektosilikat
Jaringan tetrahedra SiO2 Mineralnya :
Felspar Zeolit

KRISTAL

21

Kisi Kristal

Sel satuan Primitif / sel satuan sederhana (P) Sel satuan berpusat badan (I) Sel satuan berpusat muka (F)
Sel satuan berpusat pada semua muka (F) Sel satuan berpusat pada dua muka (A, B, atau C)

22

Letak Atom Pada Sel Satuan


Atom yang terdapat pada pojok sel satuan
Merupakan milik dari 8 sel satuan Sehingga fraksi atom yang dimiliki oleh sebuah sel satuan hanya 1/8 bagian

Atom pada pusat sel satuan


Sepenuhnya milik sel satuan tersebut

Atom pada pusat muka


Milik dari 2 sel satuan yang berdekatan Sehingga fraksi atom yang dimiliki oleh sebuah sel satuan hanya bagian

Atom terletak pada pada pusat sisi


Atom tersebut milik 4 sel satuan yang berdekatan Sehingga fraksi atom yang dimiliki oleh sebuah sel satuan hanya bagian
23

Sel Satuan Primitif (P)

24

Sel Satuan Berpusat Badan (I)

25

Sel Satuan Berpusat Muka (F)

26

Struktur Kristal
Linier Tetrahedral Segitiga Planar Oktahedral Heksagonal Kubus
27

Struktur Kristal, Bilangan Koordinasi, dan Rasio Radius


Struktur Kristal Bilangan Koordinasi Batas Rasio Radius (R)

Liniar Triangular Tetrahedral Segi Empat Planar Oktahedral Kubus Struktur Rapat

2 3 4 4 6 8 12

0,000 0,155 0,155 0,225 0,225 0,414 0,414 0,732 0,414 0,732 0,732 1,000 1,000

28

Kubus

l
a

29

B
A

30

Perhitungan

d = 2.rA l2 = l2 = l2 = l2 =

+ 2.rB a2 + a 2 (2rB)2 + (2rB)2 4rB2 + 4rB2 8rB2 d2 = l2 + a2 d2 = 8rB2 + 4rB2 d2 = 12rB2 d = 23.rB
31

23.rB = 2.rA + 2.rB 23.rB - 2.rB = 2.rA (23 - 2).rB = 2.rA (3 - 1).rB = rA rA /rB = 3 - 1 R = 0,733

32

Oktahedral
t a a a
a a a a l
33

Perhitungan
l2 l2 l2 l2 l = = = = = a 2 + a2 (2rB)2 + (2rB)2 4rB2 + 4rB2 8rB2 8rB t2 = a2 - (l)2 t2 = (2rB)2 - ( 8rB)2 t2 = 4.rB2 - 8rB2 t2 = 4.rB2 - 2rB2 t2 = 2rB2 t = 2.rB
34

rA = rA = rA = rA /rB = R =

t - rB 2.rB - rB (2 - 1).rB 2 - 1 0,414

Oktahedral = Segi Empat Planar

35

A
B B

rB
= Cos 45o

rA + rB
Jadi rA/rB = 0,414
36

Segi Empat Planar

37

Perhitungan

(2rB)2 4rB2 4rB2 2rB2 2rB rA rA rA /rB R

= = = = = = = = =

(rA + rB)2 + (rA + rB)2 (rA + rB)2 + (rA + rB)2 2(rA + rB)2 (rA + rB)2 rA + r B 2.rB - rB (2 - 1).rB 2 - 1 0,414
38

Tetrahedral

39

Gambar Alas Segi Tiga Sama Sisi

40

Penjelasan Gambar

B
t rB
2.rA

41

Perhitungan
l2 l2 l2 l2 l = = = = = a2 - (a)2 (2rB)2 - (2rB)2 4rB2 - rB2 3rB2 3rB d = 2/3.l d = 2/3.3rB t 2 = a 2 - d2 t2 = (2rB)2 - (2/3.3rB)2 t2 = 4.rB2 - 4/3.rB2 t2 = 8/3.rB2 t = 8/3.rB
42

Perhitungan
s = 2/3.t s = 2/3.8/3.rB s = r A + rB

rA + rB = 2/3.8/3.rB rA = 2/3.8/3.rB - rB rA = [(2/3.8/3) - 1].rB rA/rB = 0,225


43

Triangular (Segi Tiga Planar)

t a a l

a
44

Perhitungan
l2 l2 l2 l2 l = = = = = a2 - (a)2 (2rB)2 - (2rB)2 4rB2 - rB2 3rB2 3rB t = 2/3.l t = 2/3 . 3rB t = r A + rB

rA + rB = 2/3 . .rB rA = (2/3.3).rB - rB rA = [(2/3.3) - 1].rB rA/rB = 0,154


45

atau

rB = Cos 30o rA + rB Jadi rA/rB = 0,154

46

Linier

R = 0,000 0,154
47