Anda di halaman 1dari 61

BIOLOGI SEL

STRUKTUR DAN FUNGSI


MEMBRAN PLASMA

KELOMPOK 1 :
Meli

Gustinasari Rahman Setiadi Wibowo Sinta Purnama Dewi

MEMBRAN PLASMA
Merupakan struktur sel yang membatasi antara lingkungan dan sitoplasma. Struktur membran plasma disusun oleh molekul phosphat dan lipid sehingga sering juga disebut lapisan phospholipid,. Karena tersusun dua lapis juga sering disebut phospholipid bilayer

GAMBAR STRUKTUR MEMBRAN PLASMA

Lapisan pertama

Lapisan kedua

STRUKTUR KIMIA MEMBRAN PLASMA


Lipid Protein

Protein integral Protein perifer Lipid anchor protein

Karbohidrat

LIPID
Lipid pada membran tersusun atas fosfolipid (lemak yang bersenyawa dengan fosfat). Fosfolipid merupakan lipid yang jumlahnya paling melimpah dalam sebagian besar membran.

Fosfolipid merupakan suatu molekul amfipatik yang berarti bahwa molekul ini memiliki daerah hidrofilik maupun daerah hidrofobik.

Molekul fosfat ini bersifat hidrofilik (dapat mengikat air) sedangkan molekul lemak bersifat hidrofobik (tidak dapat mengikat air)

PROTEIN
Protein membran tersusun atas glikoprotein atau protein yang bersenyawa dengan karbohidrat.

Protein ini tidak disusun secara acak tetapi setiap lokasi dan orientasinya disusun pada posisi relatif tertentu pada lipid bilayer.

PROTEIN INTEGRAL
Protein

integral adalah protein yang berpenetrasi kedalam lipid bilayer. Protein ini dapat menembus membran sehingga memiliki domain pada sisi ekstra seluler dan sitoplasmik dari membran. Protein integral umumnya merupakan protein transmembran, dengan daerah hidrofobik yang seluruhnya membentang sepanjang interior hidrofobik membrane tersebut.

PROTEIN PERIFER
Protein periferal sama sekali tidak tertanam dalam bilayer lipid. Seluruhnya berlokasi dibagian luar dari lipid bilayer, baik itu di permukaan sebelah ekstraseluler maupun sitoplasmik dan berhubungan dengan membran malalui ikatan non kovalen.

LIPID ANCHOR PROTEIN


Terdapat disebelah luar lipid bilayer tetapi berikatan secara kovalen dengan molekul lemak yang terdapat pada lipid bilayer.

KARBOHIDRAT
Karbohidrat pada membran biasanya merupakan rantai pendek bercabang yang tersusun kurang dari 15 unit gula sebagjan diantaranya berikatan kovalen dengan lipid, membentuk molekul yang disebut glikolipid (glycolipid ). Akan tetapi sebagian besar karbohidrat berikatan kovalen dengan protein, membentuk glikoprotein.

MARI KITA LIHAT LAGI

MEKANISME PENGANGKUTAN MELALUI MEMBRAN SEL Molekul dan ion kecil bergerak melintasi membrane plasma dalam dua arah seperti gula, asama amino dan nutrient lain memasuki sel, dan produk limbah metabolism meninggalkan sel.

Transport zat di bedakan atas 2 : transport pasif transport zat tanpa menggunakan energi

Transport aktif transport zat dengan menggunakan energi

TRANSPORT PASIF
Transport pasif adalah transport yang tidak memerlukan energi dan terjadi secara spontan. Pada transport pasif (difusi terfasilisator), zat terlarut lewat protein saluran dan protein pengangkut terjadi secara pasif artinya zar terlarut tersebut lewat membran tanpa memerlukan energi. Jadi gerakan molekul-molekul hanya terjadi karena perbedaan konsentrasi antara di dalam dan di luar membran.

DIFUSI
Difusi adalah suatu proses spontan di mana molekul-molekul bergerak dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah yang memiliki konsentrasi rendah. Membran bersifat selektif permeabel sehingga berpengaruh terhadap laju difusi beberapa jenis molekul. Satu jenis molekul yang berdifusi bebas menembus banyak jenis membran adalah air.

DIFUSI SEDERHANA MELALUI


PROTEIN

PORI

Difusi dipermudah dengan saluran protein substansi seperti asam amino dan substansi-substansi tersebut melewati membran plasma melalui saluran yang dibentuk oleh protein.

DIFUSI SEDERHANA MELALUI LIPID BILAYER


Perpindahan yang hanya terjadi melalui celah antar molekul. Molekul molekul yang dapat melewsati selaput dengan jalan difusi sederhana sangat terbatas jumlahnya dan selaput plasma masih memiliki penghalang-penghalang.

DIFUSI TERFASILITASI
Difusi dari suatu senyawa atau molekul melewati membran selalu terjadi dari daerah dengan konsentasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi rendah, akan tetapi difusi tidak selalu terjadi melalui lipid bilayer atau suatu saluran terbuka. Sejumlah substansi diketahui berdifusi dengan terlebih dahulu berikatan dengan suatu protein mebran yang disebut dengan fasilitatif transporter yang memfasilitasi proses difusi.

OSMOSIS
Osmosis adalah peristiwa perpindahan molekul air (pelarut) melalui membran semipermeabel dari larutan yang berkonsentrasi rendah ke larutan yang berkonsentrasi tinggi.

Peristiwa osmosis ini terjadi pada sel.

Peristiwa tersebut bergantung pada perbandingan konsentrasi larutan didalam dan diluar sel. Jika konsentrasi larutan diluar sel lebih rendah daripada larutan di dalam sel, berarti sel berada dalam larutan hipotenik. Konsentrasi larutan diluar sel lebih tinggi dari pada larutan didalam sel, berarti sel berada dalam larutan hipertonik.

TRANSPOR AKTIF
Transpor aktif adalah transpor yang menggunakan energi untuk mengeluarkan dan memasukkan ion-ion dan molekul melalui membran sel yang bersifat selektif permeabel. Transpor aktif dipengaruhi oleh muatan listrik di dalam sel dan di luar sel. Muatan listrik ini ditentukan oleh ion natrium (Na+), ion kalium (K+), dan ion klor (C1-). Keluar masuknya ion Na+ dan K+ diatur oleh pompa natrium-kalium.

ATP menyediakan energi untuk transpor. Pompa mengeluarkan tiga ion Na+ dari dalam sel untuk setiap dua ion K+ yang dimasukkan kedalam sel. Pada protein pengangkut, terdapat untuk Na+ dan K+ yang dinamakan binding sites.

Terdapat tiga protein transporter yang terlibat dalam transport aktif :


uniport pergerakan ion tunggal dalam satu arah. Symport pergerakan dua jenis ion dalam arah yang sama Antiport pergerakan dua ion pada arah yang berlawanan.

PENGANGKUTAN MAKROMOLEKUL MELEWATI MEMBRAN PLASMA

Endositosis Eksositosis

ENDOSITOSIS

Pada endositosis, sel memasukan makro molekul dan materi yang sangat kecil dengan cara membentuk vesikula baru dari membrane plasma.

Terdapat tiga jenis endositosis, yaitu :

fagositosis (pemakanan seluler) pinositosi (peminuman seluler) endositosis yang diperantai reseptor.

EKSOSITOSIS
Sel mensekresi makro molekul dengan cara menggabungkan vesikula dengan membrane plasma disebut dengan eksositosis.

PROSES PENAMBAHAN DAN PENYUSUTAN


MEMBRAN PLASMA

penambahan membran plasma terjadi karna proses eksositosis

penyusutan membran plasma terjadi karena proses endositosis

PENAMBAHAN MEMBRAN PLASMA YANG


TERJADI KARNA PROSES EKSOSITOSIS

Vesicula transfor yang lepas dari apparatus golgi dipindahkan oleh sitoskeleton ke membrane plasma. Ketika membrane vesikula dan membrane plasma bertemu, molekul lipid keduan bilayer menyusun ulang dirinya sendiri sehingga kedua membrane bergabung. Kandungan vesikulanya kemudian tumpah dari sel.

PENYUSUTAN MEMBRAN PLASMA TERJADI


KARENA PROSES ENDOSITOSIS

Sebagian kecil luas membran plasma terbenam terdalam membentuk kantong. Begitu kantong ini semakin dalam, kantong ini terjepit, membentuk vesikula yang berisi materi yang telah terdapat diluar selnya. Vesikula selanjutnya akan bergabung dengan lisosom untuk mencerna makanan secara intraseluler.

PERTAUTAN ANTAR SEL (CELL JUCTION)


Cell junctions merupakan situs hubungan yang menghubungkan banyak sel dalam jaringan dengan sel lainnya dan dengan matriks ekstraseluler. Cell junctions merupakan suatu struktur dalam jaringan organisme multiseluler.

Cell junctions dapat diklasifikasikan ke dalam 3 grup fungsional yaitu :


Taut Sekap (Tight Junction atau Occluding Junction)
o

Taut Lekat (Close Junction atau Junction Adherens atau Intermediate Junction)
o

Taut Rekah atau Taut Hampa (Gap Junction atau Nexus)


o

TAUT SEKAP (TIGHT JUNCTION ATAU OCCLUDING JUNCTION)


Taut sekap merupakan tautan yang paling rapat. Pada taut sekap nyaris tidak ada celah intraseluler antara dua sel yang bergabung dan membran plasma antara sel satu dengan lainnya nyaris terlihat saling berkait dan mengunci. fungsi taut sekap yaitu untuk menahan transpor interseluler dari lumen ke celah eksraselular melalui celah interseluler. Secara sederhana, taut sekap berfungsi sebagai penyumbat celah interseluler.

TAUT LEKAT (CLOSE JUNCTION ATAU JUNCTION ADHERENS ATAU INTERMEDIATE JUNCTION)

Hampir sama dengan taut sekap tapi, kalau taut sekap berperan menjadi penyumbat, taut lekat justru dapat meneruskan daya yang timbul di dalam sel.
terdapat celah interselular berukuran sekitar 20 sampai 30 nm (coba bedakan dengan taut sekap yang nyaris tanpa celah)

Taut lekat ada 2 bentuk bentuk sabuk. Alias zonula adherens atau kadang-kadang orang menyebutnya sabuk desmosom (belt desmosomes) Letaknya persis di bawah zonula occludens. bentuk cakram, celah, atau noktah. Dikenal dengan sebutan makula adherens alias spot desmosomes, atau biasanya orang menyebutnya hanya desmosom.

Sebenarnya masih ada satu lagi jenis taut lekat tetapi bukan merupakan modifikasi lateral, melainkan modifikasi basal sel epitel, yaitu hemidesmosom atau desmosom yang bercaknya setengah dan juga memiliki tonofilamen. Hemidesmosom berbatasan langsung dengan lamina basalis dan jaringan ikat.

TAUT REKAH ATAU TAUT HAMPA (GAP JUNCTION ATAU NEXUS)


Gap junction memiliki perbedaan dengan dua junction yang lain pada celah interselulernya yang memiliki lebar sekitar 2-3 nm. Di dalam celah tersebut terdapat suatu susunan partikel mikro heksagonal yang disebut connexons. Adanya gap junction membuat pertukaran ion dan molekul-molekul seperti gula, asam amino dan beberapa jenis hormon menjadi mungkin. Dengan kata lain, taut rekah berkaitan dengan fungsi komunikasi interseluler.

. SEJARAH

MODEL MEMBRAN MENURUT CHARLES OVERTON (1895)

MODEL MEMBRAN MENURUT GORTER DAN GRENDEL (1925)

Ridwan (2): adakah hubungan ant struktur kimia dg fungsinya? Vioni (3): apakah klasifikasi protein itu hanya 2, trus transmembran gmana? Husnul (4) : ragu ttg tipe2 lipit pd membran plasma Ririn (7) : protein anchor, apakah ditemukan unt semua struktur membran plasma? Tis (11) : apakah ada fungsi khusus dr mcam2 protein?