Anda di halaman 1dari 27

HIV-AIDS

Mentari Dwi Putri (406127100)

Definisi

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah kumpulan gejala/penyakit yang diakibatkan karena penurunan kekebalan tubuh akibat adanya infeksi oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang termasuk famili retroviridae.

Anatomi Virus

Anatomi Virus

Siklus Replikasi HIV

6 fase dalam replikasi virus HIV :

Binding dan entry (fusion)

Reverse transcription

Integration

Replication

Budding

Maturation

Perjalanan Penyakit

Perjalanan Penyakit

Faktor Resiko

Faktor Resiko

Transmisi

Transmisi
Tes A1
Tes A1

(-)

Tes A1 (-) - HIV Tes A2 (-) (+) (+) (+) Manifestasi Tes A1 + A2

- HIV

Tes A1 (-) - HIV Tes A2 (-) (+) (+) (+) Manifestasi Tes A1 + A2
Tes A2 (-) (+)
Tes A2
(-)
(+)

(+)

(+) Manifestasi Tes A1 + A2 Klinis (-) Kedua (-) Salah 1 (+) Kedua (+) Tes
(+)
Manifestasi
Tes A1 + A2
Klinis
(-)
Kedua (-)
Salah 1 (+)
Kedua (+)
Tes A3
A1 (+), A2 (+), A3 (-
)
A1 (+), A2 (-), A3 (-)
Tes A1 (-) - HIV Tes A2 (-) (+) (+) (+) Manifestasi Tes A1 + A2

Indeterminate

+ HIV

Tatalaksana

Golongan

Nama Obat

Kode Obat

Nucleoside

Zidovudine

AZT

Reverse

Stavudine

d4T

Transcriptase

Lamivudine

3TC

Inhibitor (NRTI)

Didanosine

ddI

Zalcitabine

DDR

Emtricitabine

FTC

Abacavir

ABC

Tenofovir

TDF

Non-Nucleoside

Nevirapine

NVP

Reverse

Efavirenz

EFV

Transcriptase

Delavirdine

DLV

Inhibitor (NNRTI)

Protease Inhibitor

Saquinavir

SQV

Indinavir

IDV

Ritonavir

RTV

Nelfinavir

NFV

Amprenavir

APV

Lopinavir

LPV

Atazanavir

ATV

Fosamprenavir

FPV

Fusion Inhibitor

Enfuvirtide

INN/T-20

Indikator untuk memulai terapi

Indikator untuk memulai terapi

Gagal terapi ARV

Gagal terapi ARV
• 2 NRTI + golongan Protease Inhibitor (PI) yang sudah ditambahi (boost) dengan Ritonavir (LPV/r =

2 NRTI + golongan Protease Inhibitor (PI) yang sudah ditambahi (boost) dengan Ritonavir (LPV/r = Lopinavir/ritonavir)

Lini 1 :

AZT/d4T TDF + 3TC/FTC TDF AZT + 3TC

Pengobatan Pencegahan

Kotrimoksasol (PPK)

Mencegah terjadinya PCP & Toxoplasmosis

(primer/sekunder)

Jenis profilaksis :

Profilaksis primer pemberian pengobatan pencegahan untuk mencegah suatu infeksi yang belum pernah diderita.

Profilaksis sekunder pemberian pengobatan pencegahan yang ditujukan untuk mencegah berulangnya suatu infeksi yang pernah diderita sebelumnya

Indikasi PPK (Primer)

Indikasi PPK (Primer)

Indikasi PPK (Sekunder)

Setelah pengobatan toxoplasmosis/PCP selesai selama 1 tahun

Post Exposure Prophylaxis

(PEP)/Pencegahan Pasca Pajanan (PPP)

Diberikan sebelum 4 jam max 48-72 jam setelah kejadian

Paduan AZT + 3TC + EFV atau AZT + 3TC + LPV/r (Lopinavir/Ritonavir) 1 bulan

Perlu dilakukan tes HIV sebelum memulai PPP

Perlu dilakukan Tes HIV pada bulan ke 3 dan 6 setelah pemberian PPP

Immune Reconstitution Inflammatory

Syndrome (IRIS)

Definisi : perburukan kondisi klinis sebagai akibat respons inflamasi berlebihan pada saat

pemulihan respons imun setelah pemberian terapi antiretroviral.

2 jenis IRIS :

Unmasking : pasien yang tidak terdiagnosis dan tidak mendapat terapi untuk infeksi oportunistiknya & langsung mendapatkan terapi ARV-nya

Paradoxical : pasien telah mendapatkan pengobatan untuk infeksi oportunistiknya. Setelah

mendapatkan ARV, terjadi perburukan klinis dari penyakit infeksinya tersebut.

Diagnosa IRIS

International Network Study of HIV-associated IRIS (INSHI) :

Menunjukkan respons terhadap terapi ARV dengan:

Mendapat terapi ARV Penurunan viral load > 1 log kopi/ml (jika tersedia)

Perburukan gejala klinis infeksi/timbul reaksi inflamasi yang terkait dengan inisiasi terapi ARV

Gejala klinis tersebut bukan disebabkan oleh :

Gejala klinis dari infeksi yang diketahui sebelumnya yang telah berhasil disembuhkan

Efek samping obat atau toksisitas Kegagalan terapi Ketidakpatuhan menggunakan ARV