Anda di halaman 1dari 31

Syarat Foto Rontgent Thorax yang Baik

1. Identitas foto dan marker kiri/kanan ada 2. Kualitas foto baik 3. Simetris 4. Semua bagian terlihat 5. Tidak ada artefak 6. Tidak goyang (inspirasi maksimal dan tahan napas) 7. Waktu pemotretan singkat

Pemeriksaan BNO IVP


Foto BNO (Buik Nier Overzicht)-IVP dilakukan untuk memeriksa kelainan pada sistem urinarius. IVP : Ilmu yang mempelajari prosedur /tata cara pemeriksaan ginjal, ureter, dan blass (vesica urinary) menggunakan sinar-x dengan melakukan injeksi media kontras melalui vena.

Indikasi Pemeriksaan BNO IVP


Renal agenesis Polyuria BPH (benign prostatic hyperplasia) Congenital anomali :
duplication of ureter n renal pelvis ectopia kidney horseshoe kidney malroration

Hydroneprosis Pyelonepritis Renal hypertention

Kontraindikasi Pemeriksaan BNO IVP


Alergi terhadap media kontras Pasien yang mempunyai kelainan atau penyakit jantung Pasien dengan riwayat atau dalam serangan jantung Multi myeloma Neonatus Diabetes mellitus tidak terkontrol/parah Pasien yang sedang dalam keadaan kolik Hasil ureum dan creatinin tidak normal

Persiapan Pemeriksaan
Persiapan Pasien Pasien makan bubur kecap saja sejak 2 hari (48 jam) sebelum pemeriksaan BNO-IVP dilakukan. Pasien tidak boleh minum susu, makan telur serta sayur-sayuran yang berserat. Jam 20.00 pasien minum garam inggris (magnesium sulfat), dicampur 1 gelas air matang, disertai minum air putih 1-2 gelas, lalu puasa. Selama puasa pasien dianjurkan untuk tidak merokok dan banyak bicara guna meminimalisir udara dalam usus. Jam 08.00 pasien datang ke unit radiologi untuk dilakukan pemeriksaan, dan sebelum pemeriksaan dimulai pasien diminta buang air kecil untuk mengosongkan blass. Yang terakhir adalah penjelasan kepada keluarga pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan dan penandatanganan informed consent.

Persiapan Media Kontras


Media kontras yang digunakan adalah yang berbahan iodium, dimana jumlahnya disesuaikan dengan berat badan pasien, yakni 1-2 cc/kg berat badan.

Persiapan Alat dan Bahan


Peralatan Steril
Wings needle No. 21 G (1 buah) Spuit 20 cc (2 buah) Kapas alcohol atau wipes

Peralatan Un-Steril
Plester Marker R/L dan marker waktu Media kontras Iopamiro ( 40 50 cc) Obat-obatan emergency (antisipasi alergi media kontras) Baju pasien Tourniquet

Prosedur Pemeriksaan
Lakukan pemeriksaan BNO posisi AP, untuk melihat persiapan pasien Jika persiapan pasien baik/bersih, suntikkan media kontras melalui intravena 1 cc saja, diamkan sesaat untuk melihat reaksi alergis. Jika tidak ada reaksi alergis penyuntikan dapat dilanjutkan dengan memasang alat compressive ureter terlebih dahulu di sekitar SIAS kanan dan kiri Setelah itu lakukan foto nephogram dengan posisi AP supine 1 menit setelah injeksi media kontras untuk melihat masuknya media kontras ke collecting sistem, terutama pada pasien hypertensi dan anak-anak. Lakukan foto 5 menit post injeksi dengan posisi AP supine menggunakan ukuran film 24 x 30 untuk melihat pelviocaliseal dan ureter proximal terisi media kontras.

Prosedur Pemeriksaan
Foto 15 menit post injeksi dengan posisi AP supine menggunakan film 24 x 30 mencakup gambaran pelviocalyseal, ureter dan bladder mulai terisi media kontras Foto 30 menit post injeksi dengan posisi AP supine melihat gambaran bladder terisi penuh media kontras. Film yang digunakan ukuran 30 x 40. Setelah semua foto sudah dikonsulkan kepada dokter spesialis radiologi, biasanya dibuat foto blast oblique untuk melihat prostate (umumnya pada pasien yang lanjut usia). Yang terakhir lakukan foto post void dengan posisi AP supine atau erect untuk melihat kelainan kecil yang mungkin terjadi di daerah bladder. Dengan posisi erect dapat menunjukan adanya ren mobile (pergerakan ginjal yang tidak normal) pada kasus pos hematuri.

Foto 5 menit post injeksi


Tampak kontras mengisi ginjal kanan dan kiri.

Foto 15 menit post injeksi


Tampak kontras mengisi ginjal, ureter.

Foto 30 menit post injeksi (full blass)


Tampak blass terisi penuh oleh kontras

1 jam Tampak VU terisi penuh

Foto Post Mixi (void)


Tampak blass yang telah kosong.

Penilaian BNO normal


Tidak tampak bayangan batu radiopaque pada lintasan tractus urinarius - Psoas line kiri dan kanan intak - Pre-peritoneal fat line kiri dan kanan intak - Tulang-tulang tervisualisasi intak

Penilaian IVP Normal


Fungsi sekresi dan ekskresi kedua ginjal dalam batas normal - Pelviocalyseal sistem kedua ginjal baik dengan ujung kedua calyx cupping - Kontras mengisi ureter dextra/sinistra, tidak tampak tanda-tanda obstruksi - Vesica urinaria terisi kontras dengan permukaan yang reguler, indentasi (-), filling defect (-), Additional Shadow (-)

Zona Paru pada Foto Thoraks


Zona atas : Clavicula Costae I Zona tengah : Costae II IV Zona bawah : Costae IV - seterusnya

TB PARU
Tuberkulosis (TB) paru adalah tuberkulosis yang menyerang jaringan paru, tidak termasuk pleura.

TB PARU

Atelektasis
Atelektasis adalah pengkerutan sebagian atau seluruh paru-paru akibat penyumbatan saluran udara (bronkus maupun bronkiolus) atau akibat pernafasan yang sangat dangkal

Atelektasis

Bullae
Suatu kantong berdinding tipis yang berisi udara, umumnya disebabkan oleh destruksi alveolus kemudian terisi oleh udara. Bullae biasanya terletak dekat dengan pleura/di perifer paru. Gambaranya adalah area avaskuler berbentuk bulat dan berdinding tipis.

Bullae

Pneumonia
merupakan peradangan infeksi non spesifik, gambaran radiologis berupa konsolidasi dapat sebagian atau seluruh paru.

Pneumonia

Schwarte
penebalan pleura akibat penyakit pleura yang kronis (pleuritis atau pneumotoraks berulang) sehingga terjadi penimbunan jaringan ikat dan kalsifikasi.

Schwarte

Pleural effusion
cairan yang berlebih diantara kedua pleura yaitu pleura visceralis dan parietalis, dapat disebabkan oleh infeksi, tumor atau kelainan sistemuk. Gambarannya adalah konsolidasi homogen di struktur paru bawah dengan meniscus sign, berjalan dari lateral atas menuju ke medial bawah, disebut juga dengan damoiseau elis line.