Anda di halaman 1dari 17

EPISTAKSIS

Dita Az-Zahra Suprapto Fadma Yuliani Alfa Febrianda

Pendahuluan
Epistaksis atau perdarahan hidung banyak dijumpai sehari-hari baik pada anak maupun usia lanjut Epistaksis gejala atau manifestasi penyakit lain Epistaksis kebanyakan ringan dan dapat berhenti sendiri, epistaksis yang berat masalah kedaruratan yang dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani

Sumber Perdarahan
Anterior, dari : Plexus Kiesselbachs A. ethmoidalis Anterior Biasa ringan & dapat berhenti spontan Posterior, dari : A. Spenopalatina A. Etmoidalis posterior Biasanya hebat dan sebagian besar mengalir ke nasofaring dan jarang berhenti spontan

ETIOLOGI
penyebab lokal 1. Trauma 2. Infeksi akut/kronik 3. Neoplasma 4. Kelainan kongenital 5. Benda asing 6. lingkungan

penyebab sistemik 1. kardiovaskuler 2. penyakit darah /pembuluh darah 3. Infeksi sistemik 4. Gangguan Endokrin

Trauma mengorek hidung, benturan ringan, bersin atau mengeluarkan ingus terlalu keras, atau sebagai akibat trauma yang lebih hebat seperti kena pukul, jatuh atau kecelakaan lalu lintas Kelainan pembuluh darah kongenital, pembuluh darah lebih lebar, tipis, jaringan ikat dan sel-selnya lebih sedikit

Infeksi lokal rinitis dan sinusitis seperti rinitis jamur, tuberkulosis, lupus, sifilis, atau lepra Tumor hemangioma dan karsinoma, angiofibroma Penyakit kardiovaskular hipertensi, arteriosklerosis, nefritis kronik, sirosis hepatis atau dibetes melitus

Kelainan darah leukemia, trombositopenia, anemia, serta hemofilia Kelainan kongenital telangiektasis hemoragik herediter (hereditary hemorrhagic telengiectasis Osler-Rendu-Weber disease), Von Willebrand disease Infeksi sistemik demam berdarah, demam tifoid, influensa, dan morbili

Perubahan udara atau tekanan atmosfir sering terjadi bila seseorang berada di tempat yang cuacanya sangat dingin atau kering, bisa juga disebabkan adanya zat-zat kimia Gangguan hormonal terjadi pada wanita hamil atau menopause karena pengaruh perubahan hormonal

Gejala Klinis
Darah menetes atau mengalir dari lubang hidung depan atau belakang. Muntah darah bila banyak darah tertelan. Bisa spontan. Bila perdarahan berlanjut penderita menjadi lemah, pucat, anemis. Penderita jatuh syok, nadi cepat, lemah, tekanan darah turun.

Tata Laksana
Prinsip : 1. Perbaiki KU : pasang infus & bersihkan jalan nafas 2. Cari sumber perdarahan lalu hentikan perdarahan : Pasang tampon sementara : kapas yang dibasahi dengan adrenalin 1/5000-10.000 dan pantocain/ lidocain 2%. Lalu biarkan selama 10-15 menit 3. Cegah epistaksis berulang

Menghentikan perdarahan 1. Perdarahan anterior


Jika perdarahan tidak berhenti dengan sendirinya tekan hidung dari luar 10-15 menit

Jika perdarahan masih belum berhenti, pasang tampon baru

Tampon dari kasa/kapas dg pelumas vaselin atau antibiotik (2-4 buah) selama 2 hari

gagal

Pemeriksaan penunjang

Perdarahan posterior

Penatalaksanaan
Tampon posterior ( Bellocq ) Obat-obat hemostatika Ligasi arteri
a. etmoid sayatan dekat kantus medius a. maksilaris interna operasi Caldwell-luc

Komplikasi
Akibat epistaksis
Aspirasi ke saluran nafas bawah Syok Anemia Gagal ginjal Hipotensi : hipoksia, iskemia serebri, infark miokard, kematian Infeksi

Akibat penanggulangan epistaksis


Pemasangan tampon : rino-sinusitis, otitis media, septikemia, atau toxic shock syndrome Hemotimpanum dan bloody tears Tampon bellocq : laserasi palatum mole/sudut bibir, Kateter balon : nekrosis mukosa hidung/septum

Pencegahan epistaksis berulang


Atasi kausal Lakukan pemeriksaan penunjang Konsultasi ke penyakit dalam atau kesehatan anak bila curiga kelainan sistemik