Anda di halaman 1dari 120

BAHAN ALAM BAHARI

MOELYONO MW FQKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010 http://blog.unpad.ac.id/moelyonomw

BAHAN ALAM BAHARI


KULIAH INI HANYA UNTUK INTERN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PADJADJARAN

MENGGANDAKAN BAHAN KULIAH INI TANPA IZIN ADALAH MERUPAKAN SUATU KEJAHATAN

BAHAN ALAM BAHARI


TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
SETELAH MENYELESAIKAN KULIAH INI MAHASISWA AKAN DAPAT MENGGALI POTENSI RUMPUT LAUT, HEWAN LAUT, SOFT CORAL, DAN MIKRO ALGAE UNTUK OBAT, BAHAN OBAT, KOSMETIKA, MAKANAN, MINUMAN, DAN BAHAN PEMBANTU INDUSTRI LAIN

BAHAN ALAM BAHARI


Bagian dari ilmu Farmasi yang mempelajari bahan-bahan asal bahari untuk penggunaan sebagai : Obat dan Bahan Obat Kosmetika Makanan dan minuman

POTENSI BIOMEDIK BAHAN FARMASI BAHARI


ANTI INFLAMASI ANALGESIK ANTI BAKTERI ANTI PARASIT ANTI VIRAL ANTI TUMOR / SITOTOKSIK

BAHAN FARMASI BAHARI POTENSIAL

Algae (Rumput laut) Sponge (karang lunak) Hewan

BAHAN FARMASI BAHARI ASAL HEWAN


Minyak ikan ( Cod liver Oil)
Sumber : hati ikan Paus (Gadus sp) Konstituen utama : Vitamin A

Spermaseti
Sumber : Kepala ikan Paus (Physeter macrocepahlus) Konstituen utama : setil laurat, setil miristat, setil palmitat, setil stearat

Gadus morhua

Physeter macrocephalus

Spermaseti

MINYAK IKAN
SUMBER PUFA (POLI UNSATURATED FATTY ACID) : N-3 (OMEGA 3) : ikatan rangkap pertama terletak pada C-3 dihitung dari gugus metil pada struktur asak lemaknya. EPA (EICOSAPENTANOIC ACID) : C20 : 5 N-3 DHA (DOCOSAHEXANOIC ACID) FUNGSI : MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN LDL KOLESTEROL MENGHAMBAT AGGREGASI PLATTELET

EICOSA PENTANOIC ACID (EPA)

MEKANISME KERJA EPA


EPA BERPERAN DALAM METABOLISME PROSTAGLANDIN SBB :

PROSTAGLANDIN DISINTESIS DALAM SEL SEBAGAI RESPONS HORMONAL DAN

RANGSANGAN LAIN, WAKTU PARUH PENDEK, TIDAK TERDAPAT DALAM DARAH, DIIKAT FOSFOLIPID FOSFOLIPID DENGAN ADANYA PHOSPHOLIPASE BERUBAH MENJADI ASAM ARACHIDONAT DALAM ENDOTELIUM, AA DENGAN BANTUAN CYCLOOXYGENASE DIUBAH MENJADI PROSTACYCLIN, SUATU VASODILATOR, ANTI AGGREGATE PLATTELET DALAM PLATELET, AA DENGAN BANTUAN CYCLOOXYGENASE DIUBAH MENJADI THROMBOXANE (TXA-2), SUATU VASODILATOR, AGGREGATE PLATTELET EPA DALAM ENDOTELIUM MERANGSANG PEMBENTUKAN PROSTACYCLIN, DALAM PLATELET MENGHAMBAT PEMBENTUKAN THROMBOXANE MELALUI PENGHAMBATAN ADP, KATEKOLAMIN KOLAGEN KOMPETITIF DENGAN AA THROMBOXANE DENGAN ADANYA LIPOXYGENASE BERUBAH MENJADI LEUKOTRIENE, SUATU INFLAMATORY AGENT

MEKANISME KERJA EPA


PROSTAGLANDIN ARACHIDONIC ACID
(N-6 FATTY ACID)

PROSTACYCLINE
VASODILATOR ANTI AGGREGATE PLATTELET

THROMBOXANE
VASODILATOR AGGREGATE PLATTELETS

LEUKOTRIENE
INFLAMATORY AGENT

DOCOSA HEXANOIC ACID ( DHA )


SUMBER :
IKAN SALMON, IKAN TUNA, SARDEN

KEGUNAAN :

UNTUK PERTUMBUHAN SEL SYARAF DAN VISUAL UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT ALZHEIMER PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG

KONTRA INDIKASI :

MENYEBABKAN KENAIKAN KADAR GULA DARAH DOSIS TINGGI MENAIKKAN KADAR LDL KOLESTEROL

DOCOSA HEXANOIC ACID (DHA)

( RUMPUT LAUT )

ALGAE

ALGAE
KLASIFIKASI BERDASARKAN WARNA

RHODOPHYCEAE PHAEOPHYCEAE CHLOROPHYCEAE CYANOPHYCEAE

ALGAE
KLASIFIKASI BERDASARKAN ZAT YANG DIHASILKAN

AGAROPHYTA (PENGHASIL AGAR-AGAR) CARRAGENOPHYTA (PENGHASIL KARAGENAN) ALGINOPHYTAE (PENGHASIL ALGINAT)


FURCELLARANOPHYTA (PENGHASIL FULCELLARAN) LAMINAROPHYTA (PENGHASIL LAMINARAN)

FIKOKOLOID
POLISAKARIDA YANG DIHASILKAN ALGAE

ESTER SULFAT YANG LARUT DALAM AIR :

AGAR-AGAR DAN KARAGENAN LAMINARAN (LARUT DALAM AIR) POLIURONIDA YANG LARUT DALAM ALKALI ENCER : ALGIN ATAU ALGININ KADAR SULFAT

DALAM AGAR-AGAR : 3-4 % BERAT KERING DALAM KARAGENAN : 18 % BERAT KERING

AGAR-AGAR
PRODUK KERING AMORF MEMPUNYAI SIFAT SEPERTI GELATIN MOLEKULNYA TERDIRI ATAS RANTAI LINIER

GALAKTAN (POLIMER GALAKTOSA) AGAROSA : GALAKTAN YANG SEBAGIAN MONOMER GALAKTOSANYA MEMBENTUK METIL ESTER AGAROPEKTIN : GALAKTAN YANG TERESTERKAN DENGAN ASAM SULFAT

AGAR-AGAR
STRUKTUR

SIFAT FISIKO KIMIA AGAR-AGAR


KANDUNGAN KIMIA

AIR : 16 -20 % PROTEIN : 26% LEMAK : 0,3 0,6 % KARBOHIDRAT : 67 76 % SERAT : 1-2 % KARBOHIDRAT AGAROSA :
BERTANGGUNG JAWAB ATAS DAYA GELASI

AGAROPEKTIN :
Gracillaria sp :

MENENTUKAN KEKUATAN GEL AGAR-AGAR

Gellidium sp :

agarosa : agaropektin = 20 : 1 agarosa : agaropektin = 1 : 5

Gel agar-agar Gracillaria lebih kuat dan kokoh

STANDAR MUTU AGAR-AGAR


KADAR PROTEIN < 3 %
KADAR PROTEIN > 3 % MENYEBABKAN PERUBAHAN WARNA PADA PENYIMPANAN

PENGELOMPOKAN MUTU KELAS 1 :


PROTEIN < 1.5 % BAHAN TIDAK LARUT < 2 %

KADAR BAHAN TIDAK LARUT < 4 % KADAR AIR < 20 %

KELAS 2 :
PROTEIN < 2 % BAHAN TIDAK LARUT < 3 %

KELAS 3 :
PROTEIN < 3 % BAHAN TIDAK LARUT < 4 %

KEGUNAAN AGAR-AGAR
MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI DAN JAMUR
SYARAT :
KADAR ABU < 5 % KADAR ORGANIK ASING < 1 %
KADAR ABU TIDAK LARUT ASAM < 1 %

PENGALENGAN IKAN INDUSTRI


TEKSTIL. FOTOGRAFI, KULIT, MAKANAN-MINUMAN

CLARIFYING AGENT INDUSTRI MINUMAN LAKSATIF PEMBERSIH LUKA

SUMBER PENGHASIL AGAR-AGAR



Gellidium cartilagineum 12,0- 23,0 % Gellidium robustum 25,0 30,0 % Gellidium purpurescens 18 % Gelliidium spp 30 %

Gracillaria Gracillaria Gracillaria Gracillaria Gracillaria Gracillaria Gracillaria Gracillaria

gigas 47,3 % eucheumiodes 32,0 % convervoides 37,5 % edulis 20,3 71,1 % arcuata 23,0 27,5 % salicornia 16,8 % lichenoides 28,0 36,6 % verrucosa 21,3 23,7 %

Gelidium latifolium

Gracilaria multipartita

Gracillaria sp

Gracillaria salicorna

KARAGENAN
SENYAWA HIDROKOLOID YANG TERDIRI ATAS ESTER KALIUM,
NATRIUM, MAGNESIUM, DAN/ ATAU KALSIUM SULFAT DENGAN GALAKTOSA DAN KOPOLIMER 3,6 ANHIDROGALAKTOSA POLISAKARIDA BERBENTUK LINEAR, MERUPAKAN MOLEKUL GALAKTAN DENGAN UNIT UTAMA GALAKTOSA JENIS-JENIS KARAGENAN : KAPPA KARAGENAN IOTA KARAGENAN LAMBDA KARAGENAN MU KARAGENAN NU KARAGENAN MU DAN NU KARAGENAN MERUPAKAN PREKURSOR BIOLOGI UNTUK KAPPA DAN IOTA KARAGENAN

KARAGENAN
STRUKTUR

KAPPA KARAGENAN DAN IOTA KARAGENAN MERUPAKAN HIBRID, SEHINGGA FRAKSI KAPPA KARAGENAN SELALU ADA DALAM IOTA KARAGENAN DAN SEBALIKNYA. MU DAN NU KARAGENAN JUGA SELALU TERDAPAT SEBAGAI FRAKSI KECIL DALAM KEDUANYA

KARAGENAN
STRUKTUR

STRUKTUR GEL KARAGENAN

KONVERSI LAMBDA KARAGENAN MENJADI THETHA KARAGENAN

KONVERSI NU KARAGENAN MENJADI IOTA KARAGENAN

KONVERSI NU KARAGENAN MENJADI KAPPA KARAGENAN

Skema Pengolahan Karagenan


Bahan direndam Selama 12-14 jam
Dicuci, tambah air 1 : 15

Dimasak 1000C selama 2-3 jam

Dihancurkan

Disaring

Diendapkan dengan alkohol 90 % selama 24-28 jam

Disaring

Dikeringkan

Digiling

TEPUNG KARAGENAN

PEMBUATAN KARAGENAN

KELARUTAN KARAGENAN
MEDIUM KAPPA KARAGENAN IOTA KARAGENAN LAMBDA KARAGENAN

AIR PANAS AIR DINGIN

LARUT DIATAS LARUT DIATAS LARUT 60O C 60O C


GARAM KALIUM DAN KALSIUM TIDAK LARUT, GARAM NATRIUM LARUT GARAM NATRIUM LARUT, GARAM KALSIUM MEMBERI ENDAPAN TIKSOTROPIK

LARUT

SUSU PANAS SUSU DINGIN

LARUT MENGEMBANG

LARUT TIDAK LARUT SUKAR LARUT PANAS, LARUT

LARUT LARUT PANAS, LARUT PANAS, LARUT

LARUTAN GULA PANAS, LARUT PEKAT LARUTAN


TIDAK LARUT

STABILITAS KARAGENAN
STABILITAS KAPPA KARAGENAN
STABIL

IOTA KARAGENAN
STABIL

LAMBDA KARAGENA N
STABIL

PADA pH NETRAL DAN ALKALI PADA KEADAAN PANAS DALAM BENTUK GEL

TERHIDROLISIS

TERHIDROLISIS

TERHIDROLISIS

STABIL

STABIL

TIDAK MEMBENTUK GEL

KEGUNAAN KARAGENAN
STABILISATOR
0,01 - 0,05 % DALAM ES KRIM 0,02 0,03 % DALAM COKLAT THICKENER PADA INDUSTRI BAKERY PEMBENTUK GEL EMULSIFYER 0,8 12 % PADA PASTA GIGI AKAN MEMPERHALUS TEKSTUR SECARA UMUM KARAGENAN DIGUNAKAN UNTUK MEMPERBAIKI SIFAT SEDIAAN FARMASI BERBENTUK SUSPENSI ATAU EMULSI

SUMBER PENGHASIL KARAGENAN



Chondrus crispus Euchema cotonii Euchema spinosum Euchema edule Euchema muricatum Euchema striatum Euchema isiforme Euchema uncinatum Fulcellaria fastagiata

Gigartina stellata Gigartina canaliculata Gigartina accicularis Gigartina pistilata Gymnogongrus sp Hypnea muciformis Hypnea nidifica Hypnea setosa Iridea radula Tiohocarpus crinitus

Euchema sp

Chondrus crispus

Gigartina sp

Gigartina accicularis

Gigartina alveata

Gigartina sp

Gigartina stellata

Gigartina pistillata

Gigartina teedii

Furcellaria fastagiata

Hypnea muciformis

Gymnogongrus crenulatus

ALGIN
KOMPONEN UTAMA GETAH ALGAE
COKLAT (PHAEOPHYCEAE), MERUPAKAN PENYUSUN DINDING SEL ALGAE COKLAT POLIMER MURNI ASAM URONAT LINEAR MONOMER PENYUSUN ALGIN :
BETA D- ASAM MANURONAT
(BETA-D-MANNOPYRANOSYL URONIC ACID) ALPHA D- ASAM GULURONAT (ALPHA-L-GULUPYRANOSYL URONIC ACID)

ALGIN
STRUKTUR

STANDAR MUTU

ALGIN
PARAMETER
pH VISKOSITAS LARUTAN 1 % UKURAN PARTIKEL KADAR AIR SELULOSA WARNA

RENTANG NILAI
3,5 10,0 10 5000 cps 10 200 mesh 5 20 % NEGATIF PUTIH BERSIH

KEGUNAAN ALGIN
INDUSTRI KOSMETIK

SABUN KRIM LOTION SHAMPOO PEWARNA RAMBUT

INDUSTRI FARMASI EMULSIFYER STABILIZER SUSPENDING AGENT


ADITIF PADA INDUSTRI TEKSTIL, KERAMIK, FOTOGRAFI,
PESTISIDA, DAN LAIN-LAIN.

INDUSTRI LAIN

ANTIOKSIDAN

Skema pengolahan Algin


Bahan dicuci dengan larutan Natrium karbonat Asam sulfat/klorida

selulosa

Natrium alginat

Garam Dikeringkan alginat

basa

Asam alginat

Digiling

ALGINAT

SUMBER PENGHASIL

ALGIN

Laminaria digitata Laminaria hyperborea Ascophyllum nodosum Fucus serratus Ecklonia maxima Macrocystis pyrifera

Laminaria digitata

Laminaria digitata

Laminaria hyperborea

Laminaria hyperborea

Laminaria hyperborea

Ascophyllum nodosum

Ascophyllum nodosum

Fucus serratus

Fucus serratus

Ecklonia maxima

Macrocystis pyrifera

Macrocystis pyrifera

Macrocystis pyrifera

ETNOFARMAKOLOGI RUMPUT LAUT


ANTIPIRETIK
SARGASSUM SILIQUOSA ULVA LATUCA ENTEROMORPHA COMPRESSA ENTEROMORPHA PROLIFERA

Ulva latuca

Enteromorpha compressa

Enteromorpha prolifera

ETNOFARMAKOLOGI RUMPUT LAUT


ANTELMINTIK, VERMIFUGA
GRATELOUPIA FILICINA CODIUM SP CALOGLOSA SP

Grateloupia filicina

Codium dichotonum

Caloglossa sp

ETNOFARMAKOLOGI RUMPUT LAUT


BRONCHITIS, BATUK, ASMA
PORPHYRA ATROPURPUREA EUCHEMA GELATINOSA EUCHEMA MURICATUM ENTEROMORPHA COMPRESSA ENTEROMORPHA PROLIFERA

Euchema sp

ETNOFARMAKOLOGI RUMPUT LAUT


HAEMORRHOID, ULSER
GELIDIUM AMANSII GELIDIUM LATIFOLIUM GRACILLARIA VERUCOSA GRACILLARIA EUCHOMOIDES EUCHEMA GELATINOSA EUCHEMA MURICATUM

Gelidium latifolium

Gelidium sp

Gracillaria verucosa

Gracillaria sp

ETNOFARMAKOLOGI RUMPUT LAUT

BISUL
ULVA LATUCA ENTEROMORPHA PROLIFERA ENTEROMORPHA INTESTINALIS

Ulva latuca

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Anabaena flos-aquae
Senyawa aktif :
Polipeptida

Aktivitas :
Neurotropik

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Nostoc muscorum
Senyawa aktif :
Dihidroksi Antrakuinon

Aktivitas :
Antibakteri

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Phaeocystis poucheti
Senyawa aktif :
Cadinen Asam akrilat

Aktivitas :
Antibakteri

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Caulerpa racemosa
Senyawa aktif : Caulerpin Aktivitas : Anaestetik

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Fucus evanescens
Senyawa aktif :
Fucosterol

Aktivitas :
Hipokolesterolemia

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Laminaria digitata
Senyawa aktif : Asam alginat Aktivitas :
Hemostatik

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Laminaria hyperborea
Senyawa aktif : Asam alginat Aktivitas : Hemostatik

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Sargassum muticum
Senyawa aktif :
Fucosterol Sargasterol

Aktivitas :
Hipokolestrolemia

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Sargassum vulgare
Senyawa aktif :
Laminin

Aktivitas :
Hipotensif

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Chondrus crispus
Senyawa aktif :
Karagenan

Aktivitas :
Antiviral

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Gelidium cartilagenum
Senyawa aktif :
Polisakarida

Aktivitas :
Antiviral

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Chondrus sp
Senyawa aktif :
Karagenan

Aktivitas :
Inhibitor replikasi HIV

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Spirulina sp
Senyawa aktif :
Gamma Linolenic Acid

Aktivitas :
Pelengkap nutrisi

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Sargassum tortille
Senyawa aktif :
Dihidroksi Antrakuinon Crinitol

Aktivitas :

Sitotoksik Antileukemia Antibakteri

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Lyngbya majuscula
Senyawa aktif :
Mikrolin A Mikrolin B

Aktivitas :
Antileukemia

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Gadus morhua
Senyawa aktif :
Vitamin A Vitamin D Natrium morhuat

Aktivitas :
Gangguan vena variosa

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Spheroides spengleri
Senyawa aktif :
tetrodotoksin

Aktivitas :

Spasmolitik

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Asterias spp
Senyawa aktif :
Saponin

Aktivitas :
Imobillisasi sperma

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Actinopyga agassizi
Senyawa aktif :
Holoturin

Aktivitas :
Hemolitik Anti kanker

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Pseudoplexaura crassa
Senyawa aktif :
Krasin asetat

Aktivitas :
Antibiotika

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Eledone sp
Senyawa aktif :
Eledoisin

Aktivitas :
Hipotensif

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Eledone sp
Senyawa aktif :
Eledoisin

Aktivitas :
Hipotensif

POTENSI MEDIK BAHAN ALAM BAHARI

Tegula gallina
Senyawa aktif :
Paolin I Paolin II

Aktivitas :

Anti bakteri Anti viral