Anda di halaman 1dari 20

BARIUM FOLLOW THROUGH

Natasha Setyasty Primaditta 1301-1211-0062

DEFINISI
Barium Follow Through adalah suatu prosedur pencitraan menggunakan kontras yang dirancang untuk memperlihatkan usus kecil dari duodenum ke kawasan ileocecal yang meliputi duodenum, jejunum dan ileum termasuk persimpangan superior dengan perut dan inferior dengan kolon asendens.

INDIKASI & KONTRAINDIKASI


INDIKASI Nyeri perut Diare Muntah Malabsorpsi Pendarahan Obstruksi parsial Investigasi waktu transit Mekels divertikulum KONTRAINDIKASI Obstruksi Bedah segera dan atau suspek perforasi yang memerlukan media kontras larut air

PROSEDUR PELAKSANAAN

PROSEDUR PELAKSANAAN
Biasa dimulai sebagai barium swallow dan atau barium meal. Diambil secara PA atau AP. Kontras Media dan obat-obatan.
Baritop 100% w/v EZHD 120% Buscopan / Glukagon jika diperlukan Metaclopramide

Peralatan
Fluoroskopi dengan kemampuan film yang cepat 10 frame/detik. Fluoroskopi meja dengan miring 90/20. Peralatan makan khusus yang mungkin diperlukan, yaitu sedotan dan gelas makan. Perlengkapan administrasi injeksi.

PERSIAPAN PASIEN
Identifikasi pasien. Persiapan psikologis dan penjelasan prosedur secara umum. Periksa sensitivitas terhadap obat yang digunakan. Tidak makan dan minum melalui mulut selama 12 jam sebelum pemeriksaan. Preparat laksatif 24 jam sebelum pemeriksaan. Metaclopramide 20 mg secara oral 30 menit sebelum pemeriksaan.

TEKNIK
Teknik ini harus memastikan kolom padat non terfragmentasi dari agen kontras melewati usus kecil dengan lancar. Pasien harus dengan cepat meneguk sekitar 300 ml media kontras dan kemudian berbaring tanpa menggerakan tubuh. Untuk pemeriksaan barium sulfat, digunakan sinar dengan kekuatan 100-120kVp atau 8090kVp untuk kontras larut air.

TEKNIK
Film berukuran 35 x 43 cm dalam prone position diambil pada interval 30 menit sampai media kontras masuk ke dalam usus besar atau mencapai ileocecal valve. Pada pemeriksaan yang membutuhkan waktu lebih dari 2 jam, foto diambil setiap jam. Untuk memastikan bahwa film awal mencakup perut, bantalan sebagai pengganjal bawah perut dapat membantu untuk memisahkan loop usus. Seluruh area usus kecil harus dapat tercakupi pada setiap dan seluruh foto. Penanda waktu pada seluruh foto dan abdomen harus dapat terlihat tanpa rotasi.

GAMBARAN RADIOLOGIS

Foto barium follow through setelah 1 jam & 2 jam

Foto barium follow through normal setelah 3 jam

Short Bowel Syndrome

Short Bowel Syndrome

Small bowel follow-through in a patient with Crohn's disease of the ileum.


Luminal narrowing, mucosal ulceration, and separation of the bariumfilled loops because of thickening of the bowel wall are apparent.

Terminal Ileitis
Figure 1a: Overhead image from a small bowel follow through in a patient with history of Crohn's disease demonstrates evidence of terminal ileal wall thickening, causing narrowing of the lumen.

Figure 1b: Spot view of the terminal ileum in a small bowel follow through demonstrates similar findings in a second patient with terminal ileitis.

Figure 1: Barium meal follow through in a 32-year-old male with abdominal lump

Figure 1. Image from barium small bowel follow-through showing contrast filling a large, irregular extraluminal space (arrows) through a fistula from the lumen of the ileum. Smaller ulcerations projected over the opposite side of the lumen (arrowheads)

Small Intestine Diverticulosis


Figure 1: Barium meal follow through shows out pouching of the bowel wall diverticuli in the jejunal loops (supine film).

Figure 2: Another film from the series (erect film) clearly demonstrates the diverticuli.

A Barium follow-through examination demonstrating a proximal obstructing small bowel cancer

TERIMA KASIH