Anda di halaman 1dari 51

KETETAPAN PAJAK

SKPLB

SKPKB SKP

Jenis Ketatapan Pajak


STP

SKPN

SKPKBT

Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar

SKPLB

Pasal 1 angka 17 UU KUP

SKPLB adalah SKP yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar dari pada pajak terutang atau seharusnya tidak terutang

SKPLB diterbitkan untuk

PPN

PPH

Apabila jumlah kredit pajak lebih besar dari jumlah pajak terutang

- Apabila jumlah kredit pajak lebih besar dari jumlah pajak terutang - Untuk pemungut PPN, jumlah pajak terutang dihitung dengan cara mengurangi pajak keluaran dengan pajak masukan

PPnBM Apabila jumlah pajak yang dibayar lebih besar dari jumlah pajak terutang

Penerbitan SKPLB
SKPLB diterbitkan melalui : 1. Pemeriksaan untuk WP yang mengajukan permohonan pengembalian kelebihan pembayaran melalui SPT yang menunjukkan kelebihan pembayaran 2. Penelitian bila terjadi kesalahan pemotongan atau pemungutan pajak DJP menerbitkan SKPLB setelah meneliti kebenarannya paling lama 3 bulan sejak surat permohonan diterima

Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar SKPKB

Pasal 1 angka 16 UU KUP

SKPKB

SKP yang menentukan besarnya jumlah pokok pajak, jumlah kredit pajak, jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak, besarnya sanksi administrasi, dan jumlah pajak yang masih harus dibayar.

SKPKB diterbitkan oleh DJP karena terdapat kekurangan pembayaran pajak oleh WP ditambah sanksi administrasi maksimum 48% atas kekurangan tsb yang seharusnya disetor paling lambat pada tanggal jatuh tempo sesuai masing-masing jenis pajak Pasal 13 ayat 6 UU KUP menegaskan DJP dapat menerbitkan SKPKB dalam jangka waktu 5 tahun setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya masa/tahun pajak, bagian masa/tahun pajak. Contoh : Kekurangan pembayaran PPh Badan/OP tahun pajak 2005 dapat diterbitkan SKPKB paling lambat 31 Desember 2010, bila diterbitkan setalah tanggal tsb maka menjadi cacat hukum dan batal demi hukum

Bentuk SKPKB
Pajak yang terutang Rp. a Pajak yang telah disetor WP Rp. b Pajak yang kurang dibayar Rp. a-b Sanksi Administrasi: % x jml bln x (a-b) Rp. C Pajak yang masih harus dibayar Rp. (a-b)+c

Kriteria Penerbitan SKPKB


1. Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain pajak yang terutang tidak atau kurang bayar 2. Apabila SPT tidak disampaikan dalam jk waktu jatuh tempo dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan pada waktunya sebagaimana ditentukan dalam Surat Teguran 3. Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain mengenai PPn dan PPnBM ternyata tidak seharusnya dikompensasikan selisih lebih pajak atau tidak seharusnya dikenakan tarif 0% 4. Apabila kewajiban pembukuan/pencatatan tidak dipenuhi sehingga tidak dapat diketahui besarnya pajak terutang 5. Apabila WP diterbitkan NPWP dan/atau dikukuhkan sebagai PKP secara Jabatan

Sanksi Administrasi dalam SKPKB


1. Sanksi bunga 2% per bulan paling lama 24 bulan, dihitung sejak: - saat terutangnya pajak/berakhir masa pajak - Bagian tahun pajak/tahun pajak Sampai dengan diterbitkannya SKPKB. Sanksi ini berlaku juga untuk WP yang dikenakan NPWP dan/atau PKP Jabatan. Sanksi bunga diterapkan dalam SKPKB karena pada saat pemeriksaan WP telah menyampaikan SPT (kecuali WP yang belum punya NPWP/belum dikukuhkan sebagai PKP), melaksanakan pembukuan dan kewajiban dalam rangka pemeriksaan namum terjadi kekurangan pembayaran pajak

Contoh Soal
SKPKB PPh Badan Tahun Pajak 2007 diterbitkan tanggal 17 oktober 2009 dengan penghitungan: PPh terutang Rp. 120.000.000 PPh yang telah dibayar Rp. 100.000.000 PPh yang kurang bayar Rp. 20.000.000 Berapakah sanksi administrasi (bunga) yang dikenakan atas kurang bayar tsb?

Jawab
25/04/2008 s/d 17/10/2009 : 19 bulan Jumlah PPh kurang bayar Rp. 20.000.000 Sanksi bunga yang dikenakan: 2% x 19 bulan x Rp. 20.000.000 Rp. 7.600.000 + PPh yang masih harus dibayar Rp. 27.600.000

Contoh Soal
Berdasarkan pemeriksaan diketahui jumlah Pajak Keluaran Masa Pajak Desember 2007 Rp. 50.000.000, sedangkan menurut SPT PPN Masa Pajak Desember 2007 diketahui jumlah Pajak Keluaran Rp. 40.000.000 dan Pajak Masukan Rp. 30.000.000 serta SSP atas PPN kurang bayar Rp. 10.000.000 dibayar tanggal 20 Januari 2008, bila SKPKB terbit tanggal 10 Desember 2008.

Berapakah Sanksi Bunga yang dikenakan atas kurang bayar tsb, dan sanksi apa lagi yang dikenakan terhadap SSP PPN Masa tsb

Jawab
Sanksi telat bayar atas PPN Masa Pajak Desember 2008, karena dibayar tanggal 20 Januari 2008 : 2% x 1 bulan x Rp. 1.000.000 = Rp. 200.000 Sanksi atas SKPKB : Pajak Keluaran Rp. 50.000.000 Kredit Pajak : Pajak Masukan Rp. 30.000.000 Pembayaran Rp. 10.000.000 PPN Kurang Bayar Rp. 10.000.000

Jawab
31/12/2007 s/d 10/12/2008 : 12 bulan PPN kurang bayar Rp. 10.000.000 Sanksi administrasi bunga : 2% x 12 bulan x 10.000.000 = Rp. 2.400.000 + PPN yang masih harus dibayar Rp. 12.400.000

Sanksi Administrasi dalam SKPKB


2. Sanksi Kenaikan - 50% dari PPh yang tidak atau kurang bayar dalam 1 tahun pajak (Badan/OP) - 100% dari PPh yang tidak atau kurang dipotong, tidak atau kurang dipungut, tidak atau kurang setor, dan dipotong atau dipungut tetapi tidak atau kurang disetor (pemotongan/pemungutan PPh) - 100% dari PPN barang dan jasa serta PPnBM yang tidak atau kurang bayar

Sanksi kenaikan dikenakan pada WP jika: 1. SPT tidak disampaikan dalam jangka waktunya dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan pada waktunya sebagaimana ditentukan dalam Surat Teguran 2. Berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain ttg PPN dan PPnBM ternyata tidak seharusnya dikompensasikan selisih lebih pajak atau tidak seharusnya dikenakan tarif 0% 3. Apabila kewajiban pembukuan atau pemeriksaan tidak dipenuhi sehingga tidak diketahui besarnya pajak terutang

Contoh Soal
DJP berdasarkan bukti menemukan adanya kurang bayar pajak thn 2007. pada saat pemeriksaan WP ybs tidak menyampaikan SPT meskipun sdh ditegur. Kurang bayar tsb adalah atas PPh ps 23 sebesar Rp. 2.000.000 dari Rp. 2.500.000 dan PPh Badan sebesar Rp. 10.000.000 dari Rp. 100.000.000 serta PPN Rp. 10.000.000 (pajak keluaran Rp. 10.000.000 dan pajak masukan Rp. 0) Berapakah sanksi kenaikan yang dikenakan?

Jawab
Atas PPh ps 23: PPh ps 23 terutang PPh ps 23 yang telah dibayar PPh ps 23 kurang bayar Sanksi kenaikan 100% PPh ps 23 yang masih harus dibayar Atas PPh Badan : PPh terutang PPh yang telah dibayar PPh ps 23 kurang bayar Sanksi kenaikan 50% PPh ps 23 yang masih harus dibayar Rp. 2.500.000 Rp. 500.000 Rp. 2.000.000 Rp. 2.000.000 + Rp. 4.000.000

Rp. 100.000.000 Rp. 90.000.000 Rp. 10.000.000 Rp. 5.000.000 + Rp. 15.000.000

Jawab
Atas PPN : Pajak Keluaran Pajak Masukan PPN yang kurang bayar Sanksi kenaikan 100% PPN yang masih harus dibayar Rp. 10.000.000 Rp. 0 Rp. 10.000.000 Rp. 10.000.000 + Rp. 20.000.000

Surat Ketetapan Pajak Nihil


SKPN

SKPN
Pasal 1 angka 18 UU KUP SKPN adalah SKP yang menentukan jumlah pokok pajak sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak

SKPN diterbitkan setelah DJP melakukan pemeriksaan

Kewenangan Penerbitan SKPN


SKPN dapat terjadi jika: 1. Untuk PPh, bila jumlah PPh yang telah dibayar sama dengan jumlah pajak terutang, atau tidak terdapat PPh yang terutang dan tidak pembayaran pajak pada masa/tahun yang sama 2. Untuk PPN, bila jumlah kredit pajak sama dengan jumlah PPN yang terutang, atau tidak terdapat PPN yang terutang dan tidak ada kredit pajak

Contoh
SPT Badan Tahun 2007 menunjukkan penghitungan sbb: Rugi Neto (Rp. 500.000.000) PPh Terutang Rp. Kredit Pajak Rp. Pajak yang kurang/lebih bayar Rp. N I H I L
Berdasarkan pemeriksaan diperoleh rugi neto Rp. 200 juta dan PPh terutang nihil, sehingga diterbitkan SKPN Badan Tahun 2007

Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan


SKPKBT

SKPKBT
Pasal 1 angka 17 UU KUP

SKP yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan

SKPKBT diterbitkan apabila sebelumnya terdapat pajak yang telah ditetapkan oleh DJP (SKPKB/SKPLB/SKPN), dan secara material ada tambahan kekurangan pembayaran atas ketetapan pajak sebelumnya

Pasal 15 UU KUP : SKPKBT dapat diterbitkan dalam jangka waktu 5 tahun setelah saat terutangnya pajak/berakhirnya masa pajak, bagian tahun pajak, atau tahun pajak

Jangka waktu penerbitan SKPKBT

Kriteria Penerbitan SKPKBT


Ditemukannya data baru yang mengakibatkan penambahan jumlah pajak terutang setelah dilakukan tindakan pemeriksaan dalam rangka penerbitan SKPKBT

Sanksi administrasi dalam SKPKBT


Sanksi kenaikan 100% dari jumlah kurang bayar
Sanksi kenaikan tidak dikenakan bila SKPKBT diterbitkan berdasarkan keterangan tertulis dari WP atas kehendak sendiri, dengan syarat DJPbelum melakukan pemeriksaan dalam rangka penerbitan SKPKBT

Contoh soal
Terhadap SPT PPh ps 23 Masa Januari 2008 telah dilakukan pemeriksaan dan diterbitkan SKPKB PPh ps 23 pada tanggal 17 November 2008 dengan rincian: Jumlah pokok pajak Rp. 50.000.000 Jumlah kredit pajak Rp. 30.000.000 Jumlah kekurangan pokok pajak Rp. 20.000.000 Sanksi administrasi bunga: 1/2/2008 s/d 17/11/2008 : 10 bulan 2% x 10 bulan x Rp. 20.000.000 = Jumlah yang masih harus dibayar

Rp. 4.000.000+ Rp. 24.000.000

Pada bulan Agustus 2009 ditemukan data baru berupa objek PPh ps 23 sebesar Rp. 25.000.000 dan belum masuk dalam perhitungan SKPKB sebelumnya. Terhadap WWP tsb diterbitkan SKPKBT PPh ps 23 Masa Januari 2008 dengan penghitungan : Jumlah Pajak Rp. 75.000.000 Jumlah pajak yg telah ditetapkan Rp. 50.000.000 Tambahan jumlah pajak Rp. 25.000.000 Sanksi kenaikan 100% Rp. 25.000.000 + Tambahan jumlah pajak yang Rp. 50.000.000 Masih harus dibayar

Latihan Kelompok
1. SKPKB PPh Badan Tahun Pajak 2007 diterbitkan tanggal 17 Mei 2009 dengan penghitungan: PPh terutang Rp. 180.000.000 PPh yang telah dibayar Rp. 135.000.000 PPh yang kurang bayar Rp. 145.000.000 Berapakah sanksi administrasi (bunga) yang dikenakan atas kurang bayar tsb?

2. Berdasarkan pemeriksaan diketahui jumlah Pajak Keluaran Masa Pajak Desember 2008 Rp. 45.000.000, sedangkan menurut SPT PPN Masa Pajak Desember 2008 diketahui jumlah Pajak Keluaran Rp. 25.000.000 dan Pajak Masukan Rp. 10.000.000 serta SSP atas PPN kurang bayar Rp. 50.000.000 dibayar tanggal 20 Maret 2009, bila SKPKB terbit tanggal 10 Desember 2008.
Berapakah Sanksi Bunga yang dikenakan atas kurang bayar tsb, dan sanksi apa lagi yang dikenakan terhadap SSP PPN Masa tsb

3. DJP berdasarkan bukti menemukan adanya kurang bayar pajak thn 2008. pada saat pemeriksaan WP ybs tidak menyampaikan SPT meskipun sdh ditegur. Kurang bayar tsb adalah atas PPh ps 22 sebesar Rp. 1.500.000 dari Rp. 3.500.000 dan PPh Badan sebesar Rp. 15.000.000 dari Rp. 125.000.000 serta PPN Rp. 25.000.000 (pajak keluaran Rp. 25.000.000 dan pajak masukan Rp. 0) Berapakah sanksi kenaikan yang dikenakan?

SURAT TAGIHAN PAJAK

STP

STP

Surat untuk melakukan tagihan pajak dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda (pasal 1 angka 20 UU KUP)

Dasar diterbitkannya STP


1
PPh dalam tahun berjalan tidak atau kurang bayar

Dari hasil penelitian terdapat kekurangan pembayaran pajak sebagai akibat salah tulis dan/atau salah hitung
WP dikenai sanksi administrasi berupa denda dan/atau bunga PKP tidak membuat faktur pajak atau membuat faktur pajak tetapi tidak tepat waktu

Dasar diterbitkannya STP


5
PKP tidak mengisi faktur pajak secara lengkap PKP melaporkan faktur pajak tidak sesuai dengan masa penerbitan faktur pajak

PKP yang gagal berproduksi dan telah diberikan pengembalian Pajak Masukan

Kriteria Penerbitan STP


1. STP untuk menagih tagihan pajak diterbitkan dalam hal : a. PPh dalam tahun berjalan (pph ps 25) tidak atau kurang bayar b. Berdasarkan hasil penelitian terdapat kekurangan pembayaran pajak sebagai akibat salah tulis dan/atau salah hitung
*) penelitian : serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menilai kelengkapan pengisian SPT dan lampiran-lampiran termasuk penilaian tentang kebenaran penulisan dan penghitungannya

Jumlah kekurangan pajak terutang dalam STP yang diterbitkan tsb ditambah sanksi 2% per bulan paling lama 24 bulan sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai diterbitkannya SPT

Kriteria Penerbitan STP


2. STP untuk menagih bunga dan/atau denda. STP ini untuk mengenakan sanksi administrasi: a. Pembetulan WP sendiri atas SPT Tahunan yang mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar, sehingga dikenakan sanksi administrasi bunga 2% dihitung sejak saat penyampaian SPT berakhir sampai dengan tanggal pembayaran dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 bulan

b. Pembetulan WP sendiri atas SPT Masa yang mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar, sehingga dikenakan sanksi administrasi bunga 2% dihitung sejak jatuh tempo pembayaran sampai dengan tanggal pembayaran dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 bulan c. Bunga atas keterlambatan pembayaran pajak terutang dalam masa pajak sebesar 2% per bulan dihitung dari tanggal jatuh tempo pembayaran sampai dengan tanggal pembayaran dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 bulan

d. Bunga atas keterlambatan pembayaran pajak kurang bayar akhir tahun (PPh ps 29), yaitu sebesar 2% per bulan yang dihitung dari berakhirnya batas waktu penyampaian SPT Tahunan sampai dengan tanggal pembayaran dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 bulan e. Bunga atas keterlambatan pembayaran SKPKB, SKPKBT, tambahan pajak dalam surat keputusan atau putusan (pembetulan, keberatan, banding, dan peninjauan kembali) sebesar 2% per bulan untuk seluruh masa yang dihitung dari tanggal jatuh tempo sampai tanggal pelunasan atau diterbitkannya STP, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 bulan

f. Dalam hal WP diperbolehkan mengangsur atau menunda pembayaran pajak juga dikenai sanksi administrasi berupa bunga 2% perbulan dari jumlah pajak yang masih harus dibayar dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 bulan g. Dalam hal WP diperbolehkan menunda penyampaian SPT Tahunan dan ternyata penghitungan sementara pajak yang terutang kurang dari jumlah pajak yang sebenarnya terutang, maka atas kekurangan tsb dikenakan bunga 2% per bulan yang dihitung dari saat berakhirnya batas waktu penyampaian SPT Tahunan sampai tanggal pembayaran dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 bulan

h. Denda atas keterlambatan penyampaian SPT Tahunan atau Masa

Kriteria Penerbitan STP


3. STP untuk menagih denda terkait penerbitan/pelaporan Faktur Pajak. STP diterbitkan untuk menagih sanksi administrasi berupa denda sebesar 2% dari DPP (Dasar Pengenaan Pajak) dalam hal : a. PKP tidak atau terlambat membuat Faktur Pajak b. PKP tidak membuat faktur pajak secara lengkap c. PKP melaporkan Faktur Pajak tidak sesuai dengan masa penerbitan Faktur Pajak

Kriteria Penerbitan STP


4. STP untuk PKP yang gagal berproduksi. STP diterbitkan kepada PKP yang gagal berproduksi dan telah diberikan pengembalian Pajak Masukan. PKP tersebut dikenakan sanksi administrasi bunga sebesar 2% per bulan dari jumlah pajak yang ditagih kembali, dihitung dari tanggal penerbitan Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak sampai tanggal penerbitan STP dan bagian bulan dihitung penuh 1 bulan

Penghitungan Bulan sebagai Dasar Pengenaan Sanksi


No 1 Kriteria STP STP untuk menagih tagihan pajak Jangka waktu bulan untuk menghitung bunga sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai diterbitkannya SPT

STP untuk menagih bunga dan/atau denda: a. Pembetulan WP sendiri atas SPT Tahunan b. Pembetulan WP sendiri atas SPT Masa c. Bunga atas keterlambatan pembayaran pajak terutang dalam masa pajak d. Bunga atas keterlambatan pembayaran pajak kurang bayar akhir tahun (PPh ps 29)

sejak saat penyampaian SPT berakhir sampai dengan tanggal pembayaran sejak jatuh tempo pembayaran sampai dengan tanggal pembayaran tanggal jatuh tempo pembayaran sampai dengan tanggal pembayaran dari berakhirnya batas waktu penyampaian SPT Tahunan sampai dengan tanggal pembayaran

Penghitungan Bulan sebagai Dasar Pengenaan Sanksi


No Kriteria STP Jangka waktu bulan untuk menghitung bunga

e. Bunga atas keterlambatan pembayaran SKPKB, SKPKBT, tambahan pajak dalam surat keputusan atau putusan (pembetulan, keberatan, banding, dan peninjauan kembali f. mengangsur atau menunda pembayaran pajak g. diperbolehkan menunda penyampaian SPT Tahunan
3 STP untuk PKP yang gagal berproduksi

- dihitung dari tanggal jatuh tempo sampai tanggal pelunasan atau diterbitkannya STPdihitung dari tanggal jatuh tempo sampai tanggal pelunasan atau diterbitkannya STP

- dihitung dari saat berakhirnya batas waktu penyampaian SPT Tahunan sampai tanggal pembayaran - dihitung dari tanggal penerbitan Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak sampai tanggal penerbitan STP