Anda di halaman 1dari 16

PEMBUATAN AMONIA

PROSES PETROKIMIA

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA

IV. PRODUKSI AMONIA


IV.A. Pemurnian Bahan Baku IV.B Primary Reforming IV.C Secondary reforming IV.D. Oksidasi Parsial IV.E. Konversi Karbon Monoksida ( CO ) IV-F. Penghilangan Karbon Dioksida IV.G. Pemurnian Akhir IV-H. Kompresi IV-I. Sintesis IV-J. Kesetimbangan Energi 1

V. Status Produksi VI. Ekonomi Produksi dan Distribusi


VI-A Lokasi Pabrik VI-B Jenis Bahan Baku VI-C Ukuran Pabrik VI-D Faktor Disain VI-E Menentukan Harga Amonia

VII. Pembuangan Limbah

SINTESIS
Reaksi yang terjadi dalam pembuatan ammonia adalah:
CH4(g) + 2H2O (l) 4H2 (g) + CO2 (g) 60 kkal ( 4/3 N2 (g) + 1/3 O2 ) + 1/6 CH4 (g) 4/3 N2(g) + 1/6 CO2 (g) + 1/3 H2)( g) + 32 kkal 4H2(g) + 4/3 N2 (g) 8/3 NH3 (l) + 42 kkal

Flowsheet sederhana dari sintesis amonia


purge kondenser

amonia

Katalitik konverter

sirkulator

Make up gas

kompresor

Pembuatan ammonia harus dilakukan dalam system yang berbentuk loop Produk ammonia dapat dipisahkan dengan mudah dari loop dengan mendinginkan gas yang disirkulasikan

Variabel variable penting dalam mendesain dan mengoperasikan proses sintesis ammonia :

Tekanan Temperatur konverter Laju sirkulasi gas Temperature pengembunan ammonia Kandungan inert dalan gas Volume katalis Aktivitas katalis

Tekanan
Semakin tinggi tekanan, konversi semakin meningkat. Masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan

Tekanan tinggi Umur katalis rendah Kontrol temperatur lebih sulit Jumlah stage kompresor lebih banyak Energi yang dibutuhkan lebih besar Perpipaan lebih kompleks Efisiensi kompresor lebih rendah

Tekanan rendah Volume katalis leibh besar Kebutuhan akan refrigerasi lebih besar Laju alir gas lebih besar Peralatan yang dibutuhkan lebih besar

Temperatur
Temperatur yang tinggi akan menurunkan konversi pada kesetimbangan

Laju sirkulasi gas


Semakin besar laju sirkulasi maka akan meningkatkan produksi karena semakin banyak reaksi yang terjadi

Temperatur pendinginan ammonia


Temperatur kondensasi ini sangat penting untuk menetukan jumlah amonia dalam gas yang dikembalikan. Ammonia dari condenser biasanya dialirkan ke bagian penyimpanan pada suhu -28F

Kandungan inert
Efek dari gas inert (biasanya metan dan argon) dalam loop sintesis adalah mengurangi tekanan parsial hydrogen dan nitrogen sehingga semakin besar gas inert, konversi semakin rendah

Katalis
Pada umumnya katalisyang digunakan mengandung Al2O3 dan MgO sebagai promotor untuk daya tahan terhadap panas dan racun, dan juga CaO atau K2O untuk meningkatkan aktivitas. Salah satu katalis yang sering digunakan mengandung 93% Fe2O3, 3.3 % Al2O3, 0.67% MgO, 0.55% SiO2. 3.0 % CaO, dan 0.65% K2O

STATUS PRODUKSI
Untuk memenuhi permintaan dunia akan ammonia sebagai penyedia utama dari pupuk nitrogen pertumbuhan dalam produksi ammonia sangat diharapkan.

Produksi dan distribusi dari sisi ekonomis


Faktor utama yang mempengaruhi segi ekonomi dari produksi ammonia adalah: lokasi pabrik, berhubungan dengan lokasi sumber bahan baku jenis umpan, bahan baku diharapkan memiliki biaya murah, kemurnian yang cukup, serta rasio H2:C tinggi derajat ekonomi recovery yang didesain di pabrik faktor desain lainnya, seperti : endapan karbon di reformer kegagalan piping umur katalis yang rendah konsumsi panas dalam CO2 removal single-train vessel dengan ukuran yang besar

Pembuangan limbah
Dibandingkan dengan proses kimia yang lain, produksi ammonia relative bersih, kecuali jika bahan baku yang digunakan batubara.