Anda di halaman 1dari 15

Journal reading

perforasi esofagus : diagnosis dan penatalaksanaan pada 24 jam pertama


Oleh : Nurul Shafini Pembimbing : dr. Rofiqah Masyita Supervisor : Dr.dr. Ibrahim Labeda, Sp. B-KBD

Definisi perforasi esofagus


Esofagus menjadi berlubang (bocor), yang menyebabkan terlepasnya isi gastrointestinal yang disebabkan oleh berbagai faktor.

Insiden dan demografi


Pada studi terbaru yang dilakukan di Islandia, usia standar adalah 3,1 / 1 000 000/tahun. insiden yang sebenar terjadinya perforasi esofagus di seluruh dunia tidak jelas. Kebanyakan pasien berada pada umur enam puluhan dan perforasi esofagus adalah sedikit lebih umum pada laki-laki.

etiologi
penyebab
Iatrogenik (luka dari tindakan medis)
Spontan ( muntah yang kuat akibat peningkatan tekanan intraabdomen Menelan senyawa korosif yang kuat trauma

keterangan
prosedur endoskopi seperti dilatasi esofagus untuk penyempitan dan akalasia

Disebut Boerhave sindrom

Pembersih , baterai cairan , pewarna Trauma tumpul,tajam atau luka tembak

Manifestasi klinis
Tergantung pada letak perforasi - nyeri pada leher ketika terjadinya perforasi pada cervical esophagus - nyeri perut atau epigastrium akut pada pasien dengan perforasi pada gastroesophageal junction Gejala utama yang dikenal sebagai Mackler triad : - muntah - nyeri dada - emfisema subkutan

Pemeriksaan fisis
Demam ( > 38,5 C ) Takikardia Adanya krepitus di daerah leher atau di dinding dada (emfisema subkutan)

Pemeriksaan penunjang
Foto polos dada cedera pada esophagus tidak langsung dapat dilihat (kolap paru-paru)

Foto polos dada dengan kontras

Foto polos dada dengan menelan kontras larut air, menunjukkan kebocoran kontras pada pasien dengan ruptur esophagus spontan

Ct-Scan dada dengan kontras

Computer tomography (CT) dengan menelan kontras oral, menunjukkan kebocoran kontras di bagian distal dan gelembung gas dalam mediastinum hanya beberapa jam setelah dilatasi pneumatik pada akalasia

pasien dengan kecurigaan tinggi perforasi dengan radiografi negatif, atau saat menelan agen kontras tidak mungkin karena alasan teknis , fleksibel endoskopi harus dipertimbangkan

Pandangan endoskopi pada perforasi spontan di bagian distal yaitu 24 jam setelah timbulnya gejala klinis .

Pengobatan
Non operatif
indikasi

operatif
myotomy T-tube fundoplication

- perforasi iatrogenik - Perforasi yang terkait dengan malignant yang tidak dapat dioperasi Pengobatan yang diberikan -Hentikan oral intake - cairan infus - analgesik - antibiotik spektrum luas yang diberikan secara IV - proton pump inhibitor -Nutrisi yang cukup - drainase perkutan

Management suggestions for iatrogenic esophagus perforation

Management suggestions for spontaneous esophagus perforation

Diskusi
Keragaman gejala dan tanda klinis yang dikombinasikan dengan kurangnya pengalaman individu tentang kondisi tersebut dapat menghambat identifikasi secara tepat Diagnosis yang cepat sangat penting untuk pemilihan strategi pengobatan yang optimal, apakan non-operatif atau operatif Diagnosis dan pengobatan yang tepat penting untuk mengelola pasien