Anda di halaman 1dari 12

SEDIAAN SEMI SOLID CREAM

NAMA KELOMPOK : ANGGRAINI RETNOWATI ( 10111004 ) BERNADETTE EVA NIMATUL KHUSNA ( 10111017 ) FIFID AFIF SETIAWAN ( 10111020 ) FITRIYAH EKA SULISTYORINI (10111021) SITI ASFIATUL SITI RODHOTUL JANNAH

PENGERTIAN

Menurut Farmakope Indonesia III definisi Cream adalah sediaan setengah padat berupa emulsi mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar.

Dan menurut Farmakope Indonesia IV, Cream adalah bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai.

Sedangkan

menurut Formularium Nasional Cream adalah sediaan setengah padat, berupa emulsi kental mengandung air tidak kurang dari 60 % dan dimaksudkan untuk pemakaian luar.

Penggolongan Krim

Cream M/A Biasanya digunakan pada kulit, mudah dicuci, sebagai pembawa dipakai pengemulsi campuran surfaktan.Sistem surfaktan ini juga bisa mengatur konsistensi. Sifat emulsi M/A untuk basis cream dapat diencerkan dengan air mudah dicuci dan tidak berbekas. Untuk mencegah terjadinya pengendapan zat maka ditambahkan zat yang mudah bercampur dengan air. Formulasi yang baik adalah cream yang dapat mendeposit lemak dan senyawa pelembab lain sehingga membantu hidrasi kulit.

Cream A/M Konsistensi dapat bervariasi, sangat tergantung pada komposisi fasa minyak & fasa cair. Cream ini mengandung zat pengemulsi A/M yang spesisifik, seperti : Ester asam lemak dengan sorbitol,garam garam dari asam lemak dengan logam bevalensi 2, Adeps lanae.

Kelebihan menggunakan sediaan cream :


Mudah menyebar rata praktis Lebih mudah dibersihkan atau dicuci dengan air terutama tipe m/a ( minyak dalam air ) cara kerja langsung pada jaringan setempat tidak lengket, terutama pada tipe m/a ( minyak dalam air ) bahan untuk pemakaian topical jumlah yang diabsorpsi tidak cukup beracun, sehingga pengaru aborpsi biasanya tidak diketahui pasien.

Aman digunakan dewasa maupun anak anak. Memberikan rasa dingin, terutama pada tipe a/m ( air dalam minyak ) Bisa digunakan untuk mencegah lecet pada lipatan kulit terutama pada bayi, pada fase a/m ( air dalam minyak ) karena kadar lemaknya cukup tinggi. Bisa digunakan untuk kosmetik, misalnya mascara, krim mata, krim kuku, dan deodorant.

Kekurangan menggunakan sediaan cream :


Mudah kering dan mudah rusak khususnya tipe a/m ( air dalam minyak ) karena terganggu system campuran terutama disebabkan karena perubahan suhu dan perubahan komposisi disebabkan penambahan salah satu fase secara berlebihan atau pencampuran 2 tipe crem jika zat pengemulsinya tidak tersatukan. Susah dalam pembuatannya, karena pembuatan cream mesti dalam keadaan panas

Mudah lengket, terutama tipe a/m ( air dalam minyak ) Gampang pecah, disebabkan dalam pembuatan formulanya tidak pas Pembuatannya harus secara aseptic

Formulasi

R/ Kloramfenikol Adeps Lanae Aq Dest Nipagin

0,4 = 400 mg 6 = 6000 mg 14 = 14 mg qs

Cara Kerja

Disiapkan alat dan bahan Dilebur basis minyak adeps lanae menggunakan cawan penguap di atas penangas air Ditambahkan kloramfenikol dalam leburan yang telah dipindahkan dalam mortir hangat gerus ad homogeny Ditambahkan aq dest dan nipagin aduk ad homogeny Dimasukkan dalam pot dan beri etikat biru

Anda mungkin juga menyukai