Anda di halaman 1dari 7

GLANDULA SALIVARIUS

MACAM GLANDULA SALIVARIUS


1. Kelenjar Saliva Mayor Kelenjar saliva ini merupakan kelenjar saliva terbanyak dan ditemui berpasang-pasangan yang terletak di ekstraoral dan memiliki duktus yangsangat panjang. Menurut struktur anatomi dan letaknya, kelenjar saliva mayor dapat dibagi atastiga tipe yaitu parotis, submandibularis dan sublingualis Saliva pada manusia terdiri atas sekresi kelenjar parotis(25%), submandibularis (70%), dan sublingualis (5%).

2. Kelenjar Saliva Minor Kebanyakan kelenjar saliva minor merupakan kelenjar kecil-kecil yang terletak di dalam mukosa atau submukosa. Kelenjar minor hanya menyumbangkan 5% dari pengeluaran ludah dalam 24 jam. Kelenjar ini terdiri dari beberapa unit sekresi kecil dan melewati duktus pendek yang berhubungan langsung dengan rongga mulut. Saliva yang dihasilkan mempunyai pH antara 6,0-7,4 sangat membantu pada pencernaan ptyalin.

2.1 Kelenjar Glossopalatinal 2.2 Kelenjar Labial 2.3 Kelenjar Bukal 2.4 Kelenjar Palatinal 2.5 Kelenjar Lingual 2.5.1 Kelenjar anterior lingual 2.5.2 Kelenjar lingual Van Ebner 2.5.3 Kelenjar posterior lingual

Faktor yg mempengaruhi sekresi saliva


Usia Hormon Konsumsi rokok, alkohol, obat-obatan Stress dan kondisi psikis

Fungsi saliva
Memberikan efek self cleansing dan sebagai lubrikasi pada permukaan mukosa mulut. Sebagai buffer yang dapat menahan turunnya pH atau meningkatnya keasaman mulut. Berfungsi dalam proses pengunyahan dan penelanan makanan. Berfungsi dalam proses bicara. Sebagai pelindung dalam melawan karies

Membantu menjaga integritas gigi (demineralisasi dan remineralisasi email) dengan adanya kandungan kalsium dan fosfat. Melakukan aktivitas anti-bakteri dan anti-virus karena mengandung antibody spesifik (sIgA), lysozyme, lactoferrin, dan laktoperoksidase. Membantu perbaikan jaringan. Membantu proses pencernaan karbohidrat melalui aksi dari enzim amylase. Melarutkan makanan untuk membantu fungsi dari taste bud (indera pengecap). Melindungi gigi dari erosi, abrasi, dan atrisi.