Anda di halaman 1dari 19

Ruth Damayanti Simbolon

Partus tak maju adalah suatu persalinan dengan his yang adekuat yang tidak menunjukkan kemajuan pada pembukaan serviks, turunnya kepala, dan putar paksi dalam selama 2 jam terakhir. Partus tak maju adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam pada primipara, dan lebih dari 18 jam pada multipara.

1.

Passanger a. Kelainan letak

2. Passange a. kelainan panggul

1.

Kelainan His a. Inersia uteri adalah kelainan his yang kekuatannya tidak adekuat untuk melakukan pembukaan serviks atau mendrong janin keluar. b. incoordinate uterin action Adalah kelainan his pada persalinan berupa perubahan sifat his yang berubah-ubah, tidak ada kordinasi dan sinkronisasi antara bagian atas, tengah dan bawah, sehingga his tidak efisien mengadakan pembukaan serviks apalagi dalam pengeluaran janin, sehingga dapat meyebabkan persalinan tidak maju

c. Primitua Ibu primitua yaitu primigravida yang berumur 35 tahun sering ditemui perineum yang kaku dan tidak elastis, hal tersebut akan menghambat persalinan kala II dan dapat meningkatkan risiko pada janin. d. Grandemultipara dan perut gantung Perut gantung dapat menyebabkan terjadi gangguan his karena posisi uterus yang menggantung ke depan sehingga bagian bawah janin tidak dapat menekan dan berhubungan langsung serta rapat dengan segmen bawah rahim.

e. Ketuban Pecah dini Ketuban pecah dini adalah keluarnya air ketuban pada setiap saat sebelum persalinan mulai atau sebelum inpartu pada kehamilan diatas 20 minggu.
Ketuban pecah dini dibagi menjadi 2, yaitu : Preterm Premature Rupture of Membrane : ketuban pecah dini pada usia kehamilan < 37 minggu Term Premature Rupture of Membrane : ketuban pecah dini pada usia kehamilan > 37 minggu

Klinis Tanda-tanda kelelahan ibu


dehidrasi dan kadang-kadang syok gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit nadi cepat dan lemah his lemah sampai menghilang febris meteorismus oliguria

a. His lemah sampai menghilang b. Gerak Janin sampai menghilang c. Kadang-kadang dijumpai tanda-tanda ruptur uteri d. Perdarahan melalui orifisium ekternum e. His yang hilang f. Bagian janin yang mudah teraba g. Robekan dapat meluas sampai cervix dan vagina 3. Auskultasi a. Denyut jantung janin melemah sampai menghilang b. Meteorismus

Palpasi

4. Periksa dalam Dijumpai kaput suksedaneum yang besar dan air ketuban berwarna keruh kehijauan sampai kekuning-kuningan dan berbau

TANDA DAN GEJALA

DIAGNOSIS

Serviks tidak membuka


Tidak didapatkan his atau his tidak teratur Pembukaan serviks tidak melewati 4 cm sesudah 8 jam in partu dengan his yang teratur

Belum inpartu

Fase laten memanjang

Pembukaan, serviks melewati kanan garis waspada partograf Frekuensi his kurang dari 3 his per 10 menit dan lamanya kurang dari 40 detik Inersia uteri

Pembukaan serviks dan turunnya bagian janin yang dipresentasi tidak maju, sedangkan his baik

Disproporsi sefalopelvik

Pembukaan serviks dan turunnya bagian janin yang dipresentasikan tidak maju dengan kaput, terdaapt moulase hebat, edema serviks, tanda rupture imminens, gawat janin

Obstruksi kepala

Kelainan presentasi (selain vertex dengan oksiput anterior)

Malpresentasi atau malposisi

Pembukaan serviks lengkap, ibu ingin mengejan, tetapi tidak ada kemajuan penurunan

Kala II lama

Terhadap ibu 1. Infeksi intra partum 2. Ruptur uteri 3. Cincin retraksi patologis 4. Pembentukan fistula 5. Cedera otot-otot dasar panggul

Terhadap janin :
1. 2. 3.

Kaput suksadenum Molase kepala janin Gawat janin

a. Penatalaksanaan pendahuluan Pemberian infus NaCl 0,9% /RL untuk rehidrasi cepat dalam 1 jam. Injeksi antibiotik Kortison asetat 100-200 mg/IM b. Pengakhiran persalinan Mengakhiri persalinan, bergantung pada : Penyebab kemacetan Status present penderita Keadaan janin (fetal disstress atau tidak) Tindakan yang mungkin dilakukan antara lain adalah : partus spontan, ekstraksi vakum, ekstraksi forsep, sectio cesarea, SC histerektomi.

Untuk menghindari risiko partus tak maju dapat dilakukan dengan : Memberikan informasi bagi ibu dan suaminya tentang adanya bahaya selama kehamilan dan persalinan Pendidikan kesehatan reproduksi sedini mungkin pada wanita usia reproduksi pra-nikah Meningkatkan program keluarga berencana bagi ibu usia reproduksi Memperbaiki perilaku diet dan peningkatan gizi Antenatal care yang teratur untuk mendeteksi dini kelainan pada ibu hamil terutama risiko tinggi Mengukur tinggi badan dan melakukan pemeriksaan panggul pada primigravida Peningkatan pelayanan medik gawat darurat