Anda di halaman 1dari 33

Identitas

Nama Jenis kelamin Usia Alamat : Nn. M : Perempuan : 23 tahun : jl. Setia Kawan, Rawa Panjang Status perkawinan : Belum kawin Pekerjaan : kasir supermarket Tanggal MRS : 11 Februari 2014 Tanggal pemeriksaan : 11 Februari 2014
2/24/2014 1

Anamnesis
Keluhan utama Benjolan pada payudara kiri Riwayat penyakit sekarang : Pasien datang dengan keluhan terdapat benjolan pada payudara kiri bagian samping atas sejak 2 bulan yang lalu. Pada awalnya benjolan dirasakan sebesar kacan ijo, kemudian bertambah besar menjadi sebesar biji jagung. Pasien juga merasakan nyeri pada payudara kirinya terutama pada daerah benjolah dan terasa panas yang hilang timbul. Nyeri dirasakan terutama pada saat pasien sedang datang bulan (haid). Pada saat ini pasien tidak datang bulan, sehingga nyeri tidak dirasakan. Riwayat keluar cairan dari puting payudara kiri disangkal. Riwayat datang bulan pertama kali sekitar umur 12 tahun. Riwatar datang bulan dirasakan teratur setiap bulannya.
2/24/2014 2

Anamnesis
Riwayat penyakit dahulu : Riwayat HT (-), riwayat DM (-), riwayat sakit jantung (-), riwayat sakit ginjal (-). Riwayat batuk dalam jangka waktu yang lama (-) Riwayat konsumsi obat-obatan atau jamu (-). Riwayat penyakit keluarga : Tidak ada keluarga pasien yang mengeluhkan hal serupa. Riwayat alergi : Pasein mengaku tidak memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu ataupun makanan Riwayat pribadi dan sosial : Pasien belum pernah menikah dan tinggal bersama kedua orangtuanya. Pasien bekerja sebagai kasir sebuah supermarket 2/24/2014 mini.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik General Tanda vital Keadaan umum : baik Kesadaran : compos mentis TD : 110/70 mmHg Nadi : 86 x/menit Respirasi : 22x/menit Suhu aksila : 36,3C
2/24/2014 4

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik umum
Kepala : Normochepali, deformitas (-) Mata : Konjungtiva palpebra anemis (-/-), sklera ikterus (-/-), pupil isokor, refleks pupil (+/+) THT : Rhinorhea (-), polip (-), othorea (-) Leher : Massa (-), pembesaran KGB (-) Thoraks Paru - Inspeksi : bentuk simetris, ukuran normal, pergerakan dinding dada simetris, pelebaran sela iga (-), retraksi sela iga (-), penggunaan otot bantu nafas (-) - Palpasi : pergerakan dan fremitus raba simetris - Perkusi : sonor pada kedua lapang paru - Auskultasi : vesikuler (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-) Jantung - Inspeksi : tak tampak iktus kordis - Palpasi : iktus kordis teraba - Perkusi :- batas kanan jantung : ICS II linea parasternal dekstra - batas kiri jantung : ICS V linea midklavikula sinistra - Auskultasi : S1S2 reguler, tunggal, murmur (-), gallop (-)

2/24/2014

Pemeriksaan Fisik
Abdomen - Inspeksi : kulit tampak normal, distensi (-), luka operasi (-) - Auskultasi : bising usus (+) normal - Perkusi : timpani pada semua lapang abdomen - Palpasi : nyeri tekan (-), hepar & lien tidak teraba
Extremitas Ekstremitas atas: akral hangat (+/+), edema (-/-), pembesaran KGB (-/-) Ekstremitas bawah: hangat (+/+), edema (-/-)

2/24/2014

Status Lokalis
Pemeriksaan/regio Mammae dekstra Mammae sinistra Inspeksi Warna kulit mammae sama seperti warna kulit sekitar, penebalan kulit mamae tidak ada, kedua payudara tampak simetris, tak tampak adanya massa, cekungan atau dimpling mamae tidak ada, retraksi atau cekungan papilla mammae tidak ada, arah papilla mammae menunjuk, pengeluaran discharge secara spontan tidak ada.

Palpasi

Tidak teraba massa. Papilla mamae elastis, pengeluaran

discharge tidak ada. Pembesaran KGB aksila (-)

Teraba sebuah massa pada kuadran superolateral, bentuk bulat lonjong, ukuran 1x2 cm, permukaannya licin, konsistensi lunak kenyal, mobile, berbatas jelas, nyeri tekan (-), ukuran 1 x 2 cm Papilla mamae elastis, pengeluaran discharge tidak ada. Pembesaran KGB aksila (-)

2/24/2014

2/24/2014

Resume
Nn. M, usia 23 tahun, mengeluh terdapat benjolan pada payudara kiri bagian samping kanan atas dan bagian tengah atas yang dirasakan 2 bulan yang lalu. Benjolan dirasakan tidak cepat membesar, nyeri (+) hilang timbul terutama pada saat pasien sedang haid. Dari pemeriksaan fisik, didapatkan adanya 1 buah massa pada payudara kiri. Massa terletak pada kuadran superolateral, dengan bentuk bulat lonjong, ukuran 1x2 cm, permukaan licin, konsistensi lunak kenyal, mobile, berbatas jelas, nyeri tekan (-). Papilla mamae normal, Pembesaran KGB aksila tidak ada.
2/24/2014 9

Diagnosis

Diagnosis
Fibroadenoma mammae sinistra

Diferensial diagnosis
Fibrokistik
2/24/2014 10

Rencana Terapi
Usulan pemeriksaan Rontgen Thorax Laboratorium darah Rencana terapi Eksisi

2/24/2014

11

Tatalaksana
Prosedur Operasi

Dilakukan pembiusan general anaesthesi Posisikan: Sendi bahu diabduksikan ke arah kranial. Lokasi tumor ditandai dengan spidol/betadine. Desinfeksi lapangan operasi: (dibawah klavikula), midsternal, linea aksilaris posterior, superior sela iga ke-8, dengan larutan desinfektan povidone iodine. Lapangan operasi dipersempit dengan duk steril. Dengan pisau dilakukan insisi periareolar sampai fasia superfisialis subkutan. Flap kulit diangkat keatas dengan bantuan klem atau hak, dengan gunting dilakukan undermining sepanjang fasia superfisial kearah lokasi tumor. Rawat perdarahan, lalu identifikasi tumor. Jepit jaringan sekitar tumor pada 3 tempat dengan kocher, lalu dilakukan eksisi tumor sesuai tuntunan kocher. Rawat perdarahan, dan jahit subkutan fat dengan plain cat gut 3.0. Jahit kulit dengan. prolene 4.0. Luka operasi ditutup dengan kasa betadine.
Perawatan post operasi Tirah baring & observasi tanda-tanda vital, infus RL:Frutrolit (2:1) 20 tetes per menit, analgetika dan antibiotika.
2/24/2014

diberikan

12

Tinjauan Pustaka

Definisi
Fibroadenoma adalah tumor jinak payudara dengan konsistensi padat yang terdiri dari stroma dan epitel (Norton, 2003). Fibroadenoma merupakan tumor jinak payudara yang umum terjadi pada wanita muda dan biasanya ditandai dengan adanya massa tunggal di payudara Hal ini dapat dianggap sebagai proses hiperplastik daripada neoplasma yang sesungguhnya.
2/24/2014 14

Epidemiologi
Wanita Remaja dewasa muda (NSW Breats Cancer Institute) wanita dengan usia 21-25 tahun, kurang dari 5% terjadi pada usia di atas 50, sedangkan prevalensinya lebih dari 9% populasi wanita terkena fibroadenoma. (Western Breast Services Alliance) wanita dengan umur antara 15 dan 25 tahun, dan lebih dari 15% wanita mengalami fibroadenoma. Fibroadenoma didapatkan dari 50% semua biopsi payudara dan hal ini meningkat mencapai 75% pada biopsi payudara wanita yang berumur < 20 tahun. fibroadenoma merupakan tumor jinak yang paling sering ditemukan pada wanita berusia < 30 tahun dengan puncak insiden pada usia 21-25 tahun (Norton, 2003).

2/24/2014

15

Faktor Resiko
Umur ketika menarche & umur ketika menopause Terapi hormonal? (kontrasepsi oral) Faktor genetik

2/24/2014

16

Patofisiologi
mutasi dalam DNA sel

Tumor terbentuk

Penimbunan mutasi di jaringan fibrosa dan jaringan epitel

gangguan pada nukleus sel (anaplasia)

proliferasi sel yang abnormal

2/24/2014

17

Patofisiologi
Fibroadenoma biasanya terjadi pada umur 15-25 tahun yaitu pada saat terjadinya penambahan struktur lobular pada sistem duktus payudara. Lobulus yang mengalami hiperplasia merupakan ciri histologis dari fibroadenoma. Analisis komponen selular dari fibroadenoma dengan polymerase chain reaction (PCR) menunjukkan adanya stroma dan sel epitel poliklonal, hal ini mendukung teori yang menyatakan bahwa fibroadenoma merupakan lesi hiperplastik yang dihubungkan dengan adanya kelainan dalam maturasi normal payudara dibandingkan dengan neoplasma yang sesungguhnya. Pola dari pertumbuhan stroma pada fibroadenoma tergantung dari komponen epitelialnya, aktivitas mitosis stroma lebih tinggi. Fibroadenoma distimulasi oleh estrogen dan progesteron, dan laktasi serta mengalami perubahan atrofi pada saat menopause. Beberapa fibroadenoma memiliki reseptor dan respon terhadap hormon pertumbuhan dan epidermal growth factors (EGF).

2/24/2014

18

Gejala Klinis
Fibroadenoma biasanya berupa massa berukuran 1-5 cm yang berbentuk bulat atau oval, elastis, relatif mudah digerakkan dan tidak nyeri. Dapat disertai nyeri (terutama menjelang menstruasi), biasanya berbatas tegas dengan konsistensi yang meningkat. Sering kepadatan dan ketegangan berkurang setelah menstruasi. Walaupun fibroadenoma dapat ditemukan pada seluruh kuadran payudara, namun lebih sering ditemukan pada kuadran atas lateral.

2/24/2014

19

Fibroadenoma Multipel
Dari 10-16% pasien dengan fibroadenoma multipel didapatkan 2-4 massa pada satu payudara yang dapat diketahui sejak dini ataupun setelah beberapa tahun kemudian. Berbeda dengan wanita yang memiliki fibroadenoma tunggal, sebagian besar pasien dengan fibroadenoma multipel memiliki riwayat keluarga yang memiliki tumor jenis ini. Telah dikemukan bahwa terdapat hubungan antara fibroadenoma multipel dan kontrasepsi oral.

2/24/2014

20

Giant Fibroadenoma dan Juvenile Fibroadenoma


Giant Fibroadenoma Fibroadenoma yang berukuran lebih besar yaitu lebih dari 5 cm (sekitar 4% dari keseluruhan Ditemukan pada wanita hamil maupun wanita yang sedang menyusui. Giant fibroadenoma merupakan tumor jinak yang tidak menjadi ganas. Juvenile Fibroadenoma Ditemukan pada perempuan remaja Pada wanita muda terjadi pada 0,5-2% dari semua fibroadenoma Massanya tumbuh dengan cepat Menyebabkan payudara menjadi tidak simetris, distorsi kulit, dan peregangan puting susu. Secara histologis, fibroadenoma ini terdiri dari banyak sel dan memiliki komponen lobulus yang lebih sedikit dibandingkan fibroadenoma tunggal.

2/24/2014

21

Pemeriksaan Fisik
INSPEKSI Bantu pasien mengatur posisi duduk menghadap ke depan, telanjang dada dengan kedua lengan rileks di sisi tubuh Mulai inspeksi ukuran, bentuk, dan kesimetrisan payudara. Payudara normalnya melingkar, agak simetris, dan dapat dideskripsikan kecil, sedang, dan besar Inspeksi warna, lesi, vaskularisasi, dan edema pada kulit payudara Inspeksi warna aerola. Aerola wanita hamil umumnya berwarna lebih gelap Inspeksi adanya penonjolan atau retraksi pada payudara dan puting susu akibat adanya skar atau lesi Inspeksi adanya lesi, ulkus, pergerakan atau pembengkakan pada puting susu. Amati juga posisi kedua puting susu yang normalnya mempunyai arah yang sama Inspeksi ketiak dan klavikula untuk mengetahui adanya pembengkakan atau tanda kemerah merahan.

2/24/2014

22

Pemeriksaan Fisik
PALPASI Lakukan palpasi di sekeliling puting susu untuk mengetahui adanya rabas. Bila ditemukan rabas, identifikasi sumber, jumlah, warna, konsistensi rabas tersebut, dan kaji adanya nyeri tekan Palpasi daerah klavikula dan ketiak terutama pada area nodus limfe Lakukan palpasi setiap payudara dengan teknik bimanual terutama untuk payudara yang berukuran besar. Caranya yaitu tekankan telapak tangan anda / tiga jari tengah ke permukaan payudara pada kuadran samping atas. Lakukan palpasi dinding dada dengan gerakan memutar dari tepi menuju aerola dan searah jarum jam Lakukan palpasi payudara sebelahnya Bila diperlukan, lakukan pula pengkajian dengan posisi pasien telentang dan diganjal bantal / selimut di bawah bahunya.

2/24/2014

23

Pemeriksaan Penunjang
USG Mammae Kriteria sonografi yang mendukung diagnosis fibroadenoma adalah adanya massa berbentuk bulat atau oval dengan permukaan yang lunak dan echo internal yang lemah dengan distribusi yang uniform dan atenuasi akustik sedang. Teknik ini berguna untuk membedakan lesi solid dan kistik. Kadangkadang hasil sonografi fibroadenoma dan kanker payudara hampir sama, sekitar 25% fibroadenoma memiliki tepi yang iregular yang mirip dengan lesi yang bersifat ganas.
2/24/2014 24

Pemeriksaan Penunjang
Mammography Terutama berperan pada payudara yang mempunyai jaringan lemak yang dominan serta jaringan fibroglanduler yang relatif sedikit. Penggunaan pada wanita muda jarang digunakan Pada gambaran mamografi, fibroadenoma tampak lembut, homogen, dan berupa nodul dengan batas tegas serta adanya kalsifikasi dengan permukaan kasar di lapisan lebih dalam. Keganasan dapat memberi tanda-tanda primer dan sekunder. Tanda primer berupa fibrosis reaktif, comet sign (Stelata), adanya perbedaan yang nyata anatara ukuran klinis dan radiologis, adanya mikroklasifikasi, adanya spikulae, dan distensi pada struktur arsitektur payudara. Tanda skunder berupa retraksi, penebalan kulit, bertambahnya vaskularisasi, perubahan posisi papila dan areola, adanya bridge of tumor, keadaan daerah tumor dan jaringan fibroglandular tidak teratur, infiltrasi dalam jaringan lunak di belakang mamma, dan adanya metastasis ke kelenjar (gambaran ini tidak khas)

2/24/2014

25

Pemeriksaan Penunjang
Fine needle aspiration (FNA) menjadi metode popular untuk evaluasi massa di payudara. Gambaran sitologik fibroadenoma adalah kumpulan dari sel spindel tanpa sel radang dan sel lemak. Gambaran ini ditemukan pada 93% dari semua kasus; bentuk sel yang uniform dan sitoplasma yang tersusun seperti honey comb sheets ditemukan pada 95% dari seluruh kasus fibroadenoma. FNA dapat digunakan sebagai penunjang dari diagnosis secara klinis. FNA memiliki sensitivitas 86% dan spesifitas 76% dan pada kanker payudara, sensitivitas FNA 96% dan spesifitas 98%.

Biopsi Aspirasi Jarum Halus


2/24/2014 26

Diagnosis

Pemeriksaan fisik
Mammography / USG

FNA

Diagnosis Kerja
2/24/2014 27

Tatalaksana

Penatalaksanaan Fibroadenoma pada Wanita Berusia < 35 Tahun


2/24/2014 28

Tatalaksana

Penatalaksanaan Fibroadenoma pada Wanita Berusia > 35 Tahun


2/24/2014 29

Terapi

Operatif:

eksisi

tumor

2/24/2014

30

Pencegahan
Pencegahan dan deteksi dini Faktor-faktor resiko (onkogen, riwayat keluarga, umur, pengambilan hormon, obat kesuburan) Pemerikasaan payudara sendiri (SADARI) Pemeriksaan klinik berkala Mammografi atau USG Mammae untuk screening Melaporkan tanda dan gejala pada sumber/ahli untuk mendapat perawatan
2/24/2014 31

Komplikasi
Komplikasi FAM meliputi : Dampak psikologi Mengganggu aktivitas Tumor jinak menjadi ganas (Cystosarcoma Phylloides) Metastase ke jaringan organ lain

2/24/2014

32

Daftar Pustaka
1. Doherty, Gerard M. 2009. Current Diagnosis & Treatment Surgery 13 Edition. USA: Mc Graw-Hill Companies. 2. Norton, J.A. 2003. Essential Practice of Surgery: Basic Science and Clinical Evidence. New York: Springer. 3. Sander, M.A. 2007. Atlas Berwarna Patologi Anatomi Jilid 2. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 4. Greenberg, Ron et al. 1998. Management of Breast Fibroadenomas. Available from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1497021/pdf/jgi_188.pdf. (Accessed: 21 February 2014) 5. Robbins & Kumar, (2002), Basic Pathology, Part I II, Edition 6, W.B. Saunders Company, Philadelphia. 6. Abdulmuthalib.2007. Prinsip Dasar Terap iSistemik Pada Kanker.Dalam buku Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: FKUI 7. Joyce & Esther, (2007), Medical Surgical Nursing : Clinical Management for Continuity of Care, Edition 5, W.B. Saunders Company, Philadelphia.
2/24/2014 33

Anda mungkin juga menyukai