Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

Polip hidung merupakan penyakit inflamasi kronis yang terjadi pada membrane mukosa hidung dan sinus paranasal, dengan karakteristik masa edem lunak yang membentuk massa bertangkai dengan tangkai yang ramping atau lebar. Angka kejadian dari polip hidung inimencapai 1-4 % dari total seluruh populasi di dunia

BATASAN MASALAH
Refrat ini membahas mengenai definisi , epidemiologi, etiologi, patogenesis, manifestasi klinis, diagnosis serta tatalaksana dari polip hidung

TUJUAN PENULISAN
Untuk mengetahui definisi , epidemiologi, etiologi, patogenesis, manifestasi klinis, diagnosis serta tatalaksana dari Polip Hidung, dan sebagai syarat mengikuti kepaniteraan klinik di bagian Telinga Hidung Tenggorok di RS Ahcmad Mochtar Bukittinggi

MANFAAT PENULISAN
Diharapkan bermanfaat dalam memberi informasi, pengetahuan Telinga Hidung Tenggorok , khususnya mengenai Polip Hidung

ANATOMI HIDUNG
Hidung luar berbentuk piramid dengan bagian-bagiannya dari atas ke bawah : -pangkal hidung -dorsum nasi -puncak hidung -alanasi -konumela -lubang hidung / nares anterior

KERANGKA TULANG & TULANG RAWAN

Rongga hidung berbentuk terowongan dari depan ke belakang, dipisahkan oleh septum nasi dibagian tengahnya. Lubang cavum nasi bagian depan disebut nares anterior dan lubang belakang disebut nares posterior (koana) yang menghubungkan cavum nasu dengan nasofaring

Pada dinding lataral terdapat 4 buah konkka yaitu : konka inferior, media, superior, dan suprema Diantara konkka-konkka dan dinding lateral hidung terdapat rongga sempit yang disebut meatus, ada 3 meatus yaitu : meatus inferior, medius dan superior

FISIOLOGI HIDUNG
Kompleks osteomeatal (KOM) merupakan unit fungsional yang merupakan tempat ventilasi dan drainase dari sinus-sinus anterior. karena fungsinya tersebut maka apabila terjadi obstruksi pada celah sempit ini akan menyebabkan perubahan yang signifikan pada sinus-sinus terkait

FUNGSI HIDUNG
Beberapa fungsi hidung antara lain : 1. fungsi respirasi : untuk mengatur kondisi udara, penyaring udara, humidifikasi, penyeimbang dalam pertukaran tekanan dan mekanisme immunologi