Anda di halaman 1dari 43

Abortus Habitualis

Nur Akbaryan A

Latar Belakang

Abortus merupakan masalah kesehatan masyarakat karena memberikan dampak pada kesakitan dan kematian ibu. Penelitian di Amerika, 15 % kehamilan secara klinis didiagnosa mengalami abortus. ,! % dari keseluruhan abortus merupakan abortus berulang. Angka ke"adian di #ndonesia $$$ #n%eksi merupakan salah satu %aktor penyebab ter"adinya abortus berulang. #n%eksi &'()H pada saat hamil dapat menyebabkan keguguran spontan, maupun kelainan pertumbuhan pada bayinya Pada re%erat ini penulis akan mencoba menelaah secara studi literatur mengenai hubungan in%eksi &'()H terhadap ke"adian abortus berulang.

*e%inisi
Abortus

Habitualis +

Abortus spontan yang ter"adi tiga kali atau lebih berturut,turut, dengan usia kehamilan - minggu atau kurang, dan berat %etus kurang dari 5-gram

.tiologi

)hromosomal Abnormalities Anatomic abnormalities .ndocrinologic %actors #n%ectious etiologies &hrombotic etiologies .n/ironmental etiologies #mmunologic etiologies 0ne1plained %actors

.tiologi 2 )hromosomal Abnormalities

2 3% dari keseluruhan abortus habitualis resiko 55 lipat mengalami abortus habitualis

4empunyai Balanced

reciprocal translocations 5-%6 (obertsonian translocations 3%6 5 chromosome mosaicism 738, 559: 1 %. penting dilakukan pada pasien dengan abortus habitualis

;aryotype

.tiologi 2 Anatomic Abnormalities

15 % pasien abortus habitualis memiliki kelainan pada uterus, baik congenital maupun didapat. )ongenital uterine anomaly + 4ullerian anomaly, uterine septum, ca/um uterus yang kecil. Perlekatan intrauterine + Asherman syndrome &umor + 4yoma, polyp (eproducti/e tract anomaly + #ncompetency cer/i1. *eteksi + 0<=, hysteroscopy, hysterosalpingography 7H<=:

.tiologi 2 .ndocrinologic .tiologies


18

, - % penyebab abortus berulang.

Luteal

phase de%ect 7LP*:, polycystic o/arian syndrome 7P)'<:, diabetes mellitus, thyroid disease, and hyperprolactinemia. + &hyroid,stimulating hormone 7&<H:, insulin resistance testing, o/arian reser/e testing, serum prolactin, antithyroid antibody testing, luteal phase endometrial biopsies.

./aluasi

.tiologi 2 =angguan &rombotik


=angguan

trombotik berasal dari ketidakseimbangan antara "alur pembekuan dan antikoagulan terseing adalah mutasi pada %aktor > Leiden, mutation in the promoter region o% the prothrombin gene, and mutations in the gene encoding methylene tetrahydro%olate reductase 74&H?(:. antara abortus berulang dan thrombophilias yang berulang didasarkan pada teori bah@a gangguan perkembangan dan gangguan pada /ena dan A atau trombosis arteri plasenta dapat menyebabkan keguguran. studi maka hubungan antara thrombophilias dan keguguran pada usia kehamilan lebih dari 1- minggu lebih besar dibandingkan dengan keguguran yang ter"adi sebelum 1- minggu kehamilan

Penyebab

Hubungan

Berdasarkan

.tiologi 2 ?aktor Lingkungan

Peningkatan risiko ketika minum lebih dari B botol per minggu dikonsumsi selama trimester pertama atau lebih dari 5 gelas per pekan yang dikonsumsi selama kehamilan . merokok dapat meningkatkan risiko aborsi spontan didasarkan pada konsumsi nikotin, suatu /asokonstriktor kuat yang akan berakibat mengganggu aliran darah plasenta menu"u rahim. ;onsumsi B sampai 5 cangkir kopi per hari, dapat meningkatkan risiko keguguran spontan.

.tiologi 2 ?aktor #munologis


<atu

gangguan autoimun tertentu yaitu anti phospolipid syndrome7AP<: telah "elas dikaitkan dengan banyak orang dengan ri@ayat abortus berulang. golongan darah A, B, ', dan inkompatibilitas (h dapat menyebabkan abortus berulang.

#nkomtabilitas

.tiologi 2 ?aktor Psikologis dan Nutrisi


&erdapat Canita

hubungan antara abortus berulang dan keadaan mental.

yang belum matang secara emosional, dan sangat mengkha@atirkan risiko kehamilan, begitu pula @anita yang sehari, hari bergaul dalam dunia pria dan menganggap kehamilan suatu beban yang berat. yang mengganggu persediaan Dat,Dat makanan untuk "anin yang edang tumbuh dapat menyebabkan abortus.

Penyakit,penyakit

.tiologi , #n%ectious etiologies


<angat #n%eksi

"arang , -,5 , 5 % penyebab abortus habitualis.

tertentu, termasuk Listeria monocytogenes, &o1oplasma gondii, rubella, herpes simple1 /irus 7H<>:, campak, cytomegalo/irus, dan co1sackie, diketahui atau diduga memainkan peran keguguran spontan. sebagian besar adalah peristi@a yang terisolasi, tampak bah@a ada peran terbatas untuk in%eksi sebagai %aktor penyebab abortus berulang. yang terkait dengan )hlamydia dan bacterial /aginosis $$ ./aluasi sebelum kehamilan $$

Calaupun

#n%eksi

&'()H

&'()H
TORCH

adalah singkatan dari Toxoplasma gondii (Toxo), Rubella, Cyto Megalo Virus (CMV),Herpes Simplex Virus (HSV) yang terdiri dari HSV1 dan HSV2 serta kemungkinan oleh /irus lain yang dampak klinisnya lebih terbatas 74isalnya 4easles, >aricella, .cho/irus, 4umps, /irus >accinia, /irus Polio, dan /irus )o1sackie,B:

&o1oplasma =ondii
&o1oplasmosis

adalah penyakit in%eksi oleh parasit yang disebabkan oleh &o1oplasma gondii yang dapat menimbulkan radang pada kulit, kelen"ar getah bening, "antung, paru, ,mata, otak, dan selaput otak

&o1oplasmosis =ondii

&o1oplasma =ondii 2 *ampak ;ehamilan


Angka (esiko

ke"adian in%eksi primer dalam kehamilan kira kira 1 + 1---. dalam kehamilan.

penularan terhadap "anin pada trimester # E 15% 6 pada trimester ## E 5% dan pada trimester ### E !5%. dera"at in%eksi terhadap "anin paling berat adalah bila in%eksi ter"adi pada trimester # . klasik toksoplasma berupa +

Namun

&rias

Hidrosepalus ;alsi%ikasi intrakranial ;orioretinitis

&o1oplasma =ondii , *iagnosis


=old

standard <abin,?eldman dye test, tersering di #ndonesia + serologis

&o1oplasma =ondii , *iagnosis

&o1oplasma =ondii , Pencegahan

*aging yang akan dikonsumsi hendaknya daging yang sudah dimasak pada suhu 15-F? 7!!F): sekitar 1menit,sedangkan pada daging yang dibekukan mengurangi in%ekti/itas parasit tetapi tidak membunuh parasit. #bu hamil yang belum diketahui telah mempunya antibodi terhadap to1oplasma gondi, dian"urkan untuk tidak kontak dengan kucing dan tidak membersihkan tempat sampah. Pakailah sarung tangan karet dan cucilah tangan selallu setelah beker"a dan sebelum makan. Apabila memelihara kucing, maka sebaiknya kucing diberikan makanan kering, makanan kaleng atau makanan yang telah dimasak dengan baik dan "angan biarkan membru makanan sendiri. A@asi kucing liar, "angan biarkan kucing tersebut membuang kotoran ditempat bermain anak,anak

&o1oplasma =ondii , &erapi

(ubella
(ubella

7 =erman 4easles : disebabkan oleh in%eksi single 2 stranded (NA toga/irus yang. penularan + respiratory droplet 7sistem perna%asan:.

)ara

#n%eksi

/irus ini sangat menular dan periode inkubasi berkisar antara 2 B minggu

(ubella
Biasanya

ter"adi demam ringan, sakit kepala, rasa lelah dan perasaan tidak karuan, sakit tenggorokan, batuk tidak berge"ala

B-,5-% (uam

akan timbul sekitar 1!,1G hari setelah terpapar

(ubella , *iagnosis
*iagnosa

ditegakkan melalui pemeriksaan serologi. *iagnosa ditegakkan dengan adanya peningkatan titer 4 ali lipat dari hemagglutination,inhibiting 7HA#: antibody dari dua serum yang diperoleh dua kali selang @aktu minggu atau setelah adanya #g4 (ubella "uga dapat ditegakkan melalui biakan dan isolasi /irus pada %ase akut. #g4 dalam darah talipusat atau #g= pada neonatus atau bayi ! bulan mendukung diagnosa in%eksi (ubella

*iagnosa

*itemukannya

(ubella , *iagnosis

!gM

!gM akan cepat memberi respon setelah muncul ,B hari keluar ruam dan kemudian akan menurun dan hilang dalam @aktu 3 2 G minggu ini merupakan kadar puncak. *apat dideteksi pada B , G minggu. 4enetap hingga ! , 1 bulan

!g"

&erdeteksi 5 , 1- hari setelah ruam 7bisa lebih a@al: ;adar puncak dicapai sekitar 15 , B- hari 4enurun perlahan sampai beberapa tahun hingga mencapai titer rendah dan konstan

(ubella 2 *ampak ;ehamilan


#n%eksi yang ter"adi pada trimester # memberikan dampak besar terhadap "anin. #n%eksi %etal +

&idak berdampak terhadap bayi dan "anin dilahirkan dalam keadaan normal Abortus spontan <indroma (ubella kongenital

#n%eksi pada trimester # berdampak ter"adinya sindroma rubella kongenital sebesar 5% 7 5-% resiko ter"adi pada 3 minggu pertama :, resiko sindroma rubella kongenital turun men"adi 1% bila in%eksi ter"adi pada trimester ## dan ###

(ubella 2 *ampak ;ehamilan


SINDROMA RUBELLA KONGENITAL : Intra uterine growth retardation simetrik Gangguan pendengaran Kelainan antung :PDA (Patent Ductus Arteriosus) dan

hiplasia arteri pulmonalis Gangguan Mata : Katarak Retinopati Mikroptalmia !epato"pleno#egali Gangguan "i"te# "ara$ pu"at : Mikrosepalus Panensepalus Kalsifikasi otak Retardasi psikomotor !epatiti" Tro#%o"itopeni& purpura

)ytomegalo/irus
)ytomegalo/irus )ara

adalah /irus *NA /irus.

penularan + respiratory droplet, tran%usi darah, transplantasi organ , kontak seksual, air susu , air seni dan air liur 6 transplansental atau kontak langsung saat "anin mele@ati "alan lahir pada persalinan per/aginam. ! mgA;gBBAdosis #> drip dalam 1 "am, diberikan setiap 1 "am selama ! minggu

Gancyclovir

)ytomegalo/irus 2 *ampak ;ehamilan


)4>

adalah in%eksi /irus kongenital yang utama di 0< dan mengenai -.5 2 .5 % bayi lahir hidup. plasenta dapat berlangsung dengan atau tanpa in%eksi terhadap "anin dan in%eksi pada neonatus dapat ter"adi pada ibu yang asimptomatik. 1-, -% nenonatus yang terin%eksi + Hidrop non imune, ;orioretinitis, 4ikrosepali, ;alsi%ikasi serebral, Hepatosplenomegali, Hidrosepalus. 2 H-% nenonatus asimtomatik + (etardasi mental, =angguan /isual, =angguan perkembangan psikomotor

#n%eksi

Pada

G-

)ytomegalo/irus , *iagnosis
>irus &es

dapat di isolasi dari biakan urine atau biakan berbagai cairan atau "aringan tubuh lain

serologis mungkin ter"adi peningkatan !gM yang mencapai kadar puncak B 2 ! bulan pasca in%eksi dan bertahan sampai 12 tahun kemudian. meningkat secara cepat dan bertahan seumur hidup

#g=

4asalah dari interpretasi tes serologi adalah +


;enaikan !gM yang membutuhkan @aktu lama menyulitkan penentuan saat in%eksi yang tepat Angka negati% palsu yang mencapai -% Adanya !g" tidak menyingkirkan kemungkinan adanya in%eksi yang persisten

Herpes <impleks
Herpes Lesi

=enitalis disebabkan oleh /irus herpes simple1 2 H<> tipe 1 dan .

a@al berupa pembentukan erupsi /esikular atau ulserasi yang akut dan diikuti dengan penyembuhan secara spontan . mengalami pen"alaran melalui ner/us sensorik peri%er kedalam ganglion dorsal dan tetap tinggal dalam %ase istirahat7masa laten:, reakti/asi akan menyebabkan timbulnya lesi ulangan dan memiliki potensi penularan. diagnosa utama adalah kultur /irus pada ulkus

H<>

4etode

Herpes <impleks , &erapi


Herpes

primer dan episode in#e si pertama ali

'bat anti/irus untuk menurunkan berat dan lamanya ge"ala. 'bat ini tidak dapat mencegah latensi sehingga tidak dapat mencegah serangan ulang (egimen + Acyclo/ir B dd -- mg selama 5 hari 7 untuk ibu hamil dan menyusui: ?amcyclo/ir B dd 5- mg selama 5 hari >alciclo/ir dd 5-- mg selama 5 hari

Herpes <impleks , &erapi


Herpes

"enital Re uren

(ekurensi bersi%at Isel% limitingJ dengan terapi suporti% *osis + Acyclo/ir 5 dd -- mg selama 5 hari ?amciclo/ir dd 1 5 mg selama 5 hari

>alaciclo/ir 1 dd 5-- mg selama 5 hari

<iapa yang Perlu Periksa <erologis &'()H $


Canita Bayi

yang akan hamil 7idealnya: @anita yang baru/sedang hamil

baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil yang diduga terin%eksi.

Penderita *onor

darah atau organ organ transplantasi

(esipien

.tiologi , #n%ectious etiologies

;ehamilan #n%eksi +

;ehamilan + penurunan %ungsi kekebalan yang bersi%at Icell mediatedJ #n%eksi /irus pada @anita hamil akan memperlihatkan ge"ala yang lebih berat dibanding tidak hamil 7 in%eksi poliomyelitis, cacar air A chicken po1 : <istem kekebalan yang masih belum matang pada "anin akan menyebabkan "anin atau neonatus lebih rentan terhadap komplikasi yang diakibatkan in%eksi /irus

?aktor ibu yang mungkin berperan dalam risiko aborsi +


1. Paparan utama selama a@al kehamilan . ;emampuan organisme untuk menyebabkan in%eksi plasenta B. Perkembangan dari kumanA/irus pathogen 3. #mmunocompromise.

.tiologi , #n%ectious etiologies


Hipotesa

in%eksi sehingga menyebabkan abortus +

71: direct in%ection o% the uterus, %etus, or placenta 7 : placental insu%%iciency 7B: chronic endometritis or endocer/icitis 73: amnionitis 75: in%ected intrauterine de/ice

Penatalaksanaan Abortus Habitualis


Anamnesis Hal,hal

dan pemeriksaan %isik abortus

yang perlu die/aluasi +

<iapkan silsilah tiga generasi kedua pasangan dan lengkapi ri@ayat reproduksi menyeluruh 7termasuk in%ormasi patologis dan kariotipe dari abortus sebelumnya:. Lakukan pemeriksaan kariotipe kedua orangtua. ;er"akan histerosal%ingogram, histereskopi atau laparoskopi untuk menyingkirkan diagnosis kelainan anatomis saluran reproduksi. Lakukan pemeriksaan laboratorium untuk &B, &3, &<H, skrining kelainan glukosa 71 atau setelah makan:, <4A dan antibodi antinuklear atau antibodi *NA rantai ganda. (encanakan pemeriksaan skrining imunoligis untuk edua orangtua. *e@asa ini meliputi pencitraan HLA,A, HLA,B dan trans%erin ). konsultasi imunolgis "uga mungkin berguna. ;er"akan biopsi endometrium dalam %ase luteal atau dapatkan kadar progesteron serum untuk menilai korpus luteum atau lakukan keduanya. Lakukan skrinning terhadap adanya in%eksi ser/iks atau "aringan endometrium dengan biakan Listeria monositogenes, Klamidia, Mikoplasma, U. Urealitikum, Neisseria gonorrheae, sitomegalo/irus, herpes simpleks dan titer serum untuk Treponema pallidum, Brusela abortus dan Toksoplasma gondii "am

Penatalaksanaan Abortus Habitualis

&erapi harus dipandu oleh pemeriksaan diagnostik +

;esalahan genetik. Prtimbangkan inseminasi buatan dengan donor atau %ertilisasi in /itro dengan donor sel telur atau sperma ;elainan anatomis sistem reproduksi. ;er"akan operasi uterus 7misal, prosedur Kones, &ompkins, <trassman, 4iomektomi:, pemasangan cincin ser/i1 7abdominal atau /aginal: atau rekonstruksi ser/i1. ;elainan hormonal. Kika ter"adi de%isiensi hormon, berikan tiroid, progesteron, klomi%en sitrat. #n%eksi. Berikan antibiotika yang tepat. ?aktor imunologis. Nilai kebutuhan pemberian lim%osit ayah yang peri%ikasi untuk mengatasi antibodi penghambat 7hanya diker"akan di pusat kesehatan yang secara teratur menggunakan terapi ini: Hitung darah lengkap, dan penentuan golongan darah harus dilakukan

Penatalaksanaan Abortus Habitualis

Prognosis
Apabila

seorang @anita pernah melahirkan bayi hidup, risiko untuk setiap abortus rekuren adalah B-%. @anita belum pernah melhairkan bayi hidup dan pernah mengalami paling sedikit satu kali abortus spontan, risiko abortus adalah 3!%. dengan abortus spontan tiga kali atau lebih berisiko lebih besar mengalami pelahiran preterm, plasenta pre/ia, presentasi bokong, dan mal%ormasi "anin pada kehamilan berikutnya

Apabila

Canita

;esimpulan

Abortus habitualis adalah abortus yang ter"adi tiga kali atau lebih abortus spontan yang ter"adi berturut,turut. .tiologi dari abotus habitualis adalah kelainan %aktor genetik, kelainan anatomis, gangguan hormonal dan nutrisi, %aktor trombotik, %aktor imunologis, penyakit in%eksi, %aktor lingkungan, dan %aktor psikologis ?aktor ibu yang mungkin berperan dalam risiko aborsi akibat in%eksi adalah sebagai berikut+ 1. Paparan utama selama a@al kehamilan6 . ;emampuan organisme untuk menyebabkan in%eksi plasenta6 B. Perkembangan dari kumanA/irus pathogen 3. #mmunocompromise. Hubungan in%eksi &'()H terhadap abortus berulang secara e/idence based belum diketahui. &etapi pemeriksaan laboratoris terhadap in%eksi &'()H tetap merupakan pemeriksaan sebelum kehamilan yang penting untuk menghindari akibat buruk yang ditimbulkan karena in%eksi &'()H.