Anda di halaman 1dari 32

PEMICU 4 GIGIKU YANG MALANG KELOMPOK 6

PERTANYAAN 1
Jelaskan diagnosis kasus tersebut secara lengkap beserta alasannya.

PERIODONTITIS AGRESIF GENERALISATA


> Kecepatan perkembangan penyakit telihat pada individu yang sehat >Tidak banyak akumulasi plak dan kalkulus >Bisa terjadi pada pasien decade ketiga

>Lokasinya pada molar satu insisivus dengan kehilangan perlekatan bagian proksimal sekurang-kurangnya 2 gigi permanen

>Terjadi pendarahan secara spontan atau dengan stimulus ringan >Respon jaringan pada tahap destruktif >Terjadi kehilangan perlekatan dan kehilangan tulang yang aktif

PERTANYAAN 2

Jelaskan pemerikasaan apa saja yang diperlukan untuk menegakkan diagnosa kasus tersebut!

ANAMNESA

PEMERIKSAAN INTRA ORAL

PEMERIKSAAN EKSTRA ORAL

PEMERIKSAAN KESIHATAN

Riwayat medis Riwayat kesehatan gigi

PEMERIKSAAN JARINGAN PERIODONTAL

PEMERIKSAN RADIOGRAFI

Warna bentuk dan konsistensi gingiva Kedalaman poket Pendarahan dan eksudasi purulen

Morfologi & panjang akar Perbandingan mahkota Kalkulus Resorpsi akar

PERTANYAAN 3
Jelaskan etiologi terjadinya kasus tersebut!

FAKTOR ETIOLOGI PRIMER

Plak dental/plak bakteri Merupakan deposit lunak yang membentuk biofilm yang menumpuk ke permukaan gigi
Actinobacillus actinomycetemcomitans ,Capnocyto phaga spp. Porphyromonas gingivalis, Prevotella intermedia.

FAKTOR PREDISPOSI

Genetik Kelemahan sistem imun- tidak mampu memfagositosis bakteri

PERTANYAAN 4

Jelaskan pathogenesis kasus tersebut!

PATOGENESIS
Invasi
Masuknya/invasi bakteri atau produk bakteri ke jaringan periodontal diperkirakan penting bagi proses terjadinya penyakit. Studi klinis menunjukkan bahwa Actinobacillus actinomycetemcomitans dapat melakukan penetrasi ke epitel gingiva.

Memproduksi toksin

Actinobacillus actinomycetemcomitans dan Campylobacter rectus memproduksi leukotoksin yang dapat membunuh netrofil dan monosit.

Dinding bakteri gram negatif mengandung lipopolisakarida (LPS, endotoksin) yang mana dikeluarkan setelah bakteri mati. Selain sebagai pencetus terjadinya proses Peran unsur sel/substansi sel inflamasi, LPS juga dapat menyebabkan nekrosis jaringan.

Bakteri plak memproduksi enzim yang turut berperan pada penyakit periodontal. Enzim tersebut antara lain yaitu kolagenase, hialuronidase, gelatinase, aminopeptidase, pospolifase, dan posfatase basa dan asam. Actinobacillus actinomycetemcomitans memproduksi enzim kolagenase yang dapat merusak kolagen tipe 1. Hal ini dapat mendorong terjadinya Memproduksi enzim degradasi kolagen dan gangguan pada jaringan ikat periodontal. Porphyromonas gingivalis memproduksi beberapa faktor virulensi termasuk kolagenase, endotoksin, fibrinolisin, posfolipase. Untuk dapat bertahan di lingkungan periodontal, bakteri harus mampu menetralisir atau menghindar dari mekanisme pejamu untuk menyingkirkan dan membunuh bakteri. Sejumlah mekanisme yang dimiliki patogen periodontal dalam menghindar atau menghancurkan pertahanan pejamu, meliputi: Menghindar dari pertahanan pejamu
a. Penghancuran langsung polimorponuklear leukosit (PMN) dan makropag. b. Menghambat kemotaksis polimorfonuklear leukosit (PMN). c. Degradasi imunoglobulin. d. Memodulasi fungsi sitokin. e. Degradasi fibrin. f. Mengubah fungsi limposit.

Proses destruksi jaringan yang terjadi merupakan akibat dari interaksi bakteri atau substansi bakteri dengan sel pejamu, yang mana secara langsung maupun tidak langsung mengarah kepada degradasi jaringan periodontal.

PERTANYAAN 5

Interpretasikan gambaran radiografi kasus tersebut!

Pada gigi 11&12 terdapat abses dan resorpsi tulang secara vertikal Crest tulang alveolarnya tidak kelihatan lagi Lamina duanya tidak kelihatan Pengisian saluran akar yang baik

Pada gigi 44&45 terdapat tambalan kelas 1 Terdapat kehilangan tulang secara vertikal Lamina dura dan crest alveolarnya tidak terlihat

Pada gigi 14&15 terlihat adanya kehilangan tulang secara vertikal Space periodontal semakin melebar

Pada distal dari gigi 35, terdapat kehilangan tulang secara vertikal Lamina dura kelihatan terputus-putus

PERTANYAAN 6

Jelaskan jenis radiografi apa yang tepat untuk mendukung diagnosis dari kasus tersebut!

Panaromic- Untuk melihat secara menyeluruh gigi mana yang telah kehilangan perlekatan Periapikal- Radiografi periapikal ini dapat membantu untuk menyaring proses patologi yang tidak terdeteksi pada gigi dan tulang alveolar di sekitarnya

PERTANYAAN 7
Jelaskan jenis-jenis poket dan jenis poket manakah yang terbentuk pada 24, 25, 34, 35, 44, 45 berserta alasannya!

Secara garis besar terdapat dua jenis poket:


Gingival pocket/relative pocket/pseudo pocket
Poket ini dibentuk karena gingival enlargement tanpa kerusakan periodontal

Periodontal pocket/absolute pocket/true pocket


Merupakan bentuk patologis dari sulkus gingiva yang mendalam Poket ini terjadi dengan kerusakan jaringan pendukung periodontal

Poket periodontal dapat dibagi menjadi dua yaitu:

Dapat juga dibagi atas jumlah permukaan yang terkena:

Simple Pocket: hanya mengenai 1 permukaan gigi Compound Pocket: poket yang hanya mengenai 1 atau
lebih permukaan gigi, dimana besar poket berhubungan langsung dengan marginal gingiva masing-masing permukaan yang terkena poket

Complex pocket: berasal dari satu permukaan gigi dan


sekeliling meliputi 1 atau > permukaan tambahan. Hubungannya dengan permukaan giniva adalah pada permukaan gingiva dimana dasar poket tersebut berada

Pocket yang terjadi pada gigi 24,25,34,35,44,45 adalah poket periodontal tipe infraboni karena kedalaman poket yang besar yaitu 615mm dan terdapat kehilangan tulang secara vertikal.

PERTANYAAN 8
Jelaskan tahapan rencana perawatan yang harus dilakukan pada pasien tersebut!

Fase Preliminari Pencabutan gigi Pemasangan gigi tiruan sementara

Terapi fase I (fase etiotropik) Penskeleran dan penyerutan akar Terapi antimikrobial Pensplinan provisional

Terapi fase II (fase bedah) Mengeliminasi poket periodontal Bedah flep

Pemasangan protesa

Restorasi final

Kunjungan berkala

Plak dan kalkulus

PERTANYAAN 9
Jelaskan jenis-jenis antibiotika dan dosis yang digunakan pada penyakit periodontal ! Apakah pada kasus tersebut perlu diberikan antibiotika? Jelaskan alasannya!

Dalam proses perawatan pada penyakit periodontal ada beberapa jenis antibiotik yang dipakai misalnya pil yang diminum selama 7-10 hari, gel yang disuntikkan di bawah gusi biasanya mengandung doksiklin, Chip yang ditanamkan di bawah gusi biasanya mengandung klorheksidin, bubuk yang disemprotkan di bawah gusi mengandung minosiklin. Pemberian antibiotic pada penyakit periodontal biasanya selalu dikombinasikan dengan pemakaian antiseptic. Kedua proses ini disebut antimicrobial therapy.

Pada kasus ini perlu diberikan antibiotika pada pasien tersebut untuk mengatasi infeksi yang melibatkan bakteri berspektrum luas. Kombinasi amoksisilin dan metranidazole dapat diberikan pada pasien ini dengan dosis 375mg amoksisilin ditambah 250mg metronidazole 3 kali sehari selama 7 hari atau 500mg amoksisilin ditambah 250mg metronidazole 3 kali sehari selama 7 hari. Dalam kombinasi ini metronidazole dicerna di dalam hati dimana terdapat hydroxymetabolite yang sangat efektif dari obat tersebut diproduksi dan amoksisilin bertindak sinergis pada A.actinomycetemcomitans, Porphyromonas gingivalis, Treponema denticola, Treponema forsythia. Selain itu, Prevotella intermedia dan Fusobacterium nucleatum menunjukkan respon terhadap kombinasi ini.

PERTANYAAN 10
Jelaskan instruksi kontrol plak yg harus diberikan pada pasien ini!

Tahap I : Motivasi
Motivasi untuk melakukan plak kontrol secara efektif adalah bagian yang paling kritis yang paling sulit untuk kesuksesan jangka panjang dari terapi periodontal. Maka perlu agar pasien mengikuti usaha usaha : Pemahaman: tentang konsep pengertian dan patogenesis, perawatan dan pencegahan penyakit periodontal Perubahan habit / Kebiasaan: menerima aturan-aturan untuk melakukan plak kontrol sendiri setiap hari. Perubahan perilaku: penyesuaian keyakinan dan praktek terhadap kebiasaan oral hygiene yang baru dengan tujuan untuk membiasakan kebiasaan baru tersebut dalam memelihara kebersihan mulut.

Tahap II : Penyuluhan
Pentingnya menyikat gigi untuk pencegahan dan pengobatan. Banyak pasien berpikir bahwa menyikat gigi hanya dalam rangka penghilangan sisa makanan dan pencegahan karies, pencegahan dan perawatan penyakit perio dontal jarang diketahui dan selanjutnya hal itu yang harus dijelaskan.

Tahap III: Peragaan


Peragaan cara-cara pembersihan mulut merupakan langkah yang banyak menyita waktu. Cara-cara pembersihan mulut tidak cukup bila hanya berupa peragaan kepada pasien, melainkan harus disertai latihan oleh pasien sendiri. Setelah kepada pasien diberikan peragaan pada model mengenai teknik berbagai cara pembersihan, pasien harus berlatih secara langsung di bawah pengawasan dokter gigi. Setiap kesalahan yang dilakukan oleh pasien harus dikoreksi. Pada setiap sesi, pasien diminta untuk mengemukakan pengalamannya dengan teknik-teknik pembersihan yang diajarkan. Selain itu, pada setiap sesi pasien harus memperagakan pada mulutnya cara-cara pembersihan yang telah diajarkan.