Anda di halaman 1dari 120

INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS)

WILLIAM 406090108 Universitas Tarumanagara

Dulu : Penyakit Kelamin (Veneral Disease)

Sexual Transmitted Disease (STD)


Penyakit Menular Seksual (PMS)

Sejak 1998 Sexual Transmitted Infections (STI) Infeksi Menular Seksual (IMS)

DEFINISI IMS

Penyakit yang menyerang manusia dan binatang melalui transmisi hubungan seksual, seks oral, dan seks anal. IMS dapat juga ditularkan melalui jarum suntik dan juga kelahiran dan menyusui. Lebih beresiko bila melakukan hubungan seksual dengan bergantiganti pasangan.

Wanita lebih beresiko untuk terkena IMS lebih besar daripada laki-laki sebab wanita mempunyai alat reproduksi yang lebih rentan. Gejala IMS pada mudah dikenali, dirasakan. laki-laki dilihat, lebih dan besar dapat

Pada perempuan sebagian gejalanya hampir tak dirasakan.

Pengaruh IMS terhadap reproduksi :

Kemandulan / infertilitas
Kecacatan (janin) Gangguan kehamilan (abortus)

Gangguan pertumbuhan
Kanker (herpes, condiloma, HIV) Kematian (ibu ataupun janin)

GEJALA UMUM IMS


-

Gejala umum IMS pada laki-laki : Bintik-bintik berisi cairan, borok, atau lecet pada daerah sekitar kelamin. Luka tidak sakit, keras dan berwarna merah pada sekitar daerah kelamin. Adanya kutil yang tumbuh seperti jengger ayam. Rasa gatal yang sangat hebat di sekitar kelamin. Sakit luar biasa saat kencing. Kencing nanah/darah dengan bau busuk.Bengkak panas nyeri pada pangkal paha yang akhirnya menjadi borok.

Kehilangan berat badan secara drastis, diare berkepanjangan, dan berkeringat saat malam.

Gejala umum IMS pada wanita :

Rasa sakit atau nyeri saat kencing atau saat berhubungan seksual. Rasa nyeri pada perut bagian bawah. Keluarnya lendir pada vagina. Keputihan berwarna putih susu, bergumpal, dan disertai rasa gatal pada kelamin. Keputihan berbusa dan berbau busuk. Bercak-bercak darah setelah berhubungan seks.

Macam-macam IMS
Yang termasuk IMS :
-

Sifilis Gonorea (GO)

Ulkus molle
Limfogranuloma venereum dan granuloma inguinale Uretritis non gonorea (NGO) Kondiloma akuminata

Herpes genitalis
Kandidiosis Trikomoniasis Bakteri vaginosis (BV)

Hepatitis
Skabies, pedilosis, moluskum kontagiosum AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrom)

Yang akan dibahas lebih lanjut dan berhubungan erat dengan kesehatan reproduksi, yaitu : Sifilis Gonorea (GO)

Herpes genitalis
Chlamydia HIV / AIDS Kondiloma akuminata

SIFILIS
SINONIM : Lues, Raja Singa PENDAHULUAN Sifilis : penyakit akibat hubungan seksual yang dapat menimbulkan komplikasi luas. Sejak penicillin ditemukan insidens sifilis Penyakit ini dapat menyebabkan kelainan sistemik dan kongenital (bawaan)

SIFILIS
DEFINISI

Infeksi menular seksual, kronis, remisi eksaserbasi yang mengenai semua organ tubuh termasuk kardiovaskular, otak, dan SSP.
ETIOLOGI

Treponema pallidum. Ditemukan oleh Schaudinn


dan Hoffman (1905) Ordo Famili Genus Kuman ini termasuk : : Spirochaetalis : Spirochaetaceae : Treponema

SIFILIS
Jenis- jenis Treponema :

Patogen : - T. pallidum - T. pertenue - T. carateum

Non Patogen :
- T. buccalis - T. macrodentium - T. microdentium - T. genitalis balanitidis

SIFILIS
KLASIFIKASI
Klasifikasi menurut WHO berdasarkan epidemiologinya :
1. 2.

Sifilis dini Sifilis lanjut

SIFILIS
1.

Sifilis dini

- Perjalanan penyakit < 2 tahun


- Bersifat menular - Masih ditemukan kuman Triponema pallidum di lesi kulit

2. Sifilis lanjut
-Perjalanan penyakit > 2 tahun -Tidak bersifat menular -Tidak ditemukan kuman di lesi kulit, kecuali ibu hamil yang menderita stadium lanjut. Triponema pallidum dapat melalui placenta masuk ke tubuh janin

SIFILIS

Secara klinis dibagi menjadi :


1. 2.

Sifilis kongenital (bawaan) Sifilis akuisita (didapat)

SIFILIS
SIFILIS KONGENITAL (SK)

Infeksi janin, didapat dari ibu hamil yang menderita sifilis


Infeksi setelah bulan 4 kehamilan placenta sudah terbentuk lengkap

Ibu hamil sifilis dini (stad. 1 / 2) sering melahirkan bayi mati Ibu hamil sifilis lanjut melahirkan bayi SK / bayi sehat tanpa terinfeksi

SIFILIS SIFILIS KONGENITAL (SK)


SK terbagi
-

SK dini ( < 2 tahun )


SK lanjut ( > 2 tahun )

SK DINI Gejala (+) setelah beberapa minggu (3minggu) setelah lahir Makin dini timbul gejala buruk prognosa makin

SIFILIS
SIFILIS KONGENITAL (SK) SK DINI Kelainan kulit, mukosa, kelenjar, hepar, lien, ginjal, paru, mata, tulang & SSP * Kulit : Papel + skuama dengan konfigurasi seperti S. II anular, sirsiner, polisiklik & kondilomata lata

* Selaput lendir : sekret hidung sering campur darah & banyak T. pallidum
* Tulang : osteokondritis, sering menyerang tulang panjang Rontgen

* Sekitar 60 % hepatomegali
* Paru-paru : pneumonia alba

Sifilis Kongenital Keratitis Interstitialis

Sifilis Kongenital
Sunffle nose, nasal discharge

crusting,

SIFILIS
SIFILIS KONGENITAL (SK) SK DINI
Penegakkan diagnosis

Pemeriksaan mikroskop lapangan gelap bahan pemeriksaan : cairan vesikel atau bula, lesi kondilomata, sekret hidung. Pemeriksaan serologi - bahan pemeriksaan : darah atau cairan serebrospinalis
Pemeriksaan foto rontgen - tulang-tulang panjang

SIFILIS
SIFILIS KONGENITAL(SK) SK LANJUT SK Lanjut

Kelainan (+) usia > 2 tahun

usia 7 - 9 tahun

Kelainan Klinik : Trias Hutchinson : * Mata : Keratitis interstitialis * Ketulian Nervus VIII * Gigi Hutchinson : gigi incisivus I atas kanan dan kiri berbentuk seperti obeng / gergaji Penegakkan Diagnosa : Pemeriksaan klinis & serologi buta

Hutchinsons Teeth

SIFILIS SIFILIS AKUISITA


PEMBAGIAN KELAINAN KLINIS

Stadium I
Stadium II Stadium laten : - Dini : bersifat menular - Lanjut : bersifat tidak menular

Stadium III Stadium kardiovaskuler & neurosifilis

SIFILIS
SIFILIS AKUISITA STADIUM I
STADIUM I

Antara 10-90 hari (2-4 minggu) setelah kuman masuk lesi di kulit tempat masuk kuman
Umumnya lesi hanya 1 Afek Primer : papel yang kemudian menjadi papel erosi / ulkus : Ulkus Durum Ciri ulkus durum : soliter, bentuk bulat, tepi ulkus batas tegas teratur, permukaan dasar ulkus berwarna merah, berisi cairan serous, pada perabaan terdapat indurasi (durum), dan tidak nyeri tekan.

Large chancre of the vulva

Typical chancre clean surface and an infiltrat base

Chancre of the anus

Ulkus durum

Ulkus durum di lidah

SIFILIS
SIFILIS AKUISITA STADIUM I
- Umumnya lokasi afek primer di genital, namun juga dapat di luar genital
-

Dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan dalam 3-10 minggu 1 minggu setelah afek primer perjalanan infeksi ke KGB regional : regio inguinal medial KGB membesar, soliter, padat kenyal, tidak supuratif, periadenitis (-), dapat digerakkan bebas dari jaringan sekitarnya KOMPLEKS PRIMER

SIFILIS
SIFILIS AKUISITA STADIUM I
DIAGNOSA

Mikroskop lapangan gelap atau

Pewarnaan Burri
Dasar ulkus Pungsi KGB

Bahan pemeriksaan diambil dari :


Hasil pemeriksaan tergantung : Th/ lokal / sistemik Bila hasil (-), pemeriksaan diulang 3 hari berturut-turut Serological Test for Syphilis (STS)

Seronegatif bila kompleks primer (-)


Seropositif bila kompleks primer (+)

SIFILIS
SIFILIS AKUISITA STADIUM II
STADIUM II Umumnya stadium II (+) setelah 6-8 minggu Stad. II sering disebut : The Greatest Imitator. Penting karena gejalanya tanpa rasa gatal

Kelainan sistemik, didahului gejala prodromal:


-

Nyeri otot, sendi, suhu subfebril, malaise, anoreksia, sefalgia. Kelainan pada kulit(makula, papula,papuloskuamosa, pustul), selaput lendir, kelenjar dan organ lain.

makulopustula

papuloskuamosa

Sifilis II : palmar

Kondiloma lata ; perianal

Kondiloma lata ; perivulva, perianal

Sifilis II ; penis

Kondiloma lata

SIFILIS
SIFILIS AKUISITA STADIUM LATEN DINI

Stadium ini (+) < dari 2 tahun setelah infeksi. Tanda-tanda klinis (-); bersifat menular.

Penegakkan diagnosis : STS yang positif

SIFILIS
SIFILIS AKUISITA STADIUM LATEN LANJUT Disebut stadium laten lanjut > 2 tahun setelah infeksi. Kelainan klinis (-) dan hanya diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan STS yang positif. Lamanya fase laten ini dapat berlangsung bertahun-tahun, bahkan dapat berlangsung seumur hidup.

SIFILIS
SIFILIS AKUISITA STADIUM III
STADIUM III

Kelainan timbul 3-10 thn setelah stadium I


Kelainan khas guma : infiltrat berbatas tegas, kronis, cenderung mengalami perlunakan & pecah ulkus Ulkus : dinding curam, dasar : jaringan nekrotik berwarna kuning keputihan (ulkus gumosum), dan bersifat destruktif.

Sifilis III ; guma on lower lip

Sifilis III ; large guma

Nasal perforation ec nasal guma

Saddle nose , destruction nasal bone

SIFILIS
SIFILIS AKUISITA STADIUM KARDIOVASKULER SIFILIS KARDIOVASKULER

Manifestasi klinis baru (+) 10-40 tahun setelah infeksi primer


Sekitar 10% penderita sifilis akan mengalami fase ini & dapat (+) bersamaan dengan neurosifilis (40%) > Kelainan jantung, p.d. besar (aneurisma) dan p.d. sedang Diagnosa pasti gejala klinis, hasil foto toraks, EKG, dan STS

SIFILIS
SIFILIS AKUISITA NEUROSIFILIS
NEUROSIFILIS * T. pallidum sudah dapat masuk SSP pada stadium dini, tapi kelainan baru (+) perlahan-lahan dan bermanifestasi setelah 10-20 tahun setelah infeksi.

Dibagi 3 jenis : - Neurosifilis asimptomatik : dimana STS (+) namun tidak terdapat gejala klinis - Neurosifilis meningovaskuler : terjadi kelainan SSP meliputi kerusakan p.d. serebrum, infark dan ensefalomasia. STS bersifat reaktif. - Neurosifilis parenkimatosa, yang terdiri dari paresis dan tabes dorsalis.

SIFILIS DIAGNOSIS
Pemeriksaan pembantu diagnosis sifilis :

Pemeriksaan Treponema pallidum Serologi Tes Sifilis (STS)

Pemeriksaan pembantu lain

SIFILIS
DIAGNOSIS
1.

Pemeriksaan Treponema pallidum

* Pemeriksaan mikroskop lapangan gelap melihat pergerakan Treponema


* Pewarnaan Burri (tinta hitam) tidak adanya pergerakan Treponema, T. pallidum telah mati kuman berwarna jernih dikelilingi oleh lapangan yang berwarna hitam.

SIFILIS
DIAGNOSIS
2. Serologi Tes Sifilis (STS) * STS penting untuk diagnosa pengamatan hasil pengobatan. dan

* Prinsip pemeriksaan STS mendeteksi bermacam antibodi yang berlainan akibat infeksi T. pallidum.

SIFILIS
DIAGNOSIS
Klasifikasi STS :

Tes Non Treponema : kardiolipin, lesitin, dan kolesterol


Tes Treponema : T. pallidum hidup/mati atau fraksi T. pallidum Ketepatan hasil STS dinilai berdasarkan : * Sensitivitas : % individu yang terinfeksi memberikan hasil positif. * Spesifisitas : % individu yang tidak terinfeksi memberikan hasil negatif

SIFILIS
DIAGNOSIS
Jenis jenis STS Non Treponema

Rx komplemen : Wasserman dan Kolmer Flokulasi / aglutinasi - VDRL ( Veneral Disease Research Laboratory) - RPR (Rapid Plasma Reagen) - ART (Automated Reagen Test)

- Kahn

SIFILIS
DIAGNOSIS
Jenis jenis STS Treponema :
1. 2.

Tes Treponema Pallidum Immobilization (TPI) Tes immufluorosensi : a. Fluorescent Treponemal Antibody Absorption Test (FTA-Abs) b. FTA Abs Ig M

3. Tes Treponema Pallidum Haemagglutination Assay (TPHA) 4. Tes fiksasi komplemen; Reiter Protein Complement Fixation Test (RPCF)

SIFILIS
PENGOBATAN

Obat pilihan u Th/ sifilis : Penisilin

Tidak dianjurkan pemb penisilin oral


Prinsip Th/ sifilis : kadar obat harus dapat bertahan dalam serum selama 10 14 hari untuk sifilis dini & lanjut, 21 hari untuk neurosifilis dan sifilis kardiovaskular. Kadar penisilin yg diperlukan cukup 0,03 unit/ml selama 10 14 hari.

SIFILIS
PENGOBATAN
Dosis total penicilin yang dianjurkan :

* Stad I
* Stad II

: 4,8 juta unit


: 6 juta unit

* Stad III : 9 juta unit

SIFILIS
PENGOBATAN
Pd Th/ sifilis dg penisilin Rx Jarish-Herxheimer

Ini (+) akibat - hipersensitivitas akb toksin kuman T. pallidum yg mati.


Rx ini biasanya (+) 2 12 jam sth inj penisilin pertama Gejala : febris, nyeri kepala, malaise, keringat banyak, menggigil, kemerahan pd kulit & kelainan kulit yg ada + hebat / + merah. Ps harus diberitahu kemungkinan terjadinya rx ini. Bila febrisnya hebat, Th/ : antipiretik.

Pasien yg alergi thd penisilin, Th/ dg AB lain : Tetrasiklin, Eritromisin.

GONOREA (GO)

SINONIM kencing nanah


DEFINISI : infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi bagian dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan conjungtiva. ETIOLOGI bakteri Neisseria diplococcus. Gram negatif. gonorrhoeae. Bentuk :

GONOREA (GO)
-

PATOFISIOLOGI :

Infeksi genital dan saluran kemih oleh Neisseria gonorrhoeae, ditularkan melalui hubungan badan secara vaginal, oral, anal dan kontak langsung.
Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan gangguan reproduksi. Bayi baru lahir ditularkan lewat kontak dengan cairan infeksi dari liang sanggama / vagina.

GONOREA (GO)
GEJALA DAN TANDA

GEJALA dan TANDA :

Pada pria : Gejala timbul 2-7 hari setelah terinfeksi


- Nyeri dan rasa panas pada saat berkemih. - Keluar cairan kekuning-kuningan melalui penis. - Sering buang air kecil. - Terjadi pembengkakan dari testis (epididimitis)

INFEKSI GO PADA PRIA

GONOREA (GO)
GEJALA DAN TANDA

GEJALA dan TANDA :

Pada wanita : Jarang timbul gejala. Gejala ringan biasa timbul 7-21 hari setelah terinfeksi
- Nyeri dan rasa panas saat berkemih

- Pengeluaran cairan vagina yang tidak seperti biasa


- Perdarahan vagina diluar siklus menstruasi

Pada bayi baru lahir : keluar cairan kuning dari mata. Jika tidak diobati dapat menyebabkan kebutaan.

INFEKSI GO PADA WANITA

GONOREA (GO)
GEJALA DAN TANDA

GONOREA (GO)
GEJALA DAN TANDA

INFEKSI GO PADA MATA

INFEKSI GO PADA KULIT

INFEKSI GO PADA TENGGOROKAN

DIAGNOSIS Untuk menentukan adanya bakteri N. gonorrhoeae dilakukan pemeriksaan pada sampel yang diambil melalui : - Tes urin. Untuk identifikasi bakteri yang ada di uretra - Swap area infeksi : uretra, vagina, rektum, dan tenggorokan. Jika pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan bakteri, maka dilakukan pembiakan di lab.

Pada masa kehamilan :

a. Ampisillin 2 gram IV dosis awal, dilanjutkan 3 x 1 gram per oral selama 7 hari. b. Ampisillin + Sulbaktan 2,25 gram per oral dosis tunggal. c. Spektinomisin 2 gram IM dosis tunggal d. Ceftriakson 500 mg IM dosis tunggal.

Pada masa nifas :

a. Ciprofloksasin 1 gram dosis tunggal. b. Trimethroprim + Sulfamethoksazol (160mg + 800 mg) 5 kaplet dosis tunggal. Pada bayi (konjungtivitis neonatorum) a. Garamisin tetes mata 3 x 2 tetes b. Ampisillin 50mg/kg BB IM selama 7 hari c. Amoxicillin + asam klamtanat 50mg/kg BB IM selama 7 hari d. Ceftriakson 50mg/kg BB IM dosis tunggal.

Perhatian : bila penderita adalah pasangan suami istri

dan selama GO mereka melakukan hubungan seks, maka keduanya harus berobat meskipun sang istri tidak menunjukkan gejala. Hal ini untuk mencegah terjadinya fenomena pingpong yaitu bila hanya suami yang diobati maka ia akan dapat tertular kembali oleh istrinya demikian sebaliknya. Penderita GO mempunyai resiko lebih besar untuk terkena IMS lainnya. Biasanya dokter akan memberikan pengobatan terhadap infeksi lainnya bersamaan dengan pengobatan GO. Yang paling sering ada bersama dengan GO adalah chlamydia.

Komplikasi dapat timbul pada pria, wanita, dan bayi. Pada pria :

- Prostatitis - Jaringan parut pada uretra - Infertil / mandul - Epididimitis Pada wanita : - PID - Infertil / mandul - Gangguan mens kronis - Post partum endometriosis - Abortus - Cystitis

Pada bayi :

- Kebutaan akibat dari konjungtivitis gonokokus yang tidak diobati. - Luka (koreng) pada scalp - Peradangan sendi, dan infeksi lainnya. Meningkatnya resiko terinfeksi HIV / AIDS

Pencegahan : - Menggunakan kondom saat hubungan seksual - Hindari kontak seksual dengan partner yang beresiko tinggi - Obati pasangan yang terinfeksi atau lakukan pemeriksaan sebelum melakukan hubungan

DEFINISI infeksi Herpes Simplex Virus (HSV) pada genital dengan gejala khas berupa vesikel berkelompok, dasar eritem, rekuren.

HG dapat terjadi pada alat genital dan sekitarnya (bokong, anal, paha)

ETIOLOGI

Disebabkan oleh HSV, anggota dari famili Herpesviridae


Ada 2 tipe dari HSV : 1. HSV tipe 1 : umumnya menyebabkan lesi sekitar wajah, bibir, mukosa mulut, leher. 2. HSV tipe 2 : umumya menyebabkan lesi pada genital dan sekitarnya.

Sebagian besar HG disebabkan HSV-2, namun tidak menutup kemungkinan HSV-1 juga berperan. Penularan HSV-2 utamanya melalui vaginal/anal seks. HSV-1 genital menyebar lewat oral seks, predileksi pada mulut/bibir, beberapa dari vagina/anal seks.

PATOGENESIS

HSV-1 terbatas pada orofaring, virus menyebar melalui droplet atau kontak langsung dengan saliva yang terinfeksi. HSV-2 biasanya ditularkan melalui seksual.

Virus masuk dalam tubuh hospes penggabungan dengan DNA hospes virus multiplikasi kelainan pada kulit virus menjalar melalui serabut saraf sensorik ganglion saraf regional menetap (infeksi laten) Infeksi HSV-1 di orofaring inf. Laten di ganglia trigeminus Infeksi HSV-2 inf. Laten di ganglion sakral Infeksi laten trigger factor infeksi rekuren (kambuh)

GEJALA DAN TANDA

Inf. awal 63% dari HSV-2 dan 37% dari HSV-1 : asimptomatik. Simptom khas muncul antara 3-9 hari setelah terinfeksi. Antara HSV-1 dan HSV-2 agak sulit dibedakan.

Gejala HG (outbreaks) 2 minggu stlh terinfeksi & berlangsung selama bbrp minggu: 1. nyeri dan disuria 2. uretral & vaginal discharge 3.gejala sistemik (malaise, demam, mialgia, cephalgia) 4. limfadenopati yang nyeri di inguinal 5. nyeri pada rektum, tenesmus

Tanda HG : 1. luka di sekitar vagina, penis, atau daerah anus, skrotum, bokong/paha. Luka muncul sktr 4-7 hari stlh infeksi. (tanda utama) 2. eritem, vesikel, pustul, ulserasi multipel, erosi. 3. limfadenopati inguinal 4. faringitis 5. cervicitis

GEJALA DAN TANDA HG Primer Inf. Primer tjd 1 minggu stlh hub.sex (oral/anal), biasanya tidak tampak gejala. Erupsi didahului gejala prodromal. Lesi berupa papul kecil dengan dasar eritem vesikel erosi superfisial/ ulkus yg tdk nyeri. Sering pada glans penis, preputium, frenulum.

GEJALA DAN TANDA HG Rekuren terjadi setelah inf. Primer.

Trigger factor virus reaktivasi & multiplikasi inf. Rekuren ada antibodi kelainan < inf. Primer.

DIAGNOSA HG Secara klinis : gejala khas berupa vesikel berkelompok, dasar eritem, rekuren. Gejala dihubungan dengan HSV-2.

Diagnosa tegak melalui : anamnesa, pemeriksaan fisik (gejala khas), pemeriksaan sample lesi, dan pemeriksaan lab.

Pemeriksaan Lab : 1. Tes Tzank (paling sederhana) diwarnai dengan giemsa/wright sel raksasa berinti banyak. Sensitivitas dan spesifisitas rendah. 2. Histopatologis 3. Pem. Serologis (ELISA & Tes POCK) - ELISA : mendeteksi adanya antibodi HSV-1 & HSV-2 - Tes POCK : untuk HSV-2 (sensitivitas tinggi) 4. Kultur virus gold standard pada awal infeksi. Bahan pemeriksaan dari lesi pada stadium awal (vesikel/pustul)

DD/ HG : Ulkus durum Ulkus molle Sifilis Balanopostitis Skabies Limfogranuloma venerum

Komplikasi umum : Neuralgia Retensi urin Meningitis aseptik Infeksi anal

Komplikasi pada kehamilan : Abortus pada trimester pertama Partus prematurus IUGR pada trimester 2 Pada neonatus; lesi kulit, ensefalitis, makrosefali, keratokonjungtivitis

PENATALAKSANAAN Belum ada obat yang memuaskan, biasanya dengan obat anti viral untuk menangani gejala-gejala. Asiklovir Famsiklovir Valasiklovir

PENATALAKSANAAN

Ahli kandungan mengambil sikap partus dengan SC pad ibu dengan infeksi HG. Sebaiknya dilakukan sebelum ketuban pecah / paling lambat 6 jam sebelum ketuban pecah. Asiklovir : KI pada ibu hamil.

CHLAMYDIA
DEFINISI IMS yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan dapat disembuhkan.

Pada biasanya menyerang serviks dan uterus. Pada biasanya menyerang uretra.

Chlamydia juga dapat menyebabkan infeksi di mata (conjungtivitis), tenggorokan, dan paru.

CHLAMYDIA
ETIOLOGI Oleh bakteri Chlamydia trachomatis

CHLAMYDIA
PATOFISIOLOGI Ditularkan melalui hubungan seks dengan orang yang terinfeksi chlamydia.

Penularan melalui kontak dengan cairan semen / cairan vagina dari orang dengan chlamydia. Seorang ibu dapat menularkan kepada bayinya ketika pada proses persalinan.

CHLAMYDIA
Infeksi chlamydia pada di serviks menunjukkan efek yang minimal. Infeksi seringkali menjalar naik ke uterus, yang akan menginfeksi endometrium. Infeksi lebih jauh lagi akan menyerang tuba Fallopi dan ovarium Pelvic Inflammatory Disease (PID) juga komplikasi umum dari GO. Infeksi chlamydia sering rancu dengan GO karena gejalanya hampir sama, dan sering ada bersamaan.

CHLAMYDIA
PID sering menyebabkan infertilitas dan KET pada usia reproduksi. Jenis lain dari chlamydia menyebabkan IMS lain : Lymphogranuloma Venerum (LV), dicirikan dengan bengkak dan inflamasi limfonodi di inguinal. Infeksi chlamydia juga dapat menyebabkan proktitis (radang rektum), conjungitivitis (radang selaput mata)

CHLAMYDIA
GEJALA Gejala awal umumnya ringan (silent IMS) Gejala muncul antara 1-3 minggu setelah infeksi.

Gejala chlamydia pada : - discharge vagina - disuria - dispareunia - perdarahan vagina / spotting - nyeri di abdomen (sekitar pelvis) - fever

CHLAMYDIA
Gejala chlamydia pada : - disuria - discharge dari penis (mukus / pus) - epididimitis - prostatitis - fever Infeksi chlamydia pada mata menyebabkan gejala conjungtivitis.

Infeksi chlamydia pada serviks (discharge)

Infeksi chlamydia pada penis (discharge)

Infeksi chlamydia pada conjungtiva

CHLAMYDIA
DIAGNOSIS Pada : - swab serviks (seperti PAP smear) - tes urine Pada : - swab uretra - tes urine

CHLAMYDIA
PENATALAKSANAAN Efektif pengobatan dengan antibiotik, antara lain : - Azithromycin : 1 gram oral dosis tunggal - Doxycycline : 100 mg 2x/hr selama 4-7 hari - Tetracycline - Erythromycin -lactam tidak cocok untuk pengobatan chlamydia.

CHLAMYDIA

Dianjurkan : - pasangan seks dari penderita juga harus diobati - jangan lakukan hubungan seks sebelum pengobatan selesai - periksa ulang 3-4 bulan setelah pengobatan selesai

CHLAMYDIA
KOMPLIKASI : 1. Pada : PID, infertil, cystitis, cervicitis 2. Pada hamil : abortus spontan, lahir prematur, kematian janin. 3. Pada : prostitis, epididimitis, infertil.

KONDILOMA AKUMINATA
DEFINISI

Kondiloma akuminata (kutil genital) : kutil di dalam / sekeliling vagina, penis atau dubur yang ditularkan melalui hubungan seks.

KONDILOMA AKUMINATA
ETIOLOGI
Human Papiloma Virus (HPV) HPV tipe 6 & 11 lesi dengan pertumbuhan (jengger ayam) HPV tipe 16,18,31 lesi datar (flat) HPV tipe 16 & 18 menyerang leher rahim, dapat menyebabkan kanker leher rahim,tapi tidak menyebabkan kutil pada genital luar

KONDILOMA AKUMINATA
GEJALA
Kutil genital paling sering tumbuh di permukaan tubuh yang hangat dan lembab Pada : ujung & batang penis dan di bawah kulit di depannya (jika tidak disunat) Pada : di vulva, dinding vagina, serviks, kulit sekeliling vagina Pada homoseksual dan yang melakukan hub sex melalui dubur : di sekitar anus dan rektum.

KONDILOMA AKUMINATA
Kutil genital biasanya muncul 1-6 bulan setelah infeksi. Pembengkakan kecil, lembab, warna merah/pink tumbuh cepat dan bertangkai seperti bunga kol Pada hamil, persalinan dengan kutil genital, beresiko : - resiko penularan ke bayi bila dilahirkan melalui vagina. - resiko perdarahan bila dilahirkan melalui vagina, yaitu bila jaringan kondiloma ruptur (perdarahan banyak) Maka itu disarankan SC.

KONDILOMA AKUMINATA
DIAGNOSIS
Ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Kutil bisa diangkat melalui pembedahan dan diperiksa di bawah mikroskop; apakah suatu keganasan? dengan kutil genital di serviks harus menjalani PAP-smear secara rutin.

KONDILOMA AKUMINATA
PENATALAKSANAAN
1.

Pembedahan Kutil pada genital dapat diangkat melalui laser, krioterapi (pembekuan), atau pembedahan dengan bius lokal. Pilihan lain : pengangkatan kutil dari uretra dengan pembedahan endoskopik.

KONDILOMA AKUMINATA
2.

Pengobatan kimiawi Podofilum resin (KI pada wanita hamil; kematian janin) Asam trikloroasetat : aman pada wanita hamil dioleskan pada kutilnya Tiotepa / florourasil (anti kanker) kutil di uretra Interferon alfa. dosis 4-6mU IM; 3x seminggu selama 6 minggu

HIV / AIDS
DEFINISI

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) : sekumpulan gejala (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) HIV : virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia rentan inf oportunistik.

HIV / AIDS

Ditularkan melalui kontak langsung : - lapisan kulit dalam (membran mukosa) - cairan tubuh yang mengandung HIV (darah, air mani, cairan vagina, ASI) Penularan terjadi melalui : - hubungan intim (vaginal, anal, oral) - tranfusi darah - jarum suntik yang terkontaminasi - antara bayi dan ibu selama kehamilan - bersalin - menyusui, dll

HIV / AIDS
ETIOLOGI

AIDS bentuk terparah dari infeksi HIV HIV : retrovirus, menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sel T CD4, makrofaga, dan dendritik. HIV menyerang sel T CD4 < 200/L darah kekebalan tingkat sel hilang AIDS Tanpa antiretrovirus; HIV AIDS adalah 9-10 tahun. Setelah AIDS rata-rata waktu hidup adalah 9 bulan (tergantung dari daya tahan tubuh seseorang)

HIV / AIDS
Penularan seksual Kontak antara cairan sekresi vagina atau cairan preseminal dengan rektum, alat kelamin, atau membran mukosa mulut pasangan. Seks tanpa pengaman > berisiko dari seks dengan pengaman Seks anal > berisiko dari seks biasa dan seks oral IMS meningkatkan resiko (4x) terkena AIDS

HIV / AIDS
Kontaminasi patogen melalui darah Berhubungan dengan pengguna obat suntik, penderita hemofilia, dan resipien transfusi darah. Penularan masa perinatal Transmisi ibu bayi melalui rahim (in utero) : minggu-minggu terakhir kehamilan dan saat persalinan.

HIV / AIDS
Bila tidak ditangani, tingkat penularan ibu anak selama kehamilan & persalinan : 25% Terapi antiretrovirus + SC resikonya 1% Menyusui meningkatkan resiko sebesar 4%

HIV / AIDS
GEJALA INFEKSI HIV/AIDS 1. Infeksi akut : - flu selama 3-6 minggu setelah infeksi - panas dan rasa lemah selama 1-2 minggu - bisul & bercak kemerahan( bagian atas), tidak gatal - sakit kepala, mialgia, sakit tenggorok - pembengkakan kelenjar - diare, mual-mual, muntah-muntah

HIV / AIDS
2.

3.

Infeksi kronis tidak menunjukkan gejala. Mulai 3-6 minggu setelah infeksi sampai 10 tahun. Sistem imun berangsur turun, sampai sel T CD4 < 200/ml masuk dalam fase AIDS

HIV / AIDS
Stadium Infeksi AIDS menurut WHO 1. Stadium I infeksi HIV asimptomatik dan tidak dikategorikan sebagai AIDS 2. Stadium II termasuk manifestasi membran mukosa kecil dan radang saluran pernafasan atas yang berulang. 3. Stadium III termasuk diare kronik yang tidak dapat dijelaskan selama lebih dari sebulan, infeksi bakteri parah, dan tuberkulosis. 4. Stadium IV termasuk berkurangnya berat badan dalam 1 bulan, diare > 1 bulan, demam berkepanjagan > 1 bulan, toksoplasmosis otak, kandidiasis esofagus, trakea, bronkus, paru-paru, dan sarkoma kaposi. Semua penyakit ini adalah indikator AIDS.

HIV / AIDS
4.

Gejala AIDS : - selalu merasa lelah -pembengkakan kelenjar pada leher atau lipat paha -panas berlangsung lebih dari 10 hari - keringat malam - penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya

Bercak keunguan pada kulit yang tidak hilang Pernafasan pendek Diare berat yang lama Infeksi jamur (candida) pada mulut, tenggorok, dan vagina Mudah memar/perdarahan yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya

HIV / AIDS
DIAGNOSIS

Dilakukan sedini mungkin untuk pencegahan dan pengobatan lebih lanjut. Dilakukan 6 bulan sekali untuk yang memiliki faktor resiko Dilakukan pemeriksaan antibodi : - ELISA - Western blot

HIV / AIDS
1.

Tes ELISA Keuntungan : murah, efisien, cocok untuk testing jumlah besar, dapat mendeteksi HIV1, HIV-2, dan varian HIV, sensitivitas tinggi. Kelemahan : butuh staf lab yang terampil dan terlatih, peralatan canggih, waktu yang cukup.

HIV / AIDS
2. Tes Western blot Keuntungan : untuk memastikan hasil (+) dari pemeriksaan pertama. Kelemahan : mahal, butuh peralatan khusus dan pemeriksa harus terlatih 3. Tes sederhana/cepat Keuntungan : cepat; menggunakan sample darah lengkap, sederhana,hasil mudah dibaca. Kelemahan : lebih mahal dari ELISA tes.

HIV / AIDS
4. Tes air liur dan kencing Keuntungan : prosedur pengumpulan lebih sederhana, menurunkan resiko kerja, lebih aman. Kelemahan : harus mengikuti prosedur testing yang spesifik dan hati-hati, belum banyak dievaluasi di lapangan. 5. Antigen-virus Keuntungan : mengetahui infeksi HIV dini, skrining darah : untuk diagnosis bayi baru lahir. Kelemahan : kurang sensitif untuk tes darah. 6. VCT (Voluntary Counseling and Test) Kelemahan : butuh pelayanan konseling yang efektif

HIV / AIDS
PENATALAKSANAAN Pengobatan yang ada kini adalah dengan ARV (antiretroviral) Jenis obat-obat ARV : 1. Attachment inhibitors dan fusion inhibitors 2. Reverse transcriptase inhibitors (RTI), mencegah salinan RNA virus ke dalam DNA host. Obat yang digunakan : golongan Nukes dan Non-Nukes. 3. Integrase inhibitors, menghalangi kerja enzim integrase yang berfungsi menyambung potonganpotongan DNA yang membentuk virus.

HIV / AIDS
4. Protease inhibitors (PIs), menghalangi enzim
protease yang berfungsi memotong DNA. Obat yang digunakan : Saquinavir, Ritonavir, Liponavir, dll 5. Immune stimulators, melalui kurir kimia, termasuk interleukin-2, reticulose, HRG214 6. Obat antisense. bayangan cermin kode genetik HIV yang mengikat pada virus untuk mencegah fungsinya.

HIV / AIDS

Perawatan dan dukungan untuk ODHA (orang dengan HIV/ AIDS) sangat penting sekali. Hal tersebut dapat menimbulkan percaya diri/ tidak minder dalam pergaulan. HIV/ AIDS memang belum bisa diobati, tetapi orang yang mengidap HIV/ AIDS dapat hidup lebih lama menjadi apa yang mereka inginkan.

HIV / AIDS

Kiat hidup sehat dengan HIV/AIDS : - makan makan bergizi - tetap beraktivitas - istirahat cukup - sayangi diri sendiri - temui dokter bila ada keluhan - hindari infeksi lain, penggunaan obat tanpa resep, dan mengurung diri sendiri