Anda di halaman 1dari 14

TOKSISITAS HATI

Oleh :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Nurul Hasanah (1213015004) Andhika Jaya Saputra (1213015018) Helmi (1213015028) Alfiyatus Sholikhah (1213015030) Rangga Hati Rabbu I (1213015046) Desi Rahmawati (1213015054) Shyntia Mutiarasari (1213015055)

Definisi Umum

Hati adalah kelenjar terbesar didalam tubuh, yang terletak dibagian teratas dalam rongga abdomen sebelah kanan dibawah diafragma. Hati terbagi dalam dua belahan utama, yaitu kanan dan kiri. Hati dibagi-bagi dalam 4 belahan (kanan, kiri, kaudata, dan kuadrata). Setiap belahan atau lobus terdiri dari lobulus. Lobulus ini terdiri atas sel hati berbentuk kubus, dan cabang-cabang pembuluh darah diikat bersama oleh jaringan hati. Hati manusia berisi 50.000 sampai 100.000 lobulus. Lobulus sendiri dibentuk terurama dari banyak lempeng sel hepar. Masing-masing lempeng hepar tebalnya satu sampai dua sel, dan diantara sel yang berdekatan terdapat kanakuli biliaris kecil yang mengalir ke duktus biliaris di dalam septum fibrosa yang memisahkan lobulus hati yang berdekatan.

Definisi Umum Cont.

Hati mempunyai dua jenis persediaan darah, yaitu yang datang melalui arteri hepatika dan yang melalui vena porta. Hati merupakan organ metabolisme yang terbesar dan terpenting dalam tubuh. Hati terlibat dalam sintesis, penyimpanan dan metabolisme banyak senyawa endogen dan klirens senyawa eksogen, termasuk obat dan toksin yang lain dari tubuh Hati merupakan pabrik kimia terbesar dalam tubuh, dalam hal menjadi perantara metabolisme, artinya hati mengubah zat makanan yang diabsorpsi dari usus dan disimpan d suatu tempat dalam tubuh, guna dibuat sesuai pemakaiannya di dalam jaringan.

Anatomi Hati

Fungsi Hati
1.

2.

3.

4.

5.

Penyimpanan Hati menyimpan energi (glikogen, lemak), vitamin (ex. Vitamin A dan B12), mineral (ex. Fe, Cu), darah dan substansi lain yang berperan dalam pembentukan dan regenerasi darah. Homeostasis Contohnya : glukosa. Sekresi Contoh : Garam Empedu Ekskresi Contoh :Kolesterol, Billirubin Sintesis
Sintesis Protein Plasma, contoh : albumin, transferrin, lipoprotein Sintesis faktor koagulasi, contoh : protrombin; fibrinogen.

Fungsi Hati Cont.


6. 7.

8.

9.

10.

Pembentukan (dan destruksi) sel darah merah Metabolisme Contoh ; metabolisme karbohidrat, lemak dan protein Detoksifikasi Detoksifikasi atau degradasi sisa metabolisme tubuh dan hormon, termasuk juga : obat, alkohol, dan senyawa asing lainnya, termasuk antigen. Klirens Contohnya : aldosteron, obat. Filtrasi

Toksisitas Hati
TOKSISITAS hati adalah sangat umum. Toksisitas terjadi ketika hati menjadi kelebihan beban dengan racun. Racun ini dapat berasal dari makanan, air, udara, obat-obatan, dll. Hal ini juga dapat terjadi ketika obat dan suplemen berinteraksi sehingga jalur P450 memiliki kekuatan untuk menendang mereka keluar dan mereka biasanya pergi ke sel-sel lemak untuk penyimpanan sampai Pathway P450 tidak sibuk (sehingga mereka dapat diproses) ini sangat jarang terjadi.

Toksisitas Obat pada Hati


Tipe masalah pada hati Nekrosis Obat yang terlibat Karbon tetraklorida, dantrolen, penyalahgunaan obat (kokain, ekstasi), halotan, isoniazid, parasetamol (pada dosis besar).

Steatosis (Fatty liver) Hepatitis

Amiodaron, natrium valproat, steroid, tetrasiklin Alkohol (setelah konsumsi dalam jumlah sangat besar pada suatu periode jangka pendek), amiodaron, azatioprin, dantrolen, halotan dan metoksifluran, isoniazid, penghambat monoamin oksidase (MAO), metildopa, nitrofurantoin, rifampsin, salisilat, dan sulfasalazin, natrium valproat.
Alopurinol, metildopa, sulfonamida. penisilin, fenitoin, kuinidin,

Hipersensitivitas Kolestasis

Amitriptilin, ko-amoksiclav (komponen asam klavunalat), siklosporin, eritromisin (paling sering dilaporkan bersama dengan sediaan estolat), asam fusidat, glibenklamid, fenotiasin (contoh: klorpromazin, proklorperazin, haloperidol), hormone seks. Vitamin A (dosis tinggi untuk periode jangka panjang), metotreksat, (penggunaan jangka panjang).

Fibrosis

Adenoma

Kontrasepsi oral, anabolik steroid.

Mekanisme beberapa obat:

Parasetamol (asetaminofen) menyebabkan nekrosis hati yang dapat diprediksi pada pemberian overdosis

Metotreksat dapat menyebabkan fibrosis pengobatan berkelanjutan jangka panjang

dan

sirosis

pada

Tetrasiklin menyebabkan microvesicular fatty liver Siklofosfamid dapat menyebabkan walaupun jarang, nekrosis sel hati akut Kontrasepsi oral dapat menyebabkan meningkatkan risiko adenoma) kolestasis ( juga

Klorpromazin dapat menyebabkan kolestasis yang parah dan dapat terjadi selama berminggu-minggu setelah obat dihentikan. Obat yang lain diantaranya adalah ko-amoksiclav, eritromisin, asam fusidat, glibenklamid, fenotiazin, natrium valproat

Halotan biasanya mengakibatkan sedikit kenaikan serum transaminase yang bersifat sementara. Walaupun jarang halotan dapat menyebabkann nekrosis sel hati yang parah dan mengarah pada gagal hati yang berat (fulminant hepatic failure)dengan mortalitas yang tinggi Isoniazid dapat menyebabkan peningkatan transminase pada 10% pasien dan menyebabkan jaundice pada 1% pasien dalam 2 bulan pertama. Isoniazid dapat pula menyebabkan hepatitis akut maupun hepatitis aktif kronis Hepatotoksisitas yang diakibatkan sulfonamid dapat menyerupai hepatitis virus Nitrofurantoin menyebabkan kolestasis dan hepatitis akut maupun kronis

Gejala dan Terapi


1.

Keracunan Parasetamol gejala:


Muntah Mual Berkeringat Lesu Kehilangan nafsu makan Diare

Terapi infus Nasetilsistein paling efektif bila diberikan dalam waktu 8-10 jam pasca penelanan parasetamol. N-asetilsistein harus diberikan secara hati-hati dengan memperhatikan kontraindikasi dan riwayat alergi pada korban, terutama riwayat asthma bronkiale

sulfonamida
Gejala: Mual, muntah, diare, anemia, hemolitik, agranulositosis, nefrosis toksik, trombositopenia, pembentukan kristal dalam ginjal

Terima Kasih

Daftar Pustaka
Guyton, Arthur C. 2006. Textbook of medical physiology. Jakarta : EGC Pearce, Evelyn.2011. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Syaifuddin.2009. Anatomi Tubuh Manusia untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.