Anda di halaman 1dari 24

DASAR HUKUM PEMUNGUTAN PPh PASAL 22

UU No.6 Tahun 1983 sttd UU UU No. 16 Tahun 2009 (KUP) UU No.7 Tahun 1983 sttd UU No.36 Tahun 2008 (PPh)

UU

PP

-PP No. 8 Tahun 2007 (Peraturan Pelaks.UU KUP)


-KMK No.254/KMK.03/2001 STTD PMK No.210/PMK.03/2008 (PPh Ps.22) -PMK No. 181/PMK.03/2007 (Bentuk dan Isi SPT) -PMK No. 184/PMK.03/2007 (Tgl jatuh tempo pembayaran,pelaporan) -PMK No.186/PMK.03/2007 (Dikecualikan dari pengenaan sanksi) -PMK No.190/PMK.03/2007 (Pengembalian pajak yg seharusnya tdk terutang) - PMK No.253/PMK.03/2007 (Pengembalian pajak yg seharusnya tdk terutang)

PER MENKEU

PER DIRJEN

-KEPDIRJEN No.32/PJ/1995 jo.No.65/pj/1995 (PPh Ps.22 Utk Otomotif) -KEPDIRJEN No.69/PJ/1995 (Pemungut.PPh Ps.22 Utk Prod.Kertas) -KEPDIRJEN No.01/PJ/1996 (Pemungut.PPh Ps.22 Utk Prod. Baja) -KEPDIRJEN No.401/PJ/2001 (Pemungut.PPh Ps.22 Utk Prod. Semen) -KEPDIRJEN No.417/PJ/2001 (Tata Cara Pemungut.PPh Ps.22) -PERDIRJEN No.23/PJ/2009 (PPh Ps.22 Bagi PedagangPengumpul) -PERDIRJEN No.23/PJ/2009 (PPh Ps.22 Bagi PedagangPengumpul) -PERDIRJEN No.38/PJ/2009 (Formulir SSP) Dit.P2Humas 1 -PERDIRJEN No.52/PJ/2008 (Perlakuan PPh Utk Penyalur/Prod Rokok)

PEMUNGUT PPh PASAL 22

PEMUNGUT

BENDAHARAWAN PEMERINTAH

BADAN-BADAN TERTENTU

WAJIB PAJAK BADAN TERTENTU

- BEND. PEMERINTAH PUSAT/DAERAH - INSTANSI PEMERINTAH - LEMBAGA PEMERINTAH/NEGARA

-BUMN/BUMD TERMASUK BI, PPA, BULOG, PT. TELKOM, PT PLN, PT.GARUDA IND, PT INDOSAT, PT KRAKATAU STEEL, PERTAMINA, BANK-BANK BUMN -BADAN SWASTA

WAJIB PAJAK BADAN YG MELAKUKAN PENJUALAN BARANG YG TERGOLONG SANGAT MEWAH

PEMUNGUT PPh PASAL 22


PEMUNGUT
- DITJEN ANGGARAN - BEND. PEMERINTAH PUSAT/ DAERAH BUMN/BUMD
BI, PPA, BULOG, PT TELKOM, PT PLN, PT GARUDA IND, PT INDOSAT, KRAKATAU STEEL, PERTAMINA, BANK-BANK BUMN - BANK DEVISA - DITJEN BEA DAN CUKAI PERTAMINA DAN PRODUSEN LAINNYA (IMPORTIR) BAHAN BAKAR MINYAK, GAS, DAN PELUMAS ATAS PENJUALAN BAHAN BAKAR MINYAK, GAS DAN PELUMAS BADAN USAHA DI BIDANG: - INDUSTRI SEMEN*) - INDUSTRI KERTAS - INDUSTRI BAJA - INDUSTRI OTOMOTIF

OBJEK
PEMBAYARAN ATAS PEMBELIAN BARANG
PEMBAYARAN ATAS PEMBELIAN BARANG DARI BELANJA NEGARA/DAERAH PEMBAYARAN ATAS PEMBELIAN BARANG DARI NON BELANJA NEGARA/DAERAH

IMPOR PENJUALAN HASIL PRODUKSI DAN PENJUALAN DARI IMPOR PENJUALAN HASIL PRODUKSI DI DALAM NEGERI
PENJUALAN BARANG YANG TERGOLONG SANGAT MEWAH

WAJIB PAJAK BADAN TERTENTU

DIKECUALIKAN DARI PEMUNGUTAN PPh PASAL 22

IMPOR

PEMBAYARAN ATAS PENYERAHAN/ PEMBELIAN BARANG DI DALAM NEGERI

IMPOR YG DIKECUALIKAN DARI PEMUNGUTAN PPh PSL 22


IMPOR BARANG YG DIBEBASKAN DARI BEA MASUK :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. BARANG PERWKl.NEG. ASING BESER. PARA PEJABATNYA YG BERTUGAS DI IND. BERDSR ASAS TIMBAL BALIK; BRG UTK KEPERL.BDN INT. YG DIAKUI DAN TERDAF. PD PEM. IND BESER PEJABT-NYA YG BERTUGAS DI IND. DAN TDK MEMEG PASPOR IND.; BRG KIRIMAN HADIAH UTK KEPERL. IBADAH UMUM,AMAL,SOSIAL, ATAU KEBUDAYAAN; BRG UTK KEPERLUAN MUSEUM, KEBUN BINATANG, DAN TEMPAT LAIN SEMACAM ITU YG TERBUKA UNTUK UMUM; BRG UNTUK KEPERLUAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ; BRG UTK KEPERLUAN KHUSUS KAUM TUNA NETRA DAN PENYAND CACAT LAINNYA; BARANG PINDAHAN; PETI ATAU KEMASAN LAIN YG BERISI JENAZAH ATAU ABU JENAZAH; BRG PRIBADI PENUMPANG, AWAK SARANA PENGANGKUT, PELINTAS BATAS, DAN BARANG KIRIMAN SAMPAI BATAS NILAI PABEAN ATAU JUMLAH TERTENTU; BARANG YG DIIMPORT OLEH PEMERINTAH PUSAT ATAU DAERAH YG DITUJUKAN BAGI KEPENTINGAN UMUM; PERSENJATAAN, AMUNISI, DAN PERLENGKAPAN MILITER, TERMSK SUK.CAD YG DIPERUNTUKAN BAGI KEPERLUAN HANKAM NEGARA; BRG DAN BAHAN YG DIPERGUNAKAN UTK MENGHASILKAN BRG BAGI KEPERLUAN HANKAM NEGARA; VAKSIN POLIO DLM RANGKA PELAKSANAAN PROGRAM PIN; BUKU PELAJ. UMUM, KITAB SUCI DAN BUKU PELAJARAN AGAMA; KPL LAUT, KPL ANGK. SUNGAI., DANAU DAN UTK PENYEBRANGAN., KPL PANDU, KPL PENANGKAP IKAN, KPL TONGKANG DAN SUKU CADANG, ALAT KESELAMATAN PELAYARAN ATAU KESELAMATAN MANUSIA YG DIIMPOR DAN DIGUNAKAN PERUS. PEL.NIAGA NAS. ATAU PERUS.PENAGKAPAN IKAN NASIONAL; PES.UDARA DAN SUK.CAD.SERTA ALAT KESELAMATAN PENERB. ATAU ALAT KESALAMATAN MANUSIA, PERALATAN UTK PERBAIKAN ATAU PEMELIHARAAN YG DIIMPOR DAN DIGUNAKAN OLEH PERUS.ANGK.UDARA NIAGA NAS. KERETA API DAN SUK.CAD. SERTA PERALATAN UTK PERBAIKAN ATAU PEMELIHARAAN SERTA PRASARANA YG DIIMPOR DAN DIGUNAKAN OLEH PT KERETA API INDONESIA PERALATAN YG DIGUNAKAN UTK PENYEDIAAN DATA BATAS DAN PHOTO UDARA WIL.NEG.RI 5 YG Dit.P2Humas DILAKUKAN OLEH TNI

16.

17. 18.

IMPOR YG DIKECUALIKAN DARI PEMUNGUTAN PPh PSL 22


IMPOR BARANG-BARANG YG BERDASARKAN KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TIDAK TERUTANG PPh IMPOR ADA WAKTU IMPORNYA NYATA-NYATA DIMAKSUDKAN SEMENTARA JIKA UNTUK DI EKSPOR KEMBALI

PEMBAYARAN UNTUK PEMBELIAN GABAH DAN/ATAU BERAS OLEH BULOG

PEMBAYARAN ATAS PENYERAHAN/PEMBELIAN BARANG YANG DIKECUALIKAN DARI PEMUNGUTAN PPh PSL 22
PENYERAHAN BARANG-BARANG YG BERDASARKAN KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TIDAK TERUTANG PPh PEMBAYARAN UNTUK PEMBELIAN BARANG YANG JUMLAHNYA PALING BANYAK Rp2.000.000,00 (BUKAN JUMLAH YANG DIPECAH-PECAH) PEMBAYARAN UNTUK PEMBELIAN BAHAN BAKAR MINYAK, LISTRIK, GAS, AIR MINUM/PDAM DAN BENDA POS, PEMBAYARAN UNTUK PEMBELIAN BARANG SEHUBUNGAN DGN PEKERJAAN YANG DILAKUKAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN PROYEK PEMERINTAH YG DIBIAYAI DENGAN HIBAH ATAU DANA PINJAMAN LUAR NEGERI EMAS BATANGAN YG AKAN DIPROSES UTK MENGHASILKAN BRG HIASAN DARI EMAS UNTUK TUJUAN EKSPOR PEMBAYARAN / PENCAIRAN DANA JARINGAN PENGAMANAN SOSIAL OLEH KPPN IMPOR KEMBALI (RE-IMPOR YG MELIPUTI BARANG BARANG YG TELAH DIEKSPOR KEMUDIAN DIIMPOR KEMABLI DLM KUALITAS YG SAMA ATAU BRG-BRG YG TELAH DIEKSPOR UTK KEPERLUAN PERBAIKAN, PENGERJAAN DAN PENGUJIAN YG TELAH MEMENUHI SYARAT YG DITENTUKAN OLEH DIT.BEA CUKAI

TARIF DAN DASAR PEMUNGUTAN


OBJEK
PEMBAYARAN ATAS PEMBELIAN BARANG

TARIF
1.5 % X HARGA PEMBELIAN
DENGAN API : 2,5 % X NILAI IMPOR* DENGAN API (IMPOR KEDELAI, GANDUM, & TEPUNG TERIGU : 0,5% X NILAI IMPOR TANPA API : 7,5 % X NILAI IMPOR TIDAK DIKUASAI : 7,5 % X HARGA JUAL LELANG

IMPOR

PENJUALAN HASIL PRODUKSINYA DI DALAM NEGERI

- SEMEN : 0,25% X DPP PPN - KERTAS : 0,1% X DPP PPN - BAJA : 0,3% X DPP PPN - OTOMOTIF : 0,45% X DPP PPN
5% DARI HARGA JUAL : 1. PESAWAT UDARA PRIBADI DGN HARGA JUAL LEBIH DARI Rp 20 MILIAR; 2. KAPAL PESIAR & SEJENISNYA DGN HARGA JUAL LEBIH DARI Rp 10 MILIAR; 3. RUMAH BESERTA TANAHNYA DGN HARGA JUAL/HARGA PENGALIHANNYA LEBIH DARI Rp 10 MILIAR DAN LUAS BANGUNAN LEBIH DARI 500 M2 4. APARTEMEN/KONDOMINIUM & SEJENISNYA DGN HARGA JUAL/ PENGALIHANNYA LEBIH DARI Rp 10 MILIAR DAN/ATAU LUAS BANGUNAN LEBIH 400 M2; 5. KENDARAAN BERMOTOR RODA 4 PENGANGKUTAN ORG KURANG DARI 10 ORG BERUPA SEDAN, JEEP, SPORT 8 UTILITY (SUV), MULTI PURPOSE VEHICLE (MPV), MINIBUS & SEJENIS DGN HARGA LEBIH DARI Rp 5 MILIAR DGN KAPASITAS SILINDER LEBIH DARI 3.OOO CC

PENJUALAN BARANG YG TERGOLONG SANGAT MEWAH


*Nilai impor = Cost Insurance and Freight (CIF) + Bea Masuk + Pungutan Lainnya (menurut UU pabean)

TARIF DAN DASAR PEMUNGUTAN


PERTAMINA DAN BADAN USAHA LAIN (IMPORTIR) YANG BERGERAK DI BIDANG BBM JENIS PREMIX DAN GAS
JENIS PRODUKSI
- PREMIUM - PREMIX - SOLAR - SUPER TT

PERTAMINA

SWASTANISASI

0,25% X PENJUALAN

0,3% X PENJUALAN

MINYAK TANAH GAS LPG PELUMAS

0,3% X PENJUALAN

0,3% X PENJUALAN

0,3% X PENJUALAN

SIFAT PEMUNGUTAN
PENJUALAN HASIL PRODUKSI PERTAMINA DAN BADAN USAHA LAIN DI BIDANG BBM JENIS PREMIX, SUPER TT DAN GAS PENJUALAN HASIL PRODUKSI INDUSTRI SEMEN, KERTAS, BAJA DAN OTOMOTIF DI DALAM NEGERI PUNGUTAN OLEH BANK DEVISA , DJBC, DJA, BEND. PEMERINTAH DAN BUMN/BUMD PENYALUR/AGEN FINAL

PEMBELI LAINNYA

TDK FINAL

TIDAK FINAL

TIDAK FINAL

PENJUALAN BARANG YG TERGOLONG SANGAT MEWAH

TIDAK FINAL

SAAT PEMUNGUTAN/ PELUNASAN PPh PASAL 22


IMPOR SAAT PEMBAYARAN BEA MASUK/ PENYELESAIAN DOKUMEN

PEMBELIAN BARANG DARI BELANJA NEGARA/ BELANJA DAERAH

SAAT PEMBAYARAN

PENJUALAN HASIL PRODUKSI PERTAMINA DAN BADAN USAHA LAIN (IMPORTIR) DI BIDANG BBM JENIS PREMIX DAN GAS KEPADA PENYALUR/AGEN

SAAT PENERBITAN SURAT PERINTAH PENGELUARAN BARANG (DELIVERY ORDER)

PENJUALAN HASIL INDUSTRI SEMEN, ROKOK, KERTAS, BAJA, DAN OTOMOTIF PENJUALAN BARANG YG TERGOLONG SANGAT MEWAH

SAAT PENJUALAN

SAAT PENJUALAN

TATA CARA PEMUNGUTAN/ PELUNASAN PPh PASAL 22 ATAS IMPOR

TANPA LKP (Laporan Kebenaran Pemeriksaan)

DENGAN LKP

DIPUNGUT OLEH BEA DAN CUKAI BUKTI PEMUNGUTAN BUKTI PEMUNGUTAN BUKTI PEMUNGUTAN PPh PASAL 22 1 PPh PASAL 22 PPh PASAL 22
1. IMPORTIR/ WAJIB PAJAK 2. KPP 3. PEMUNGUT

DILUNASI SENDIRI KE BANK DEVISA SSP (SEBAGAI BUKTI SSP SSP SSP PEMUNGUTAN) SSP
3

1. IMPORTIR 2. KPP MELALUI KPPN 3. KPP MELALUI BANK DEVISA 4. BANK DEVISA 5. DITJEN BEA DAN CUKAI

TATA CARA PEMUNGUTAN


PPh PASAL 22 ATAS PEMBELIAN BARANG DARI BELANJA NEGARA/DAERAH DIPUNGUT PADA SETIAP PELAKSANAAN PEMBAYARAN
DISETOR DENGAN SSP PADA HARI YG SAMA KE BANK PERSEPSI/ KANTOR POS
SSP DIISI OLEH DAN ATAS NAMA SSP DIISI OLEH DAN ATAS NAMA REKANAN DAN DITANDATANGANI SSP DIISI OLEH DAN ATAS NAMA REKANAN DAN DITANDATANGANI OLEH BENDAHARAWAN SSP DIISI OLEH DAN ATAS NAMA REKANAN DAN DITANDATANGANI

SSP DIISI OLEH DAN ATAS NAMA OLEH BENDAHARAWAN (SEBAGAI BUKTI PEMUNGUTAN) REKANAN DAN DITANDATANGANI OLEH BENDAHARAWAN (SEBAGAI BUKTI PEMUNGUTAN) REKANAN DAN DITANDATANGANI OLEH BENDAHARAWAN (SEBAGAI BUKTI PEMUNGUTAN) OLEH BENDAHARAWAN (SEBAGAI BUKTI PEMUNGUTAN)
(SEBAGAI BUKTI PEMUNGUTAN)

1. WAJIB PAJAK 2. KPP MELALUI KPKN 3. LAMPIRAN SPT MASA BENDAHARAWAN 4. BANK PERSEPSI/ KANTOR POS 5. PEMUNGUT

TATA CARA PEMUNGUTAN


PPh PASAL 22 ATAS PENJUALAN HASIL INDUSTRI SEMEN, KERTAS, BAJA DAN OTOMOTIF

DIPUNGUT PADA SAAT PENJUALAN


BUKTI PEMUNGUTAN BUKTI PEMUNGUTAN PPh PASAL 22

BUKTI PEMUNGUTAN 1 PPh PASAL 22 PPh PASAL 22

2 3

1. PEMBELI/ WAJIB PAJAK 2. KPP (LAMPIRAN LAPORAN BULANAN) 3. PEMUNGUT

TATA CARA PEMUNGUTAN/ PELUNASAN


PPh PASAL 22 ATAS PENJUALAN HASIL PRODUKSI PERTAMINA DAN BADAN USAHA LAIN (IMPORTIR) YANG BERGERAK DI BIDANG BBM JENIS PREMIX, SUPER TT DAN GAS

DILUNASI SENDIRI OLEH WAJIB PAJAK (PEMBELI) SEBELUM DELIVERY ORDER (DO) DITEBUS BANK PERSEPSI/ KANTOR POS
PENYALUR/ AGEN
FINAL

PEMBELI LAINNYA

SSP (SEBAGAI BUKTI SSP PEMUNGUTAN) SSP SSP SSP


Dit.P2Humas

SSP(SEBAGAI BUKTI SSP PEMUNGUTAN) SSP SSP SSP


15

TATA CARA PEMUNGUTAN


PPh PASAL 22 ATAS PENJUALAN BARANG YG TERGOLONG SANGAT MEWAH

DIPUNGUT PADA SAAT PENJUALAN


BUKTI PEMUNGUTAN BUKTI PEMUNGUTAN PPh PASAL 22

BUKTI PEMUNGUTAN 1 PPh PASAL 22 PPh PASAL 22

2 3

1. PEMBELI/ WAJIB PAJAK 2. KPP (LAMPIRAN LAPORAN BULANAN) 3. PEMUNGUT

Dit.P2Humas

16

TATA CARA PENYETORAN DAN PELAPORAN PPh PASAL 22 ATAS IMPOR TANPA LKP
DJBC MENYETOR DENGAN SSP 1 HARI SETELAH PEMUNGUTAN (SECARA KOLEKTIF)

KE BANK PERSEPSI/ KANTOR POS MELAPOR SECARA MINGGUAN SELAMBAT-LAMBATNYA 7 HARI SETELAH BATAS WAKTU PENYETORAN DENGAN SPT MASA PPh PASAL 22 KE KPP TEMPAT BENDAHARA DJBC TERDAFTAR

Dit.P2Humas

17

TATA CARA PENYETORAN DAN PELAPORAN


PPh PASAL 22 ATAS PEMBELIAN BARANG DARI BELANJA NEGARA/DAERAH
DISETOR PADA HARI YG SAMA KE BANK PERSEPSI/ KANTOR POS

SSP DIISI OLEH DAN ATAS NAMA SSP DIISI OLEH DAN ATAS NAMA REKANAN DAN DITANDATANGANI SSP DIISI OLEH DAN ATAS NAMA REKANAN DAN DITANDATANGANI SSP DIISI OLEH DAN ATAS NAMA OLEH BENDAHARA REKANAN DAN DITANDATANGANI

OLEH BENDAHARAWAN SSP DIISI OLEH DAN ATAS NAMA REKANAN DAN DITANDATANGANI (SEBAGAI BUKTI PEMUNGUTAN) OLEH BENDAHARAWAN (SEBAGAI BUKTI PEMUNGUTAN) REKANAN DAN DITANDATANGANI OLEH BENDAHARAWAN (SEBAGAI BUKTI PEMUNGUTAN) OLEH BENDAHARAWAN (SEBAGAI BUKTI PEMUNGUTAN) (SEBAGAI BUKTI PEMUNGUTAN)

MELAPOR PALING LAMA 14 HARI SETELAH MASA PAJAK BERAKHIR DENGAN SPT MASA PPh PASAL 22

KE KPP TEMPAT BENDAHARA/BUMN/BUMD TERDAFTAR Dit.P2Humas

18

TATA CARA PENYETORAN DAN PELAPORAN


PPh PASAL 22 ATAS PEMBELIAN BARANG DARI APBN MAUPUN NON APBN
DISETOR PALING LAMA TGL 10 BULAN BERIKUTNYA KE BANK PERSEPSI/KANTOR POS

KE BANK PERSEPSI/ KANTOR POS

MELAPOR PALIN LAMA 20 HARI SETELAH MASA PAJAK BERAKHIR DENGAN SPT MASA PPh PASAL 22

KE KPP TEMPAT BENDAHARA/BUMN/BUMD TERDAFTAR


Dit.P2Humas 19

TATA CARA PENYETORAN DAN PELAPORAN


PPh PASAL 22 ATAS PENJUALAN HASIL INDUSTRI SEMEN, KERTAS, BAJA DAN OTOMOTIF
MENYETOR DENGAN SSP PALING LAMA TGL. 10 BULAN BERIKUTNYA SETELAH MASA PAJAK BERAKHIR (SECARA KOLEKTIF)

KE BANK PERSEPSI/ KANTOR POS


MELAPOR DENGAN MENGGUNAKAN SPT MASA PPh PASAL 22 SPALING LAMA 20 HARI SETELAH MASA PAJAK BERAKHIR

KE KPP TEMPAT PEMUNGUT TERDAFTAR


Dit.P2Humas 20

TATA CARA PELAPORAN


PPh PASAL 22 ATAS PENJUALAN HASIL PRODUKSI PERTAMINA DAN BADAN USAHA SELAIN PERTAMINA (IMPORTIR) YANG BERGERAK DI BIDANG BBM JENIS PREMIX SUPER TT DAN GAS

MELAPORKAN PPh PASAL 22 PALING LAMA 20 HARI SETELAH MASA PAJAK BERAKHIR

DENGAN SPT MASA PPh PASAL 22

KE KPP TEMPAT PEMUNGUT TERDAFTAR


Dit.P2Humas 21

TATA CARA PENYETORAN DAN PELAPORAN


PPh PASAL 22 ATAS PENJUALAN BARANG YG TERGOLONG SANGAT MEWAH

MENYETOR DENGAN SSP PALING LAMA TGL. 10 BULAN BERIKUTNYA SETELAH MASA PAJAK BERAKHIR

KE BANK PERSEPSI/ KANTOR POS


MELAPOR DENGAN MENGGUNAKAN SPT MASA PPh PASAL 22 PALING LAMA 20 HARI SETELAH MASA PAJAK BERAKHIR

KE KPP TEMPAT PEMUNGUT TERDAFTAR


Dit.P2Humas 22

PPh PASAL 22 ATAS PENJUALAN BARANG YANG DIKEMBALIKAN


PPh PASAL 22 PENJUALAN BARANG YANG DIKEMBALIKAN SETELAH MASA PAJAK TERJADINYA PENJUALAN

DAPAT DIKURANGKAN DARI PPh PASAL 22 TERUTANG PADA MASA PAJAK TERJADINYA PENGEMBALIAN SYARAT TIDAK DIGANTI DGN BARANG YG SAMA BAIK FISIK MAUPUN HARGA

PEMBELI MEMBUAT NOTA RETUR

Dit.P2Humas

23

NOTA RETUR ATAS PENJUALAN BARANG YANG DIKEMBALIKAN


NOTA RETUR

DIBUAT OLEH PEMBELI DIBUAT OLEH PEMBELI DIBUAT OLEH PEMBELI DALAM RANGKAP 3 DALAM RANGKAP 3 DALAM RANGKAP 3

MENCANTUMKAN: Nomor dan tanggal nota retur Nama, alamat, dan NPWP pembeli Nama, alamat, dan NPWP penjual Nomor dan tanggal faktur pembelian barang yang dikembalikan Macam, jenis, kuantum, dan harga barang yang dikembalikan Tanda tangan pembeli Dit.P2Humas

1. PEMUNGUT PAJAK 2. DILAMPIRKAN PADA SPT MASA PPh Ps, 22 PEMUNGUT 3. ARSIP PEMBELI

24