Anda di halaman 1dari 27

FISIKA DASAR

Oleh: Yusuf S. Nugroho, S.T., M.Eng.

STMIK DUTA BANGSA SURAKARTA

Pendahuluan

Fisika adalah ilmu yang paling mendasar dari semua cabang sains. Fisika berhubungan dengan perilaku dan struktur materi. Bidang kajian fisika meliputi: gerak, fluida, panas, bunyi, cahaya, kelistrikan dan kemagnetan, teori relativitas, struktur atom, fisika zat mampat, fisika nuklir, partikel elementer dan astrofisika.

Sains dan Kreativitas

Maksud utama semua cabang sains termasuk fisika dipandang sebagai penataan penampakan kompleks yang dideteksi oleh indera kita. Banyak orang menganggap sains sebagai suatu proses mekanis pengumpulan fakta-fakta dan penurunan teori. Sains merupakan suatu kegiatan kreatif yang dalam banyak segi hampir sama dengan kegiatan kreatif lain dari jiwa manusia.

Aspek sains:
Pengamatan

Membangun

Teori

Pengujian

Pengamatan

Pengamatan terhadap suatu peristiwa memerlukan imajinasi, karena para ilmuwan tidak akan pernah dapat memasukkan segala-galanya dalam deskripsi tentang apa yang mereka amati. Sehingga harus dibuat penilaian tentang mana yang relevan dalam pengamatan mereka. Contoh: Aristoteles (384-322 SM) dan Galileo (15641642 M), menafsirkan gerak sepanjang suatu permukaan bidang horizontal.

Teori

Teori tidak pernah diturunkan secara langsung dari pengamatan. Teori diciptakan untuk menerangkan pengamatan. Teori merupakan inspirasi yang hadir dalam akal pikiran kreatif manusia.

Pengujian

Teori-teori besar sains dapat dibandingkan, sebagai pencapaian kreatif, dengan karyakarya besar dalam seni dan sastra. Perbedaan penting teori sains dengan teori lainnya adalah memerlukan pengujian terhadap gagasan atau teori-teorinya untuk melihat bahwa prediksinya didukung oleh eksperimen.

Meskipun pengujian teori dapat dipandang sebagai segi yang membedakan sains dengan bidang-bidang kreatif lain, kita tidak dapat menganggap bahwa sebuah teori telah terbukti dengan pengujian.

Tidak ada alat ukur yang sempurna Tidak mungkin menguji sebuah teori dalam setiap lingkungan yang mungkin satu persatu.

Jadi sebuah teori tidak akan pernah teruji secara mutlak.

Fisika dan Hubungan dengan Bidangbidang lain

Fisika berhubungan dengan bidang lain dalam suatu jalinan penting. Aplikasinya terhadap kedokteran, biologi, ilmu bumi, arsitektur, dan teknologi merupakan suatu perhatian khusus.

Model, Teori dan Hukum

Model, dalam pemahaman ilmuwan, merupakan sejenis analogi atau citra mental suatu fenomena yang dinyatakan dalam sesuatu yang telah kita kenal. Tujuan sebuah model adalah untuk memberi kita suatu gambaran mental atau visual, sesuatu yang dapat dijadikan pegangan ketika kita tidak dapat melihat apa yang sesungguhnya terjadi.

Perbedaan Model vs Teori


Sebuah

teori, seringkali dikembangkan dari sebuah model, biasanya lebih mendalam dan lebih kompleks daripada model sederhana.

Perbedaan Model vs Teori (contd)

Model merupakan sesuatu yang sangat sederhana dan memberikan suatu kesamaan struktural dengan fenomena yang sedang dipelajari, sedangkan teori lebih luas, lebih rinci, dan mencoba menyelesaikan sekumpulan masalah, sering dengan ketepatan matematis.

Perbedaan Model vs Teori (contd)

Ketika sebuah model dikembangkan dan dimodifikasi dan berhubungan lebih dekat dengan percobaan pada suatu rentang fenomena yang lebar, model itu akan disebut sebagai teori.

Contoh Pemodelan

Hukum

Hukum ilmiah merupakan suatu pernyataan singkat, sering diungkapkan dalam bentuk sebuah persamaan, yang secara kuantitatif menjelaskan suatu rentang fenomena tertentu di atas rentang kasus yang luas. Hukum dinyatakan dalam suatu hubungan persamaan di antara besaran-besaran (seperti persamaan Newton; F=ma)

Besaran dan Pengukuran

Pembentuk utama fisika adalah besaranbesaran fisis yang dipakai untuk menyatakan hukum-hukum fisika. Semua besaran fisika harus dapat diukur, atau dikuantifikasikan dalam angka-angka. Sesuatu yang tidak dapat dinyatakan dalam angka-angka bukanlah besaran fisika, dan tidak akan dapat diukur.

Pengukuran

Mengukur adalah membandingkan antara dua hal, biasanya salah satunya adalah suatu standar yang menjadi alat ukur. Dalam pengukuran kita membutuhkan standar sebagai pembanding besar sesuatu yang akan diukur. Selain itu standar tersebut haruslah praktis dan mudah diproduksi ulang di manapun. Sistem standar internasional ini sudah ada, dan sekarang dikenal dengan Sistem Internasional (SI).

Sistem Satuan Internasional (SI)

Besaran Pokok dan Satuan-satuan dasar SI


Besaran Nama meter Simbol m Dimensi L

Panjang

Massa
Waktu Arus listrik

kilogram
sekon ampere kelvin

kg
s A K

M
T I

Temperatur termodinamik Jumlah zat

N
J

mole

mol
cd

Intensitas cahaya candela


No
1 2 3 4 5 6 7 8 9

Besaran Turunan
Besaran Turunan
Luas Volume Massa jenis Kecepatan Percepatan Gaya Usaha dan energi Tekanan Daya

Rumus
panjang x lebar Panjangx lebarx tinggi massa volume perpindahan waktu kecepatan waktu massa x percepatan gaya x perpindahan gaya luas usaha waktu gaya x waktu

Dimensi
[L]2 [L]3 [M][L]-3 [L][T]-1 [L][T]-2 [M][L][T]-2 [M][L]2[T]-2 [M][L]-1[T]-2 [M][L]2[T]-3 [M][L][T]-1

10 Impuls dan momentum

Awalan-awalan SI
Faktor Awalan deka (deca) hekto (hecto) kilo Simbol da h k

101 102 103

106
109 1012 1015

mega
giga tera peta

M
G T P

1018

eksa (exa)

Awalan-awalan SI (contd)
Faktor Awalan desi (deci) senti (centi) mili (milli) mikro (micro) nano piko (pico) femto atto Simbol d c m n p f a

10-1 10-2 10-3 10-6 10-9 10-12 10-15 10-18

Besaran-besaran fisis dibagi 2 kategori:

Besaran dasar / pokok satuan yang berkaitan dengan besaranbesaran dasar disebut satuan dasar.

Besaran turunan satuan yang berkaitan dengan besaranbesaran turunan disebut satuan turunan.

Semua besaran lain (selain besaran dasar) dapat didefinisikan dalam tujuh besaran dasar dinyatakan sebagai besaran turunan. Contoh: Besaran turunan gaya dengan satuan turunan newton (N), dapat didefinisikan sebagai :

1 N = 1 kg.m/s2

Orde Magnitudo

Orde magnitudo adalah perkiraan kasar yang dibuat dengan membulatkan semua bilangan ke satu angka penting dan pangkat angka 10-nya, dan setelah perhitungan dibuat, lagilagi hanya satu angka penting yang dipertahankan. Membuat perkiraan kasar merupakan suatu teknik yang sangat berguna di dalam sains dan juga dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh perkiraan kasar

Perkirakan berapa banyak air yang ada di dalam sebuah danau tertentu yang berbentuk hampir melingkar, bentangannya kira-kira 1 km, dan diperkirakan kedalaman rata-rata sekitar 10 m.

Volume V danau (silinder) ?

V = h r2
r = jari-jari dasar danau = 500 m h = tinggi danau = 10 m = 3.14 = 3 Sehingga : V = hr2 = (10)(3)(500) = 8x106 m3