Anda di halaman 1dari 21

STRUKTUR DAN KOMPOSISI GIGI

Kuliah Pengantar Blok 4/2014 Oleh: Drg. Aida Fitriana.,M.Biomed

Periode gigi geligi


Gigi sulung (decidous)

Gigi tetap (permanent)

Struktur gigi
Secara umum gigi terdiri dari beberapa bagian:
Mahkota

Akar

Struktur jaringan keras gigi


Email 2. Dentin 3. Pulpa 4. Sementum
1.

email
Jaringan paling keras

Melindungi dentin dan pulpa


Terbentuk dari sel-sel ameloblast yang berasal

dari jaringan ektoderm Tidak mengalami regenerasi tapi dapat terjadi remineralisasi Translusen ; Ketebalan berbeda-beda; perm oklusal lebih tebal, berdasarkan jenis gigi

Bagian-bagian email:
1.

2.
3. 4. 5.

Perykimata garis Retzius Lamela enamel Semak enamel Ujung Tomes fibre ujung odontoblas yang terdapat pada enamel

Substansi interprismata materi organik Prisma enamel materi anorganik (hidroksiapatit + air)

Enamel gigi yang mature terdiri dari:


Mineral hidroksiapatit (anorganik) 90% 2. Matriks organik (CO3, PO4 , Ca, Na, protein, karbohidrat, sitrat, dan lemak.) 3. Air 4-12% dalamruang interkristalin dan dalam jaringan micropores yang terhubung ke arah permukaan eksternal
1.

Dentin
Struktur dentin
1. Menyerupai struktur tulang tapi lebih lunak

dibanding enamel 2. Mengalami mineralisasi dan memiliki matriks ekstraseluler 3. Komposisi;


Mineral : 69,3 Organik 17,5% Air 13,2%

Bagian-bagian dentin
Dentin intertubuler 2. Dentin peritubuler 3. Tubulus dentin, berisi:
1.

tonjolan odontoblast Bahan organik dalam ruang periodontoblas

Pulpa
Struktur anatomi dan histology

Merupakan jaringan lunak gigi, yang berkembang dari jaringan ikat dental papila Terletak dalam mahkota disebut ruang pulpa Terdapat pembuluh darah dan saraf melalui foramen apical Fungsi utama pulpa membentuk dentin Pulpa : jaringan ikat yang mempunyai beberapa sifat khusus Sifat khusus antara lain: Letaknya secara anatomis dalam suatu ruang yang terbatas Mempunyai sel khusus yang hanya terdapat pada jaringan pulpa

Struktur histologi : Secara mikrokopis (dari perifer) terdiri dari lapisan : OdontoblasTerdiri dari sel odontoblas yang membentuk deretan sel Free cell/weil :Sedikit sekali mengandung unsur sel Rich sel :Mengandung banyak sel Tampak sel mesenkim

Persyarafan pulpa
Merupakan serat saraf sensorik dari N. Trigeminus Bermyelin : rangsangan cepat, pada bagian perifer tidak bermyelin Tidak bermyelin : lambat menerima nyeri spesifk karena rangsangan thermal,kimia,listrik Sistem peredaran darah pulpa

Vitalitas pulpa tidak ditemukan oleh sarafnya tetapi oleh sirkulasi darah

Tekanan pulpa rata - rata : 25 mmHg. Jika tekanan dalam pulpa naik akan terjadi sakit gigi

Tekanan pulpa merupakan perubahan ritmik sesuai dengan denyut jantung Suhu turun maka tekanan dalam pulpa turun.

Sementum
Jaringan ikat termineralisasi yang membalut

akar gigi dan merupakan tempat tertanamnya serabut gingiva dan ligamen periodontal. Fungsi utamanya: untuk menjangkarkan gigi ke tulang alveolar Ketebalan sementum pada separoh koronal dari akar adalah bervariasi 10 - 60 mikron. Sementum paling tebal (150 - 200 mikron) pada sepertiga apikal dari daerah furkasi. Ketebalan ini bertambah tiga kali lipat antara usia 11 - 70

Klasifikasi menurut Schroeder dan Page:


Tipe I :Sementum aseluler, afibrilar, dijumpai

diatas Enamel dekat batas sementum- enamel Tipe II: Sementum aseluler, serabut ekstrinsik, dijumpai pada 2/3 koronal permukaan akar paling berperan dalam penjangkaran gigi Tipe III :Sementum seluler, serabut intrinsik, dijumpai pada daerah yang mengalami perbaikan, sehingga dinamakan sementum sekunder Tipe IV : Sementum seluler, serabut bercampur; serabut intrinsik lebih dominan dari serabut ekstrinsik (serabut Sharpey)