Anda di halaman 1dari 17

JENIS-JENIS MOTOR LISTRIK

Azzahraninna Tryollinna (03101004007)

Jenis-jenis Motor Listrik


Motor Listrik

Motor DC

Motor AC

Separately Excited

Self Excited

Motor Stepper

Sinkron

Induksi

Seri

Shunt

Kompon

Satu Fasa

Tiga Fasa

1. Motor DC

Motor arus searah disebut juga motor DC (Direct Current). Mesin arus searah pada dasarnya sama dengan mesin arus bolak balik, perbedaannya adalah pada mesin arus searah mempunyai suatu komutator. Konstruksi motor DC sangat mirip dengan generator DC. Kenyataannya mesin arus searah dapat berfungsi sebagai motor maupun sebagai generator

1.1 Prinsip Kerja Motor DC

1.2 Bagian-Bagian Motor DC


Motor DC memiliki 2 bagian dasar : 1. Bagian yang tetap/stasioner yang disebut stator. Stator ini menghasilkan medan magnet, baik yang dibangkitkan dari sebuah koil (elektro magnet) ataupun magnet permanen. 2. Bagian yang berputar disebut rotor. Rotor ini berupa sebuah koil dimana arus listrik mengalir.

Motor DC bisa diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama yaitu : Motor DC Sumber Daya Terpisah (Separately Excited) Motor DC Sumber Daya Sendiri (Self Excited)

a. Motor DC Sumber Daya Terpisah (Separately Excited)

Motor DC dengan penguat terpisah (separately excited) didefinisikan sebagai motor DC dimana arus field winding diperoleh dari sumber arus DC di luar motor yang berbeda dengan sumber arus yang digunakan pada armature winding.

b. Motor DC Sumber Daya Sendiri (Self Excited)


Motor DC Sumber Daya Sendiri ini dapat dibagi lagi menjadi 3 bagian yaitu: Motor DC Seri Motor DC Shunt Motor DC Kompon

Motor DC Seri

Motor DC Seri didefinisikan rangkaian motor DC dimana field winding dan armature winding dirangkai secara seri satu sama lain. Motor DC seri dicirikan dengan kecepatan rotasi yang tidak konstan dimana saat beban yang diberikan besar, maka kecepatan rotasi motor akan kecil, namun sebaliknya bila beban yang diberikan kecil, maka kecepatan rotasi motor akan besar.

Motor DC Shunt

Motor DC Shunt adalah rangkaian motor DC dimana field winding dan armature winding dirangkai secara pararel satu sama lain. Motor DC Shunt dicirikan memiliki kecepatan yang konstan walaupun beban yang diberikan berubah.

Motor DC Kompon
Motor DC Campuran adalah motor DC yang memiliki 2 buah field winding yang dihubungkan secara seri dan pararel dengan armature winding. Karena itu, motor ini memiliki sifat seperti motor DC shunt dan motor DC seri, tergantung belitan yang mana yang lebih dominan (shunt atau seri).

c. Motor Stepper

Motor Stepper adalah motor DC yang gerakannya bertahap (step per step) dan memiliki akurasi yang tinggi tergantung pada spesifikasinya. Setiap motor stepper mampu berputar untuk setiap stepnya dalam satuan sudut (0.75, 0.9, 1.8), makin keil sudut per step-nya maka gerakan per step-nya motor stepper tersebut makin presisi. Motor stepper banyak digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang biasanya cukup menggunakan torsi yang kecil, seperti untuk penggerak piringan disket atau piringan CD. Dalam hal kecepatan, kecepatan motor stepper cukup cepat jika dibandingkan dengan motor DC. Motor stepper merupakan motor DC yang tidak memiliki komutator. Pada umumnya motor stepper hanya mempunyai kumparan pada statornya sedangkan pada bagian rotornya merupakan magnet permanent. Dengan model motor seperti ini maka motor stepper dapat diatur posisinya pada posisi tertentu dan/atau berputar ke arah yang diinginkan, searah jarum jam atau sebaliknya.

2. Motor AC

Terdiri dari 2 jenis yaitu: Motor Sinkron Motor Induksi

Motor Sinkron

Motor sinkron adalah motor AC, bekerja pada kecepatan tetap pada sistim frekwensi tertentu. Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk pembangkitan daya dan memiliki torque awal yang rendah.

Prinsip Motor Sinkron secara umum :


Belitan medan terdapat pada rotor Belitan jangkar pada stator

Pada motor sinkron, suplai listrik bolak-balik (AC ) membangkitkan fluksi medan putar stator (Bs) dan suplai listrik searah (DC) membangkitkan medan rotor (Bs). Rotor berputar karena terjadi interaksi tarikmenarik antara medan putar stator dan medan rotor. Namun dikarenakan tidak adanya torka-start pada rotor, maka motor sinkron membutuhkan prime-mover yang memutar rotor hingga kecepatan sinkron agar terjadi coupling antara medan putar stator (Bs) dan medan rotor (Br).

Motor Induksi

Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada berbagai peralatan industri. Popularitasnya karena rancangannya yang sederhana, murah dan mudah didapat, dan dapat langsung disambungkan ke sumber daya AC.

Konsep dasar motor induksi:


Apabila stator diberi catu daya 3 fasa, maka akan menimbulkan medan putar Medan putar stator akan memotong batang konduktor pada rotor. Sehingga pada kumparan rotor akan timbul GGL induksi. GGL induksi ini akan menimbulkan arus di dalam medan magnet, sehingga menimbulkan gaya pada rotor yang dikenal dengan kopel (torka induksi). Apabila torka yang dihasilkan pada rotor cukup besar untuk memikul kopel beban, maka rotor akan berputar searah dengan medan putar stator. Syarat agar terjadinya tegangan induksi adalah harus ada slip (perbedaan kecepatan relatif) antara kecepatan medan putar stator dengan kecepatan putar rotor.