Anda di halaman 1dari 21

GANGGUAN SOMATOFORM

Dr Rusdi Effendi

SOMATOFORM
Suatu kelompok gangguan yang memiliki gejala fisik dimana tidak dapat ditemukan penjelasan medis yang adekuat. Adanya keluhan gejala fisik yang berulang yang disertai dengan permintaan pemeriksaan medis, meskipun sudah berkali-kali terbukti hasilnya negatif. Gangguan ini sering terlihat adanya perilaku mencari perhatian (histrionik)

Etiologi
Faktor psikososial berupa konflik psikis dibawah sadar yang mempunyai tujuan tertentu. Faktor genetik Penurunan metabolisme suatu zat tertentu di lobus frontalis dan hemisfer nondominan.

Manifestasi klinis
1. 2. 3. Adanya keluhan gejla fisik yang berulang disertai permintaan pemeriksaan medik. Dengan hasil pemeriksaan negatif Pasien menyangkal dan menolak untuk membahas kaitan antara keluhan fisiknya dengan problem kehidupan, Timbul frustasi dan kekecewaan pada kedua belah pihak.

4.

Somatoform
1. 2. 3. 4. 5. 6. Gangguan somatisasi Gangguan somatoform tak terinci Gangguan hipokondrik Disfungsi otonomik somatoform Gangguan nyeri somatoform menetap lainnya

Prognosis
Baik sampai buruk. Dimulai sebelum usia 30 tahun, merupakan gangguan somatisasi berlangsung kronik. Baik bila timbul tiba-tiba, stresor mudah dikenali, penyesuaian pramorbid yang baik, tidak ada gangguan psikiatrik, tidak ada tuntutan terus menerus. Buruk; depresi, gangguan kepribadian (histrionik), penyalahgunaan alkohol.

Gangguan somatisasi
Gejala fisik yang bermacam macam (multipel), berulang, berubah ubah, biasanya sudah beberapa tahun sebelum pasien datang ke psikiater. Kebanyakan pasien mempunyai riwayat

pengobatan yang panjang dan sangat kompleks, dengan hasil pemeriksaan atau bahkan operasi yang negatif.

Gangguan somatisasi
bersifat menahun dan berfluktuasi.

lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, dan biasanya mulai dari usia dewasa muda.

Pedoman diagnostik
a. b. ada banyak dan berbagai gejala fisik yang tidak dapat dijelaskan selalu tidak mau menerima nasihat atau penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ada kelainan fisik yang dapat menjelaskan keluhan-keluhannya; terdapat hendaya dalam taraf tertentu dalam berfungsinya di masyarakat dan keluarga yang berkaitan dengan sifat keluhan-keluhannya dan dampak pada perilakunya.

c.

Diagnosis banding
Gangguan fisik. Pasien dengan gangguan somatisasi yang sudah lama mempunyai kesempatan yang sama untuk mengalami gangguan fisik Gangguan afektif (depresif) dan ansietas. Berbagai tingkat depresi dan anxietas lazimnya menyertai gangguan somatisasi. Gangguan waham. keluhan fisik yang lebih sedikit dan bersifat lebih konstan

Diagnosis banding
Gangguan hipokondrik 1. Penyakit serius dan progresif 2. Meminta pemeriksaan 3. Takut obat

Gangguan somatisasi 1.Penekanan pada gejalanya sendiri 2.Mengharapkan pengobatan 3.Terjadi penggunaan obat secara berlebih.

Gangguan somatoform tak terinci


Gambaran klinis yang khas dan lengkap dari gangguan somatisasi tak terpenuhi. cara mengemukakan keluhan-keluhan tidak dramatis dan tidak kuat, keluhan-keluhannya tidak terlalu banyak, atau tidak ada gangguan pada fungsi sosial dan fungsi keluarganya.

Gangguan hipokondrik
adanya preokupasi yang menetap akan kemungkinan menderita satu atau lebih gangguan fisik yang serius dan progresif. pasien seringkali menafsirkan sebagai abnormal dan tidak mengenakkan dari penginderaan dan penampilannya yang normal dan biasa Biasanya terfokus pada satu atau dua organ.

Gangguan hipokondrik
Depresi dan anxietas yang berat sering kali menonjol, dan mungkin memenuhi syarat untuk suatu diagnosis tambahan. Gangguan ini jarang timbul untuk pertama kali sesudah usia 50 tahun, dan perkembangan gejala dan disabilitas biasanya kronis dan berfluktuasi. Terjadi pada pria dan wanita.

Pedoman diagnostik
1. keyakinan yang menetap perihal adanya sekurang-kurangnya satu penyakit fisik yang serius yang melandasi keluhan atau keluhankeluhannya, Penolakan yang menetap dan tidak mau menerima nasihat atau dukungan penjelasan dari beberapa dokter

2.

Diagnosis banding
Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan panik somatisasi depresif. waham. anxietas dan gangguan

Disfungsi otonomik somatoform


Keluhan-keluhan fisik yang ditampilkan oleh pasien seakan-akan merupakan gejala dari sistem saraf otonom, misalnya saja sistem kardiovaskuler, gastrointestinal, atau pernapasan (beberapa aspek dari sistem genitourinaria juga termasuk di sini).

Pedoman diagnostik
1. 2. 3. 4. adanya gejala-gejala bangkitan otonomik, gejala subjektif tambahan yang mengacu kepada sistem atau organ tertentu; preokupasi dengan dan distres mengenai kemungkinan adanya gangguan yang serius tidak terbukti adanya gangguan yang bermakna pada struktur atau fungsi dari sistem atau organ yang dimaksud.

Diagnosis banding
gangguan anxietas gangguan somatisasi (tidak menonjol)

Gangguan nyeri somatoform menetap


Keluhan yang predominan adalah nyeri berat, menyiksa, dan menetap, yang tidak dapat dijelaskan sepenuhnya atas dasar proses fisiologis maupun adanya gangguan fisik.

Terima kasih
Wassalamualaikum