Anda di halaman 1dari 26

ASPEK PERLINDUNGAN HUKUM BAGI BIDAN DIKOMUNITAS

Fungsi fungsi hukum yang paling penting antara lain : Penjaga kedamaian/menyelesaikan masalah perselisihan antara individu. Menjaga ketertiban masyarakat. Menciptakan keadilan sosial. Melindungi atau menjaga lingkungan. Hukum sebagai alat kontrol sosial.

A. Undang-undang dan Peraturan


Pemerintah

Dalam

melaksanakan

asuhan

kebidanan dimasyarakat bidan harus

berpegang pada aspek hukum yaitu


semua aspek legalitas yang mengatur

bidan menjalankan profesinya dalam


masyarakat.

Latar belakang dibuat UU hukum kes : 1. Kes sbg salah satu unsur kesejahteraan umum harus diwujudkan sesuai cita-cita bangsa Indonesia. 2. Pembangunan kes diarahkan untuk mempertinggi derajat kes 3. Dgn memperhatikan peranan kes, diperlukan upaya yg lebih memadai dlm peningkatan derajat kes

Ketentuan hukum yg mengatur ttg tenkes termasuk

bidan :
UU No. 23 Tahun 1992 ttg Kes PP No. 32 Tahun 1996 ttg Tenkes Permenkes 1464/MENKES/PER/X/2010 ttg izin dan penyelenggara Praktik Bidan.

Kepmenkes RI No. 938/Menkes/SK/VIII/2007 ttg


Standar Asuhan Kebidanan. Kode etik profesi.

Standar Pelayanan Kebidanan. 1. UU tentang praktik bidan a. UU no 23 tahun 1992 BAB VI Sumber Daya Kesehatan Bagian Kedua (Tenaga Kesehatan) Pasal 50 1. Tenkes bertugas menyelenggarakan atau melaksanakan keg kes yg sesuai dgn bidang keahlian & sesuai dgn kewenangan tenaga kes yg bersangkutan.

2. Ketentuan mengenai kategori, jenis & klasifikasi tenkes ditetapkan dgn PP Pasal 53 1. Tenkes berhak memperoleh perlindungan hukum dlm melaks tugas sesuai profesinya. 2. Tenkes dlm melaksanakan tugas berkewajiban mematuhi profesi & menghormati hak pasien.

3. Tenkes utk kepentingan pembuktian dpt mlkk tind medik thd


seseorang dgn memperhatikan kes & keselamatan yg

bersangkutan.
4. Ketentuan mengenai standar profesi & hak-hak pasien

sebagaimana dimaksud ayat 2 ditentukan dgn peraturan


pemerintah.

Pasal 54

1. Thd tenkes yg melaks kesalahan/kelalaian melaks profesi dpt dikenakan tind

disiplin. 2. Penentuan ada atau tidaknya kesalahan/kelalaian sebagaimana dalam ayat 1 ditentukan o/ majelis disiplin o/ tenkes 3. Ketentuan mengenai pembentukan fungsi, tugas tata kerja majelis disiplin tenkes ditetapkan o/ keputusan presiden.

Pasal 55

1. Setiap orang berhak atas ganti rugi atas kesalahan atau kelalaian yg
dilakukan tenaga kesehatan.

2. Ganti rugi yang sebagaimana dimaksud ayat 1 dilaksanakan sesuai dgn


peraturan perundang-undangan yg berlaku.

2. Peraturan Pemerintah no 32 Tahun 1996 Pasal 1 1. Tenkes adalah setiap org yg mengabdikan diri dlm bidan kes serta memiliki pengetahuan & keterampilan melalui pendidikan dibid kes

Yg utk jenjang tertentu memerlukan kewenangan utk


melakukan upaya kes 2. Tenaga keperawatan meliputi perawat & bidan.

B. Standar Praktik Kebidanan Ruang lingkup pelayanan kebidanan adalah 24 standar. 1. Standar pelayanan umum a. Persiapan untuk kehidupan keluarga sehat b. Pencatatan dan pelaporan 2. Standar pelayanan antenatal a. Identifikasi ibu hamil b. Pemeriksaan dan pemantauan antenatal c. Palpasi abdominal

d. Pengelolaan anemia pada kehamilan e. Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan f. Persiapan persalinan 3. Standar pertolongan persalinan a. Asuhan persalinan kala I b. Persalinan kala II yg aman c. Penatalaksanaan aktif persalinan kala III d.Penanganan kala II dgn gawat janin melalui episotomi Bidan mengenali secara tepat tanda2 gawat janin pd kala II lama, & segera mlkk episiotomi dgn aman utk memperlancar persalinan diikuti dgn penjahitan prenium.

4. Standar pelayanan nifas a. Perawatan bayi baru lahir b. Penanganan pada 2 jam pertama setelah persalinan c. Pelayanan bagi Ibu dan bayi pada masa nifas 5. Penanganan kegawatdaruratan obstetricneonatus a. Penanganan perdarahan pada kehamilan trimester III b. Penanganan kegawatan pada eklampsia

c. Penanganan kegawatan pada partus lama/macet

d. Persalinan dengan menggunakan Vakum ekstraktor


e. Penanganan retensio plasenta f. Penanganan perdarahan post partum primer

g. Penanganan perdarahan post partum skunder


h. Penanganan sepsis puerpuralis i. Penanganan asfiksia neonatorum

C. Kode Etik Profesi Bidan Kode etik adalah norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan didalam melaksanakan tigas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Tujuan kode etik : a. Menjunjung tinggi martabat & citra profesi b. Menjaga & memelihara kesejahteraan para anggota c. Meningkatkan pengabdian para anggota profesi d. Meningkatkan mutu profesi

Kode etik bidan berisi : 1. Kewajiban bidan thd klien & masy a. Setiap bidan senantiasa meunjung tinggi, menghayati & mengamalkan sumpah jabatannya dlm melaksanakan tugas pengabdiannya. b. Setiap bidan dlm menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat & martabak kemanusiaan yg utuh & memelihara citra bidan. c. Setiap bidan dlm menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pd peran, tugas, & tanggung jawab sesuai dgn keb klien, keluarga & masyarakat.

d. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien,menghormati hak klien dan nilai-nilai yg berlaku di masyarakat. e. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien,keluarga dan masyarakat dengan identitas yg sama sesuai dengan kemampuan yg dimilikinya. f. Setiap bidan menciptakan suasana yg serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya,dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal.

2. Kewajiban bidan terhadap tugasnya a. Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna kpd klien ,keluarga & masy sesuai dgn kemampuan profesi yg dimiliki berdasarkan keb klien, klien & masy b. Setiap berhak memberikan pertolongan & mempunyai kewenangan dlm mengambil keputusan dlm tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi dan rujukan.

4. Kewajiban bidan terhadap profesinya a. Setiap bidan haqus menjaga nama baik dan menjunjung tingg cita pqofesinya dgn menampilkan kepqibadian yg tinggi dan pelayanan yg beqmutu kepada masyaqakat. b. Setiap bidan haqus senantiasa mengembangkan diqi

5. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri a. Setiap bidan harus menjaga kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik b. Setiap bida seyogyanya berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keteranpilan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

6. Kewajiban bidan terhadap pemerintah,nusa bangsa dan tanah air a. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya ,senantiasa melaksanakan ketentuanketentuan perintah dalam bidang kesehatan,khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga. b. Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya kepada pemerintah untuk meningkatkan mutu jangkauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga.

D. Registrasi Praktik Bidan


Dalam menjalankan profesi,bidan dikomunitas harus telah melaksanakan registrasi bidan sesuai

dengan ketentuan dari Kepmenkes No


900/Menkes/SK/VII/2002 yang mengatur tentang ; 1. Surat izin bidan (SIB) 2. Surat izin praktik bidan(SIPB)pasal 9 s.d 11. Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 dapat dilihat

pada lampiran buku.

E. Keputusan Menteri Kesehatan yang dikeluarkan Tahun 2007 Kepmenkes Nomor 521/Menkes/SK/IV/2007 Tentang Harga Obat Generik. Kepmenkes Nomor 562/Menkes/SK/V/2007 tentang Obat-Obat Tambahan Di luar Formularium pada Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin Tahun 2007. Kepmenkes Nomor 563/Menkes/SK/V/2007 tentang Keanggotaan Komisi Nasional Etik penelitian Kesehatan Masa Bakti 2007-2011.

E. Keputusan Menteri Kesehatan yang dikeluarkan Tahun 2007


Kepmenkes Nomor 838/Menkes/SK/VII/2007 tentang Penetapan Kelas Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan Milik Pemerintah Kabupaten Bualemo Provinsi Gorontalo. Kepmenkes Nomor 893/Menkes/SK/VIII/2007 tentang Pemeriksaan Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum. Kepmenkes Nomor 893/Menkes/SK/VIII/2007 tentang Pedoman Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Pengobatan Filariasis.

Kepmenkes Nomor 904/Menkes/SK/VIII/2007 tentang Pemberian Kuasa Pendelegasian Keenangan di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Kepmenkes Nomor 905/Menkes/SK/VIII/2007 tentang Perubahan Nama Rumah Sakit Umum Daerah Serdang Bedagai Menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah. Kepmenkes Nomor 938/Menkes/SK/VIII/2007 tentang Standar Asuhan Kebidanan (dapat dilihat pada lampiran buku ). Kepmenkes Nomor 955/Menkes /SK/VIII/2007 tentang Komisi Nasional Etik Penelitian Kesehatan.