Anda di halaman 1dari 24

BLOK 22--KEJANG DEMAM

MUHAMAD SYAIFUL BIN SAMINGAN 102008301

Skenario X

Seorang anak perempuan berusia 3 tahun dibawa ibunya ke UGD RS karena kejang-kejang di seluruh tubuhnya 30 menit yang lalu

Rumusan masalah
Anak perempuan berusia 3 tahun datang karena

kejang-kejang di seluruh tubuh


Hipotesis: anak tersebut terkena kejang demam

sederhana

anamnesis
RPS

keluhan utama?
Kejang: Kapan pertama?Berapa lama? Jenis? Suhu

sebelum/saat kejang, frekuensi? Demam : Penyebab demam adakah di luar susunan saraf pusat? ISPA? Kesadaran: sebelum/setelah kejang? Kejang: tonik,klonik,fokal,generalisata?

anamnesis
Hasil

RPS- Kejang kelojotan di seluruh tubuh mata

mendelik ke atas,kejang berlangsung 5 menit dan hanya 1x. Diawali dengan demam tinggi 40c dan batuk pilek sejak 2 hari yang lalu RPK- Ayah pasien pernah kejang disertai demam saat usia 4 tahun RPD- Riwayat kejang serupa saat usia anak 2 tahun Imunisasi- lengkap sesuai usia

Pemeriksaan fisik

Keadaan umum:
Keadaan sakit Tampak sakit berat atau sedang Kesadaran CM, apatis,somnolen,sopor,koma,delirium Status mental dan tingkah laku Gembira,tenang,koperatif,gelisah,murung. Tangisan kuat, lemah atau nada tinggi.

meningitis dan infeksi intrakranial tingkat kesadaran, letargi /


iritabilitas, hipotensi, kekakuan, tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial, ruam petekie/ (+) Kernig atau Brudzinski.

status gizi tinggi badan anak/panjang badan tanda vital peningkatan suhu badan

Pemeriksaan fisik

Hasil Keadaan umum aktif , kesadaran compos mentis, lain-lain dalam batas normal. P.Neurologis- Kaku kuduk (-), Brudzinsky I dan II (-), Babinsky (-), Kernig (-), saraf cranial dalam batas normal

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan darah lengkap
Pemeriksaan utk cari focal infeksi/penyakit dasar yg

menyebabkan demam (urinalysis, darah rutin, rongent thoraks) Lumbal Pungsi : - sangat di anjurkan < 12 bulan - di anjurkan utk anak < 18 bulan Immaging EEG : Tidak di anjurkan (sensitivitasnya rendah pd anak < 3 tahun

Kejang Demam Sederhana.


Manifestasi klinis Kejang demam yang menyebabkannya diambil sebagai diagnosa penyakit antara lain ialah:
anak (6 bulan 5 tahun) Peningkatan suhu secara mendadak. Tidak adanya tanda-tanda inflamasi SSP sebelum / selepas

kejang.
Tidak ada riwayat non-febrile seizures.

patogenesis

Epidemiologi
Diperkirakan 3% anak-anak dibawah usia 6 tahun

pernah menderita kejang demam. Anak laki-laki lebih sering pada anak perempuan dengan perbandingan 1.4:1.0. Menurut ras maka kulit putih lebih banyak daripada kulit berwarna.

Diagnosa banding
1) Kejang

demam kompleks
kejang demam kompleks Durasi >15 menit Kejang fokal Kejang rekurens (>1 kali dalam 24 jam) Ada riwayat gangguan neurologis /defisit neurologis setelah kejang

kejang demam sederhana Durasi <15 menit Kejang generalisata tonikklonik Tidak ada rekurens dalam 24 jam Tidak ada gangguan neurologis /gangguan pertumbuhan sebelum / setelah kejang

2) meningitis
Pada neonatus, anak ,usia lanjut dan imunokompromise gambaran khas meningitis tidak dijumpai. neonatus dan anak : Ggn perkembangan, demam atau hipotermia Restlessness, serangan kejang dan ubun-ubun menonjol. lanjut usia: Tdk demam Perubahan perilaku, konfuse, kejang, generalized weakness

3) ensefalitis
Manifestasi klinis

Secara umum gejala berupa trias ensefalitis :


1.Demam

2.Kejang
3.Kesadaran menurun

4) epilepsi
Epilepsi adalah sindroma otak kronis dengan

berbagai macam etiologi dengan ciri-ciri timbulnya serangan paroksismal dan berkala akibat lepas muatan listrik neuron-neuron otak secara berlebihan dengan berbagai manifestasi klinik dan laboratorik.

penatalaksanaan
Non-medika mentosa Bebaskan jalan nafas Tidurkan penderita pd posisi terlentang, hindari dari trauma. beri spatel lidah / sapu tangan diantara gigi. oksigen mencegah kerusakan otak karena hipoksia. turunkan suhu badan beri antipiretika (asetaminofen/parasetamol) /kompres es. penyebab kenaikan suhu badan & berikan antibiotic yg sesuai

Medika mentosa

KOMPLIKASI

Berulangnya Kejang Epilepsi

Hemiparesis
Retardasi Mental

prognosis

penanggulangan tepat & cepat baik & tidak

menyebabkan kematian. tidak diterapi dengan baik berkembang jadi kejang demam berulang,epilepsi, kelainan motorik, gangguan mental & belajar.

kesimpulan
Hipotesis diterima.

anak tersebut terkena kejang demam sederhana


penanggulangan tepat & cepat dpt mengelakkan

resiko komplikasi.

Sekian terima kasih