Anda di halaman 1dari 17

NAMA : GIRAH IHTAMMA NABILLA NANDRA TAMIE WIDJAYA ZULEIKA FADIAH

SISTEM KOLOID

KETERANGAN

Jumlah fase

Distribusi partikel

Ukuran

Penyaring Kestabil an an

Contoh

Larutan Sejati

Homogen

< 1 nm

Tidak dapat disaring


Tidak dapat disaring, kecuali dengan penyaring ultra Dapat disaring

Stabil, Larutan tidak gula, memisah larutan garam


Stabil, Susu, tidak santan memisah

Sistem Koloid

Heterogen

1-100 nm

Suspensi

Heterogen

> 100 nm

Tidak Tepung stabil, dalam air, memisah pasir dalam air

PENGERTIAN KOLOID
Koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat lain. Koloid berbeda dengan larutan, larutan bersifat stabil.Contoh: Mayones dan cat, mayones adalah campuran homogen di air dan minyak dan cat adalah campuran homogen zat padat dan zat cair. Didalam larutan koloid secara umum, ada 2 zat sebagai berikut: 1. Zat terdispersi, yaitu zat yang terlarut di dalam larutan koloid 2. Zat pendispersi, yaitu zat pelarut di dalam larutan koloid

JENIS-JENIS KOLOID
No 1 2 3 4 5 6 Fase Pendispersi Gas Gas Cair Cair Cair Padat Fase Terdispersi Cair Padat Gas Cair Padat Gas Nama Koloid Aerosol cair Aerosol padat Buih Emulsi Sol Buih padat Contoh Kabut Debu Sabun Susu, santan Lem kanji Sterefom

7
8

Padat
Padat

Cair
Padat

Emulsi padat
Sol padat

Mentega
Gelas berwarna

SIFAT KOLOID
A. Efek Tyndal
Sifat pengahamburan cahaya oleh koloid di temukan oleh John Tyndall, oleh karena itu sifat ini dinamakan Tyndall. Efek dari Tyndall digunakan untuk membedakan system koloid dari larutan sejati. Contoh dalam kehidupan sehari hari dapat diamati dari langit yang tampak berwarna biru atau terkandang merah/oranye dan sorot lampu proyektor di gedung bioskop.

B. Gerak Brown
Larutan Koloid jika diamati dengan mikroskop ultra, dimana arah cahaya tegak lurus dengan sumbu mikroskop, akan terlihat partikel koloid senantiasa bergerak terus menerus dengan gerak zigzag. Gerak ini disebut Gerak Brown. Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak brown. Semakin besar ukuran partikel, semakin lambat gerak brown. Gerak Brown juga dipengerahui oleh suhu. Semakin tinggi suhu system, koloid, semakin besar energi kinektik yang dimiliki partikel medium. Akibatnya, gerak Brown dari partikel fase terdispersinya semakin cepat. Semakin rendah suhu system koloid, maka gerak Brown semakin lambat.

C. Muatan Koloid
1. Elektroforesis

Partikel koloid sol bermuatan listrik, maka partikel ini akan bergerak dalm medan listrik. Pergerakan partikel koloid dalam medan listrik disebut elektrofesis.
Contoh : Penyaringan debu pabrik dengan Cottrel. 2. Adsorpsi Adalah kemampuan partikel koloid untuk menyerap ion atau muatan listrik pada permukaannya. Contoh : Pada proses pemurnian gula tebu, pembuatan obat norit, penggunaan deodorant

3. Koagulasi Adalah proses penggumpalan partikel koloid dan pengendapannya. Partikel-partikel koloid yang bersifat stabil karena memiliki muatan listrik sejenis. Apabila muatan listrik itu hilang , maka partikel koloid tersebut akan bergabung membentuk gumpalan.

Contoh : Pembentukan delta di muara sungai, karet dalam lateks, dan lumpur koloidal dalam sungai.

D. Koloid Pelindung
Adalah koloid yang dapat melindungi koloid lain agar tidak menggumpal. Contoh : Pembuatan ice cream dengan penambahan gelatin.

E. Dialisis
Merupakan proses pemurnian partikel koloid dari muatan-muatan yang menempel pada permukaannya melalui selaput semipermiabel. Salah satu aplikasi dialisator adalah sebagai mesin pencuci darah untuk penderita gagal ginjal. Jaringan ginjal bersifat semipermiabel, selaput ginjal hanya dapat dilewati oleh air dan molekul sederhana seperti urea, tetapi menahan partikel-partikel kolid seperti sel-sel darah merah.

KOLOID LIOFIL DAN LIOFOB


Koloid yang memiliki medium dispersi cair dibedakan atas koloid liofil dan koloid liofob.

Suatu koloid disebut koloid liofil apabila gaya tarik menarik antara zat terdispersi dengan mediumnya cukup besar karena suka cairan. Contoh : deterjen
Koloid liofob apabila gaya tarik menarik antara zat terdispersi dengan mediumnya tidak ada atau sangat lemah karena tidak suka cairan. Contoh : mayonaise

PEMBUATAN SISTEM KOLOID


- Metode kondensasi yang merupakan metode bergabungnya partikel-partikel kecil larutan sejati yang membentuk partikel-partikel berukuran koloid. - Metode dispersi yang merupakan metode dipecahnya partikel-partikel besar sehingga menjadi partikel-partikel berukuran koloid.

A. METODE KONDENSASI
Misalnya: - Sol emas atau sol Au dapat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya dengan melarutkan AuCl3 dalam pereduksi organic formaldehida HCOH; 2AuCl3 (aq) + HCOH(aq) + 3H2O(l) 2Au(s) + HCOOH(aq) + 6HCl(aq). - Sol belerang dapat dibuat dengan mereduksi SO2 yang terlarut dalam air dengan mengalirinya gas H2S ; 2H2S(g) + SO2 (aq) 3S(s) + 2H2O(l).

Reaksi reduksi-oksidasi (redoks)

Reaksi hidrolisis
Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air. Misalanya: - Sol Fe(OH)3 dapat dibuat dengan hidrolisis larutan FeCl3 dengan memanaskan larutan FeCl3 atau reaksi hidrolisis garam Fe dalam air mendidih; FeCl3 (aq) + 3H2O(l) Fe(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq) (Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+).

Reaksi dekomposisi rangkap


Misalnya: Sol As2S3 dibuat dengan gaya mengalirkan H2S dengan perlahan-lahan melalui larutan As2O3 dingin sampai terbentuk sol As2S3 yang berwarna kuning terang; As2O3 (aq) + 3H2S(g) As2O3 (koloid) + 3H2O(l) (Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2-

Penggantian Pelarut
Selain dengan cara-cara seperti diatas, koloid dapat terjadi dengan penggantian pelarut. Contoh : apabila larutan jenuh, kalsium asetat dicampur dengan alkohol maka akan terbentuk koloid berupa gel.

B. METODE DISPERSI
Cara Mekanik
Cara mekanik adalah penghalusan partikel-partikel kasar zat padat dengan proses penggilingan untuk dapat membentuk partikel-partikel berukuran koloid. Alat yang digunakan untuk cara ini biasa disebut penggilingan koloid, yang biasa digunakan dalam: - industri makanan untuk membuat jus buah, selai, krim, es krim,dsb. - Industri kimia rumah tangga untuk membuat pasta gigi, semir sepatu, deterjen, dsb.

Cara

peptisasi

Cara peptisasi adalah pembuatan koloid / sistem koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan / proses pendispersi endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zat pemecah tersebut dapat berupa elektrolit khususnya yang mengandung ion sejenis ataupun pelarut tertentu. Contoh: - Agar-agar dipeptisasi oleh air ; karet oleh bensin. - Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S ; endapan Al(OH)3 oleh AlCl3.

Cara busur Bredig


Cara ini biasanya digunakan untuk membuat sol-sol logam, sperti Ag, Au, dan Pt.