Anda di halaman 1dari 59

I Gede Wahyudi Prawira, S.

Ked Franky Santoso

08.70.0010 08.70.0165

Pembimbing: Dr. Sylvi Marfianti, SpKK

Sifilis stadium 1 Herpes genitalia

Chancre

Lymphogranuloma venereum

Nama lain : Ulkus durum, Chancre,Raja Singa Penyebab :Treponema pallidum Predileksi :lesi ulkus genitalia Penularan :kontak seksual langsung dengan penderita

Secara umum, sifilis dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tahapan yaitu: Primary syphilis

Secondary syphilis

Masa inkubasi 2-3 minggu (range 9-90 hari) infeksi lokal

Early latent syphilis

Masa inkubasi 6-12 minggu (range 1-6 buan); infeksi generalisata


Sifilis asimptomatis dengan durasi kurang dari 2 tahun Sifilis asimptomatis dengan durasi lebih dari 2 tahun Cardiovascular syphilis, neurosyphilis, gummatous Syphilis

Late latent syphilis

Late symptomatic syphilis (tertiary syphilis)

ulkus superficial maupun dalam tidak terasa nyeri tepian yang tajam, mengalami indurasi sehingga sering disebut pula sebagai ulkus durum memiliki dasar yang rata, tidak mengalami eksudasi purulen umumnya tidak terdapat vaskularisasi pada lesi. Inguinal lymphadenopathy terkadang dapat dijumpai.

Dark field Microscopy Serologis Nontreponemal assays Treponeme-specific assays

Antibiotik sistemik dosis tinggi

Pada sifilis stadium 1 prognosisnya baik sejak ditemukannya terapi antibiotik golongan penicilin dan antibiotik lainnya.

Etiologi : Haemophilus ducreyi Nama lain : soft chancre, Ulkus Molle, Chancroid Penularan : Kontak seksual Predileksi : preputium dan frenulum pada laki-laki ditemukan di vulva, serviks dan perianal pada wanita.

Ulkus soliter atau ulkus multipel Tidak mengalami indurasi (soft core) Memiliki dasar yang nekrosis dan eksudat purulen Mudah mengalami perdarahan saat kontak Dikelilingi dengan tepian yang tidak rata sangat nyeri: lebih banyak dijumpai pada kelompok laki-laki dibandingkan perempuan bergantung dari lokasi inokulasi yang sedang berlangsung.

Mikroskopis Kultur Serologis

Terapi antibiotik sistemik

Terapi yang dilakukan sejak dini memberikan hasil maksimal pada Chancroid sehingga angka kesembuhan pasien dapat meningkat sejak terapi antibiotik dilakukan.

Definisi infeksi akut yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (virus herpes hominis) tipe II

Sinonim = Fever blister, cold sore, herpes febrilis, herpes progenitalis

Epidemiologi menyerang baik pria maupun wanita dengan frekuensi yang tidak berbeda.

infeksi VHS tipe II biasanya berhubungan dengan peningkatan aktivitas seksual.

Etiologi VHS tipe II virus herpes hominis yang merupakan virus DNA. Pembagian tipe II berdasarkan karakteristik pertumbuhan pada media kultur, antigenic marker, dan lokasi klinis (tempat predileksi).

Gejala Klinis masa inkubasi 4 hari. Awal demam, malese dan anoreksia, dan dapat ditemukan pembengkakan kelenjar getah bening regional Gejala klinis klasik ruam meliputi, dimulai dengan makula dan papula dan berkembang menjadi vesikel berkelompok di atas dasar eritem, berulang mengenai permukaan mukokutaneus, pustula, dan bisul.
Infeksi VHS ini berlangsung dalam 3 tingkat. 1. Infeksi primer 2. Fase laten 3. Infeksi rekurens

Gambar 3 : Gambaran Klinis Herpes Genitalis pada wanita

Gambar 4 : Gambaran Klinis Herpes Genitalis pada pria

Diagnosa Pemeriksaan laboratonum yang dapat dilakukan antara lain:


Tzanck test. Pemeriksaan mikroskop electron Kultur jaringan. Pemeriksaan anti bodi poliklonal dengan cara imunofluoresensi, imunoperoksidase dan ELISA

Diagnosa Banding Limfogranuloma venereum, sifilis primer chancroid.

Penatalaksanaan
1. Lesi primer
Simtomatis: analgesik, kompres Anti virus:
asiklovir 5 x 200 mg/hari selama 7-10 hari. kompiikasi beratasiklovir intravena 3x5 mg/kgBB/hari (710 hari) valasiklovir 2 x 500 mg/hari Selama 7-10 hari. famciclovir 3 x 250 mg/hari selama 7-10 hari

2. Lesi rekuren

Lesi ringan: simptomatis, krim asiklovir Lesi berat:


asiklovir 5 x 200 mg/hari selama 5 hari asiklovir 3 x 400 mg/hari selama 5 hari asiklovir 2 x 800 mg/hari selama 5 hari famsiklovir 2 x 125 mg/hari selama 5 hari valasiklovir 2 x 500 mg/hari selama 5 hari

Rekuren > 8 kali/tahun diberikan terapi supresif selama 6 bulan


asiklovir 3-4 x 200 mg/hari valasiklovir 1 x 500 mg/hari

Screening Disarankan untuk screening Pengujian serologic tipe spesifik untuk HSV

Prognosis Pengobatan secara dini dan tepat memberi prognosis yang lebih baik, yakni masa penyakit berlangsung lebih singkat dan rekurens lebih jarang.

Herpes Genitalis pada kehamilan melalui plasenta virus sirkulasi fetal kerusakan atau kematian pada janin. Infeksi neonatal mortalitas 60%,menderita cacat neurologik atau kelainan pada mata. Kelainan yang timbul pada bayi ensefalitis, keratokonjungtivitis, atau hepatitis, di samping itu dapat juga timbui lesi pada kulit.

Definisi

Lymphogranuloma venereum (LGV)/ limfopatia venerium/penyakit NICOLAS-FAVRE, merupakan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis serotipe L1, L2 dan L3. bentuk klinis yang tersering ialah sindrom inguinal.

Epidemiologi Saat ini jarang ditemukan namun endemik beberapa bagian Afrika, Asia, Amerika selatan, dan Karibia Pria > wanita

GEJALA KLINIK Masa tunas penyakit ini ialah 1-4 minggu. Gejala awal berupa malese, nyeri kepala, artralgia, anoreksia, nausea, dan demam dapat berlanjut gejala klinis pada genitalia berupa erosi, papul miliar, vesikel, pustul, dan ulkus Umumnya solitar Gambaran klinis bentuk dini : afek primer sindrom inguinal bentuk lanjut : sindrom genital Anorektal uretral

Gambar 5a, b : Gambaran Klinis Lymphogranuloma venereum pada genitalia pria

Gambar 6 : Gambaran klinis Lymphogranuloma Venereum pada genital Wanita

Diagnosis didasarkan pada riwayat dan gambaran klinis kadang sulit, mengingat bahwa gejala atau kondisi IMS yang lain juga tumpang tindih

Pemeriksaan Penunjang
Hematologi Tes Frei Tes ikatan komplemen

Diagnosa Banding
Limfadenitis piogenik Limfadenitis karena ulkus mole hernia inguinalis Chancroid Herpes Sifilis skufuloderma

Penatalaksanaan Tablet Kombinasi sulfametoksazol 400mg dan trimetoprim 80mg ,di berikan 2 tablet/hr, diberikan terus menerus hingga sembuh. Pilihan kedua tetrasiklin dengan dosis 3 x 500 mg sehari. Topical kompres terbuka jika abses telah pecah, bisa dengan larutan permanganas kalikus 1/5.000.

Prognosis Pada sindrom inguinal baik Sedangkan pada bentuk lanjut buruk.