Anda di halaman 1dari 18

Gerry Yoshua 2011-012-419 Michelle S.

Rantung 2011-012-425

Sejarah Pepsi
Ditemukan oleh Caleb Bradham, seorang ahli farmasidari New Bern, North Carolina. Seperti ahli farmasikebanyakan pada saat itu, dia juga memasangdispenser minuman bersoda di toko obatnya. Diamenjual minuman bersoda ciptaannya sendiri. Minuman ciptaannya yang paling populer bernama"Brad's drink pada musim panas tahun 1898, dankemudian berubah nama menjadi "Pepsi Cola" setelahpepsin dan biji cola digunakan dalam resepnya.Nama Pepsi Cola didaftarkan pada tanggal 16 Juni 1903.

Proses Pemasaran Pepsi


Tahap 1 : Memahami Pasar dan Kebutuhan Pelanggan Upaya Pepsi untuk memahami kebutuhan, keinginan dan permintaan pelanggan, salah satunya dengan program The Pepsi Refresh Project . Proyek baru Pepsi di jejaring sosial itu akan mengajak pengguna Pepsi untuk mengirimkan ide tentang bagaimana Pepsi bisa menyegarkan masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam dan untuk menyesuaikan setiap gaya hidup konsumen, Pepsi menggunakan strategi diferensiasi produk. Mereka memiliki pepsi reguler, pepsi max dengan kafein lebih, pepsi ceri vanili, bebas kafein pepsi, diet pepsi.

Proses Pemasaran Pepsi


Tahap 1 : Memahami Pasar dan Kebutuhan Pelanggan
Upaya Pepsi dalam memahami pasar dilakukan dengan memperbaiki "soft skills". Untuk menjadi pemimpin di industri barang-barang konsumen, perusahaan perlu memiliki kumpulan leader yang memahami populasi di pasar yang dilayani. Prinsip kepemimpinan inilah yang ditularkan secara berantai ke seluruh jajaran di Pepsi Co. Setiap pemimpin di perusahaan ini diwajibkan untuk bertindak sebagai mentor dan pelatih bagi anak buah mereka dengan memberikan teladan bukan saja dalam perkataan, tetapi juga dalam tindakan. Satu cara yang dilakukan Pepsi Co untuk menerapkan prinsip leadership ini adalah dengan merekrut pemimpin lokal. Para pemimpin lokal inilah yang lebih mengerti pasar lokal yang dilayani oleh Pepsi Co. Mereka paham selera penduduk dan gaya hidup sasaran (target) pasar didaerah mereka masing-masing, sehingga lebih mudah bagi perusahaan untuk mendisain strategi bersaing yang ampuh untuk memenangkan kompetisi dengan para pesaing.

Proses Pemasaran Pepsi


Tahap 1 : Memahami Pasar dan Kebutuhan Pelanggan
Selain memupuk kepemimpinan lokal, soft skill lain yang dipupuk oleh Pepsi Co adalah dengan kemampuan bekerja sama dengan perusahaan lain. Perusahaan-perusahaan yang dipilih untuk bekerja sama adalah perusahaan-perusahaan lokal dengan produk yang dapat saling menunjang produk minuman Pepsi Co. Misalnya: Pepsi Co menggandeng restoran-restoran agar mereka juga mau menawarkan produk minuman Pepsi Co untuk menjadi pendamping makanan yang mereka tawarkan. Melalui kerja sama ini, dijalin hubungan bisnis yang langgeng dan saling menguntungkan.

Bahkan pada tahun 1941 dalam upaya mendukung perang America, sebuah kantin Pepsi di Times Square, New York, beroperasi selama perang, memungkinkan lebih dari satu juta keluarga untuk merekam pesan untuk personil layanan bersenjata di luar negeri.

Proses Pemasaran Pepsi


Tahap 2 : Mendesain Strategi Pemasaran yang Dikendalikan Oleh Pelanggan
Segmentasi Pepsi adalah produk untuk anak-anak muda. Apakah berarti orang yang lebih tua tidak boleh minum? Bukan, tetapi yang diharapkan Pepsi adalah sebagian besar konsumen produknya adalah anak-anak muda sebagai konsumen utama (primary customer), sedangkan konsumen lainnya (secondary customer) bisa para penikmat Pepsi dari berbagai usia dan kalangan. Pepsi disebut memiliki segmentasi yang tajam karena fokusnya ini, dan otomatis langkah ini berguna untuk melakukan blocking atas semua upaya Coca Cola untuk menambah konsumen baru dari golongan muda.

Semua atribut promosi Pepsi yang digunakannya disesuaikan dengan apa yang disukai oleh anak-anak muda. Mulai dari bintang-bintang iklan yang adalah penyanyi, bintang film, olahragawan dan figur publik lain yang populer. Di Asia, Pepsi berusaha tampil dengan menggandeng F4 (Group musik asal Taiwan yang terkenal karena film Meteor Garden dan lagulagunya) yang sempat menjadi tren di kalangan anak muda khususnya golongan wanita.

Proses Pemasaran Pepsi


Tahap 2 : Mendesain Strategi Pemasaran yang Dikendalikan Oleh Pelanggan
Target Pasar: - Pria dan wanita yang berusia 16 45 tahun - Menganggap diri mereka muda - Berpikir ke depan - Kelas menengah, pendapatan menengah - Masyarakat pedesaan dan perkotaan

Dalam mendesain strategi pemasaran, saat ini Pepsi mengadopsi konsep produk, dimana konsep ini percaya bahwa konsumen menyukai produk yang menawarkan kualitas, kinerja, dan fitur yang terbaik, berfokus pada perbaikan terus menerus.

Proses Pemasaran Pepsi


Tahap 2 : Mendesain Strategi Pemasaran yang Dikendalikan Oleh Pelanggan
Keberhasilan Pepsi memang luar biasa. PepsiCo dapat terus berekspansi ke pasar internasional di saat pasar Amerika untuk soda menurun. Saat ditanya tentang rahasia keberhasilan Pepsi Co, Nooyi (Direktur Pepsi Co) menjelaskan bahwa dia terus melakukan yang terbaik untuk Pepsi Co. Salah satu terobosan Nooyi adalah mengurangi lemak dan kalori dalam semua produk makanan dan minuman serta mendorong gaya hidup sehat dan aktif. Dengan demikian, Nooyi berharap dapat membantu mengatasi masalah epidemik global obesitas.

Proses Pemasaran Pepsi


Tahap 2 : Mendesain Strategi Pemasaran yang Dikendalikan Oleh Pelanggan
Di bidang industri yang digeluti PepsiCo, produk pengganti dari kompetitor yang setara dengan harga kompetitif sangatlah mudah ditemui. Oleh karena itu PepsiCo sangat gencar dalam melakukan inovasi produk baru, cita rasa dan peningkatan mutu serta tingkat kesehatan produk. Strategi pemasaran yang diterapkan Pepsi Co saat ini sudah sangat baik dengan melakukan inovasi-inovasi baru yang bervariasi dan cerdik dalam mencari celah dalam menarik perhatian konsumen, sehingga Pepsi Co masih tetap bertahan di persaingan makanan ringan dan minuman soda di dunia. Hal ini tidak lepas dari tangan-tangan sukses para pemimpin yang terus berkarya dalam menerapkan strategi-strategi baru yang kreatif dan para karyawannya yang setia untuk memajukan perusahaan Pepsi Co.

Proses Pemasaran Pepsi


Tahap 3 : Menyusun Program Pemasaran yang Terintegrasi yang Menyampaikan Nilai Superior
Kunci kesuksesan yang diusung oleh PepsiCo antara lain : Price :
Mass Production, memproduksi produk-produk sejenis di fasilitas yang sama jika memungkinkan, untuk efisiensi produksi melakukan konsolidasi dalam pembelian atau pengadaan untuk menekan biaya. Mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang cukup menguntungkan untuk memperluar pasar di kawasan regional lain Mengadakan aliansi strategis, baik dengan suplier, kompetitor maupun distributor untuk meningkatkan volume penjualan

Product :
Melakukan perbaikan mutu dan peningkatan standar kesehatan dari produk :

mengurangi lemak dan kalori dalam semua produk makanan dan minuman, membuat kemasan yang menarik
Diferensiasi produk : Mountain Drew Pepsi (Diet Pepsi), Pepsi Blue, Tropicana (Jus), Frito-Lay (makanan ringan) , Cracker Jack, Lipton Iced Tea ( Teh )

Proses Pemasaran Pepsi


Tahap 3 : Menyusun Program Pemasaran yang Terintegrasi yang Menyampaikan Nilai Superior Place : menggandeng restoran-restoran agar mereka juga mau menawarkan produk minuman Pepsi Co untuk menjadi pendamping makanan yang mereka tawarkan membangun penjualan dan pangsa di negara berkembang, di mana Coca-Cola belum merupakan pasar pemimpin yang tidak dapat diganggu menjadikan para pengecer atau peritel sebagai rekan bisnis dengan mengirimkan produk yang dibutuhkan; menata produk di toko; mengganti produk yang sudah rusak; menangani komplain pelanggan; menjalankan program bagi pelanggan

Promotion :
Melalui iklan di media massa menggunakan penyanyi, bintang film, olahragawan dan figur publik lain yang popular The Pepsi Refresh Project , proyek baru Pepsi di jejaring sosial ini mengajak pengguna Pepsi untuk mengirimkan ide tentang bagaimana Pepsi bisa menyegarkan masyarakat

Proses Pemasaran Pepsi


Tahap 4: Membangun hubungan yang menguntungkan dan membuat pelanggan senang.

Pada Tahun 1958 Pepsi berjuang untuk meningkatkan citra mereknya. Pepsi disebut sebagai "cola dapur," sebagai konsekuensi dari positioning sebagai merek murah, tetapi sekarang Pepsi mengidentifikasikan dirinya dengan anak muda,dan konsumen yang modis. Selain itu Pepsi juga identik dengan biru elektrik.

Proses Pemasaran Pepsi


Tahap 4: Membangun hubungan yang menguntungkan dan membuat pelanggan senang.

Pelanggan diundang untuk mengumpulkan point untuk ditukar dengan berbagai merchandising Pepsi. Strategi ini sangat berhasil dan pada saat Olimpiade Atlanta.

Pepsi dilakukan tes buta rasa di toko-toko, dalam apa yang disebut " Pepsi Tantangan ". Tes ini menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai rasa Pepsi (yang diyakini memiliki lebih lemon minyak, dan kurang oranye minyak, dan menggunakan vanilin daripada vanili ).

Proses Pemasaran Pepsi


Tahap 4: Membangun hubungan yang menguntungkan dan membuat pelanggan senang.

Website Pepsi sangat estetis dan menarik. Mereka menggunakan warna biru muda, dan warna warna cerah lainnya serta link animasi.

Proses Pemasaran Pepsi


Tahap 5: Menangkap nilai dari pelanggan untuk menciptakan keuntungan dan pelanggan ekuitas.

Yaitu dengan cara:


Membangun hubungan yang tepat dengan pelanggan yang tepat Membuat pelanggan senang untuk tetap setia
Pepsi menggunakan metode penelitian yang berbeda untuk memuaskan pelanggan mereka. Perusahaan mengembangkan rasa yang berbeda dan ini rasa diuji berdasarkan sampel. Jika pelanggan menyukai rasanya, hal itu disebut Consumer Liking Taste" (CLT).

Proses Pemasaran Pepsi


Tahap 5: Menangkap nilai dari pelanggan untuk menciptakan keuntungan dan pelanggan ekuitas.

Standar Mutu (Quality Standard Customer Satisfaction) Konsumen Pepsi puas dengan kualitas yang tinggi. Pepsi mempertimbangkan kebersihan dan kebersihan bersama dengan manajemen mutu.