Anda di halaman 1dari 16

PENGENDALIAN INTERNAL

RADILLA WIDYASTUTI WARDA LIANI

PENGERTIAN PENGENDALIAN INTERNAL

Menurut COSO, Pengendalian Internal adalah Suatu proses yang dipengaruhi oleh entitas dewan direksi, manajemen dan personil lainnya, yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan dalam hal: a. Efektivitas dan efisiensi operasi b. Keandalan pelaporan keuangan c. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku

KOMPONEN PENGENDALIAN INTERNAL


Lingkungan Pengendalian

Pemantauan

Penilaian Risiko Kegiatan Pengendalian

Komunikasi & Informasi

JENIS JENIS PENGENDALIAN


Preventif

Detektif

Korektif

KARAKTERISTIK PENGENDALIAN
Tepat Waktu Kelayakan

Ekonomis

Fleksibilitas

Akuntabilitas

Menentukan Penyebab

Penerapan

SARANA UNTUK MENCAPAI PENGENDALIAN


Organisasi

Kebijakan

Pelaporan Akuntansi Prosedur

Penganggaran Personalia

SISTEM PENGENDALIAN

Merupakan gabungan elemen-elemen sarana pengendalian. Merancang sistem pengendalian untuk memastikan bahwa tugas diselesaikan dan tujuan dicapai merupakan tanggung jawab manajemen. Manager bertanggung jawab untuk menetapkan pengendalian, mempertahankannya, memodifikasi apa yang harus diubah, dan memerhatikan informasi yang diberikan oleh sistem pengendalian.

AUDIT PENGENDALIAN

Risiko Pengendalian Kemungkinan bahwa pengendalian yang telah ditetapkan tidak bisa mendeteksi adanya penyimpangan

Tujuan Audit Pengendalian : Pengendalian memang diterapkan; Pengendalian secara struktural memang wajar; Pengendalian dirancang untuk mencapai tujuan manajemen khusus atau untuk mencapai ketaatan dengan persyaratan yang ditentukan, atau untuk memastikan akurasi dan kelayakan transaksi; Pengendalian memang digunakan; Pengendalian secara efisien melayani tujuan tersebut; Pengendalian bersifat efektif; dan Manajemen menggunakan keluaran yang dihasilkan sisem kontrol

KETERBATASAN BAWAAN PENGENDALIAN INTERNAL


Kesalahan dalam Pertimbangan Biaya Lawan Manfaat Gangguan Kolusi

Pengabaian dalam Manajemen

PERAN AUDITOR INTERNAL


Pada dasarnya fungsi auditor internal dalam perusahaan adalah untuk mengawasi pelaksanaan sistem pengendalian internal dan memberikan saran perbaikan kepada manajemen bila ditemukan kelemahan dan penyimpangan baik yang terdapat pada sistem tersebut maupun dalam pelaksanaannya dalam perusahaan.

Auditor internal dalam menjalankan fungsinya dipengaruhi oleh kedudukan atau posisi Audit Internal dalam struktur organisasi perusahaan, yaitu mempengaruhi luasnya aktivitas fungsi yang dapat dijalankan dan mempengaruhi independensi dalam melaksanakan fungsinya

POSISI AUDIT INTERNAL DALAM STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

Manahan (2003)

Lanjutan
Menurut Valery G. Kumaat (2011), sebagai sebuah tim yang independen jelas internal audit tidak tepat bila ditempatkan dalam jalur struktural (sejajar atau dibawah posisi head of division/department, seperti sejajar atau digabungkan dengan accounting department). Dalam praktek, biasanya internal audit ditempatkan di bawah CEO/BOD sebuah Business Unit. Sejalan dengan pertumbuhan korporasi, selanjutnya Internal Audit dimasukkan ke dalam bagian dari Holding Company (langsung dibawah CEO atau sebagai bagian dari struktur, bila Holding Co. tidak termasuk objek pengawasan). Bila mengikuti pertumbuhan business unit terutama mempertimbangkan semakin banyaknya cabang (Representative Office) yang dibuka, Internal Audit dikembangkan kebawah hingga ke Regional Office. Sangat jarang tim Internal Audit diposisikan langsung dibawah Board of Commissioner (Business Owner), kecuali dengan pertimbangan bahwa seluruh unit bisnis dipegang sepenuhnya oleh para professional, dimana pemegang saham mayoritas membatasi diri hanya selaku investor dan tidak terlibat dalam operasi bisnis.

Kedudukan Internal Audit Di PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk

Sejak tahun 2004, Perusahaan telah memiliki Unit Audit Internal yang berada langsung di bawah Direktur Utama. Dalam melaksanakan tugasnya, Divisi Audit Internal melaksanakan berbagai kegiatan antara lain audit operasional cabang, gudang, custodian, wilayah / area dan fungsional lainnya. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa praktik manajemen risiko telah dilakukan sesuai dengan kebijakan dan prosedur tertulis Perusahaan serta peraturan eksternal. Divisi Audit Internal juga membantu menyempurnakan dan memperkuat pengendalian dan menyediakan jasa konsultasi untuk memberikan nilai tambah dan memperbaiki operasional organisasi. Laporan hasil audit disampaikan kepada Diretur Utama, dan kepada Komite Audit Perusahaan.

Pedoman Unit Audit Internal yang direvisi pada tahun 2009 telah sesuai ketentuan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.7 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal (Surat Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-496/BL/2008 tertanggal 28 Nopember 2008). Pedoman Unit Audit Internal Adira Finance telah disahkan oleh Direksi Perusahaan dan disetujui oleh Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 24 Nopember 2009

KESIMPULAN
Pengendalian Internal merupakan jawaban manajemen untuk mengatasi risiko yang diketahui. Pengendalian internal digunakan untuk memastikan tujuan operasional organisasi tercapai. Pengendalian Internal memberikan keyakinan pada auditor internal apakah sistem operasi organisasi telah dilaksanakan secara efektif dan efisien. Terlepas dari bagaimana bagusnya desain dan operasinya, pengendalian internal hanya dapat memberikan keyakinan memadai bagi manajemen dan dewan komisaris berkaitan dengan pencapaian tujuan pengendalian internal entitas. Karena pencapaian tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan bawaan yang melekat dalam pengendalian internal.