Anda di halaman 1dari 34

SINDROMA CROUP

SINDROMA CROUP
SINDROMA CROUP : - Batuk - Suara Parau - Stridor Inspiratoir

Obstruksi Saluran Napas Atas/Laring

PATOFISIOLOGI
Infeksi Mekanis Alergi

SPASME + SEMBAB LARING

OBSTRUKSI SALURAN NAPAS ATAS

PENYEBAB SINDROMA CROUP

INFEKSI : terbanyak infeksi virus Bakteri : H. influenza B, C.diphteri Virus: P. influenza 1,2,3, Infuenza, Adeno, Entero, RSV, morbilli

MEKANIK: Benda asing Pasca pembedahan Penekanan masa ekstrinsik ALERGI : Sembab angioneurotik

GEJALA KLINIS SINDROMA CROUP

SUARA SERAK BATUK MENGGONGGONG STRIDOR INSPIRATOIR

BILA OBSTRUKSI >> STRIDOR >> JIKA PAYAH : STRIDOR MELEMAH RETRAKSI SUPRAKLAVIKULAR, SUPRASTERNAL, INTERKOSTAL, EPIGASTRIAL HIPOKSIA GELISAH, JIKA PAYAH : DIAM BERTAMBAH BERAT : GAGAL NAPAS

5 PENYAKIT CROUP OLEH KARENA INFEKSI


LARINGITIS DIFTERIA LARINGITIS AKUTA EPIGLOTITIS AKUTA LARINGOTRAKEOBRONKITIS AKUTA LARINGITIS SPASMODIK

CROUP (Laringotrakeobronkitis Akut)

Pendahuluan
Sindrom Croup Suara serak Batuk menggonggong Stridor inspirasi Distress nafas +/-

Obstruksi Saluran nafas atas

Croup ~ Laringitis akut trakea ~ Laringotrakeitis bronkus ~ Laringotrakeobronkitis Virus shelf-limited ~ berat / fatal

Definisi
Viral croup
Gejala prodromal ispa Gejala obstruksi sal.respiratori 3-5 hari Laringotrakeobronkitis

Spasmodic croup/spasmodic cough


Faktor atopi + Gejala prodromal (-) Gejala obstruksi sal.respiratori pd malam hari, tiba-tiba

..definisi
Berdasarkan derajat kegawatan :
Gejala Batuk menggonggong Ringan Kadangkadang Sedang Sering Berat Sering Ancaman Gagal Nafas Tidak jelas

Stridor saat istirahat

Tidak terdengar

Mudah terdengar

Jelas terdengar, stidor ekspirasi +/+ + -

Jelas terdengar

Retraksi dinding dada Gawat nafas Gangguan kesadaran

+ -

+ -

+ + +, letargi

Epidemiologi
Usia 6 bulan 6 th >> Puncak : 1-2 tahun Laki-laki > perempuan 3:2

15% kasus riw.keluarga (+)


Sepanjang tahun musim dingin / musim gugur >>

Etiologi
Virus penyebab tersering (~ 60% kasus) Human Parainfluenza vi type 1 (HPIV-1), 2, 3, dan 4 Virus Influenza A dan B Adenovirus Respiratory Syncytial virus (RSV) Virus campak Mycoplasma pneumonia

Patogenesis
Infeksi virus di nasofaring Epitel trakea & laring Peradangan difus, edema, eritema
Gangguan mobilitas pita suara & iritasi subglotis

Suara serak/parau

Turbulensi aliran udara pd sal.nafas atas

Stridor & retraksi dinding dada (inspirasi)

Fatigue

Hipoksia & hiperkapnea

Gagal Nafas

Manifestasi Klinis
Perbandingan antara Viral Croup dan Spasmodic Croup
Karakteristik Usia Gejala prodromal Stridor Batuk Demam Lama sakit Ada Ada Sepanjang waktu Ada (tinggi) 2 -7 hari Viral Croup 6 bulan 6 tahun Spasmodic Croup 6 bulan 6 tahun Tidak jelas Ada Terutama malam hari Bisa ada, tidak tinggi 2 4 jam

Riwayat keluarga Predisposisi asma

Tidak ada Tidak ada

Ada Ada

Diagnosis
Gejala klinis ~ bervariasi sesuai dengan derajat stress pernafasan : Suara serak Hidung berair Peradangan faring Frekuensi nafas sedikit meningkat Laringotrakeobronkitis akut : Penyakit menjalar ke bronkus Kesukaran bernafas >>> Panas Fisis : tanda2 bronkitis

Pemeriksaan Penunjang
Berdasarkan anamnesis, gejala klinis, dan pemeriksaan fisis X foto leher pembengkakan jaringan subglotis

Laboratorium darah : Normal, jika


infeksi sekunder bakteri : leukosit

Tatalaksana
Tatalaksana utama mengatasi obstruksi jalan napas Indikasi MRS : Usia di bawah 6 bulan Stridor progresif, stridor terdengar ketika sedang beristirahat Terdapat gejala gawat napas, hipoksemia, gelisah, sianosis Gangguan kesadaran Demam tinggi Anak tampak toksik Tidak ada respons terhadap terapi

tatalaksana
Epinefrin : Sindrom croup sedangberat yang disertai dengan stridor saat istirahat dan membutuhkan intubasi Pada anak dengan retraksi dan stridor yang tidak mengalami perbaikan setelah diberikan terapi uap dingin Kortikosteroid : Mengurangi edema pada mukosa laring Deksamethasone 0,6 mg/kgbb/24 jam (iv/im/po) Prednisone / prednisolone 1-2 mg/kgbb (po/iv) Nebulisasi budesonide 2-4 mg (~ 2 ml), dapat diulang 12-48 jam

tatalaksana
Intubasi endotrakeal : Dilakukan pada pasien sindrom croup yang berat, yang tidak responsif terhadap terapi lain Antibiotik : Umumnya tidak diberikan kecuali pada klinis yang berat / infeksi sekunder bakteri Sefalosporin generasi ke-2 atau ke-3 Sesuai hasil kultur

Komplikasi
Otitis media Dehidrasi Pneumonia (jarang terjadi)

Sebagian kecil pasien memerlukan tindakan intubasi


Gagal jantung dan gagal napas dapat terjadi pada pasien yang perawatan dan pengobatannya tidak adekuat.

Prognosis
Sifat penyakit ini adalah self-limited, tetapi kadang-kadang
cenderung menjadi berat bahkan fatal.

EPIGLOTITIS AKUT

Pendahuluan
Definisi : keradangan akut epiglotis, Biasa disebabkan oleh infeksi bakteri = Bacterial croup = Supraglottic croup Etiologi : terbanyak H. Influenza B Lain : S. aureus, S. pneumonia, C. albicans, virus, trauma termal Umur : > 3 7 tahun Merupakan keadaan gawat darurat, diagnosis harus secepat mungkin Terapi yang cepat dan tepat, dapat menurunkan kematian

Gejala Klinis Epiglotitis


Mendadak panas tinggi

Stridor inspiratoir + retraksi


Cepat timbul Nyeri epiglotis : suara kecil (pelan) Toksis, sakit keras, takut , ngiler , Gelisah, sianosis Epiglotis bengkak dan merah seperti buah cherry Dapat cepat terjadi : gagal napas

Laringoskopi

Swollen epiglottis (arrow) due to acute epiglottitis in an intubated child

Perbandingan Gambaran Klinis Epiglotitis dengan Sindrom Croup


Karakteristik Usia Awitan Lokasi Suhu tubuh Disfagia Dispnea Drooling Batuk Epiglotitis Semua usia Mendadak Supraglotis Demam tinggi Berat Ada Ada Jarang Perlahan Subglotis Demam tidak terlalu tinggi Ringan atau tidak ada Ada Ada Khas Croup 6 bulan 6 tahun

Gambaran radiologis

Thumb sign

Steeple sign

Diagnosis Epiglotitis
Gejala klinis - pemeriksaan fisik - foto leher lateral: obstruksi supraglotis karena pembengkakan epiglotis

Laboratorium: lekosit meningkat, pergeseran ke kiri Hapusan tenggorokan + Biakan darah : H. Influenzae tipe b

Penatalaksanaan Epiglotitis Akut


MRS di icu

Cairan i.V. + O2 + uap


Antibiotika: ampisilin 100 mg/kg/24 jam iv, 4 x sehari Atau kloramfenikol : 50 mg/kg/24jam iv, 4 x sehari atau sefalosporin gen 3 (cefotaksim atau ceftriakson ) - Antipiretik - Sering : memerlukan trakeostomi

Diagnosis Banding Obstruksi Saluran Nafas Akut

Prognosis
Pasien yang meninggal sebagian besar disebabkan oleh
obstruksi jalan nafas dan komplikasi trakeostomi

Anda mungkin juga menyukai