Anda di halaman 1dari 17

LESI PUTIH RONGGA MULUT

drg. LENI R. DEWI,SpPM

LESI PUTIH - Nekrotik, berhub dgn sel didlmnya,bakteri dan debris pd permuk jaringan - Keratotik, berhub dgn keratinisasi adanya perubahan warna yg berhub dgn peningkatan jumlah sel yg mengalami keratinisasi dibagian permukaan

LESI PUTIH

SCRAPING Dapat dilakukan scraping candida non candida Tidak dapat scraping traumatic non traumatic

Nystatin

Paliatif

Hilangkan faktor iritasi

Biopsi

Penyembuhan dlm minggu/bln

Sembuh

sembuh

tidak sembuh

LESI PUTIH KERATOSIS


- Leukoplakia - Leukodema - Linea Alba Bucallis - White sponge Naevus - Lichen Planus - Fordyces Spot - Geographic Tongue

LESI PUTIH NEKROTIK - Traumatic Ulcer - Burns Syndrome - Oral candidiasis

Prevalence
Common

Lesion
Leukodema Frictional keratosis Cheek biting Fordyces granules Stomatitis nicotina Thrush

Cause
Normal variation Friction Cheek-biting Developmental Pipe smoking Candidal inf. Caustic chemical Epstein-Barr Virus Genetic Cand. Inf/imunodef.

Uncommon Chemical burn Hairy leukoplakia White Sponge nevus Chronic Mucocutan Cand

Pd lesi keratosis terdapat perubahan pd epitel dan perubahan tsb dilihat scr mikroskopis, yi: - Hiperkeratosis - Hiperparakeratosis/hiperortokeratosis - Akantosis - Dysplasia

Ad.: penebalan mucosa yang bilateral, diffuse, translucent, keabu-abuan terutama pada mucoa bucal Sering dijumpai pada orang kulit hitam GAMBARAN KLINIS: Derajat keparahan bervariasi dari gambaran yg tipis dan halus sampai dapat dilihat secara jelas. Regio terdpt pd mukosa bukal, mukosa labial dan palatum lunak. HPA: Penebalan epitel dengan odema intrasel pada stratum spinosum dan terdapat hiperparakeratosis/hiperortokeratosis. Terapi : tidak perlu

Ad : Lesi putih yg disebabkan oleh abrasi ringan pada membran mukosa, oleh irritans seperti gigi yang tajam, oklusi ( cheek biting) atau denture. Gejala klinis : pada awalnya lesi pucat dan transparan tetapi kelama-laman berubah menjadi putih dan padat dan kadang2 permukaannya kasar dan disertai kemerahan (keradangan). Biasanya bilateral

HPA : epitel hiperplastik, stratum granulosum lebih dominan dan disertai hiperkeratosis yang tebal ttp tdk ada displasia. Pada subkutan sering terdapat sel radang kronis. Pengelolaan : dengan menghilangkan faktor penyebab biasanya lesi juga hilang. Biopsi perlu bila lesi menetap. Lesi ini jinak dan tidak ada potensi menjadi ganas bila tidak ada faktor lainnya.

Ad: anomali perkembangan yang diturunkan secara autosomal dominan. Terdpt pd awal kelahiran dan meningkat pd saat remaja. Ciri khas : mukosa yang terlibat terlihat putih, lunak dan menebal tidak teratur. Lesi biasanya bilateral dan sering melibatkan keseluruhan mukosa lainnya,spt mukosa hidung,faring,rektum, vagina dan anal jg mengalami WSN.

HPA : hiperplasia, acantosis yang seragam, retepeg biasanya tepi lebih rendah dan rata. Tampak basket weave appearance (hiperparakeratosis+intracellular edema dengan membran cell yang prominent) Tidak ada sel radang maupun displasia TERAPI : tidak perlu.

Lesi putih, sakit dan transitory. Biasanya oleh karena bahan kimia seperti aspirin atau obat-obat yang mengandung aspirin. Burn ringan biasa disebabkan oleh makanan atau minuman panas, pada umumnya mengenai anterior lidah dan palatum. Bahan2 lain spt derivat phenol yang biasa digunakan untuk obat sakit gigi, Chromic acid, tricholoroacetic acid, silver nitrat, eugenol povidone iodine 10%, bahkan alkohol 70% pd pasien tertentu bisa menyebabkan BURN

Adalah kelenjar sebacea yang ektopik, ada di mukosa. Ditemukan sekitar 80 % pd orang dewasa. Ciri : titik putih kekuningan, lunak simetris diameter bbrp mm dan membesar sesuai usia. Biasa terdapat pd mukosa bukal terutama di retromolar ttp kdg2 didapatkan pada bibir dan lidah. Prevalensi : cenderung pada pria dibanding wanita, tjd pd post pubertas dan meningkat pd usia 20-30 tahun.

Adalah daerah-daerah tanpa papila yg tidak teratur di kelilingi tepi batas jelas yang pucat pada permukaan dorsal lidah. ETIOLOGI: idiopatik, diduga pengaruh stress psikis GAMBARAN KLINIS : - bentuk yg ireguler dengan tepi kemerahan dan berwarna putih pd permukaan yg tersebar pd lidah dibagian dorsal, ventral dan lateral TERAPI : asymptomatic

TRAUMATIK ULSER
Kelainan mukosa mulut yg terjadi akibat trauma mekanis, muncul lesi putih. ETIOLOGI: Pemakaian denture, trauma mekanis (kecelakaan,tergigit,iatrogenik) GAMBARAN KLINIS : Ulser, bentuk tdk teratur,batas jelas, tepi Kemerahan, tengah putih nekrotik, ada rasa sakit

HPA: Permukaan Lesi tertutup membran fibropurulen yg mengandung sel inflamasi akut yg menyatu dgn fibrin Dasar ulser terdiri dari ploriferasi dr jaringan Granulasi Dgn Daerah Lesi yg mengalami edema serta terdapat infiltrat inflamasi akut dan kronis. TERAPI: Eliminasi faktor kausatif Paliatif