Anda di halaman 1dari 36

KISTA RONGGA MULUT

BAHASAN Definisi Klasifikasi Klinis Radiografis HPA Differential Diagnosis Terapi

DEFINISI
Mc. CELL Kelainan berupa pembentukan rongga yang berisi cairan dan dalam pertumbuhannya diliputi suatu zat organik/ anorganik dan pada tepinya terdiri dari jaringan epitel GUSTAV O. KRUGER Rongga yang terdapat pada jaringan lunak/ keras yang berisi cairan/ semi liquid atau udara yang dilapisi jaringan ikat dan jaringan epitel

CAWSON Rongga patologis yang dibatasi kapsul/ dinding yang umumnya berupa selaput epitel dan berisi cairan/ semi liquid (merupakan bentuk generation sel)

KLASIFIKASI KISTA
BHASKAR a. Odontogenic Cyst: - Primordial Cyst - Dentigerous Cyst - Multiloculer Cyst - Radicular Cyst - Residual Cyst - Fissural Cyst; Median Palatine Cyst, Median Alveolar Cyst, Naso Alveolar Cyst & Globullomaxillary Cyst - Nasopalatinal Cyst

b. Nonodontogenic Cyst:

c. Nonepithelial/ Pseudo Cyst: - Traumatic Bone Cyst; solitary bone cyst/ haemorrhagic cyst/ extravazation cyst/ unicameral cyst - Idiopathic Bone Cavity - Aneurysmal Bone Cavity

SHAFER
Primordial Cyst
Dentigerous Cyst Periodontal Cyst Residual Cyst Odontogenic Cyst

Keratinizing & Calcifying Odontogenic Cyst

CAWSON
a. Odontogenic Cyst - Radicular Cyst; Periodontal Cyst, Residual Cyst, Lateral Cyst, Apical Cyst - Coronal Cyst; Dentigerous Cyst, Eruption Cyst - Cyst Associated with a Tooth; Primordial Cyst - Cyst Within Neoplasma; Ameloblastoma b. Nonodontogenic Cyst - Nasopalatine Cyst - Nasolabial Cyst - Medianpalatine Cyst - Globullomaxillary Cyst c. Nonectodermal Cyst; Haemorrhagic Cyst

THOMA
a. Congenital Cyst - Ductus Thyroglossus Cyst - Branchiogenic Cyst - Dermoid Cyst; Dermal & Epidermal Cyst - Hygromacoly; Cervical Cystic Hygroma b. Developmental Cyst - Odontogenic Cyst: Periodontal Cyst; Radicular/ Periapical Cyst, Lateral Cyst, Residual Cyst - Nonodontogenic Cyst: Nonretention Cyst; Fissural Cyst (Nasoalveolar Cyst/ Labial Cyst, Median Cyst, Globullomaxillary Cyst) Ductus Nasopalatinus Cyst (Nasopapilla Palatinal Cyst, Canalis Incisivus Cyst) Retention Cyst; Mucocele, Ranula

ETIOLOGI
Proses radang atau infeksi
Trauma Gangguan Pertumbuhan; kongenital/ herediter Obstruksi/ retensi

CONGENITAL CYST
Merupakan kelainan bawaan yang banyak terjadi pada usia muda (1520 th) sering terjadi di sekitar leher & submandibular DD: neoplasma, limpadenitis ukuran 1-10 cm, berbatas jelas & dapat digerakkan

HPA: epitel berlapis bertatah/ silindris dg keratinisasi, stroma tdd jar. ikat Terapi : Surgical excisi

1. DUCTUS THYROGLOSSUS CYST


Terdapat disepanjang saluran embrional foramen caecum lidah sampai Os hyoid, tepatnya pd bag. Ductus thyroglossus. Melekat pada os hyoid shg waktu menelan kista tampak menonjol ke atas

Pathogenesa: sisa epitel ductus


mengalami degenerasi

kistik

DD:

Struma

HPA: stroma terdapat jar. lymphoid & jar. thyroid embrional, mucous, pembuluh darah Prognosa: 50% residive

2. BRANCHIOGENIC CYST
Branchial Cleft Cyst/ Lateral Cervical Node/ Benign Cervical Lympho Epithelial Cyst

Sering terdapat di sepanjang leher sisi anterior m. sternocleidomastoid; bag. lateral leher, angulus mandibula, dasar mulut Pathogenesa: penutupan cab kedua branchial arch (rongga pharyngeal)
HPA: stroma tdp kel lymphoid, milky DD: Hygromacoli, lymphadenitis, lymphoma Terapi: surgical excisi

3. DERMOID CYST

(Dermal & Epidermal Cyst)


Banyak terdapat pd mukosa palatum; dasar mulut, dorsum lingue, submaxillaris dan sekitar leher. Bila ukuran besar tampak benjolan lunak dg batas jelas sekitar dagu/ dasar mulut

DD:

sublingual retention cyst

Pathogenesa: sisa epitel embrional mengalami degenerasi kistik waktu proses fusi tulang HPA: stroma tdd komponen kulit, tul rawan, benih gigi

4. HYGROMACOLI (Cervical Cystic Hygroma)


Pembesaran pd leher secara bilateral dan pada dasar mulut, px sering kesulitan bernafas, umumnya disertai lymphangioma lidah & demam Pathogenesa:gangguan pertumbuhan dari lymphatic cyst HPA: stroma tdd pembuluh lymphe dilapisi sel endotel, jar kolagen, sel lymphocite

DEVELOPMENT CYST
Kista yang terjadi setelah kelahiran, tidak menimbulkan rasa sakit kecuali disertai keradangan. Umumnya terapi kista ini dg surgical enucleation (In Toto) atau secara Marsupializasi (Partsch technique)

PERIAPICAL GRANULOMA
Masa jar granulasi di apical gigi terbentuk akibat inflamasi kronis yang dihasilkan dari iritasi pulpa atau perawatan endodontik. Dapat berkembang menjadi kista periapikal Klinis : asymptomatis (kecil) pertumbuhannya lambat sensitif (- / +) Radiografis: rongga oval / bulat radioluscent apex gigi HPA : jar ikat apical

Terapi : root canal, apicoectomy ekstraksi

I.

ODONTOGENIC CYST
(Dental Origin Cyst)

Kista berasal dari sisa benih gigi; epithel enamel organ, epithel Mallassez atau dental lamina. Umumnya gigi yg terlibat akan mengalami migrasi shg geligi tampak crowded Radiografis: radioluscent dg batas jelas HPA: rongga dilapisi epitel berlapis squamous dg stroma jar ikat Terapi: Enucleasi

a.

PERIODONTAL CYST

Kista odontogen yg sering terjadi sepanjang jar periodontal sekitar apex gigi non vital Patogenesa:sisa epithel mallassez yg mengalami degenerasi kistik atau proliferasi dental granuloma Klinis: bila besar tdp pingpong ball Phenomena

Radiografis: radioluscent dg batas jelas


Terapi: kecil ; apex resection besar; ektraction

RADICULAR CYST (periapical Periodontal Cyst)


Kista dari perkembangan granuloma Klinis: bila besar > 1 cm; benjolan pada mukosa regio gigi yg GR atau KPP, sakit (-) Radiografis: rongga bulat radioluscent dg batas jelas pd apex gigi non vital HPA DD : stratified squamous epithel : periapical granuloma traumatic bone

cyst Terapi : enucleasi post extraksi, endodontic

RESIDUAL CYST
Merupakan kista radikular, terjadi ok perawatan kista kurang sempurna, post ekstraksi gigi

Klinis: gigi penyebab ()


Radiografis: rongga bulat radioluscent dg batas jelas gigi yg terlibat () DD : hemangioma, unicystic ameloblastoma, adenomatoid odontogenic tumor

HPA = Periodontal Cyst Terapi: enucleasi

LATERAL PERIODONTAL CYST (Botryoid odontogenic Cyst)


Mirip dg kista radicular, hanya lokasinya terletak di lateral akar gigi Klinis: rotasi pd gigi yg terlibat - 50-70 th - predileksi caucasian - sering; premolar, kaninus, I2 RB - lambat & nonexpansive - asymtomatic Radiografis: radioluscent Terapi: curettage sepanjang permukaan or enucleasi lateral gigi DD: foramen mentalis, glandular odontogenic cyst, periapical abscess

KISTA ERUPSI

Pembengkakan di atas gigi yang sedang erupsi Tanpa rasa nyeri kecuali jika terinfeksi Lunak dan berfluktuasi

b. FOLLICULAR CYST
Kista berasal dari degenerasi kistik sisa-sisa epitel enamel organ/ dental follicel/ dental lamina

Pathogenesa: gangguan pertumbuhan gigi, terbentuk eksudat melalui perifollicular hingga masuk enamel organ, bila gangguan terjadi ketika enamel organ mulai terbentuk; primordial cyst Bila gangguan saat enamel organ sudah terbentuk; dentigerous cyst

A.

B.

Odontogen keratocyst berasal dari jaringan epitel primordial Odontogen keratocyst berasal dari kista dentigerous

DENTIGEROUS CYST
Klinis : - biasanya kelihatan - asymptomatis - gigi hilang/ erupsi - impaksi; gigi 3, 8 RA & 5, 8 RB Benign Neoplasia; ameloblastoma Radiografis: rongga radioluscent meliputi mahkota gigi yg impaksi, unilocular

HPA
DD

: enamel epithelium
: odontogenic kerato cyst eruption cyst unicystic ameloblastoma

AMELOBLASTOMA
Benign neoplasma yg agresif, berasal dari epithel odontogenic Klinis: predileksi pd semua sex locally aggressive deformities rahang Radiografis: radioluscent yg luas dg batas jelas unilocular/ multilocular; soap bubble HPA : ecthoderm & epithel odontogen DD : residual cyst, odontogenic keratocyst, giant cell granuloma Terapi: surgical excisi

II.

NON ODONTOGENIC CYST (Non Dental Origin Cyst)

a. Nonretention Cyst: kista berasal dari sisa epithel (bukan gigi) pd waktu pertumbuhan maksila Fissural cyst (median palatine & median alveolar cyst) kista terdapat didaerah fusi palatum, sisa epithel embryonal terjepit di median line
Klinis : benjolan keras pd median palatum, pucat Radiografis: radioluscent midline

DD: granuloma, radicular cyst Terapi: surgical enucleasi

Kista perkembangan pd jar lunak mucobuccal fold anterior sekitar hidung. Berasal dari epithel embryonal terjepit pd fusi intermaksilaris dg proc. Nasalis lateral Klinis: asymptomatic predileksi black 40-50 th, unilateral < 1.5 cm Radiografis:radioluscent irreguler DD : epidermoid Cyst periapical lesi

NASO ALVEOLAR CYST (Naso Labial Cyst)

Terapi : enucleasi

GLOBULLOMAXILLARIS CYST
Terletak pd fusi antara proc. Maxillaris dg proc globularis; antara I lateral dg kaninus RA Klinis: tonjolan di palatum anterior pertumbuhannya lambat terjadi pd usia > 30 th Radiografis: radioluscent diantara akar I lateral dg kaninus RA

DUCTUS NASO PALATINAL CYST Naso papilla palatinal Cyst Canalis Incisive Cyst
Kista berasal dari sisa epithel ductus naso palatinus yg menghubungkan rongga hidung dg rongga mulut sebelum rongga tsb terpisah dg jelas Kista terjadi saat fusi proc palatinus dg proc maxillaris

Klinis: tonjolan pd palatum median anterior


Radiografis: radioluscent oval regio canalis incisive DD: granuloma, radicular cyst

Terapi: surgical enucleasi

b.

RETENTION CYST

Kista yg terjadi pd jar lunak ok obstruksi/ penyumbatan ductus salivary gland

Mucocele

Mucous Retention Cyst Mucous Retention Phenomenon Klinis: bendolan bulat pd Mc bibir bawah dan Mc pipi warna kebiruan palpasi dpt digerakkan dpt pecah spontan (cairan)

Etiology: trauma
DD: hemangioma, fibroma, Lypoma Terapi: excisi/ enucleasi

RANULA
Kista retensi pada gland sublingualis (mayor gland)

Klinis: lokasi di dasar mulut lidah terangkat bulat warna kebiruan (tipis) mengkilat (perut katak) palpasi lunak
DD: dermoid Cyst Lypoma Angioma

Terapi: incisi-marsupialisasi

PSEUDO CYST (Non epithelial Cyst)


Kista semu sebab kista ini tidak memiliki dinding pembatas yg jelas, jika ada sangat tipis & tdd tulang
TRAUMATIC BONE CYST Solitary Bone Cyst, Haemorrhagic Bone Cyst, Extravasation Bone Cyst, Simple Bone Cyst, Idiopathic Bone Cavity, Progressive Bone Cyst Pathogenesa kista ini terbentuk akibat trauma pada tulang yg menyebabkan perdarahan intra osseus, gumpalan darah yang terbentuk mengakibatkan resorpsi tulang sehingga terbentuk rongga yang berisi cairan (kista)

Klinis: cortical menonjol sering pd mandibula post. gigi vital & asymptomatic terjadi pd usia < 20 th Radiografis: radioluscent sekitar apek gigi unilocular/multilocular

HPA: rongga pd tulang dg/ tanpa cairan


DD: odontogent cyst; radicular cyst, lateral periodontal cyst, dentigerous cyst dst

Terapi: curettage

TERAPI KISTA
Teknik perawatan kista harus mempertimbangkan aspek; penyebab, sifat keganasan, lokasi dan ukuran kista IN TOTO (Surgical Enucleation) Pengambilan kista secara keseluruhan, dinding maupun isi kista MARSUPIALIZATION Pengambilan kista secara bertahap; mengambil sebagian dinding kista dan mengeluarkan semua isi kista

Contoh 3.
Kasus: Residual Cyst Terapi: marsupialisasi

CONTOH 5.
Kasus: Mucocele Terapi: Enucleasi