Anda di halaman 1dari 31

KALKULUS (4 sks)

Oleh Siti Rohmah Rohimah


Instrumen Evaluasi
1. Tugas kelompok
2. Tugas perorangan (PR)
3. Kuis
4. Ujian Tengah Semester
5. Ujian Akhir Semester

No Komponen Bobot
1. Tugas kelompok
2. Tugas perorangan (PR) 30 %
3. Kuis
4. Ujian Tengah Semester 35 %
5. Ujian Akhir Semester 35 %
Total 100 %
Tidak boleh memakai sandal
Tidak boleh mencontek. Tertangkap
mencontek akan diberi nilai E.
Bila anda merasa perlu mengikuti kuliah
untuk suatu materi lebih dari satu kali, anda
dapat masuk ke
kelas lain di jadwal yang berbeda, dengan
meminta izin kepada dosen pengampunya.
Buku Ajar Utama:
[1] E. J. Purcell, D. Varberg, S.E. Rigdon,
Calculus and Analytical Geometry 8th Edition,
Wiley, 2004.
[2] K.A. Stroud, Engineering Mathematics 6th
Edition, Palgrave Macmillan; 2007
1.1. Sistem bilangan riil
1.2. Ketidaksamaan
1.3. Nilai mutlak,akar kuadrat ,kuadrat
1.4. Sistem koordinat cartesius
1.5. Induksi matematik
1.Mahasiswa dapat mendefinisikan jenis-jenis
bilangan yang membentuk sistem bilangan real dan
menjelaskan hubungan antara bilangan-bilangan
tersebut.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan sifat-sifat yang
berlaku pada sistem bilangan real dan
menghubungkan
sifat-sifat tersebut untuk menyelesaikan
ketidaksamaan.
3. Mahasiswa dapat menjelaskan definisi dan sifat-
sifat nilai mutlak serta mengidentifikasikan hubungan
antara nilai mutlak dan akar kuadrat.
4. Mahasiswa dapat menyelesaikan pembuktian
dengan induksi matematika.
N : bilangan
asli
Z : bilangan bulat
Q : bilangan rasional
R : bilangan real
N :
1,2,3,.
Z :
,-2,-1,0,1,2,..
0 , , , = e = b Z b a
b
a
q
Q :
Irasional Q R =
t , 3 , 2
Contoh Bil Irasional
Sifat-sifat urutan :
Trikotomi
Jika x dan y adalah suatu bilangan, maka pasti
berlaku salah satu dari x < y atau x > y atau x =
y
Ketransitifan
Jika x < y dan y < z maka x < z
Perkalian
Misalkan z bilangan positif dan x < y maka xz <
yz, sedangkan bila z bilangan negatif, maka xz >
yz
0
1
Setiap bilangan real mempunyai posisi pada suatu garis yang disebut
dengan garis bilangan(real)
-3
2
t
Himpunan bagian dari garis bilangan disebut selang
Selang :
a. selang terbuka
b. Selang tertutup
Selang
Himpunan selang
{ }
a x x
<

( )
a ,


{ }
a x x
s

( |
a ,


{ }
b x a x
< <

( )
b a ,
{ }
b x a x
s s

| |
b a ,
{ }
b x x
>

( )

, b
{ }
b x x
>

| )
, b
{ }
9 e
x x
( )
,

Jenis-jenis selang
Grafik
a
a
a
b
a b
b
b
Peubah (variable) adalah lambang yang
digunakan untuk menyatakan sebarang
anggota suatu himpunan.

Pertidaksamaan adalah pernyataan matematis
yang memuat satu peubah atau lebih dan
salah satu tanda ketidaksamaan (<, >, s, >).

Himpunan semua bilangan real yang
memenuhi pertidaksamaan disebut Himpunan
Penyelesaian



Menyelesaikan suatu pertidaksamaan
adalah mencari semua himpunan
bilangan real yang membuat
pertidaksamaan berlaku.
Cara menentukan HP :
1. Bentuk pertidaksamaan diubah menjadi :
, dengan cara :
0
) (
) (
<
x Q
x P
Ruas kiri atau ruas kanan dinolkan
Menyamakan penyebut dan
menyederhanakan bentuk pembilangnya
2. Dicari titik-titik pemecah dari pembilang
dan penyebut dengan cara P(x) dan Q(x)
diuraikan menjadi faktor-faktor linier dan/
atau kuadrat
3. Gambarkan titik-titik pemecah tersebut
pada garis bilangan, kemudian tentukan
tanda (+, -) pertidaksamaan di setiap
selang bagian yang muncul


5 3 2 13 > > x
3 5 2 3 13 + > > + x
8 2 16 > > x
4 8 > > x
8 4 s s x
| | 8 , 4 Hp =
4 8
1
8 4 6 2 s < x
2 4 8 s < x
2 4 8 > > x
8 4 2 < s x
2
2
1
< s x
|
.
|

= 2 ,
2
1
2
2
1

Hp
2
0 3 5 2
2
< x x
( )( ) 0 3 1 2 < + x x
Titik Pemecah (TP)
:
2
1
= x
dan
3 = x
3
++ ++ --
2
1

3
Hp =
|
.
|

\
|
3 ,
2
1
6 3 7 6 4 2 + s s x x x
x x 7 6 4 2 s 6 3 7 6 + s x x
dan
4 6 7 2 + s + x x
dan
6 6 3 7 + s x x
4
10 9 s x 0 10 s x
dan
9
10
s x 0 10 > x
dan
9
10
s x
dan
0 > x
Hp = | )
(

\
|
, 0
9
10
,
0
9
10
Dari gambar tersebut dapat disimpulkan :
Hp =
(

9
10
, 0
1 3
2
1
1

<
+ x x
0
1 3
2
1
1
<

+ x x
( ) ( )
( )( )
0
1 3 1
2 2 1 3
<
+
+
x x
x x
5.
( )( )
0
1 3 1
3
<
+

x x
x
TP : -1,
3
1
, 3
3
++ ++ --
-
1
-
-
3
1
Hp =
( )
|
.
|

\
|
3 ,
3
1
1 ,
Nilai mutlak x (|x|) didefinisikan sebagai jarak
x dari titik pusat pada garis bilangan,
sehingga jarak selalu bernilai positif.
Definisi nilai mutlak :

<
>
=
0 ,
0 ,
x x
x x
x
Sifat-sifat nilai mutlak:
y
x
y
x
=
2
x x =
a x a a a x s s > s 0 ,
a x a a x > > > 0 , atau
a x s
s y x
2 2
y x s
6. Ketaksamaan segitiga
y x y x + s +
1
2
3
4
5
y x y x >
5 4 3 2 + > + x x
2 2 2 1
2
> + + + x x
Cari himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan
3 2 3 2 s + x x
1
2
3
x
x
x
>

+
1
2 4
2
4
3
1 2
2
+
+
s

x
x
x
x
5
2 3 s + x x
6
Contoh Tentukan HP dari
Tentukan HP dari :
0 3 5 2
2
< x x
( )( ) 0 3 1 2 < + x x
Titik Pemecah (TP)
:
2
1
= x
dan
3 = x
3
++ ++ --
2
1

Hp =
|
.
|

\
|
3 ,
2
1
Rumus Jarak
Rumus titik tengah
Persamaan lingkaran
Persamaan linear umum

Prinsip
1. Misalkan {Pn} adalah suatu barisan proposisi
(pernyataaan yang memenuhi kedua
persyaratan berikut:
i) PN adalah benar (biasanya N adalah 1)
ii) Kebenaran Pi mengimplikasikan kebenaran
Pi+1, iN.
maka, Pn adalah benar untuk setiap
bilangan bulat nN.
Contoh Soal No. 1
Use mathematical induction to prove that the sum of the
first n odd positive integers is n
2

Jawab :
Akan dibuktikan menggunakan induksi matematik:
Misalkan {Pn} adalah suatu barisan proposisi
(pernyataaan yang memenuhi kedua persyaratan
berikut:
i) P(N=1)adalah benar yaitu 1=1^2=1
ii) Asumsikan bahwa P(N=k) yaitu
benar maka akan mengakibatkan P(N=k+1) yaitu


juga benar, untuk kN.

maka, Pn adalah benar untuk setiap bilangan bulat nN.



2
n ) 1 n 2 ( 5 3 1 = + + +
2
) 1 ( ) 1 2 ( 5 3 1 + = + + + k k
2 2
) 1 ( 1 2 ) 1 ) 1 ( 2 ( ) 1 2 ( 5 3 1 + = + + = + + + + + k k k k k
1. Use mathematical induction to prove that
n
3
n is divisible by 3 whenever n is a
positive integer
12. Use mathematical induction to prove that
2
2n
1 is divisible by 3 for n> 1

Lat bab 1

Sub bab
1.1 38,42
1.2 14
1.3 24,35
1.4 34
1.5 41
1.6 52
1.7 13
1.8 20