Anda di halaman 1dari 19

BATU GINJAL

IKA SUTANTI NEVY MULHIMATU NISA SUNAWIYAH

ANATOMI GINJAL
TERDAPAT DI RONGGA PERUT BAGIAN BAWAH
BERAT 150 GRAM HILUS YANG MENGHUBUNGKAN ARTERI, RENAL, VENA

RENAL DAN URETER


TERBAGI MENJADI 2 BAGIAN

BAG LUAR (RENAL CORTEX) BAG DALAM(RENAL MEDULLA)

ANATOMI GINJAL

FUNGSI GINJAL
MENGATUR KESEIMBANGAN CAIRAN TUBUH
MEMBUANG SISA METABOLISME YANG AKAN

MERACUNI TUBUH MENGATUR TEKANAN DARAH MENJAGA KESEHATAN TULANG

BATU GINJAL

BATU GINJAL
TERDAPAT BATU DALAM PELVIS ATAU SAL KEMIH MENYEBABKAN

NYERI,PERDARAHAN,PENYUMBATAN ALIRAN KEMIH DAN INFEKSI BATU TERBENTUK DIDALAM GINJAL( BATU GINJAL), TERBENTUK DI SAL KEMIH (BATU KEMIH)

PENYEBAB BATU GINJAL


BATU KALSIUM

JIKA KANDUNGAN KALSIUM DAN OKSALAT BANYAK DI DALAM URINE KELEBIHAN VIT D SEHINGGA TUBUH TERLALU BANYAK MENYERAP KALSIUM BATU ASAM URAT

GEJALA

RASA SAKIT PINGGANG SAMPAI PANGGUL MUAL, MUNTAH, PANAS DINGIN ADANYA DARAH DALAM URINE, NANAH DALAM URINE NYERI, KOLIK

STUDI KASUS 1
ANAMNESA

Pasien datang ke RS dengan nyeri pinggang sebelah kiri, menjalar ke pinggang belakang disertai demam Mengeluh mual, tetapi tidak ada muntah.Foto abdomen ada batu di daerah ginjal OBJEKTIF Tekanan darah 130/80 mmHg Suhu : 40 Ureum : 26,00mg/dl Hasil Lab LED : 46,00 mm/jam Hb : 11,70 g/dl Creatinin : 0,90 mg/dl Lekosit : 10.700 x103/ul

PENGOBATAN 1
OBAT

RL Ketorolac ampul /8 jam Cefotaxim 1 gr/12 jam Ranitidin amp 2x1 Sanmag Syrup 3x 1 c Lansoprazol 1x1

STUDI KASUS 2
ANAMNESA

Pasien laki laki dengan umur 41 tahun, datang dengan keluhan sakit perut bagian bawah, disertai kencing yng keluar darah, rasa nyeri yang hilang timbul pada bagian pinggang samping, belakang disertai mual dan muntah. OBJEKTIF T 110/70 Hasil Lab Hb 17,2 Ureum : 19 mg/dl Ht 52,9 % Creatinin : 1 mg/ dl Thrombo 365.000 LED : 20,00 mm/jam

PENGOBATAN 2
OBAT

Claneksi 500 mg dosis 2x1 Ranitidin tab 2x1 Sanmol tab 3x1 Kalkurenal drop 2x 10 tetes

LANSOPRAZOLE
FARMAKOKINETIK Absorpsi Terabsopsi cepat dengan rata rata konsentrasi puncak plasma 1,7 jam setelah dosis oral dan relatif lengkap dengan bioavailabilitas absolut 80%. Distribusi Jumlah lansoprazol yang terikat plasma protein sekitar 97% dengan konsentrasi konstan antara 0,05-5,0 mg/ml Metabolisme di hati Eliminasi melalui urin

RANITIDIN
Diabsopsi 50% setelah pemberian oral. Konsentrasi puncak plasma di capai 2-3 jam setelah

pemberian dosis 50 mg. Ranitidin di ekresi urin

KETOROLAC
Absorpsi dengan cepat setelah pemberian IM dengan

konsentrasi puncak rata-rata dalam plasma sebesar 2,2mcg/ml setelah 50 menit pemberian tunggal 30 mg. Absorpsi dengan pemberian IV dengan volume yang didistribusi rata-rata 0,5L/kg. di Ekresi dalam feses

PARACETAMOL
Diabsorpsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna
Konsentrasi tertinggi dalam plasma di capai dalam waktu jam waktu paruh 1 3. Obat tersebar ke seluruh cairan. Dalam plasm 25% PCT

terikat protein plasma dan dimetabolisme oleh enzim mikrosom hati. 86% dikonjugasi dengan asam glukoronat dan sebagian kecil lain dengan asam sulfat. Eksresi melalui ginjal , setelah 6 jam pemberian , sekitar 25% - 40%.

CO- AMOXCILAV
Anti bakteri, kombinasi amoxicillin dan asam klavulanat ,

spektrum aktivitas anti bakteri luas. Anti bakterisidal terhadap gram positif dan negatif. Asam klavulanat = betalaktam yang mempunyai kemampuan menghambat aktivitas enzim betalaktase yang sreing di temukan pada berbagai mikro organisme yang resisten terhadap golongan sefalospurin dan penisilin . Kadar dalam darah 3,5 3,9 vg/ml 1-2 jam setelah pemberian terikat pada protein plasma kurang lebih 30%. Sisanya didistribusikan kedalam cairan ekstrasel.

PARACETAMOL
Obat terdapat dalam urin waktu eliminasi sekitar 1

jam,waktu paruh memanjang bila ada gangguan fungsi ginjal.