Anda di halaman 1dari 24

Konsep dan Penanganan Resiko Gangguan Konsep Diri pada Gangguan Citra Tubuh

Oleh

Nora Anggraini Alfi Syahrial

Definisi
Gangguan citra tubuh adalah perasaan tidak puas terhadap perubahan stuktur, bentuk dan fungsi tubuh karena tidak sesuai dengan yang diinginkan ( keliat dkk, 2005 ). Gangguan citra tubuh adalah kondisi ketika individu mengalami atau berisiko mengalami gangguan dalam cara memersepsikan citra tubuhnya. ( Carpenito, 2002)

Batasan karakteristik
Mayor (harus terdapat) : respon negatif verbal atau nonverbal terhadap perubahan aktual atau dalam struktur dan fungsi (misalnya; malu, keadaan yang memalukan, bersalah,)

Minor (mungkin terdapat): Tidak melihat pada bagian tubuh Tidak menyentuh bagian tubuh Bersembunyi/ memajankan bagian tubuh secara berlebihan Perubahan dalam keterlibatan sosial Perasaan negatif terhadap tubuh, perasaan ketidakberdayaan, keputusasaan, tidak ada kekuatan, kerentanan. Larut dengan perubahan/ kehilangan Penolakan untuk membuktikan perubahan aktual Depersonalisasi bagian tubuh Tingkah laku merusak diri (misalnya; multilasi, usaha bunuh diri, makan berlebihan, kurang makan).

Faktor mempengaruhi
Tindakan operasi Kegagalan fungsi tubuh Waham yang berkaitan dengan bentuk dan fungsi tubuh Perubahan tubuh berkaitan dengan tumbuh kembang Umpan balik interpersonal yang negative Standar sosial budaya

Respon pasien
Respon kelainan bentuk atau keterbatasan Respon terhadap pola kebiasaan dan ketergantungan Respon terhadap sosialisasi dan komunikasi

Kriteria pengkajian fokus


Data subjektif Kaji batasan karakteristik a. Pandangan diri b. Identitas c. Masalah somatik d. Tanggung jawab terhdp peran /tugas e. Afektif dan suasana batin f. Mengenai keinginan tubuh yang ideal

Data objektif
Penampilan secara umum Proses/pikir Perilaku Pola komunikasi Masalah nutrisi Kemampuan untk membuat keputusan Pola istirahat tidur

Diagnosa
Patofisiologis b/d perubahan penampilan skunder akibat : penyakit kronis; kehilangan bagian tubuh/fungsi tubuh; bentuk badan berubah (trauma, pembedahan, cacat lahir Situasional (personal,lingkungan) b/d trauma fisik, sekunder akibat penganiayaan seksual; perkosaan; penyerangan b/d pengaruh penampilan akibat obesitas; kehamilan; imobilisasi Terkait pengobatan b/d perubahan penampilan , skunder akibat hospitalisasi; pembedahan; kemoterapi;radiasi

Perencanaan pada masalah gangguan citra tubuh


Kriteria hasil Individu akan mengimplementasikan pola koping yang baru dan menyebutkan serta mendemontrasikan penerimaan atas penampilan (kerapian, pakaian, posyut, presentasi diri Indikator Memperlihatkan kesediaan dan kemampuan untuk menjalankan kembali tanggung jawab perawatan diri/peran Memulai/membangun kembali kontak dengan sistem pendukung yang ada

Intervensi umum
Membangun hubungan saling percaya perawatklien
1. Dorong individu untuk mengungkapkan perasaannya. 2. Dorong individu untuk mengajukan pertanyaan mengenai masalah, pengobatan 3. Berikan informasi yang terpercaya dan perkuat informasi. 4. Klarifikasi kesalahan pemahaman tentang diri, perawatan, 5. Berikan privasi dan lingkungan aman. 6. Gunakan sentuhan terapeutik dengan izin klien. 7. Dorong individu untuk mendekatkan diri dengan kepercayaan dan nilai spiritual tentang kekuatan yang lebih tinggi.

mendukung interaksi sosial


1. Bantu individu unruk menerima pertolongan dari orang lain. 2. Dorong pergerakan 3. Persiapkan orang terdekat klien dalam menghadapi berbagai perubahan fisik dan emosional. 4. Dukung keluarga saat beradaptasi. 5. Dorong kunjungan dari teman sebaya dan keluarga. 6. Berikan kesempatan pada individu untuk berbagi pengalaman bersama dengan orang yang pernah mengalami pengalaman yang serupa. 7. Diskusikan dengan sistem pendukung klien tentang perlunya menyampaikan nilai dan arti klien bagi mereka.

Intervensi spesifik pada situasi tertentu


Kehilangan anggota tubuh atau fungsi tubuh
1. Kaji arti kehilangan bagi klien dan orang terdekat lain. 2. Gali dan luruskan kesalahan pemahaman dan mitos tentang kehilangan 3. Antisipasi respons individu terhadap kehilangan 4. Dorong orang terdekat klien untuk saling berbagi perasaan. 5. Perjelas perasaan individu dengan memberikan kesempatan untuk mengungkapkan perasaan dan berduka. 6. Gali kekuatan yang dimiliki dan berikan dukungan 7. Bantu dengan memberikan bagi perubahan citra tubuh akibat pembedahan 8. Ajarkan mengenai masalah kesehatan dan cara mengatasinya.

HDR HARGA DIRI RENDAH


definisi Harga diri rendah adalah keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami perkembangan persepsi negatif tentang harga diri. Evaluasi diri negatif tentang kemampuan atau diri

Batasan karakteristik
Evaluasi diri bahwa individu tidak mampu menangani kejadian Perilaku bimbang Perilaku menolak Eksperesi ketidakberdayaan Eksperesi ketidakbergunaan Verbalisasi meniadakan diri Hipersensitif terhadap kritik ringan

Faktor yang mempengaruhi


Gangguan citra tubuh Kegagalan Gangguan fungsional Kurang penghargaan Penolakan Perubahan peran sosial

Kriteria pengkajian fokus


Data subjektif Kaji batasan karakteristik a. Pandangan diri b. Identitas c. Masalah somatik d. Tanggung jawab terhdp peran /tugas e. Afektif dan suasana batin f. Mengenai keinginan tubuh yang ideal

Data objektif
Penampilan secara umum Proses/pikir Perilaku Pola komunikasi Masalah nutrisi Kemampuan untk membuat keputusan Pola istirahat tidur

Diagnosa
Patofisiologis HDR b/d perubahan penampilan skunder akibat : kehilangan bagian tubuh/fungsi tubuh; bentuk badan berubah (trauma, pembedahan, cacat lahir Situasional (personal,lingkungan) HDR b/d perasaan kegagalan skunder akibat: tidak bekerja; masalah finansial; kehilangan pekerjaan; HDR b/d kegagalan sekolah HDR b/d penolakan dari orang lain HDR b/d prasaan tidak berdaya akibat institusionalisasi: panti asuhan, atau rumah penitipan

Perencanaan pada masalah Harga Diri rendah


Kriteria hasil Menunjukkan harga diri Indikator Mengungkapkan penerimaan diri secara verbal. Mempertahankan postur tubuh tegak. Mempertahankan kontak mata. Mempertahankan higiene dan riasan. Menerima kritikan dari orang lain. Menceritakan keberhasilan dalam pekerjaan, sekolah, atau kelompok sosial.

Intervensi umum
Membangun hubungan saling percaya perawatklien
1. Dorong individu untuk mengungkapkan perasaannya. 2. Dorong individu untuk mengajukan pertanyaan mengenai masalah, pengobatan 3. Berikan informasi yang terpercaya dan perkuat informasi. 4. Klarifikasi kesalahan pemahaman tentang diri, perawatan, 5. Berikan privasi dan lingkungan aman. 6. Gunakan sentuhan terapeutik dengan izin klien. 7. Dorong individu untuk mendekatkan diri dengan kepercayaan dan nilai spiritual tentang kekuatan yang lebih tinggi.

mendukung interaksi sosial


1. Bantu individu unruk menerima pertolongan dari orang lain. 2. Dorong pergerakan 3. Persiapkan orang terdekat klien dalam menghadapi berbagai perubahan fisik dan emosional. 4. Dukung keluarga saat beradaptasi. 5. Dorong kunjungan dari teman sebaya dan keluarga. 6. Berikan kesempatan pada individu untuk berbagi pengalaman bersama dengan orang yang pernah mengalami pengalaman yang serupa. 7. Diskusikan dengan sistem pendukung klien tentang perlunya menyampaikan nilai dan arti klien bagi mereka.

intervensi
Peningkatan harga diri (NIC) pantau pernyataan pasien tentang harga diri tentukan rasa percaya diri pasien dalam penilaian diri pantau frekuensi ucapan peniadaan diri Penyuluhan untuk pasien/keluarga beri informasi tentang pentingnya konseling dan ketersediaan sumber-sumber komunitas ajarkan keterampilan bersikap positif Aktivitas kolaboratif minta bantuan sumber dari rumah sakit(mis. Petugas dinas sosial, spesialis psikiatrik klinis, atau layanan keagamaan

Peningkatan Harga Diri (NIC) beri penguatan atas kekuatan diri yang diidentifikasikan oleh pasien hindari tindakan yang dapat mengusik pasien bantu pasien mengkaji kembali persepsi negatif tentang dirinya gali pencapain sebelumnya beri penghargaan dan pujian atas kemajuan pasien dalam pencapaian tujuan fasilitasi lingkungan dan aktivitas dalam meningkatkan harga diri