Anda di halaman 1dari 56

METODE PENELITIAN KUANTITATIF

KELOMPOK 4: Citera Yusrina Mirawati Nurtaniawati Mimin Hamidah Syifauzakiah

CAKUPAN MATERI
1. Hakikat dan Karakteristik Metode Penelitian Kuantitatif 2. Proses Penelitian, Penggunaan & Kompetensi Peneliti Kuantitatif 3. Metode Survey 4. Metode Eksperimen 5. Metode Ex Post Facto

HAKIKAT METODE PENELITIAN KUANTITATIF


Sugiyono (2013: 14) mengartikan metode penelitian kuantitatif sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada aliran positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu yang representatif, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah diterapkan.

KARAKTERISTIK PENELITIAN KUANTITATIF


Sumber: Sugiyono (2013: 23-25) Karakteristik Desain Tujuan Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Deskripsi Spesifik, Jelas, rinci, ditentukan secara mantap sejak awal, menjadi pegangan langkah demi langkah Menunjukkan hubungan antar variabel, menguji teori, mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif Kuisioner, Observasi dan wawancara terstrukktur

Test, Angket, Pedoman observasi dan wawancara terstruktur, instrumen yang telah tertsandar Kuantitatif, Hasil pengukuran variabel yang dioperasinalkan dengan menggunakan instrumen Besar, Representatif, umumnya random, sejak awal

Data

Sampel

KARAKTERISTIK PENELITIAN KUANTITATIF


Sumber: Sugiyono (2013: 23-25) Karakteristik Analisis Hubugnan dengan Responden Usulan Desain Deskripsi Setelah selesai pengumpulan data, deduktif, menggunakan statistik untuk menguji hipotesis Berjarak, kedudukan peneliti lebih tinggi, jangka pendek Luas dan rinci, literatur berhubungan dengan masalah dan variabel, prosesdur yang spesifik, masalah dan hipotesis dirumuskan secara spesifik dan jelas, ditulis secara rinci dan jelas sebelum ke lapangan Penelitian dinggap selesai ketika semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen

Waktu Penelitian

Kepercayaan pada hasil Penelitian

PROSES PENELITIAN

Sumber: Creswell, (2012: 12)

PROSES PENELITIAN KUANTITATIF


Sumber: Sugiyono (2013: 49)
Pengujian Intrument

Populasi dan Sampel

Pengembangan Intrument

Rumusan Masalah

Landasan Teori

Perumusan Hipotesis

Pengumpulan Data

Analisis Data

Kesimpulan dan Saran

PENGGUNAAN METODE KUANTITATIF


Sumber: Sugiyono (2013: 34)

1. Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas. 2. Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi. 3. Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan tertentu terhadap hal lain. 4. Bila bermaksud menguji hipotesis. 5. Bila ingin mendapatkan data yang akurat, empiris dan dapat diukur. 6. Bila ingin menguji keraguan tentang validitas teori, pengetahuan, produk tertentu.

KOMPETENSI PENELITI KUANTITATIF


Sumber: Sugiyono (2013: 40)

1. Memiliki wawasan yang luas tentang bidang yang diteliti 2. Mampu melakukan analisis secara akurat 3. Mampu menerapkan teori dengan tepat 4. Memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitatif 5. Memahami teknik sampling 6. Mampu menyusun instrumen 7. Mampu mengumpulkan data 8. Mampu menyajikan data secara kuantitatif 9. Mampu memberikan interpretasi terhadap data 10. Mampu membuat laporan secara sistematis 11. Mampu membuat abstraksi 12. Mampu mengkomunikasikan

Metode Survey

HAKIKAT METODE SURVEI


Sumber: Sevilla, dkk (1993: 76)

1. Metode yang bisa kita pakai apabila kita bermaksud menggumpukan data yang relatif terbatas dari sejumlah kasus yang relatif besar jumlahnya 2. Metode ini menekankan pada penentuan informasi tentang variabel daripada informasi tentang individu
3. Digunakan untuk mengukur gejala-gejala yang ada tanpa menyelidiki kenapa gejala tersebut ada.

LINGKUP METODE SURVEI


Sumber: Sevilla, dkk (1993: 76)

1. Sensus: survey yang meliputi seluruh populasi yang diinginkan.


2. Survey Sampel: survei yang dilakukan hanya pada sebagian kecil dari suatu populasi

KATEGORI METODE SURVEI


Sumber: Sevilla, dkk (1993: 77)

1. Sensus hal-hal yang nyata (Tangible): sensus terhadap hal-hal yang nyata meliputi jumlah populasi yang kecil dan variabelnya konkret, seperti jumlah anak dalam suatu sekolah, jumlah guru yang sudah sarjana, dll.
2. Sensus hal-hal tidak nyata (Intangible): mengukur konstruk-konstruk berdasarkan pengukuran yang tidak langsung dan variabel yang diukur tidak dapat diamati secara langsung seperti semangat guru, penyesuaian psikologi, dll.

KATEGORI METODE SURVEI


Sumber: Sevilla, dkk (1993: 77)

3. Survei sampel hal-hal yang nyata: memperoleh informasi dari kelompok besar dimana variabel yang ditelitinya adalah nyata, misalnya survei terhadap kualifikasi guru pada sejumlah sekolah dlaam suatu negara, dll.
4. Survey sampel hal-hal yang tidak nyata: pengukuran terhadap populasi yang besar dimana variabelnya tidak dapat diamati secara langsung.

JENIS METODE SURVEI


Sumber: Creswell (2010: 217)

1. Survei Lintas Bagian (cross-sectional survei): pengumpulan data satu per satu dalam satu waktu,
2. Survei Longitudinal (longitudinal survei): survei yang dilakukan dengan mengumpulkan data secara kumulatif sepanjang waktu.

RANCANGAN SURVEI
Sumber: Creswell (2010: 217)

1. Identifikasikanlah tujuan survei. 2. Tunjukkan mengapa survei dipilih sebagai jenis prosedur pengumpulan data dalam penelitian tersebut. 3. Pertegas jenis survei yang akan ditetapkan. 4. Rincilah strategi pengumpulan data, antara lain: kuisioner, wawancara, review catatan terstruktur, observasi terstruktur.

MERANCANG METODE SURVEI


Sumber: Creswell (2010: 219)

Metode Survei Ex post facto Eksperimen Evaluasi Action Research

Penelitian experimen (Experimental Research) merupakan pendekatan penelitian kuantitatif yang paling penuh, dalam arti memenuhi semua persyaratan untuk menguji hubungan sebab akibat. Penelitian experimen merupakan pendekatan penelitian yang cukup khas. Kekhasan tersebut diperlihatkan oleh dua hal, (1) menguji secara langsung pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain; (2) menguji hipotesis sebab akibat Metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment (perlakuan) tertentu. Misalnya: Pengaruh ruang kelas ber AC terhadap efektivitas pembelajaran

Ciri Khusus eksperimen: adanya perlakuan treatment, adanya kelompok kontrol Metode penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan

Dalam bidang fisika, penelitian-penelitian dapat menggunakan desain eksperimen, karena variabel-variabel dapat dipilih dan variabel lain dapat mempengaruhi proses eksperimen itu dapat dikontrol secara ketat, tetapi dalam penelitian-penelitian sosial khususnya pendidikan, desain eksperimen yang digunakan untuk penelitian akan sulit mendapatkan hasil yang akurat, karena banyak variabel luar yang berpengaruh dan sulit mengkontrolnya.

PreEksperimental TrueExperimental Factorial Experimental

Macam-macam Design Experimen

Quasi Experimental

Design ini belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh, karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Jadi hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel kontrol, dan sample tidak dipilih secara random Desain eksperimen ini adalah yang paling lemah, oleh karena itu di sebut eksperimen lemah atau weak experimental. Desain ini terkadang disebut juga pra eksperimen, karena sepintas modelnya seperti eksperimen tetapi bukan. Mengapa disebut eksperimen lemah atau pra eksperimen? Karena tidak ada penyamaan karakteristik (random) dan tidak ada pengontrolan variabel . Model ini sebaiknya hanya digunakan untuk penelitian latihan, tidak digunakan untuk penelitian tesis, disertasi atau penelitian-penelitian yang hasilnya digunakan untuk penentuan kebijakan, pengembangan ilmu, dan sejenisnya

One-Shot Case Study

Bentuk PreExperimental Design

One Group PretestPosttest Design

Intact Group Comparison

Paradigma dalam penelitian eksperimen model ini dapat digambarkan seperti berikut:

X= Treatment yang diberikan (variabel independen) O= Observasi (Variabel dependen) Maksudnya adalah: terdapat suatu kelompok diberi treatment/perlakuan, selanjutnya hasilnya di observasi Contohnya: Pengaruh ruang kelas ber AC (X) terhadap daya tahan belajar murid (O)

Kalau pada design One shot case study tidak ada pretest dan posttest, maka pada design ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan dan posttest setelah perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan

O1 X O2

O1= Nilai Pretest (Sebelum diberi diklat) O2= Nilai Posttest (Setelah diberi diklat) Pengaruh diklat terhadap prestasi kerja pegawai = (O2-O1)

Kelompok A

Pretest 0

Perlakuan X

Posttest 0

Pada design ini terdapat satu kelompok yang digunakan untuk penelitian, tetapi dibagi dua, yaitu setengah kelompok untuk eksperimen (yang diberi perlakuan) dan setengah lagi untuk kelompok kontrol (yang tidak diberi perlakuan. X O1 O2 O1= hasil pengukuran setengah kelompok yang diberi perlakuan O2= hasil pengukuran setengah kelompok yang tidak diberi perlakuan Pengaruh perlakuan = O1-O2

Ketiga bentuk design pre-experimental itu bila diterapkan untuk penelitian, akan banyak variabel-variabel luar yang masih berpengaruh dan sulit dikontrol, sehingga validitas internal menjadi sangat rendah

Dikatakan true experimental (eksperimen yang betul-betul), karena dalam design ini, peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi. Ciri utama dari true experimental design adalah bahwa sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random dari populasi tertentu. Jadi cirinya adalah adanya kelompok kontrol dan sampel dipilih secara random

Posttest Only Control Design True Esperimental Design Pretest-Posttest Control Group Design

R X O2 R O4

Dalam design ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara Random (R). Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan kelompok yang lain tidak Kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol Pengaruh adanya perlakuan (treatment) adalah (O1 : O2) . Dalam penelitian yang sesungguhnya pengaruh treatment dianalisis dengan uji beda, memakai statistik t-test

R O1 X O2 R O3 O4

Dalam design ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara random, kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil pretest yang baik bila nilai kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan. Pengaruh perlakuan adalah (O2-01)-(O4-03)

Banyak Model desain penelitian eksperimental yang bisa digunakan. Desain dasarnya adalah Desain Kelompok Kontrol Pratest Pasca Test Acak (Randomized PretestPosttest Control Group Desain)
Kelompok Acak Acak A (Kel. Eksperimen) B (Kel. Kontrol) Pratest 0 0 Perlakuan X Pascatest 0 0

Kelompok A maupun B memiliki karakteristik yang sama atau homogin, karena diambil atau dibentuk secara acak (random). Hasil kedua test akhir diperbandingkan (di uji perbedaannya), dengan demikian juga antara hasil test awal dengan test akhir pada masing-masing kelompok Perbedaan yang signifikan antara kedua hasil test akhir, dan antara test awal dan akhir pada kelompok eksperimen menunjukkan pengaruh dari perlakuan yang diberikan

Desain Kelompok Pembanding Pratest-Pascatest Beracak (Randomized Pretest-Posttest Comparison Group Design).
Kelompok Acak A (KE) Pratest 0 Perlakuan X1 Pascatest 0

Acak
Acak

B (KE
C (KE)

0
0

X2
X3

0
0

Perlakuan 1, 2, 3 merupakan perlakuan dalam rumpun yang sejenis tetapi berbeda-beda, umpamanya dalam metode mengajar, digunakan metode pengamatan, percobaan, pemecahan masalah. Hasil tes awal dan akhir masing-masing kelompok diperbandingkan.

Desain Kelompok Kontrol/Pembanding PratesPascates Beracak (Randomized Pretest-Posttest Control / Comparison Group Design)
Kelompok Acak Acak Acak Acak A (KE) B (KE) C (KE) D Prates 0 0 0 0 Perlakuan X1 X2 X3 Pascates 0 0 0 0

Hampir sama dengan Desain Kelompok Pembanding Prates-Pascates Beracak, tetapi dalam model desain ini ada kelompok kontrol (D) yang tidak diberi perlakuan khusus, tetapi perlakuan seperti biasanya, umpamanya dalam mengajar digunakan metode ceramah

Desain Kelompok Kontrol Pascates Beracak (Randomized Posttest Only Control Group Desain)
Kelompok Acak Acak A (KE) B (KK) Perlakuan X Pascates 0 0

Desain Kelompok Pembanding Pascates Beracak (Randomized Posttest-Only Comparison Group Design)
Kelompok Perlakuan Pascates

Acak
Acak Acak

A (KE)
B (KE) C (KE)

X1
X2 X3

0
0 0

Desain faktorial merupakan modifikasi dari design true experimental, yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan (variabel independen) terhadap hasil (variabel dependen).
R R R R O1 O3 O5 O7 X X Y1 Y1 Y2 Y2 O2 O4 O6 O8

Pada desain ini semua kelompok dipilih secara random, kemudian masing-masing diberi pretest. Kelompok untuk penelitian dinyatakan baik, bila setiap kelompok nilai pretestnya sama. Jadi O1=O3=O5=O7. Dalam Hal ini variabel moderatornya adalah Y1 dan Y2

R R R R

O1 O3 O5 O7

X X

Y1 Y1 Y2 Y2

O2 O4 O6 O8

Treatment/perlakuan (prosedur kerja baru) dicobakan pada kelompok eksperimen pertama yang telah diberi pretest (O1 = kelompok laki-laki) dan kelompok eksperimen kedua yang telah diberi (pretest) (O5=kelompok pertama). Pengaruh perlakuan (X) terhadap kepuasan pelayanan untuk kelompok laki-laki =(O2-O1)-(O4-O3). Pengaruh perlakuan (prosedur kerja baru) terhadap nilai penjualan barang untuk kelompok perempuan = (O6-O5)-(O8-O7)

Desain faktorial merupakan modifikasi dari design true experimental, yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan (variabel independen) terhadap hasil (variabel dependen).
Kelompok Acak
Acak Acak Acak

Prates 0
0 0 0

Perlakuan X1
X2 X1 X2

Perlakuan Y1
Y1 Y2 Y2

Pascates 0
0 0 0

A
B C D

Bentuk desain eksperimen ini merupakan pengembangan dari true experimental desaign, yang sulit dilaksanakan. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Walaupun demikian desain ini lebih dari preexperimental design Quasi Experimental design digunakan karena pada kenyataannya sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian

Time-Series Design

Quasi Experimental Design

Control Group Design

Dalam desain ini kelompok yang digunakan untuk penelitian tidak dapat dipilih secara random. Sebelum diberi perlakuan, kelompok diberi pretest sampai empat kali, dengan maksud untuk mengetahui kestabilan dan kejelasan keadaan kelompok sebelum diberi perlakuan. Bila hasil pretest selama empat kali ternyata nilainya berbeda-beda, berarti kelompok tersebut keadaannya labil, tidak menentu, dan tidak konsisten. Setelah kestabilan keadaan kelompok dapat diketahui dengan jelas, maka baru diberi treatment Desain penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok saja, sehingga tidak memerlukan kelompok kontrol

O1 O2 O3 O4 X O5 O6 O7 O8

Hasil Pretest yang baik adalah O1=O2=O3=O4 Hasil perlakuan yang baik adalah O5=O6=O7=O8 Besarnya pengaruh perlakuan adalah= (O5+O6+O7+O8) (O1+O2+O3+O4)

Desain ini hampir sama dengan pretest posttest control group, hanya pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random

O1 X O2 O3 O4

Dalam design ini terdapat satu kelompok yang dipilih, kemudian dari kelompok tersebut dibagi dua bagian yang setengah diberi perlakuan dan yang setengahnya lagi tidak diberi perlakuan. Kedua bagian dari kelompok tersebut diberikan pretest dan posttest, sehingga hasil penelitiannya adalah (O201)-(O4-03)

Banyak Variasi model kuasi eksperimen, di sini hanya dikemukakan dua saja: Desain Kelompok Kontrol Prates-Pascates Berpasangan (Matching Pretests-Posttest Control Group Design)
Kelompok Pasangan Pasangn A (KE) B (KK Prates 0 0 Perlakuan X Pascates 0 0

Model Eksperimen ini sama dengan Desain Kelompok Kontrol Prates-Pascates Beracak, tetapi pengambilan kelompoknya tidak secara acak penuh, hanya satu karakteristik saja, atau diambil dengan dipasangkan/dijodohkan

Desain Kelompok Pembanding Pascates Berpasangan (Matching Posttest Comparison Group Design)
Kelompok Pasangan Pasangan Pasangan A (KE) B (KE) C (KE) Prates 0 0 0 Perlakuan X1 X2 X3 0 0 0

PratesPretest-

Pascates

Model desainnya sama dengan desain kelompok pembanding Pratest-Pascates Beracak, tetapi pengambilan kelompok tidak secara acak tetapi berpasangan

METODE PENELITIAN EX POST FACTO

HAKIKAT EX POST FACTO


Sumber: Sevilla, dkk (1993: 124)

Ex post facto secara harfiah memiliki arti setelah kejadian (Gay, 1976) Penelitian Ex post facto dapat diartikan sebagai penyelidikan yang menguji hubungan variabel yang terwujud sebelumnya. Dalam penelitian ini, peneliti berupaya menentukan sebab atau alasan perbedaan yang dalam tingkah laku atau status kelompok individu.

PERBEDAAN EX POST FACTO DAN EKSPERIMEN


Sumber: Sevilla, dkk (1993: 125)

Eksperimen Menciptakan sebab, secara sengaja membuat kelompok berbeda dan kemudian mengamati akibat perbedaan itu pada variabel terikat.
Ex Post Facto Mengamati akibat dan kemudian mencoba untuk mennetukan sebab.

PENERAPAN METODE EX POST FACTO


Sumber: Sevilla, dkk (1993: 128-129)

Penelitian ex post facto diterapkan dengan cara mengientifikasi hubungan sebab akibat (kausal komparatif) pada variabel-variabel tertentu. Variabel-variabel ex post facto yang diselidiki adalah variabel yang diperoleh dari struktur sosial yang nyata. Hipotesis diuji dalam situasi yang hidup seperti keluarga, sekolah, hotel, dan masyarakat. Tidak ada variabel bebas yang dimanipulasi.

KELEBIHAN METODE EX POST FACTO


Sumber: Sevilla, dkk (1993: 130-132)

Menghasilkan informasi yang sangat berguna mengenai sifat-sifat gejala yang dipersoalkan: apa sejalan dengan apa, dalam kondisi apa, pada perurutan dan pola yang bagaimana, dan yang sejenis dengan itu.

KETERBATASAN METODE EX POST FACTO


Sumber: Sevilla, dkk (1993: 130-132)

Tidak adanya kontrol pada variabel bebas, sehingga menimbulkan bayangan resiko penafsiran yang tidak cocok pada penelitian ex post facto jika peneliti tidak memiliki pengetahuan yang luas dalam hal mana ia dapat menjelaskan penemuan-penemuan melalui penelitian ex post facto.

LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN

1. 2. 3. 4.
5. 6. 7. 8.

Definisikan masalah Lakukan penelaan permasalahan Rumuskan hipotesis Rumuskan asumsi yang mendasari hipotesis serta prosedur. Rancangan cara pendekatannya Validisasi teknik untuk mengumpulkan data Kumpulkan dan analisis data Susun laporannya

Tambahan

TERIMA KASIH