Anda di halaman 1dari 22

Definisi Kondensor Prinsip Kerja Kondensor Kapasitas Kondensor Komponen Utama Kondensor Jenis-jenis Kondensor Perhitungan pada Kondensor

Aplikasi dari Kondensor

Kondensor merupakan alat penukar kalor pada sistem refrigerasi yang berfungsi untuk melepaskan kalor kelingkungan. Kondensor juga merupakan alat untuk membuat kondensasi bahan pendingin gas dari kompresor dengan suhu tinggi dan tekanan tinggi. Kondensor umumnya adalah sebuah pendingin atau penukar panas yang digunakan untuk berbagai tujuan, memiliki rancangan yang bervariasi, dan banyak ukurannya dari yang dapat di genggam sampai yang sangat besar. Untuk penempatannya sendiri, kondensor ditempatkan diluar ruangan yang sedang didinginkan, agar dapat membuang panasnya keluar.

Gambar Kondensor

Kondensasi berasal dari bahasa latin yaitu condensare yang berarti membuat tertutup. Kondensasi merupakan perubahan wujud zat dari gas atau uap menjadi zat cair. Kondensasi terjadi pada pemampatan atau pendinginan jika tercapai tekanan maksimum dan suhu di bawah suhu kritis. Kondensasi terjadi ketika uap didinginkan menjadi cairan, tetapi dapat juga terjadi bila sebuah uap dikompresi (yaitu tekanan ditingkatkan) menjadi cairan, atau mengalami kombinasi dari pendinginan dan kompresi. Contoh bentuk kondensasi di lingkungan sekitar adalah uap air di udara yang terkondensasi secara alami pada permukaan yang dingin dinamakan embun.

Prinsip kerja kondensor adalah uap panas yang masuk ke kondensor dengan temperatur yang tinggi dan bertekanan yang merupakan hasil proses dari turbin. Kemudian uap panas masuk ke dalam Suction Pipe dan kemudian mengalir dalam tube. Dalam tube, uap panas didinginkan dengan media pendingin air yang dialirkan melewati sisi luar tube, kemudian keluar melalui Discharge Pipe dengan temperatur yang sudah turun. Prinsip kondensasi di kondensor adalah menjaga tekanan uap Superheat Refrigerant yang masuk ke kondensor pada tekanan tertentu kemudian suhu Refrigerantnya diturunkan dengan membuang sebagian kalornya ke medium pendingin yang digunakan di kondensor.

Kapasitas Kondensor adalah kemampuan kondensor untuk melepaskan kalor dari refrigerant (sistem) ke media pendingin. Ada 4 hal yang mempengaruhi kapasitas Kondensor yaitu: 1. Material (bahan pembuat Kondensor) Ukuran Kondensor sebenarnya dapat diperkecil dengan cara memilih material yang memiliki kemampuan menghantarkan kalor yang lebih baik dan juga perancangan (design) dari Kondensor itu sendiri. 2. Luas Area Semakin besar luas area yang bersinggungan dengan media pendingin maka semakin besar pula perpindahan kalornya

3. Perbedaan Temperatur Temperatur kondensasi harus lebih besar daripada temperatur media pendinginnya 4. Kebersihan Kondenser Partikel debu yang melekat pada Kondenser berpendingin udara ataupun jamur/kerak yang melekat pada Kondenser berpendingin air bertindak sebagai insulator yang akan mengurangi kapasitas perpindahan kalor

Kondensor pada umumnya memiliki beberapa komponen utama, dimana masing-masing komponen memiliki fungsinya tersendiri. Adapun komponen-komponen utama dari kondensor adalah sebagai berikut: 1. Suction Pipe dan Discharge Pipe (Pipa saluran masuk dan pipa saluran keluar). 2. Tube ( Pipa dalam Kondensor ) 3. Buffle (jarak bagi antar tube) 4. Water Box (Ruang air pendingin(refrigerant) pada sisi masuk dan keluar ) 5. Ruang kondensat (hotwell) 6. Selongsong (shell)

Berdasarkan jenis cooling mediumnya kondensor dibagi menjadi 3 jenis yaitu : 1. Air Cooled Condenser (menggunakan udara sebagai cooling mediumnya). Air Cooled Condensor mengkondensasikan pembuangan uap dari turbin uap dan kembali kondensat (cairan yang sudah terkondensasi) ke boiler tanpa kehilangan air

Gambar Air Cooled Condensor

2. Water Cooled Condenser (menggunakan air sebagai cooling mediumnya). Water Cooled Condenser yang paling banyak digunakan yaitu : a. Shell and Tube Condenser b. Shell and Coil Condenser c. Tube and Tubes Condenser

3. Evaporatif Condenser (menggunakan kombinasi udara dan air sebagai cooling mediumnya). Kombinasi dari kondensor berpendingin air dan kondensor berpendingin udara, menggunakan prinsip penolakan panas oleh penguapan air menjadi aliran udara menjadi kumparan kondensasi Gambar Evaporatif Condensor

Berdasarkan Jenis Desain, kondensor terbagi menjadi 3, yaitu: 1 1. Berbelit-Belit 2. Arus Pararel 3. Condenser Electric Fan 3

Berdasarkan Klasifikasi Umum, kondensor terbagi menjadi 2 yaitu: 1. Surface Condenser dibedakan menjadi dua jenis lagi, yaitu: a. Horizontal Condensor b. Vertical Condenser

Kelebihan Kondensor horizontal adalah : 1. Dapat dibuat dengan pipa pendingin bersirip sehingga relatif berukuran kecil dan ringan 2. Pipa pendingin dapat dibuat dengan mudah 3. Bentuk sederhana dan mudah pemasangannya 4. Pipa pendingin mudah dibersihkan Kelebihan Kondensor vertical adalah : 1. Harganya murah karena mudah pembuatannya. 2. Kompak karena posisinya yang vertikal dan mudah pemasangan 3. Bisa dikatakan tidak mungkin mengganti pipa pendingin, pembersihan harus dilakukan dengan menggunakan deterjen.

2. Direct-Contact Condenser Direct-contact Condenser mengkondensasikan steam dengan mencampurnya langsung dengan air pendingin Condenser dibagi menjadi dua jenis lagi, yaitu: a. Spray Condenser b. Barometric dan Jet Condenser

Gambar Jet Condensor

Berdasarkan aliran, kondensor dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Single pass aliran air pendingin hanya sekali melintas kondensor, maka disebut kondensor lintasan tunggal (single pass) 2. Double pass air pendingin melintasi kondensor dua kali, maka disebut kondensor lintasan ganda (double pass).

Laju perpindahan panas pada kondensor adalah fungsi dari kapasitas refrigerasi dan suhu evaporasi serta suhu kondensasi. Kondensor harus dapat membuang panas yang diserap di evaporator dan yang ditambahkan di kompresor. Istilah yang umum digunakan untuk menunjukkan tingkat perpindahan panas dari kondenser ke evaporator adalah rasio pelepasan panas (heat rejection ratio) yang dihitung dengan persamaan: :

namun rasio perpindahan panas ini kurang tepat karena tidak memperhitungkan kerja kompresi. Nilai rasio perpindahan panas ini juga dapat dihitung dengan bantuan grafik di bawah. Pada kondensor, terjadi kondensasi pada uap yang mengembun di luar pipa. Koefisien kondensasi yang terjadi di luar pipa dihitung dengan persamaan:

dengan hct = koefisien kondensasi (W/m2K) g = percepatan gravitasi (m/s2) = rapat massa fluida (kg/m3) hfg = kalor laten penguapan (J/kg)

hfg = kalor laten penguapan (J/kg) = viskositas kondensat (Pa.detik) t = perbedaan suhu antara kondensat dan pipa (K) N = jumlah pipa dalam baris vertical D = diameter luar pipa (m) saat kondensor berpendingin air telah digunakan selama beberapa waktu, akan terjadi pengendapan pada pipa karena adanya kotoran pada fluida yang mengalir. Pengendapan ini akan mengurangi proses pindah panas dan besarnya disebut sebagai fouling factor

a. Pada AC mobil atau AC ruangan b. Pada kulkas c. Pada PLTU d. Pada sistem pendingin pabrik e. Pada reactor PWR (Pressurized Water Reactor) merupakan reaktor daya nuklir yang berpendingin air ringan dan banyak beroperasi di dunia. Sistem pendingin pada PWR ini terdiri dari tiga untai aliran pendingin yaitu untai primer, untai sekunder dan tersier.

Selesai & Terima Kasih :D