Anda di halaman 1dari 60

Chapter 7 Grounding System Principles

7.1 Pendahuluan
Definisi Grounding : sistem pentanahan yang berfungsi untuk meniadakan beda potensial sehingga jika ada kebocoran tegangan atau arus akan langsung dibuang ke bumi. Tujuan utama : menciptakan jalur yang low impedance (tahanan rendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan transient voltage

Ada empat tipe sistem pentanahan, yaitu :


(1) ungrounded (2) impedansi tinggi (3) impedansi rendah (4) efektif atau solid ground

Masing-masing mempunyai keuntungan dan kelebihan yang digunakan untuk aplikasi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya

7.2 UNGROUNDED SYSTEMS


Didasarkan oleh kapasitansi alami dari sistem ke ground. Keuntungan : Tingkat kesalahan /arus gangguan saat ini sangat rendah, sehingga kerusakan peralatan minimal. Kelemahan : sistem akan terganggu terhadap tegangan transient yang tinggi.

Contoh sistem Ungrounded

7.3 Transient over voltage


Sambaran busur setelah gangguan arus pada breaker atau pada fault dapat mengakibatkan overvoltage dengan kerusakan lebih parah pada underground system. (ditunjukkan pada gambar slide selanjutnya) pada sistem kapasitif , arus leading dari tegangan hingga mendekati 90. Ketika arus mengalami gangguan, atau busur padam saat mendekati nilai 0 (zero), tegangan akan mendekati nilai maksimum. Dengan breaker tebuka, maka sisa tegangan pada kapasitor akan mengurangi time constant pada sistem kapasitif.

7.4 Grounded-detection methods for undergrounded system


Tegangan memberikan indikasi terbaik pada ground fault, karena arus sangat rendah. Pada dasarnya, tidak berubah dengan lokasi gangguan. Terdapat 2 metode yang digunakan (ditunjukkan pada gambar slide selanjutnya). Hal ini menunjukkan bahwa ground fault itu ada tetapi tidak berada di primary system.

7.4.1 Three-Voltage Transformer

Tegangan relay :

Nilai Resistansi Kumparan Sekundern pada umumnya

7.4.2 Single-Voltage Transformator

7.5 Sistem Pentanahan Impedansi Tinggi


Terdapat dua tipe dari Sistem Pentanahan Impedansi tinggi, yaitu: 1) Pentanahan resonansi (Peterson coil). 2) Pentanahan resistansi tinggi,

7.5.1 Pentanahan Resonansi (Peterson Coil)


Sebuah reactor di-tuning agar matching dengan kapasitansi sistem dan diselipkan antara netral dan titik pentanahan, hasilnya jika terjadi gangguan tanah, arus yang terjadi adalah nol. If =fault curent IL= current flow di coil petersen Ic=current flow di phase-earth kapasitansi

Kelebihan dan Kelemahan Peterson Coil


Kelebihan : Arus gangguan dapat dibuat kecil sehingga tidak berbahaya bagi mahluk hidup. Kerusakan peralatan sistem dimana arus gangguan mengalir dapat dihindari. Sistem dapat terus beroperasi meskipun terjadi gangguan fasa ke tanah. Gejala busur api dapat dihilangkan. Kelemahan : Rele gangguan tanah (ground fault relay) sukar dilaksanakan karena arus gangguan tanah relatif kecil. Tidak dapat menghilangkan gangguan fasa ke tanah yang menetap (permanen) pada sistem. Operasi kumparan Petersen harus selalu diawasi karena bila ada perubahan pada sistem, kumparan Petersen harus disetel (tuning) kembali.

7.5.2 Pentanahan Resistansi Tinggi


Sistem daya digroundkan melalui resistor, dan pada prakteknya digunakan besar resistor yang sama atau sedikit lebih kecil dari total kapasitansi ke ground. Arus gangguan kecil untuk meminimalisir terjadinya bahaya Rentang arus gangguan berkisar antara 1-25A primer, yaitu biasanya antara 1-10A.

Biasa digunakan untuk alarm

Kelebihan dan Kelemahan Pentanahan Resistansi Tinggi


Pentanahan titik netral melalui tahanan (resistance grounding) mempunyai keuntungan dan kerugian yaitu : Kelebihan : Besar arus gangguan tanah dapat diperkecil Bahaya gradient voltage lebih kecil karena arus gangguan tanah kecil. Mengurangi kerusakan peralatan listrik akibat arus gangguan yang melaluinya. Kelemahan : Timbulnya rugi-rugi daya pada tahanan pentanahan selama terjadinya gangguan fasa ke tanah. Karena arus gangguan ke tanah relatif kecil, kepekaan rele pengaman menjadi berkurang dan lokasi gangguan tidak cepat diketahui.

7.5.3. Example: Typical High-Resistance Neutral Grounding


Tipe Grounding : 160 MVA ,18kV. Berikut kapasitansi ke ground (microfarads/phase) harus berdasarkan :

Contoh tiperesistensi tinggi grounding dengan netral resistor : (a) sistem unit pembangkit (b) jaringan sekuens, nilainilai dalam per unit pada 100 MVA, 18 kV (c) kesalahan distribusi saat ini.

Reaktansi Kapasitif, per unit pada 100 MVA 18KV:

Positif dan Negatif sequance reaktansi untuk system: J0.066 pu

Jadi, Kesalahan Arus :

Arus Sekunder dari 6,9(18.000/240) = 464,38 A

Nilai watt pada resistor selama kesalahan :

Demikian pula, trafo distribusi kilovolt ampere (kVA) adalah :

Ketika grounding ini digunakan untuk unit generator, tripping unit dianjurkan, sehingga rating ini dapat menjadi rating waktu singkat, bukan rating berkelanjutan. Arus charging normal untuk sistem ini akan :

Tiga-fase dan urutan distribusi untuk sistem dari gambar saat fase padat ke kesalahan ground

7.5.4. EXAMPLE : TYPICAL HIGH -RESISTANCE GROUNDING WITH THREE DISTRIBUTION TRANSFORMERS

Sistem pentanahan medium-high-resistance dikembangkan pada sistem penambangan batu bara dan aplikasi sejenis yang berbahaya lainnya Arus gangguan pada sistem: 25-50 A

Rele yang sangat cepat dan sensitif yang digunakan untuk deteksi ground fault

Karena potensi bahaya yang tinggi, keamanan, selektifitas, & kontinyuitas pelayanan sangat diperhatikan Banyak beban esensial yang dipasok dari normal feeder pada substation ini

7.7 Low Impedance Grounding


Batasan arus gangguan line-to-ground low-impedance grounding 50-600 A Untuk membatasi arus gangguan, perlu rele proteksi sensitif dengan magnitude yang berbeda

Pada trafo zigzag, terdiri dari tiga 1:1 rasio trafo dan terkohubung dengan arus zero sequence Sehingga Ia0=Ib0=Ic0=I0 Tetapi untuk positive & negative sequence tidak bisa, karena Ia1Ic1 Ib1 dan Ia2Ib2 Ic2 Impedans zero sequence sebesar XT Tegangan line-yo-neutral sebesar 1 pu, tegangan yang melalui setiap winding sebesar 0.866 pu XT sangat rendah untuk membatasi gangguan, sehingga resistor/reactor perlu ditambahkan

Example 1: Typical Low-Resistance Neutral Reactor Grounding


Batasan arus gangguan line-toground 400 A MVA base sebesar 20 MVA

Example 2: Typical Low-Resistance Neutral Resistance Grounding

Typical example of low-impedance grounding

Berapa besar R?
Batas arus gangguan line-to-groundnya: 400A dimana: X1=X2=j0.0583 Zo=3R+j0.052 pu

atau

7.8 Solid Grounding


Oleh ANSI/IEEE standards, ketika konstanta sistem tenaga listrik adalah

SOLID (EFFECTIVE) GROUNDING(2)


Ciri-ciri sistem ini : Sistem distribusi 20 KV fasa tiga , 4 kawat dengan pentanahan Netral secara langsung Kawat Netral ditanahkan di setiap tiang sepanjang JTM dan JTR, dipergunakan sebagai netral bersama TM & TR (Common Neutral) Karena tahanannya sangat kecil, maka arus gangguannya besar, sehingga diperlukan rele yang dapat bekerja dengan cepat

Proteksi terpasang : PMT dipasang di pangkal penyulang (feeder) Dilengkapi dengan OCR untuk membebaskan gangguan antar fasa Dilengkapi dengan GFR untuk membebaskan gangguan fasa-tanah PBO dikoordinasikan dengan SSO dan Pengaman Lebur (PL) jenis FCO

7.8.1 Example
Example :Cari transformer bank sistem berikut. nilai dari
Didapat :

Sehingga fault current pada 13.8 kV,

Untuk fault 3 fasa pada titik F :

7.8.2 Ground Detection


Untuk fault 3 fasa pada bus Ground Detection pada Sistem Solid Grounding Pada sistem solid grounding, arus fault terjadi diberbagai lokasi, dengan itu proteksi arus lebih diaplikasikan pada sistem ini. 3V0 = VLN Pada sistem ungrounded dan high impedance grounded, level arus tidak terlalu signifikan melebihi jaringan. 3V0 =3 VLN

Dimana, maka,

dan

Ketika X1 lebih besar dari X1 dan X2 maka,

7.9 Feroresonansi Sistem Tiga Fasa


Feroresonansi merupakan fenomena yang terjadi sebagai akibat dari adanya resonansi antara sistem kapasitansi dan induktansi nonlinear pada inti besi. Feroresonansi biasanya terjadi pada transformer yang dikoneksikan dalam konfigurasi delta atau pada beberapa kasus dalam konfigurasi Wye-wye. Begitu pula pada inti transformator empat atau lima kaki.

7.9.1 Feroresonansi Sistem Tiga Fasa


Feroresonansi ditandai oleh: Adanya overvoltage atau lompatan teganan/arus dimana tegangan meningkat sebesar dua hingga lima kali arus yang terukur. Kenaikan temperatur yang tinggi dan cepat sehingga dapat menyebabkan bubbling pada permukaan transformator. Distorsi gelombang arus dan tegangan yang tidak teratur. Perpindahan tegangan titik netral. Bunyi (noise) yang terus menerus pada trafo. Terbukanya salah satu switch fase.

Feroresonansi dapat menyebabkan kerusakan pada: Transformator. Penagkap petir (lightning arrester). Komponen atau peralatan distribusi tegangan listrik lain. Berdampak pada keselamatan kerja operator. Potensi-potensi terjadinya feroresonansi: Transformator tiga fasa dalam kondisi no-load atau lightly-load. Kabel bawah tanah Switch

Gbr. Sistem Distribusi pada umumnya

Gbr.Jalur arus feroresonansi saat hanya fase a dihubungkan ke beban (fase b dan c dalam keadaan closed.

Gbr. Jalur arus feroresonansi saat fase a dalam kondisi open oleh fuse/breaker atau konduktor yang rusak.

Pencegahan dapat dilakukan dengan membatasi arus fasa terbuka sebesar kurang atau sama dengan 1.25 pu

Dimana:

Xc = Reaktansi ekuivalen kapasitif tiap fasa(Ohm) Xe = Reaktansi ekuivalen exciting (Ohm) K = 40 (konstanta)

Persamaan dapat direpresentasikan dalam bentuk:

Dapat disimpulkan bahwa: Feroresonansi lebih berpotensi terjadi pada transformator dengan level teganan yang lebih rendah yaitu sekitar 25kV35kV, Pada tegangan tinggi diatas 15kV, dan Sistem dengan panjang saluran transmisi panjang dan kapasitansi yang tinggi.

Feroresonansi dapat terjadi pada transformer yang ditanahkan akibat dari kapasitansi antar fase, atau terjadi pada kapasitor shunt yang tidak ditanahkan.

7.9.2 Feroresonansi Pada Sistem Distribusi dan Tegangan Tinggi


Pencegahan terjadinya feroresonansi pada sitem distribusi listrik: Menambahkan beban pada sisi sekunder transformator. Memperbaiki sistem grounding pada transformator. Menempatkan sakelar dengan beban (tidak praktis). Pada tegangan tinggi, feroresonansi dapat terjadi antara kapasitansi saluran dengan reaktor shunt saluran ketika saluran tersebut telah di-de-energized.

7.10 SAFETY GROUNDING

1. Konsep Safety Grounding


Membangun Ground Map atau tatakan pentanahan

Tegangan jatuh minimum ke semua arah


Impedansi minimum antara ground mat dengan ground aslinya

2. Tujuan Safety Grounding


Mengurangi dan meminimalisasi potensi kejutan atau sengatan listrik yang dapat membahayakan keselamatan individu atau setiap orang (pekerja).

3. Implementasi Safety Grounding


Semua perangkat yang berada dalam area cakupan ground mat (tatakan pentanahan), wajib diikat dengan kuat kepadanya.

Perangkat-perangkat tersebut meliputi bagian metalik (yang mengandung logam)pada


relay, relay switchboard, sistem pengkabelan sekunder dsb. Selain itu, rangkaian sekunder dari trafo CT dan PT juga di-tanah-kan. Ketentuannya adalah sebagai berikut: Hanya akan ada satu buah ground dalam rangkaian dan grounding yang lebih disukai adalah grounding pada switchboard dan relay house Tidak disarankan adanya penggunaan grounding tambahan, karena dapat berpotensi

mengakibatkan kerusakan pada sistem pengkabelan sekunder dan dapat memperlambat


penanganan kegagalan Hanya akan ada satu sistem grounding dalam rangkaian yang dinilai cukup untuk meminimalisasi potensi elektrostatik

7.11 GROUNDING SUMMARY AND RECOMMENDATIONS


Types Approximate Fault current Primary Amperes Sangat rendah Industrial and Utility Station Services Systems Umumnya tidak direkomdasikan tetapi digunakan untuk pemakaian yang berkelanjutan Utility Transmission Subtransmission Distribution Tidak direkomendasikan 1. General comments Ungrounded 2. Kegagalan mudah dideteksi tapi sulit untuk mencari lokasi Kegagalan arus rendah, kerusakan minimum Transien tegangan lebih menjadi tinggi Memungkinkan Ferroresonance dan netral VT inversi Perawatan kegagalan penting

3. 4.

5.

High-resistance

1-10

Direkomendasikan untuk pemakaian yang berkelanjutan

Tidak direkomendasikan

1. 2.

3.

Sama seperti di atas Kegagalan arus rendah, kerusakan rendah Transien overvoltage terbatas sampai 2.5 VLN

Types

Approximate Fault current Primary Amperes 20-600

Industrial and Utility Station Services Systems Direkomendasikan

Utility Transmission Subtransmission Distribution Tidak direkomendasikan 1.

General comments

Low-impedance

Mudah untuk mendeteksi dan mencari lokasi kegagalan

Effective-solid

Rendah sampai tinggi

Direkomendasikan

Direkomendasikan

1.

Mudah untuk mendeteksi dan mencari lokasi kegagalan