Anda di halaman 1dari 13

MANUAL PLASENTA

Eppy Darmadi Achmad, dr, SpOG, Mkes Bagian Obstetri & Ginekologi FKUP / RS Dr.Hasan Sadikin Bandung

Proses Persalinan Kala III

Proses melahirkan plasenta dengan cara managemen aktif kala III.


Selama plasenta masih melekat pada dinding

rahim, tidak akan terjadi perdarahan sampai plasenta lahir.

Manual Plasenta
Tujuan: untuk melahirkan plasenta. Prosedur pelepasan plasenta dari tempat

implantasinya pada dinding rahim dan mengeluarkannya dari kavum uteri secara manual. Arti dari manual adalah dengan melakukan tindakan invasi dan manipulasi tangan penolong persalinan yang dimasukkan langsung ke dalam kavum uteri.

Indikasi Plasenta Manual


Plasenta tidak lahir sampai batas waktu 30 menit setelah bayi lahir.
Retensio plasenta yang disebabkan oleh

plasenta akkreta partialis. Adanya sisa plasenta yang masih melekat pada dinding rahim.

Kontra indikasi Plasenta Manual

Plasenta akkreta kompleta. Plasenta inkreta. Plasenta perkreta.

Syarat Plasenta Manual


Sebelum plasenta manual dimulai harus

dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik. Tersedianya darah untuk transfusi bila terjadi perdarahan setelah melakukan plasenta manual. Diberikan antibiotik sebagai pencegahan terjadinya kemungkinan infeksi.

Efek samping Plasenta Manual


Meningkatnya risiko infeksi. Perdarahan. Laserasi jalan lahir. Perforasi dinding rahim. Inversio uteri kompleta Inversio uteri inkompleta Inversio prolaps.

Tehnik Plasenta Manual


1. Tindakan aseptik dan antiseptik, baik terhadap tangan penolong maupun daerah vulva dan sekitarnya. 2. Setelah memegang rahim melalui dinding abdomen dengan satu tangan, tangan yang lain dimasukkan ke dalam kavum uteri melalui vagina dengan menelusuri tali pusat. 3. Setelah mencapai tempat implantasi plasenta segera dicari bagian marginal plasenta, kemudian menyelipkan tangan bagian ulna diantara bagian marginal plasenta dengan dinding rahim.

Tehnik Plasenta Manual


4. Plasenta dilepaskan dari dinding rahim dengan cara seperti membuka setiap halaman buku, sedangkan punggung tangan tetap menempel pada dinding rahim. 5. Setelah terlepas seluruhnya, plasenta dipegang tetapi jangan segera dikeluarkan, ditunggu sampai rahim berkontraksi hingga terasa oleh tangan penolong yang akan mengeluarkannya secara bertahap.

Analgetika dan sedativa pada Plasenta Manual


Rasa nyeri pada saat rahim berkontraksi dan serviks berdilatasi dapat dikurangi dengan pemberian obat narkoleptik seperti meperidin (pethidin), ketamin dan tramadol, yang disertai obat-obatan jenis transquilizer seperti promethazin, diazepam.

Analgetika dan sedativa pada Plasenta Manual


Meperidin 50 - 100 mg + Promethazin 25

mg IM Meperidin 50 100 mg IM + Diazepam 10 mg IV. Ketamin dosis rendah 0,2 0,3 mg/kgBB IV akan memberikan efek analgetika dan sedativa Tramadol 1 2 mg/kgBB IV.