Anda di halaman 1dari 13

Kerek dengan Perkisaran Planit, Kerek Ulir, dan Kerek Weston Berulir

Oleh Kelompok A

Kerek dengan Perkisaran Planit

Kerek dengan Perkisaran Planit

Tali bebannya dibelitkan pada tabung E sedangkan titik A adalah roda penggerak yang bergigi . Roda gigi B dan roda gigi C dihubungkan dalam satu poros yang berada dalam lubang tabung E, sehingga roda gigi B dan C dapat berputar dengan bebas. Untuk menentukan perputan antar roda gigi, maka tabung E dianggap tidak berputar dan yang berputar adalah roda gigi D. Dengan demikian jika roda A kita diputar sekali, maka roda B akan berputar kali, begitu juga dengan roda C, banyaknya gigi yang dipindahkan adalah x t gigi. Maka dari itu roda D berputar sebanyak x putaran, sehingga titik Z pada roda D akan berpindah ke Z2. Pada keadaan sebenarnya yang berputar adalah tabung E sedangkan sarang gigi D tidak berputar, karena sarang gigi D dipasang pada rumah kerek. Oleh sebab itu jika seluruh roda diputar, titik akan kembali pada kedudukan semula yaitu pada titik , Sehingga roda E berputar sebanyak x putaran ke kanan dan jumlah putaran roda gigi A = 1+ x kali =
:

Maka

didapat rumus :
=
22 21

=
=

2 1 2 1

2 4 :

Jadi Atau

: 2 = 1

2 1 1 13

Contoh Soal

Misalkan tA=12, tB=27, tC=9, tD=48 RE=R2=20 cm dan RA=R1=14 cm tabung=80%,A=95% B dan C=90%, L=3000kg, K=? Jawab: tot = tabungABC =0,80,950,90,9
=0,6156

=
=

2 1 3 1 1 2 4 :1 3 300020 129 1 14 2748:129 0,6156

= 4285,714 0,077 1,624 = 535,92

Kerek Ulir

Pada gambar merupakan sebuah kerek yang berulir dan terdiri dari poros ulir A (worm) dan roda ulir B. Rantai pengangkatnya dibelitkan pada piringan D. Sudut ulirnya kebanyakan dibuat lebih besar daripada sudut geseknya, sehingga hasil gunanya dapat bertambah besar, akan tetapi sebaliknya seretnya uliran tidak lagi terjamin. Keseretan tersebut pada kerek ini terjadi dari tekanan Q, yang bekerja menurut sumbu poros ulir (worm) A dan menekan ujung poros pada bidang geseknya . Selama beban terangkat, roda penghambatnya berputar bersama-sama dengan poros ulir disebabkan adanya gesekan yang kekal itu. Pada saat poros ulir tidak diputarkan segera pula penghalangnya (disini tidak dilukis) menyangkut pada roda penghambat, karena itu poros ulir tetap tidak bergerak. Jika kita ingin menurunkan bebannya diperlukanlah gaya yang kuat untuk mengatasi gesekan tersebut.

Dari kerek ulir seandainya diketahui: Jari-jari roda D = R Jari-jari roda C = r Gaya pengangkatnya = K Bebannya = L Roda B mempunyai = t gigi Uliran pada poros A berulir-rangkap. Jumlah hasil guna = Maka jika. D diputar sekali, usaha K = K x 2 R. Sementara itu poros A berputar sekali juga dan memindahkan 2 2 gigi dari roda B, sehingga B membuat: putaran begitu pula C, 2 sebab C dipersatukan dengan B. disebabkan C membuat putaran, beban L akan naik.
1 2

2 =
.
2

sehingga usaha L =
.

Jadi = 2 = . . =
. .

Contoh Soal

Misalkan RD=25cm, RC=12cm, tB=60 gigi, dan K=40kg = 80%, = 80%, = 90%, = 95% Tentukan: L Jawab: = = 0,8 0,8 0,9 0,95 = 0,5472

= =
= =

402560 12

0,5472

= 2736

Kerek Weston Berulir

Misalnya ditentukan: Jari-jari roda R1 = R1 Jari-jari R2 = R2 Banyak gigi roda ulir = t poros ulirnya berulir tunggal jari-jari roda pengangkat = R hasil guna seluruhnya = Apabila K memutar sekali usaha K = K x 2r 2 1 1 sedang usaha L = L x 2(R1 R2) Jadi = =
.
1 1 ; 2

2 1 ; 2 1 2 .

Contoh Soal

Jika diketahui R=30cm, R1=25cm, R2=10cm, t=50, K=20kg, dan L=3000kg, tentukan berapa besarnya efisiensi total kerek weston berulir tersebut!
Jawab: = =
1 ; 2 2

1 ;2 2

3000 25;10 2305020

= 0,75 = 75%

Sekian Terima Kasih