Anda di halaman 1dari 89

SEPARATOR GAS-CAIR

Oleh Heriyanto 2012

PENDAHULUAN
Fungsi Separator Gas-Cair dipakai untuk memisahkan fluida cair gari gas.

Contoh aplikasi

Pendahuluan

Proses pemisalahan (separation proses) merupakan proses untuk memisahkan campuran air-minyakgas, atau minyak-gas. Prinsip kerja: gaya gravitasi mengakibatkan cairan jatuh ke bawah, sedangkan uap bergerak ke atas pada laju desain minimum entrainment butiran cairan ke dalam uap Alat untuk melangsungkan proses ini sering disebut juga Separator, KO (Knock-out) drum, Compressor Suction Drum atau Compressor Inlet D.

Separator

PRINSIP

Prinsip

Prinsip
Dua faktor umum yang menentukan pemisahan:

Fluida yang akan dipisahkan harus tidak larut. Salah satu fluida harus lebih ringan dibanding yang lain.

Prinsip
Pemisahan gas dari cairan melalui dua tahap pemisahan

Memisahkan kabut cairan (liquid mist) dari fase gas. Memisahkan gas dalam bentuk busa dari fas ecair

Butiran kabut cairan akan memisah dari gas, Gas cukup lama berada dalam separator Aliran gas melalui separator cukup lambat sehingga tidak ada turbulensi yang akan mencegah cairan terpisah dari gas.

Prinsip
Mist

Butiran air sangat halus Terpisah dari gas pada tekanan 750 psig dan kecepatan kurang dari 1 ft/s

Separator horisontal memberikan kemungkinan kecepatan lebih rendah dari 1 ft/s


Pengaruh tekanan gas sangat penting Contoh: Densitas 0,1 lb/cf pada 15 psig 2,25 lb/cf pada 750 psig

Prinsip

Gelembung gas akan pecah sekitar 30-60 detik. Biasanya separator dirancang agar cairan tinggal berkisar antara 30 dan 60 detik (waktu tinggal, residence time) Prinsip penting adalah coalescence (penggabungan atau penggumpalan) butiran air yang kecil menjadi butiran besar dan jatuh.

Prinsip

Prinsip

Prinsip
Faktor yang berpengaruh pada pemisahan Viskositas fluida Densitas fluida Tekanan dalam separator Suhu dalam separator Waktu tinggal , yang dipengaruhi oleh:

Laju fluida masuk Volume separator

Problem-1
a)

Dua faktor yang mempengaruhi pemisahan fluida dalam separator adalah .. .................................................................................

b)

Pemisahan gas berat dari cairan ringan memerlukan vessel yang lebih (besar/kecil) dibanding pemisahan gas ringan dari cairan berat.

Separator Gas-Cair

TIPE SEPARATOR

TIPE SEPARATOR
Berdasar bentuk:

Vertikal Horisontal Bola

Berdasar jumlah fasa: Separator 2 fasa


Keluarannya fasa gas dan cair (minyak dan air)

Separator 3 fasa
Keluarannya fasa gas, minyak, dan air

SEPARATOR HORISONTAL

SEPARATOR VERTIKAL

SEPARATOR
Komponen separator (API Spec. 12J, 1989)

Bagian pemisahan gas/cair primer dengan inlet divertor untuk memisahkan cairan dari gas. Bagian pengendapan gravitasi, memberikan waktu yang cukup untuk tinggal sehingga terjadi pengendapan yang baik. Mist Extractor pada keluaran gas untuk menangkap butiran cairan yang terbawa gas. Pengendalian tekanan dan level cairan yang baik

PEMILIHAN SEPARATOR

Tidak ada aturan sederhana untuk pemilihan separator. Kadang-kadang perlu dilakukan kajian ekonomi untuk keduanya.

Horizontal Separator

Volume gas dan/atau cair yang besar Rasio gas cair (GOR) dalam aliran nilainya sedang hingga besar Berbusa Pemisahan 3 fasa

PEMILIHAN SEPARATOR
Vertical Separator Laju alir gas dan/atau cair kecil Rasio gas-cair (GOR) sangat tinggi atau ketika volume gas total rendah. Tempat terbatas Kemudahan pengendalian level adalah diutamakan

Horisontal 2 Fase

Horisontal 2 Fase

Horisontal 2 Fase

Horisontal 3 Fase

Vertikal 2 Fase

Centrifugal Separator

Aliran dalam Separator

Aliran dalam Separator Tiga Fasa

Aliran dalam Separator

Aliran dalam Separator Tiga Fasa

Aliran dalam Separator

Perlengkapan Luar
Peralatan atau perlengkapan separator

Liquid level control:


Agar cairan tidak terbawa aliran gas Agar gas tidak terbuang ke tangki Memberi cairan tinggal sejenak untuk membebaskan gas

Gelas duga Manometer Safety valve, rupture disk Man hole atau hand hole Pressure control Pentanahan (grounding)

Perlengkapan Dalam
Perlengkapan bagian dalam:

Deflector plate

Perlengkapan Dalam
Perlengkapan bagian dalam:

Weir

Perlengkapan Dalam
Perlengkapan bagian dalam:

Piranti sentrifugal

Perlengkapan Dalam
Perlengkapan bagian dalam:

Vortex breaker

Perlengkapan Dalam
Perlengkapan bagian dalam:

Demister Pad

Perlengkapan Dalam
Perlengkapan bagian dalam:

Coalescing Plates

Perlengkapan Dalam
Perlengkapan bagian dalam:

Straightening Vanes

Perlengkapan Dalam
Perlengkapan bagian dalam:

Float Shield

Problem-2
a)

b) c)

Tiga piranti internal separator yang dipakai untuk menghilangkan cairan dari gas adalah Fungsi vortex breaker adalah Aliran keluar dari 3-phase oil production separator adalah

BAGIAN UTAMA
Separator memiliki 4 daerah pemisahan

Primary Section (A)


Mengumpulkan sebagian besar fluida yang masuk Pada daerah ini terdapat inlet port dan baffle untuk membelokkan arah aliran fluida utama dari aliran gas Memisahkan butiran cairan yang sangat kecil yang tak terpisahkan di seksi A Prinsip utama adalah pengendap[an gravitasi, sehingga tergantung perbedaan densitas gas dan cairan. Harus tidak ada turbulensi, sehingga dilengkapi dengan pelambat aliran

Gravity Settling Section (B)

BAGIAN UTAMA
Separator memiliki 4 daerah pemisahan

Mist Extraction Section (C)

Memisahkan sisa cairan yang berbentuk kabut.

Liquid Collecting Section (D)


Menampung cairan yang bebas dari gas Pada daerah ini dipasang sight glass (gelas duga) untuk melihat level cairan

Separator Vertikal
Kelebihan:

Pengendalian level cairan tidak rumit Dapat menangani pasir dalam jumlah lebih besar Mudah dibersihkan, karena bagian bawah berbentui kerucut Mempunyai kapasitas surge yang besar
Lebih sulit merawat instrumen keselamatan yang terpasang di atas Pemasangan keluaran gas lebih sulit Harga lebih mahal Membutuhkan diameter lebih besar untuk suatyu kapasitas gas tertentu

Kekurangan

Separator Horisontal
Kelebihan:

Lebih murah dibanding separator vertikal Dapat menampung minyak mentah yang berbusa Mudah diangkut Lebih efisien dan ekonomis untuk memproses gas dalam jumlah besar Diperlukan diameter lebih kecil untuk suatu kapasitas gas tertentu
Lebih sulit membersihkan pasir di dalam separator Pemasangannya memerlukan ruangan lebih luas, kecuali disusun bertingkat

Kekurangan

Separator Bola
Kelebihan:

Lebih murah dibanding separator vertikal dan horisontal Lebih mudah dibersihkan dibanding separator vertikal

Kekurangan

Pengendalian level paling sulit

Problem-3
ALiran cair dari 3-phase wellhead separator adalah 1440 m3/d (8640 b/d) minyak mentah (crude oil) dan 720 m3/d (4320 b/d) air garam. Volume cairan total vessel hendaknya..

Operasai Separator

PENGENDALIAN SEPARATOR

Pengendalian Separator 3 Fasa

Pengendalian Separator 3 Fasa

Pengendalian Separator 3 Fasa

Problem-4
Dalam 3 Phase Separator, volume relatif air dan minyak diubah oleh..

Operasi Separator

STARTUP DAN SHUTDOWN

Prinsip

Problem-5
Sebutkan urutan startup yang baik (a) Open process inlet valve (b) Open separator liquid outlet valve (c) Set pressure controller at 75% of normal control range. (d) Deactivate low level shutdown device

Problem-6
Sebutkan urutan shutdown yang baik (a) Drain liquid (b) Depressure (c) Close inlet valve

Operasi Separator

PENGECEKAN RUTIN

PEMELIHARAN
1) 2)

3)

Inspeksi secara periodik, baik bejana maupun pipapipanya terhadap korosi, scale dan parafin Pemasangan alat keselamatan, semua dihubungkan secara langsung dengan bejana tanpa perantara. Dalam pemasangan safety valve harus diarahkan ke penjaga agar mudah didengar Pemasangan safety head langsung pada bejana. Lubang harus terbuka dan tidak boleh ada hambatan. Untuk separator horisontal arahnya tegak lurus badan, sedang untuk separator vertikal arahnya sejajar dengan badan.

PEMELIHARAN
4)

5)

6) 7)

Benda-benda yang biasa mengendap pada mist extractor misalnya scale dan parafin, berakibat mengurangi efisiensinya. Kalau fluida dari sumur bersifat korosigf, maka harus diadakan inspeksi visual secara periodik, meliputi bagian luar pada sambungan yang memungkinkan kebocoran. Setiap 6 bulan sekali man hole dibuka untuk mengecek dan membersihkan dari scale dan parafin. Endapan pasir dan lumpur biasanya mengendap di bagian bawah. Harus sering di-drain.

Operasi Separator

TROUBLESHOOTING

Troubleshooting
Apakah instrumen ini bekerja baik? Pressure gauge Control valve positions Controller output pressure Gauge glasses Flowmeters
Temukan sumber masalah sebelum melakukan koreksi.

Troubleshooting

Gaugae glass adalah piranti penting dalam separator. Satu di antara piranti yang mudah tersumbat oleh kotoran sehingga membuat salah pembacaan level.

Gauge glass hendaknya dibersihkan dengan sikat atau cairan kimia.


Gauge valve hendaknya sering di buka untuk membuang cairan agar kotoran tidak menumpuk.

Troubleshooting
LIQUID CARRYOVER IN OUTLET GAS STREAM PENYEBAB
1.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING

Laju gas masuk terlalu Periksa laju alir gas dan besar kembalikan sesuai rancangan awal.

Troubleshooting
LIQUID CARRYOVER IN OUTLET GAS STREAM PENYEBAB
2.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING

Level cairan terlalu Periksa level cairan. tinggi sehingga Kembalikan level ke titik mengurangi ruang gas rancangan

Troubleshooting
LIQUID CARRYOVER IN OUTLET GAS STREAM PENYEBAB
3.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING
a)

Coalescing plate, mist pad atau centrifugal device tersumbat

Periksa suhu dan tekanan untuk menentukan pembentukan hidrat. Turunkan tekanan untuk melelehkan hidrat.

Troubleshooting
LIQUID CARRYOVER IN OUTLET GAS STREAM PENYEBAB
3.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING

Coalescing plate, mist b) pad atau centrifugal device tersumbat

Ukur pressure drop melintas piranti tersebut. Seharusnya kurang dari 15 kPa (2 psi). Jika nol, pad mungkin berlubang atau lepas dari dudukan.

Troubleshooting
LIQUID CARRYOVER IN OUTLET GAS STREAM PROSEDUR TROUBLESHOOTING Coalescing plate, mist Pengukuran pressure pad atau centrifugal drop dilakukan pada device tersumbat laju gas rancangan. Pressure drop tinggi, menunjukkan penyumbatan. Periksa dan bersihkan jika diperlukan. PENYEBAB

3.

Troubleshooting
LIQUID CARRYOVER IN OUTLET GAS STREAM PENYEBAB
4. 5.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING

Cairan terlalu bergolak Tekanan operasi di bawah rancangan

Pasang horizontal baffles


Periksa tekanan dan naikkan ke nilai rancangan; atau Laju alir gas lebih rendah sehingga mengurangi tekanan

Troubleshooting
LIQUID CARRYOVER IN OUTLET GAS STREAM PENYEBAB
6.

Densitas cairan di bawah rancangan

PROSEDUR TROUBLESHOOTING Periksa densitas cairan. Laju alir gas mampu mengurangi densitas cairan.

Troubleshooting
INABILITY TO HOLD CONSTANT LIQUID LEVEL PROSEDUR TROUBLESHOOTING Pelampung tercelup a) Bersihkan gauge semua ke dalam glass agar cairan. Controller pembacaan akurat. output memiliki b) Jika tempat tekanan output pada pelampung berada di laju tinggi (100 kPa/15 luar, buang cairan psig) untuk meyakinkan tidak sumbatan. PENYEBAB

1.

Troubleshooting
INABILITY TO HOLD CONSTANT LIQUID LEVEL PENYEBAB
1.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING
c)

Pelampung tercelup semua ke dalam cairan. Controller output memiliki tekanan output pada laju tinggi (100 kPa/15 psig)

d)

e)

Jika gauge glass dan tempat pelampung bersih, periksa apakah pelampung tertutup cairan. Buang cairan dari vessel secukupnya sehingga pelampung tercelup. Level controller perlu diservis.

Troubleshooting
INABILITY TO HOLD CONSTANT LIQUID LEVEL PENYEBAB
2.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING
a) b)

Level cairan di bawah pelampung. Controller memiliki tekanan output kinstan pada laju rendah (20 kPa/3 psig).

CATATAN Level Controller tidak akan c) bekerja jika level cairan di atas atau di bawah pelampung. Pelampung harus tercelup sebagian.

Lakukan sesuai butir (a) dan (b) sebelumnya. Tutup valve dalam pipa keluaran cairan untuk menaikkan level sampai pelampuang tercelup. Level controller dalam pelayanan (in service)

Troubleshooting
INABILITY TO HOLD CONSTANT LIQUID LEVEL PENYEBAB
3.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING
a)

Aliran cairan berubah

b)

Jika level controller tidak memiliki reset (integral), setpoint hendaknya diubah tiap kali laju alir berubah. Jika level controller memiliki reset, dapat diatur secara hati-hati perubahan dalam laju alir.

Troubleshooting
INABILITY TO HOLD CONSTANT LIQUID LEVEL PENYEBAB
4.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING
a)
b) c)

Cairan masuk vessel dalam bentuk slug (terputus-putus). Level controller tidak cukup cepat bereaksi untuk mengeluarkan cairan.

Setpoint pada level controller diturunkan. Penyetelan proportional band diturunkan. Dalam kasus yang sama pemasangan valve positioner dapat membantu mempercepat level control valve

Troubleshooting
INABILITY TO HOLD CONSTANT LIQUID LEVEL PENYEBAB
5.

Golakan cairan menyebabkan gerakan pelampung.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING Pasang pelindung pelampung atau pindahkan pelampung ke luar vessel.

Troubleshooting
INABILITY TO HOLD CONSTANT LIQUID LEVEL PENYEBAB
6.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING
a)

Level control valve tidak bekerja baik.

b)

Periksa aksi valve untuk melihat apakah valve tertutup ketika harusnya terbuka. Buat gerakan stroke valve membuka dan menutup untuk mengetahui apakah pegas terlalu keras atau terlalu lembek, dan adakah sesuatu yang menahan valve plug.

Troubleshooting
INABILITY TO HOLD CONSTANT LIQUID LEVEL PENYEBAB
6.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING
c)

Level control valve tidak bekerja baik.

d)

Periksa laju alir cairan keluar ketika valve terbuka penuh, untuk melihat ada tidaknya hambatan aliran dalam pipa. Atur udara instrumen untuk menutup valve. Jika tetap terdapat aliran, plug atau seat perlu diganti.

Troubleshooting
INABILITY TO HOLD CONSTANT LIQUID LEVEL PENYEBAB
6.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING
e)

Level control valve tidak bekerja baik.

Periksa untuk hembusan udara melalui rumah diafragma untuk mengetahui kebocoran diafragma.

Troubleshooting
INABILITY TO HOLD CONSTANT LIQUID LEVEL PENYEBAB
7.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING
a)

Level controller tidak merespon perubahan dalam level.


(a)

(b)

(c)

Pelampung tidak berfungsi Lengan pelampung terputus Pipa torsi rusak

b)

Level controller memiliki tekanan ouput tinggi pada level tinggi (bisanya 100 kPa/15 psig) Perbaiki controller.

Troubleshooting
INABILITY TO HOLD CONSTANT LIQUID LEVEL PENYEBAB
8.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING
a)

Pelampung dalam antarmuka air-minyak sepenuhnya tercelup dalam emulsi.

b)

Periksa emulsi dalam vessel dengan membuang melalui pipa yang dihubungkan dengan vessel dekat pelampung Buang emulsi dari vessel jika ada.

Troubleshooting
INABILITY TO HOLD CONSTANT LIQUID LEVEL PENYEBAB
9.

PROSEDUR TROUBLESHOOTING
a) b)

Densitas minyak berubah sehingga pelampung tidak merespon perubahan level

Periksa densitas minyak Jika berbeda dengan rancangan, konsultasikan dengan pemasok level control untuk mendapatkan pelampung baru.

Troubleshooting
PROBLEM
1.

Sebutkan tiga hal yang menyebabkan cairan terbawa aliran gas keluar. (a) (b) (c)

Troubleshooting
PROBLEM
2.

Sebutkan lima hal yang menyebabkan ketidakmampuan mempertahankan level cairan konstan. (a) (b) (c) (d) (e)