Anda di halaman 1dari 7

Masalah pendanaan politik

Pengantar diskusi oleh Perludem

Masa depan demokrasi terancam


Kepercayaan kepada partai terus menurun;
institusionalisasi pemilu terus menguat. Kinerja partai semakin buruk, terutama dalam rekrutmen; partai mendominasi sistem politik. Partai adalah pilar demokrasi; kehidupan partai menyalahi prinsip-prinsip demokrasi. Salah satu sumber masalah utama yg membelit partai adalah pendanaan politik.

Dana politik dan misi partai

Partai membutuhkan dana besar kegiatan rutin: operasional sekretariat, konsolidasi organisasi, pendidikan politik dan kaderisasi, unjuk publik, dan perjalanan dinas pengurus. Partai membutuhkan dana besar untuk kampanye pemilu: survei, rapat umum, brosur, kaos, bendera, spanduk, baliho, iklan media. Ketergantungan partai politik atas penyelesaian masalah keuangan membuat partai melupakan misinya: memperjuangkan kepentingan rakyat.

Keterbatasan sumber dana



Iuran anggota: semua partai politik gagal menarik iurang anggota. Ini fenomena global. Bantuan negara: jumlahnya sangat sedikit, 1,3% total belanja partai; total belanja 9 partai hanya 0,05% dari APBN. Sumbangan: hanya sebagian kecil yg sah menurut hukum; sebagian besar tidakmau dicatat dan masuk ke pengurus partai politik dan atau calon anggota legislatif atau calon pejabat eksekutif.

Sumber dana alternatif



Sumbangan pemimpin atau pengurus partai. Potongan terhadap gaji anggota DPR/DPRD. Setoran anggota legislatif atau pejabat eksekutif atas keberhasilan dalam memanfaatkan jabatan. Sumbangan perseorangan yg tidak mau dicatat. Sumbangan perusahaan yg pemiliknya dekat dengan pemimpin atau pengurus partai politik. Calon anggota legislatif atau pejabat eksekutif.

Dampak pengumpulan dana


Partai politik dan kader-kadernya yg
menduduki jabatan legislatif atau eksekutif, tidak mandiri dalam pengambilan kebijakan. Kehidupan internal partai politik semakin oligarkis, elitis dan personalistis. Partai politik semakin jatuh reputasinya di mata publik akibat banyaknya kasus korupsi yang menimpa kader-kadernya.

Kegagalan sistemik

Sitem pendanaan politik sbgmn diatur dalam UU Partai Politik, UU Pemilu Legislatif, UU Pemilu Presiden dan UU Pemda, telah gagal membangun sistem pendanaan politik yg sehat. Kegagalan tersebut terjadi karena undang-undang politik tidak konsisten menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengaturan pendanaan politik. Ketidakkonsistenan itu antara lain terlihat: pembatasan pemasukan dan pembebasan pengeluaran, pengawasan dan sanksi, dan mekanisme pelaporan keuangan.