Anda di halaman 1dari 18

PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA ANEMIA HEMOLITIK

ELLYZA NASRUL

Anemia hemolitik
- Klasifikasi anemia berdasarkan morfologi anemia normositik normokrom. - Klasifikasi I.Didapat 1.Faktor lingkungan a. Autoimun 1.Idiopatik 2.Obat (metildopa, penisilin, quinidin) 3.Penyakit dg latar belakang: SLE, CLL, infeksi (Mycoplasma)

b.Nonimun 1.Mikroangiopati (DIC) 2.Hipersplenismus 3.Infeksi (malaria, Clostridium dll) 4.Beberapa obat (nitrofurantoin, sulfonamid) 5.Kimia (logam berat) 6.dll

2.Kerusakan membran a.Paroxysmal nocturnal hemoglobinuria (PNH) b.Wilsons disease c. dll

II.Kongenital
1.Kelainan interior dr sel a.Hemoglobinopati (sickle cell, talasemia dll) b.Enzimopati (defisiensi G6PD paling sering) 2.Kelainan membran: sperositosis herediter,eliptositosis

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
I.DARAH TEPI
1. Hb Menurun 2. LED meningkat 3. Retikulosit meningkat

4. Sel helmet, skitosit hemolitik mikroangiopati 5. Sel sperosit sperositosis herediter

II. SEDIAAN HAPUS DARAH TEPI


- Eritrosit: - normokrom normositik - anisositosis
- poikilositosis

Talasemia:
- Eritrosit : - mikrositik hipokrom - anisositosis, poikilositosis - sel target - sel eritrosit berinti - sel tetesen air mata - sel polikrom polikromasi - sel fragmentosit dll

III.Sumsum tulang
- Selularitas hiperseluler - Eritropoetik hiperaktif, semua seri ditemui, predominan rubrisit - Mielopoetik agak tertekan, semua seri ditemui - Trombopoetik Megakariosit mudah ditemukan - M : E rasio terbalik (N: 3-4 : 1) - Cadangan besi normal/meningkat

IV.Pemeriksaan lab yg lain 1. Coombstest


- Lansung Utk menentukan adanya antibodi atau komplemen pada permu kaan sel darah merah - Tdk lansung menentukan adanya antiRBC antibodi yg bebas di dlm sirkulasi

2.LDH sering meningkat pd intravaskuler dan ekstravaskuler hemolisis 3.Bilirubin indirekmeningkat 4.Haptoglobin menurun/tdk ada 5.Hemosiderin dan Hb urin menentukan sedang sp berat hemolisisis intravaskuler

Anemia normositik normokrom (darah tepi)

anisositosis

Poikilositosis (anemia def.Fe)

Anemia hemolitik (darah tepi) Talasemia

Sperositosis herediter polikromasi, anisositosis, sel sperosit S S p

Anemia hemolitik (sumsum tulang)


A

Eliptositosis

Anemia sel sabit