Anda di halaman 1dari 24

SURVEYING

Surveying
Surveying : Adalah prosedur penentuan lokasi dan outline dari kontur dan posisi gigi-geligi penahan dan jaringan sekitarnya pada suatu model rahang sebelum kita membuat design suatu geligi tiruan. Guna surveying adalah menentukan path of insertion yang terbaik untuk suatu geligi tiruan yang sedang kita buat, serta menandai grs-grs survey pd permukaan gigi dan jaringan sekitar untuk membantu kita dalam membuat design yg cocok buat geligi tiruan tsb.

Dengan demikian surveying memungkinkan kita membuat suatu geligi tiruan yg : dapat mudah dipasang dan dilepas oleh pemakainya sendiri memberikan rupa yang baik kepada pemakainya dapat menahan gaya yg mungkin menyebabkan terlepasnya geligi tiruan dari tempatnya Dapat mencegah terjebaknya sisa2 makanan didlm mulut si pemakai Path of Insertion Adalah arah gerak pemasangan suatu geligi tiruan sebagian mulai saat kontak pertama bagian2nya yg kaku dgn gigi pendukung sampai pada posisi akhir, dimana rest sudah berada ditempatnya dan dasar geligi tiruan sebagian sudah berkontak dengan jaringan mulut.

Path of Removal Adalah tempat sama dengan path of insertion dalam arah sebaliknya. Dental Surveyor Adalah suatu alat yang digunakan untuk menentukan kesejajaran relatif dari dua atau lebih permukaan gigi atau bagian2 lain dari model rahang. Ada bermacam-macam serveyor antara lain yang biasa dipakai dan terkenal ialah surveyor dari DE NEY. Meskipun banyak macamnya tetapi prinsipnya sama. Dengan melakukan surveying, kita dapat mengetahui adanya undercut yg berhubungan dgn path of insertion yg tegak lurus pada dasar surveyor.

Surveying
A. Horizontal Surveyour Base B. Upright Column C. Cross Arm with Spindle Beating D. Vertical Spindle E. Spindle Tightening Screw F. Tool Holder G. Tool Holder Locking Nut H. Survey Table J. Tilt Tap adn Model Clamp K. Locking Screw of Tilt top L. Ball Rivot M. Ball Retaining Ring N. Back for accessories when in use O. Storage Compartment for Tools (Undercut Gauges, Analyzing, Rod, Carbons, Wax Trimmer) P. Model Clamp Adjusting Screw

Prinsip Suatu Surveyor


Bila suatu benda diletakkan suatu bidang vetikal dan bidang ini digerakkan melingkari permukaannya, maka bidang tersebut akan menggambarkan suatu garis dimana tergambar permukaan terbesar dari benda itu.
Surveyor mempunyai lengan vertikal, pd lengan ini dpt dipasang pensil / carbon marker. Bila lengan ini digerakkan pd permukaan gigi, maka carbon marker akan membentuk suatu garis yang melingkari gigi dan menggambarkan permukaan gigi yang terbesar. Garis ini disebut garis survey.

Oleh garis survey, gigi dibagi menjadi dua bagian yaitu.


1. Permukaan gigi diatas garis survey yang merupakan permukaan yang tidak ada undercut disebut supra bulge area 2. Permukaan dibawah garis survey merupakan permukaan yg ada undercut atau disebut infra bulge area sbg bidang retensi dari gigi

Sebagian dari daerah undercut ini mungkin berguna untuk menahan geligi tiruan sebagian didalam mulut, antara lain utk pembuatan cengkram dsb. Daerah ini dinamakan retentive undercut. Dibagian lain, mungkin pula terdapat undercut yg menyebabkan sukarnya pemasukan / pengeluaran suatu geligi tiruan atau tidak dibutuhkan utk retensi, daerah ini dinamakan undesirable undercut. Desirable undercut dimana kita akan menempatkan suatu cengkram dapat diukur dalam 3 dimensi.

1. 2. 3.

Dimensi Mesio Distal Dimensi Occluso Gingival Dimensi Bucco Lingual (disebut pula sbg Horizontal undercut).

Yang terpenting dari ke-3 dimensi ini adalah yg terakhir, karena ini akan menentukan dimana ujung lengan sebuah cengkram berakhir.

Dimensi ini diukur dgn menggunakan undercut gauge yg harus ditempatkan tepat pd permukaan dimana ujung lengan cengkram akan berakhir, sedangkan tangkai undercut gauge menyentuh permukaan gigi ybs. Suatu undercut gauge mempunyai 3 macam ukuran : 0.01
0.02 0.03 inc

Maksud Penggunaan Surveyor


I. Mensurvey Study Cast Tujuannya adalah : 1. Menentukan path of insertion yg terbaik yg akan mengurangi interferensi (=gangguan) pada waktu pemasukan dan pengeluaran geligi tiruan sebagian. 2. Menemukan adanya permukaan2 proksimal yg bisa dibuat sejajar sehingga dapat bertindak sebagai guiding planes. 3. Menemukan dan mengukur daerah2 pd permukaan gigi yg dpt digunakan untuk retensi. 4. Menentukan apakah daerah2 gangguan pada gigi dan tulang perlu dibuang dengan jalan extraksi gigi atau memilih path of insertion lain.

I. Mensurvey Study Cast


5. Memungkinkan pemberian tanda bagi mouth preparation yg akan dilakukan, termasuk memotong jaringan proksimal dan kontur gigi yg berlebihan utk mengurangi interferensi. 6. Menggambarkan height of contour pd gigi pendukung dan menentukan daerah desirable undercut yg harus dihindari, dibuang atau ditutupi. 7. Menetapkan posisi model rahang dlm hubungan dgn path of insertion yang dipilih dengan jalan melakukan tripoding

Maksud Penggunaan Surveyor


II Menentukan Batas dan Bentuk Pola Malam Trimer dan surveyor digunakan sebagai wax carver selama preparasi dalam mulut, sehingga path of insertion yg sudah ditentukan dapat dipertahankan selama preparasi restorasi tuang bagi gigi pendukung dilakukan. Semua permukaan proksimal dari model malam harus dibuat sejajar dgn path of insertion yg telah ditentukan sebelumnya

Maksud Penggunaan Surveyor


III. Penempatan Internal Attachment Dalam hal ini surveyor digunakan untuk : 1. Memilih path of insertion dalam hubungan dengan sumbu panjang gigi pendukung, sehingga daerah gangguan dimanapun pada lengkung rahang dapat dihindari 2 Membuat preparasi utk precision attachment pd study cast dgn memperhatikan jangan sampai mengenai ruang pulpa hal ini dapat dilakukan dengan bantuan foto Rntgen 3 Membentuk model wax utk precision attachment.

Maksud Penggunaan Surveyor


IV. Penempatan Precision Rest Surveyor dpt digunakan sebagai drill press, dgn melekatkan dental handpiece pd vertical spindle. V. Pembuatan Restorasi Tuang Dengan dental handpiece yang dipasang pada vertical spindle, permukaan2 vertical restorasi tuang dapat dihaluskan dgn suatu batu carborundum berbentuk silindris yang sesuai.

Maksud Penggunaan Surveyor


VI. 1. Mensurvey Master Cast Tujuannya adalah : Memilih path of insertion yg paling sesuai, sesudah preparasi dalam mulut yg memenuhi persyaratan dari guiding planes, retention, non interference dan estetis diselesaikan. Mengukur daerah retentive dan lokasi ujung cengkram sesuai dgn fleksibilitas dari cengkeram yg sedang dibuat. Menentukan daerah undesirable undercut yg masih didapati pd model Merapikan bahan block out sampai sejajar dengan path of insertion sebelum kita melakukan duplikasi

2. 3.

4.

Mem Blok Out Master Cast


Setelah kita menentukan path of insertion dan menentukan daerah undercut pada suatu master cast, setiap daerah undercut yg akan dilewati bagian kaku rangka geligi tiruan sebagian yaitu setiap bagian dari rangka geligi tiruan sebagian, kecuali ujung retentivi cengkram, harus di blok out.

Mencatat Hubungan Cast dengan Surveyor

Suatu cara pancatatan hubungan cast terhadap lengan vertikal surveyor harus dilakukan supaya cast bisa dikembalikan pd kedudukannya semula pd surveyor, terutama selama preparasi dalam mulut.
Demikian pula untuk suatu working cast dlm membentuk pola wax, merapikan blok out pd master cast, menempatkan lengan cengkram dalam daerah undercut.

Mencatat Hubungan Cast dengan Surveyor


Dari beberapa cara yg dikenalkan terdapat 2 diantaranya yg kelihatannya paling cermat dan praktis yaitu : 1. Menempatkan 3 tanda pd permukaan cast; jadi kita membuat suatu bidang horizontal thdp lengan vertical suveyor pd penempatan kembali cast pd surveyor, cast dimiringkan sampai ujung surveyor blade berkontak kembali gdn ketiga tanda tadi pd bidang yg sama. Hal ini akan menghasilkan kembali posisi semula cast dan dgn demikian juga posisi path of insertion. Proses ini dikenal sebagai Tripoding

Mencatat Hubungan Cast dengan Surveyor


2. Menandai 2 sisi dan bagian dorsal dasar cast dgn suatu alat tajam yg dipasangkan pada surveyor blade. Dengan memiringkan cast sampai ketiga garis tadi kembali sejajar terhadap surveyor blade, posisi semula dari cast dapat kita peroleh kembali.

Keuntungan cara ini : Goresan tadi akan turut direproduksi, bila kita melakukan duplikasi.
Dengan demikian setiap duplicate cast akan mempunyai hubungan yg sama terhadap sureyor. Dalam hal ini tehniker harus diperingatkan untuk tidak memotong tepi cast sehingga menyebabkan hilangnya tanda tadi.

Memiring miringkan Model Rahang


Patokan pasti untuk melakukan surveying dan tilting tidak selalu berlaku untuk tiap kasus, tetapi pd umumnya dasarnya adalah sebagai berikut : 1. Gunakan anterior tilt bagian anterior model dimiringkan kebawah, untuk model rahang dgn geligi tiruan free end yg lebih posterior dari gigi premolar. Ini memberikan path of insertion dari arah posterior ke anterior dgn memanfaatkan distal gigi premolar.

Memiring miringkan Model Rahang


2. Gunakan posterior tilt bagian posterior model dimiringkan ke bawah untuk model rahang sbb :
a. Pada kasus kehilangan gigi anterior yg banyak, oleh karena tilt ini memberikan path of insertion dari anterior ke posterior dgn memanfaatkan undercut mesial dari premolar atau molar dan sekaligus menempatkan geligi tiruan sebagian lebih dekat pd gigi pendukung untuk tujuan esthetis. b. Pada kasus dgn daerah tak bergigi di bagian anterior dan posterior. Oleh karena tilt ini akan memberikan path of insertion yang akan menempatan geligi tiruan sebagian lebih dekat pada gigi pendukung anterior dan mengurangi terlihatnya ruang lebar yg terdapat antara geligi tiruan sebagian dan gigi pendukung anterior.

Memiring miringkan Model Rahang


3. Gunakan left or right tilt pd kasus yg mempunyai 1 gigi pendukung yg posisinya abnormal. Contoh : Bila sebuah molar kiri bawah miring sekali ke lingual, path of insertion harus dipilih dari kanan kekiri untuk memanfaatkan gigi miring tsb. 4. Gunakan anterior / posterior tilt pd kasus dgn daerah tak bergigi yang dibatasi gigi pendukung (tooth borne partial danture). Model rahang harus dimiringkan sedemikian rupa, sehingga gigi pendukung terkuat akan memberikan retensi dan support terbesar. Bila molar2 kuat dan, premolar2 lemah, tiltnya adalah posterior untuk memanfaatkan bracing clasp pd molar2. Hal sebaliknya dilakukan bila gigi molar2 yang lemah

Macam macam TILT

Macam macam TILT