Anda di halaman 1dari 35

HERLIK WIBOWO

Teori Ketidakpastian
Pengukuran
0 1 2 3
Mengukur adalah membandingkan
sesuatu yang diukur dengan sesuatu
yang lain yang ditetapkan sebagai
satuan.
Q : pa yang ingin kita per!leh ketika
melakukan pengukuran"
: #ilai benar dari suatu besaran $isis
yang kita ukur.
%ada suatu pengukuran akan selalu
terdapat ketidakpastian yang bersumber
dari kesalahan dalam pengukuran.
Kesalahan Sistematik

Kesalahan kalibrasi

Kesalahan titik n!l

Kelelahan k!mp!nen alat

%aralaks : Kesalahan yang timbul apabila pada &aktu


memba'a skala karena p!sisi mata pengamat tidak
tegak lurus terhadap skala tersebut.
Kesalahan yang
timbul akibat
ketidaksempurnaan
instrumen yang
digunakan.
Kesalahan Acak

(erak Br!&n m!lekul udara

)luktuasi pada tegangan listrik

Landasan yang bergetar

Bising

Radiasi Latar Belakang


Kita dapat meng!ntr!l kesalahan sistematik
tetapi kita tidak dapat meng!ntr!l kesalahan
a'ak.
*idak ada harapan bagi kita untuk
menentukan nilai benar suatu besaran $isis
melalui pengukuran.
Yang Dapat Kita Perbuat Adalah

Menentukan nilai terbaik yang dapat


menggantikan nilai benar.

Menentukan seberapa besar penyimpangan


nilai terbaik terhadap nilai benar.

Melap!rkan hasil pengukuran sebagai


t
x x x t
Nilai terbaik
Ketidakpastian
t
x
x


Pengukuran Langsung

%engukuran *unggal

%engukuran Berulang
Pengukuran Tunggal
+alam menentukan pan,ang pensil- kita sepakat bah&a :

pan,ang pensil tersebut lebih dari .-/ 'm.

kita tahu .-/ 'm lebih sekian tapi tidak pasti sekian itu berapa.
0 1 2 3
Berapa pan,ang pensil
tersebut"
ngka
pasti
0 ngka
*a$siran
ngka pasti 1 0 ngka *a$siran 2
ngka %enting
2,35 cm
t
x
Ketidakpastian Pengukuran Tunggal
Q : Mengapa kita tidak bisa menentukan dengan tepat
berapa pan,ang pensil"
: Karena nilai skala terke'il 3nst4 alat ukur kita terlalu
besar.
Ketidakpastian pengukuran tunggal terkait dengan
nilai skala terke'il alat ukur yang digunakan.
Hasil pengukuran
pan,ang pensil :
1
2
x nst
( ) 2,35 0,05 cm x t
Aturan Angka Penting

ngka bukan n!l paling kiri termasuk angka penting.

5ika tidak terdapat k!ma desimal- angka bukan n!l paling


kanan termasuk angka penting.

5ika terdapat k!ma desimal- semua angka paling kanan


termasuk angka penting- bahkan ,ika angka tersebut adalah
n!l.

6emua angka yang terletak di tengah angka penting paling


kiri dan kanan ,uga merupakan angka penting.
7!nt!h :

0./89 0./-89 0-::09 0:-0:9 :-:::0:0:9 0::-: memiliki 8


angka penting.

%enulisan 0:0: ambigu apakah memiliki / angka penting atau 8


angka penting. 5adi sebaiknya dituliskan dalam n!tasi ilmiah
sebagai 0-:0: ; 0:8 ,ika dianggap memiliki 8 angka penting.
Aturan Pembulatan

5ika $raksi desimal lebih besar dari <- maka angka penting
terakhir sebelum $raksi desimal ditambah 0.

5ika $raksi desimal lebih ke'il dari <- maka angka penting
terakhir sebelum $raksi desimal tetap.

5ika $raksi desimal sama dengan <- maka angka penting


terakhir sebelum $raksi desimal ditambah 0 hanya ,ika angka
penting terakhir tersebut gan,il.
7!nt!h : Kita ingin membulatkan angka 0-.8= dan
0-.<0 yang semula 8 angka penting men,adi / angka
penting sa,a. %ada angka 0-.8= yang dimaksud $raksi
desimal adalah = dan angka penting terakhir sebelum
$raksi desimal adalah 8. 6esuai dengan aturan
pertama maka 0-.8= dibulatkan men,adi 0-.<. 6esuai
dengan aturan kedua- 0-.<0 dibulatkan men,adi 0-.<.
6esuai aturan ketiga- angka 0-.< dibulatkan men,adi
0-..
Melaporkan Hasil Pengukuran
turan .
+alam melap!rkan hasil pengukuran- angka
penting terakhir dari nilai terbaik harus pada
p!sisi desimal yang sama dengan ketidakpastian
hasil pengukuran.
turan 0
%ada lab!rat!rium tingkat dasar- ketidakpastian
pengukuran biasanya dibulatkan sampai satu
angka penting.
6esuai aturan
pertama 6esuai aturan
kedua
( ) 2,35 0,05 cm x t
Pengukuran Berulang
0 1 2 3
i ;i
0 .-/<
. .-/8
/ .-/>
8 ../?
< .-//
? .-/.
> .-/@
+ari hasil pengukuran di
samping- berapakah nilai
terbaik dari pan,ang pensil"
i
t
x
x x
N


+ + + + + +


2,35 2,34 2,37 2,36 2,33 2,32 2,38
7
16, 45
2,350 cm
7
t
t
x
x
Ketidakpastian Pengukuran Berulang
i ;i ;i.
0 .-/< <-<..
. .-/8 <-8>?
/ .-/> <-?0>
8 ../? <-<>:
< .-// <-8.=
? .-/. <-/@.
> .-/@ <-??8
Hasil pengukuran
pan,ang pensil :
( )
2
2
1
i
x
x N x
x S
N N


2
38,660
i
x
( ) ( )


2
2 2
38,660 7.2,350
1 7 7 1
0,007 (Setelah diblatkan!
i
x N x
x
N N
( ) t 2,350 0,007 cm x
Pengukuran Tidak Langsung
enis Pengukuran Tidak Langsung
. 6emua ketidakpastian berasal dari skala terke'il.
B. 6emua ketidakpastian berasal dari simpangan baku rataArata.
7. 6ebagian ketidakpastian berasal dari skala terke'il sebagian lagi
berasal dari simpangan baku rataArata.
7!nt!h kasus :
%engukuran per'epatan graBitasi bumi
menggunakan bandul matematis. %an,ang
tali dan peri!de bandul diukur dalam
per'!baan ini.

2
2
4 l
g
T
Kasus A
Hasil
%engukuran :
( )
( )
t
t
25,00 0,05 cm
1,00 0,01 s
l
T
( )


2
2 2
2 2
4 "86,0
"86 ",86 10 cm s di#nakan 3,14
1,00
t
t
t
l
g
T


25,00 0,05
1,00 0,01
t
t
l l
T T



+
t t
t t
l l l l
T T T T
g g
g l T
l T
( )

2
2
2
2
4
4 3", 44
3", 4 di#nakan 3,14
1,00 1,00 t
t
l l
T T
g
l T
g
l
( )

2
3
2
3
3
8
8 .25,00 1"72
1,"7 10 di#nakan 3,14
1,00 1,00 t
t
l l
T T
g l
T T
g
T
( )
( )
( )
+
+
3
1 2
3", 4 0,05 1,"7 10 0,01
2 2 10 22 cm$ s
g
( ) t t
2 2
",86 0,22 10 cm$ s
t
g g g
( ) t t
2 2
"," 0,2 10 cm$ s
t
g g g
Kasus B
Hasil
%engukuran :
i 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
*i 3s4
3C:-:<
s4
0-?@ 0-?= 0-?@ 0-?> 0-?> 0-?@ 0->: 0-?> 0-?@ 0-?>
Li 3'm4
3C :-:<
'm4
?@->
:
?@-=
:
?@-@
:
?@-=
:
?@->
:
?@-=
:
?@-@
:
?@-=
:
?@-@
:
?@->
:
i li Ti li2 Ti2
0 ?@->: 0-?@ 8>.:-: .-@..8
. ?@-=: 0-?= 8>8>-. .-@<?0
/ ?@-@: 0-?@ 8>//-8 .-@..8
8 ?@-=: 0-?> 8>8>-. .->@@=
< ?@->: 0-?> 8>.:-: .->@@=
? ?@-=: 0-?@ 8>8>-. .-@..8
> ?@-@: 0->: 8>//-8 .-@=::
@ ?@-=: 0-?> 8>8>-. .->@@=
= ?@-@: 0-?@ 8>//-8 .-@..8
0: ?@->: 0-?> 8>.:-: .->@@=
( )
( )

2
2
2
688,10
68,810
10
1
4734",0 10.(68,810!
10 10 1
0,0"
i
t
i
l
l
l l
N
l N l
S
N N
( )
( )

2
2
2
16,7"
1,67"
10
1
28,1"13 10.(1,67"!
10 10 1
0,003
i
t
i
T
T
T T
N
T N T
S
N N


2
2
2
4 2714
"62,8 "63 cm$ s
2,81"
t
t
t
l
g
T
2 2
2 2
t t
t t
l T
l l l l
T T T T
g g
g S S
l T



_ _
+


, ,

,
2
2
2
2
4
4 3", 44
13,"" 14,0
1,67" 2,81" t
l l
T T
g
l T
g
l

,
2
3
2
3
3
8
8 .68,810 5428
1150 1,15 10
1,67" 4,733 t
l l
T T
g l
T T
g
T



_ _
+


, ,
2 2
2 2
3,5
t t
t t
l T
l l l l
T T T T
g g
g S S
l T
( ) t t
2
"63 4 cm$ s
t
g g g
Kasus !
Hasil %engukuran :
i 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
*i 3s4
3C:-:<
s4
0-?@ 0-?= 0-?@ 0-?> 0-?> 0-?@ 0->: 0-?> 0-?@ 0-?>
( ) 68,"0 0,05 cm l t
i Ti Ti2
0 0-?@ .-@..8
. 0-?= .-@<?0
/ 0-?@ .-@..8
8 0-?> .->@@=
< 0-?> .->@@=
? 0-?@ .-@..8
> 0->: .-@=
@ 0-?> .->@@=
= 0-?@ .-@..8
0: 0-?> .->@@=



68,"0
0,05
2
0,05 0,03 (%arap &erhatikan!
3
t
l
l
l
S
( )
( )

2
2
2
16,7"
1,67"
10
1
28,1"13 10.(1,67"!
0,003
10 10 1
i
t
i
T
T
T T
N
T N T
S
N N


2
2
4 2717
"63,8 "64 cm$ s
2,81"
t
t
t
l
g
T
2 2
2 2
t t
t t
l T
l l l l
T T T T
g g
g S S
l T



_ _
+


, ,

,
2
2
2
2
4
4 3", 44
14,0
1,67" 2,81" t
l l
T T
g
l T
g
l

,
2
3
2
3
3
8
8 .68,"0 5435
1148 1,15 10
1,67" 4,733 t
l l
T T
g l
T T
g
T



_ _
+


, ,
2 2
2 2
3
t t
t t
l T
l l l l
T T T T
g g
g S S
l T
( ) t t
2
"64 3 cm$ s
t
g g g
Metode Kuadrat Terkecil
RumusARumus )isika Dang
Kita Kenal :
6etiap gra$ik menggambarkan besaranAbesaran
$isis yang saling berhubungan se'ara linier
+alam praktikum $isika dasar ini- kita akan :

mengu,i kebenaran rumusArumus $isika tersebut.

bela,ar menentukan nilai suatu besaran $isis se'ara tak


langsung menggunakan met!de gra$is.
+
0
v v at
F kx
+
0
x x vt
x
t
0
x
v
t
0
v
F
x
!ontoh Kasus
Hubungan antara hambatan suatu l!gam dengan
suhu l!gam tersebut :
Kita akan :

mengu,i kebenaran rumus $isika tersebut.

menentukan nilai besaranAbesaran $isis se'ara tak


langsung menggunakan met!de gra$is.
#ilai besaran
$isis apa"
+
0 0
R R R T

0
%ambatan l'#am pada sh 0 (
K'e)isien sh hambat *enis l'#am
R

0
dan R
Data Percobaan
T(C 10 20 30 40 50 60 70 80
R 3E4 0.-/ 0.-= 0/-? 0/-@ 08-< 0<-0 0<-8 0<-=
: 0 . / 8 < ? > @ =
:
.
8
?
@
0:
0.
08
0?
0@
!ra"ik #a$%atan Ter&adap 'u&u
'u&u
#
a
$
%
a
t
a
n
Bagaimanaka
h 'ara kita
menggambar
garis lurus
pada gra$ik
sema'am ini"
Met!de
Kuadrat
*erke'il
Metode Kuadrat Terkecil
Met!de kuadrat terke'il membantu kita untuk :

menentukan gradien dan k!e$isien n yang terbaik

menentukan simpangan gradien terbaik dan k!e$isien n terbaik


: 0 . / 8 < ? > @ =
:
.
8
?
@
0:
0.
08
0?
0@
!ra"ik ( ter&adap )
)
(
%ersaman (aris Lurus
terbaik :
+
t t
y mx n

+radien terbaik
K'e)isien n terbaik
t
t
m
n
"umus#"umus Yang Diperlukan
( )

2
2
i i
N x x
( )

i i i i
t
N x y x y
m
( )

2
i i i i i
t
x y x x y
n
( ) ( ) ( )
2 2
2
2 2
2
1
2
i i i i i i i i
y i
x y x x y y N x y
S y
N

+


' )



"umus#"umus Yang Digunakan

t
m y
N
S S

2
t
i
n y
x
S S
Aplikasi
i Ti *i Ti*i Ti2 *i2
0 0: 0.-/ 0./ 0:: 0<0-/
. .: 0.-= .<@ 8:: 0??-8
/ /: 0/-? 8:@ =:: 0@<-:
8 8: 0/-@ <<. 0?:: 0=:-8
< <: 08-< >.< .<:: .0:-/
? ?: 0<-0 =:? /?:: ..@-:
> >: 0<-8 0:@: 8=:: ./>-.
@ @: 0<-= 0.>: ?8:: .<.-@





2
2
360
113,5
5320
20400
1621, 4
i
i
i i
i
i
T
R
TR
T
R
( )

2
2 2
8.20400 360 33200
i i
N T T
( )


8.5320 360.113,5
0,051
33200
i i i i
t
N TR T R
m
%ersamaan (aris Lurus
*erbaik :
: 0 . / 8 < ? > @ =
:
.
8
?
@
0:
0.
08
0?
0@
!ra"ik #a$%atan Ter&adap 'u&u
'u&u
#
a
$
%
a
t
a
n
( )


2
20400.113,5 360.5320
12
33200
i i i i i
t
T R T TR
n
+
t t
R mT n
+ 0,051 12 R T

0
Nilai dan ,,, R
Banding
kan
+
t t
R mT n
+
0 0
R R T R

0 t
R n

0 t
R m

t
t
m
n

0
12
t
R



3
0,051
4,300 10
12
t

0
Ketidakpastian dan ,,, R


_ _

+


, ,
0
2 2
2 2
t
t t
n
m n
t t
R S
S S
m n

2
1
t t
t
t t
m n
m
n n
( ) ( ) ( )

+


' )



+

' )

2 2
2
2 2
2 2
2
1
2
1 20400.113,5 2.360.5320.113,5 8.5320
1621, 4
8 2 33200
3,5
i i i i i i i i
y i
T R T TR R N TR
S R
N

2
2
1,"
8
1,"
33200
3,0 10
20400
1,"
33200
1,5
t
t
y
m y
i
n y
S
N
S S
T
S S


_ _

+


, ,

0
2 2
2 2
3
1,5
2,5 10
t
t t
n
m n
t t
R S
S S
m n
( )
( )

t
t
0
3
12 2
4 2 10 $ (
R