Anda di halaman 1dari 30

PENGOLAHAN PAKAN

1. 2.

3.

4.

Mengapa diberikan pakan olahan : Peningkatkan produksi dan reproduksi ternak Memenuhi kebutuhan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak Menyesuaikan dengan formulasi dan bentuk pakan buatan yang merupakan modifikasi pakan alami Lebih ekonomis

KEUNGGULAN DAN KEKURANGAN PELLET


1.

2.
3.

4.

Beberapa keunggulan yaitu : dapat mengurangi jumlah pakan yang terbuang mudah dikonsumsi zat nutrisi pakan yang terkandung dapat merata, tidak memberi kesempatan kepada hewan untuk memilih milih bahan pakan mudah dikemas serta mudah dalam transportasi dan memperpanjang lama penyimpanan. Kekurangan yaitu sedikit menurunkan daya cerna, tetapi hal ini bisa ditanggulangi misalnya dengan menambahkan enzim percernaan pada bahan pellet tersebut

BAHAN YANG DIPAKAI Bahan yang dipakai dalam pembuatan pellet :

Yang Utama : bahan pokok dan perekat.


Tambahan : korrigen rasa/ korrigen bau (atraktan). Bahan pokok adalah campuran beberapa bahan baku pakan yang dibutuhkan untuk pembuatan ransum dan menduduki persentase paling besar.

Bahan perekat bisa berasal dari salah satu bahan pokok yang bila dipanaskan akan besifat seperti lem, misalnya tepung gaplek, empok, ketela rambat dsb. Tetes (molasses) juga bisa dipakai sebagai perekat disamping sebagai korrogen rasa.
Bhn Perekat yg tdk asal bhn pokok (Bentonet), pemakaiannya pada pellet sebesar 1 5 %. Korregen rasa dan bau terutama diberikan pada pellet ransum tikus dan ikan. Bahan yang mempunyai rasa manis atau gurih dengan bau yang merangsang selera makan. Contoh bahan ini adalah tetes, tepung udang, tepung kepiting, tepung cumi-cumi. Khusus Monosodium Glutamat (MSG) pemakaiannya kurang lebih sebesar

MEMBENTUK PELLET
Tahapan Cara Pembentukan Pakan Buatan bentuk pellet: 1. Penggilingan 2. Pengayakan 3. Penimbangan 1. Penggilingan
Setelah bahan yang diperlukan sesuai dengan formulasi yang
dikehendaki, mula-mula bahan tersebut digiling sehingga ukurannya menjadi lebih kecil. Dapat digunakan beberapa alat yang sederhana sampai yang modern disesuaikandengan bahan yang tersedia dan jumlah produksi yang dicapai. Misalnya

gilingan kopi, mesin penepung dsb.

2. Pengayakan
Setelah digiling bahan tersebut diayak untuk mendapatkan ukuran partikel yang sesuai dengan kebutuhan (tingkat perkembangan dan daya cerna) dan untuk mendapatkan hasil campuran yang homogen dalam formulasi pakan buatan. Bahan pengayak bisa dari nilon, kawat kasa dengan berbagai ukuran mata ayakan.

3. Penimbangan
Setelah bahan diayak, kemudian bahan ditimbang dengan teliti sesuai dengan formulasi yang telah ditentukan. Untuk bahan yang diperlukan dalam jumlah besar (jagung, bekatul, tepung ikan, bungkil kedele) dapat menggunakan timbangan besar. Sedang untuk bahan yang diperlukan dalam jumlah kecil (vitamin, mineral) hendaknya menggunakan timbangan yang mempunyai ketelitian lebih tinggi.

. CARA MENCAMPUR PAKAN Mencampur pakan dalam jumlah sedikit bisa dilakukan diatas bak plastik, jangan diletakkan di atas lantai. Pengadukan

sebaiknya dilakukan dengan sekop kecil.entong kayu.


Hal yang perlu diperhatikan dalam mencampur bahan pakan adalah : 1. Usahakan bahan baku butiran ditumpuk selapis demi selapis, baru bahan baku tepung ditumpuk diatau atasnya 2. Jika menambahkan minyak nabati hewani, sebaiknya disemprotkan atau dipercik percikkan agar merata. Sedangkan

penambahan molasses (tetes) bisa dicampur dengan sedikit air,


kemudian dipercikkan.

3. Pengadukan pertama dilakukan sebagian demi


sebagian sampai teraduk keseluruhannya., terakhir

dilakukan secara acak


4. Jika salah satu bahan pakan jumlahnya sangat sedikit

misalnya enzim atau antibiotika, ambil sedikit bahan


baku lainnya kemudian dicampur. Jika campuran ini merata ambil bahan baku lagi dalam jumlah agak besar dan campurkan hingga merata. Jika selesai baru dicampurkan ke seluruh bahan pakan

Pellet

Crumble

Mash

UREA MOLASSES BLOCK (UMB) DAN UREA

MINERAL MOLASSES BLOCK (UMMB)


FUNGSI: 1. Feed supplement/substitusi 2. Menyediakan extra energi & Nitogen meningkatkan sintesis protein mikroba 3. Meningkatkan kecernaan/ meningkatkan degradasi bahan berserat aktivitas mikroba rumen mningkat 4. Menstabilkan pH rumen 5. Menurunkan konsumsi pakan basal meningkatkan PBB Menurunkan konversi pakan peningkatan deposisi protein yang berhubungan dengan peningkatan retensi Nitrogen

PerbedaanUMB ,UMMB &MINERAL BLOK


Keterangan UMMB UMB MINERAL BLOK

Konsistensi Agak keras Agak lunak Keras Aplikasi Dijilat/Digigit Dapat digigit Dijilat Pemberian Pemberian Pemberian disediakan 1 -2 X/ hari 1- 2x/hari Pembuatan Dingin/Panas Dingin/Panas Dingin Komposisi Mineral > Mineral - /< Mineral >> Konsentrat < Konsentrat >> Konsentrat -

Bahan yang Digunakan


1. 2. 3. 4.

5.

Urea Molasses Mineral Perekat: bentonit/semen Bahan konsentrat: sumber karbohidrat: dedak, bekatul, jagung, empok dll sumber protein: bungkil kelapa, bungkil biji kapuk dll

UREA

Sumber NPN :N= 45% (PK: 281%)

Penggunaan urea untuk ruminansia Urea enz. Urease NH3+CO2 (mikroba rumen) Karbohidrat enzim VFA + As -keto (mikroba rumen) NH3+As -keto enzim Asam amino (mikroba) Asam Amino Protein mikroba enzim Protein mikroba

(mikroba)
enzim Asam amino bebas induk semang (abomasum+intestine) Asam Amino bebas Diabsorpsi dalam intestine oleh ternak

MOLASSES

Sumber karbohidrat terlarut (RAC): 48-68% Mengandung mineral mikro: Cobalt, Iodium, Mangan, Tembaga, Zinc Kandungan Kalium tinggi sifat laksatif feses lembek Mengandung vitamin B kompleks: Biotin, Riboflavin, As.Pantothenat, Niacin Meningkatkan aroma dan palatabilitas

KONSENTRAT

Bahan pakan yang mengandung banyak nutrien mudah tercerna, seperti protein & energi, tetapi kandungan serat kasarnya rendah ( < 18%) Fungsi utama: memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak & mineral yang tidak tercukupi dari hijauan Dapat berupa cereal & by product hasil penggilingan

TEKNIK PEMBUATAN
I. UMMB Formula Bahan: Mineral Garam Molasses Urea Bentonit/semen putih Dedak/Jagung(sumber energi lain) 20% 5% 30% 5% 10% 30 %

1. 2.

3.

4.

5.
6.

Peralatan: timbangan,ember,alat pengaduk,cetakan Prosedur Pembuatan UMMB/teknik Dingin Menimbang semua bahan Tetes & urea dimasukkan wadah, diaduk 5-10 menit sampai urea larut Memasukkan garam & mineral + air sedikit, diaduk 3 menit Memasukkan semen, bentonit, diaduk sampai rata Pencetakan Diangin-anginkan

II. UMB/Dodol Urea Formula Bahan: 1. Molasses 2. Urea 3. Bekatul 4. Tepung Jagung 5. Bentonit/semen putih

40% 5% 25% 25% 5%

Peralatan: Kompor, wajan, pengaduk

Prosedur Pembuatan UMB/Dodol Urea Tetes dipanaskan dengan api kecil sampai mendidih Masukkan urea, aduk sampai larut Matikan api, masukkan semen putih+air, jagungaduk sampai rata, masukkan bekatul sedikit demi sedikit campur sampai rata. Pencetakan, diangin-anginkan, kemudian dioven 60C

1.

2.

3.

4.

Mineral 80 % Tetes 10% Bentonit 5% Semen putih 5% Cara Pembuatan 1. Timbang bahan yang dipakai 2. Campurkan bahan mulai dari yang sedikit hingga homogen 3. Cetak sesuai selera

MINERAL BLOK

UMB

UMB

UMB